NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Malam itu Layla duduk termenung sendiri di teras depan kamar. Ia masih teringat peristiwa yang membuatnya ngeri. Walaupun luka di bahunya mulai membaik, setiap kali melihat bekas gigitan itu, tubuhnya langsung gemetar. Ia beberapa kali teringat wajah Bennedict yang berubah seperti orang lain.

Dalam hati ia berkata, "Itu bukan Ben yang aku kenal..."

Kemudian terdengar suara langkah kaki sedang menuju dirinya. Layla menengok ke belakang. Ia melihat pria yang ia benci masih setia menemaninya di sana.

Layla melirik kearah datangnya suara langkah. Namun ia tetap enggan memandang wajah itu. Ia bersikap dingin.

"Anda masih disini?" tanya Layla.

Zhao Lee tersenyum lembut, ia membawa nampan berisi makanan serta obat yang harus di minum.

''Aku tak tega meninggalkan mu sendiri di sini, Layla," ucap Zhao Lee.

Ia kembali menatap bulan.

"Masih ada bibi Tari di sini." ucap Layla.

Jawaban