NovelToon NovelToon
Bisa Apa Janda Sepertimu?

Bisa Apa Janda Sepertimu?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:877.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Surya Suryan

Dinda yang berawal mengetahui jika rumah tangganya selalu baik-baik saja, ternyata salah. Kehadiran orang ketiga membuatnya harus berpisah dengan suaminya, yang bernama Dimas.
Awalnya ia rapuh, namun ketika ucapan Dimas penuh dengan penghinaan terhadap Dinda, akhirnya ia bangkit untuk mencari kehidupannya sendiri.
Dimas yang menyesal dengan perbuatannya, perlahan mendekati kembali Dinda untuk meminta maaf. Namun, adanya kehadiran seorang pria yang selalu menjadi pelindung Dinda.

Siapakah dia? Saksikan terus ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Surya Suryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35 Tak jera

Setelah beberapa jam kesadarannya hilang, Lidya sedikit menggeliat. Perlahan ia menggerakkan jarinya dan matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ia nampak mengawasi ruangan yang bernuansa putih dan beberapa alat medis. Ia pun menyadari bahwa ia tengah berada di rumah sakit.

Seketika pikirannya memutar pada kejadian sebelumnya, ia nampak tak percaya dengan perlakuan Dimas terhadapnya. Bisa-bisanya seorang suami memenjarakan istrinya sendiri.

Bahkan pernikahannya pun baru di gelar beberapa minggu yang lalu, tanpa melakukan malam pertama ataupun malam-malam selanjutnya. Sungguh Dimas sangatlah tega.

Tapi ia tak memikirkan bagaimana sikapnya selama ini, kejahatan yang ia lakukan seakan tak membuatnya puas. Besarnya ambisi untuk menginginkan Dimas terlalu kuat di hatinya, sehingga ia menghalalkan segala cara. Demi terwujudnya keinginan yang selalu ia pendam saat ini.

"Maaf, Anda harus kehilangan bayi yang ada dalam kandungan tersebut. Kami tidak bisa mempertahankannya". Ucap salah seorang perawat yang secara kebetulan mengetahui Lidya telah sadar.

Lidya tak menyahuti ucapan perawat tersebut, ia tak memperdulikan bayinya dan yang menjadi pikirannya adalah kegagalan menjerat Dimas. Secara tidak sengaja, banyak umpatan dalam hatinya yang tak bisa di gambarkan.

"Kau melakukan kesalahan, Mas. Jika kau berpikir dengan ini kau menganggapku akan jera, tentu saja tidak akan. Meskipun berapa tahun lagi aku berada di penjara, tentulah aku akan mengingat dendam ini". Gumamnya yang membawa ancaman.

"Tunggu aku, Mas.. Sampai kapan pun, aku akan terus menyimpan dengan baik dendamku". Sambungnya lagi.

**

Informasi Lidya pun telah sampai pada Dinda, masih ada rasa kasihan yang ia rasakan saat mendengar kabar Lidya. Tapi, di satu sisi ia juga merasa heran. Ia bertanya-tanya, mengapa sakit hatinya tak pernah terbalas oleh tangannya sendiri? Apa memang Tuhan begitu menyayanginya? Sehingga ia tak ingin mengotori tangan kecil Dinda.

Ayahnya pun segera menghampirinya, ia cemas melihat Anaknya yang terbengong menatap sembarang arah. Dinda mengatakan keheranannya pada sang Ayah, hingga Ayahnya tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepalanya.

"Mungkin itu cara Allah menyayangimu, tetaplah jadi anak baik Ayah yang tak selalu mengutamakan dendam. Kau anak baik, sungguh di sayangkan jika kebaikanmu di kotori oleh rasa dendam". Ucap Ayahnya memberi petuah.

Dinda hanya mengangguk pelan sembari tersenyum. Ini yang ia inginkan, meskipun hanya menyisakan Ayahnya tetapi ini lebih baik. Daripada harus kehilangan keduanya, petuah mereka sangatlah berguna.

**

Langkah kaki Dimas terdengar oleh kedua orang tuanya yang semakin mendekat ke arahnya. Mereka pun menoleh dan melayangkan pandangan tajam, Dimas pun mengetahui arti tatapan tersebut. Dalam hatinya ia menyeringai juga bersyukur ia sudah tak terobsesi dengan keinginannya untuk mendekati Dinda. Bahkan untuk bertemunya saja ia merasa malu, karenanya ia terkena banyak masalah. Terutama kejadian yang menimpa orang tuanya.

"Duduk.." Titah Heru kepada Dimas.

"Kami ingin penjelasan darimu mengenai kasus Lidya, apakah kau termasuk dalam permainannya?" Tanya sinis Heru, yang di barengi oleh Utami dengan menatapnya penuh dengan introgasi.

"Aku tidak termasuk dalam kasus tersebut, Lidya mempunyai anak buahnya sendiri. Dan tentang pengeluaran uang yang besar itu, kemungkinan ia pakai untuk membayar orang lain agar membantunya bergerak lebih licik". Jelas Dimas yang terlihat tenang.

"Jika kami mengetahui kau ada dibalik kasus tersebut, kami tidak akan segan untuk menghukummu". Pekik Utami, yang masih menyelidiki kebenaran di diri Dimas.

"Kalian harus percaya padaku, bahkan aku mengetahui hal yang akan membuat kalian semakin tercengang". Balas Dimas.

"Katakan.." Titah Heru.

"Lidya bukan mengandung anakku. Dia sengaja bercinta dengan orang lain, agar mendapatkan keturunan. Dan sebenarnya beberapa bulan sebelum pernikahanku dengannya, bahkan aku tak pernah melakukannya kepada Lidya. Aku mendengar percakapannya dengan seorang pria yang mengaku ayah biologis bayi tersebut". Terang Dimas, yang sedikit menekuk wajahnya.

"Sudah ku duga, wanita rubah itu memang licik. Ibu sudah beberapa kali mengucapkan itu, tapi kau tak pernah mau percaya". Tanggapan Utami yang semakin merasa geram terhadap Lidya.

Sementara Heru nampak tenang setelah penjelasan Dimas, ia tak menghiraukan apapun setelah mendapati kebenaran tentang kasus menyedihkan yang menimpa kedua orang tua Dinda.

"Maafkan aku Bu, selama ini sudah sangat keterlaluan terhadap kalian. Aku sangat malu terhadap kalian, apalagi terhadap Dinda". Ucap Dimas dengan menunduk.

Utami mendekatkan dirinya pada Dimas, ia mengelus pelan punggungnya sambil menyunggingkan senyuman.

"Kau bisa memperbaiki kesalahanmu, asalkan kau tak mengulanginya kembali". Ucap Utami, yang di balas anggukan oleh Dimas.

"Terimakasih, kasih sayang kalian masih sama seperti dulu. Aku memang anak bod*h yang tak sepatutnya kalian sayangi". Ucap Dimas, ia semakin tak kuat menahan kesedihannya bila mengingat masa lalunya.

**

Setelah beberapa hari Lidya menjalani perawatan di rumah sakit, kini ia pun di bawa ke kantor polisi dengan beberapa pengawalan ketat.

Matanya membulat ketika ia telah sampai di sel tahanan, ia melihat sosok wanita yang tak asing baginya tengah duduk di lantai dengan tatapan tanjam mengarah kepadanya.

"Kau.. Kenapa ada di sini? Ku kira aku saja yang kena". Ucap Lidya sambil mendekati wanita tersebut.

"Kau tahu, setelah aku berpamitan denganmu ada seseorang yang membekapku. Aku di kurung di ruang bawah tanah, entah siapa yang menyuruh mereka saat itu. Dan hari ini, aku berada di sini bersamamu. Kita bahkan seperti teman sehidup semati, menyebalkan". Ketus Viola.

Ya, setelah pembekapan tersebut Viola di kurung oleh beberapa orang di penjara bawah tanah. Tak ada yang menyakitinya, hanya saja mentalnya seakan terganggu.

Ia hanya sendirian dalam kegelapan bawah tanah, ketakutan yang ia rasaka melebihi ketakutannya terhadap polisi. Ia lebih baik masuk penjara, daripada meringkuk dengan kegelapan yang selalu menghantuinya. Banyaknya binatang menjijikan menjadi ancaman baginya, karena memang tempat itu terlihat sangat kotor dan kumuh. Meskipun dalam ke gelapan, tapi ia bisa merasakan hal tersebut.

"Aku tak menyangka kita bisa bertemu kembali, kita harus segera merencanakan sesuatu untuk itu. Mereka sangat bod*h, memenjarakan kita secara bersamaan. Mereka pikir kita akan jera". Ucap Lidya dengan kesombongannya.

"Tidak, tidak.. Aku tidak mau melakukan apapun, aku tak ingin hukumanku terulang kembali". Ucap Viola yang seketika tubuhnya bergetar, rasa cemasnya menggebu-gebu dan kedua tangannya menutupi wajahnya.

Ia memang trauma dengan peristiwa tersebut, Lidya pun menyernyitkan dahinya melihat keadaan Viola saat ini. Mentalnya seakan sangat berantakan, ketakutannya begitu dalam.

Berbeda dengan Lidya yang meskipun di permalukan beberapa kali, ia tak merasa jera. Bahkan ia ingin mengulangi lagi kejahatan tersebut dengan rencana yang berbeda. Sungguh konyol.

"Kau memanglah wanita yang lemah". Cibirnya.

"Jika kau merasakan kekejaman seseorang yang mengurungku, kau akan tahu betapa takutnya diam dalam gelap dan di temani hewan menjijikan". Jelas Viola membuat Lidya sedikit mengerutkan kedua alisnya, ia memang tak percaya dengan ucapan Viola.

'Mungkin dia terlanjur gil* berada di penjara, sehingga omongannya tak masuk akal'. Pikir Lidya.

**

1
Farhah Ali basebe
Wahhhhh di gantung dari 2023 sampai sekarang 2025 🤣🤣 padahal PINISIRIN TAU THOR
Isabela Devi
org kaya gitu pantas di cambuk
Milad Khusnul
Biasa
Isabela Devi
org iri pasti selalu ada
Isabela Devi
bagus Dinda
Isabela Devi
gmn Dimas sekarang malah terbalik
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Dimas gila, dia yang selingkuh malah dindah yg salah
Isabela Devi
moga ibunya cepat sembuh
Isabela Devi
kasian
Teh Euis Tea
lah koplak dia yg salah make nyalahin orang lain dihhh tak sleding nih
Teh Euis Tea
makleb kan jawaban dinda kaya numpang darii orangtua aj udah sombong, sombong tuh klu kaya hasil sendiri baru dah sombong
good dinda
SR.Yuni
aku ga suka Dinda manggil mas ke Dimas ini, harusnya diganti panggilannya....
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Henny Sahriani10
keren banget.. luar biasa
Ai Maswah
Luar biasa
Rostin Dawi
lanjutanx mana
Puspa Veda
cerita ga jelas... lama ga ada update payah
Titik Supadmi
next thor.... 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!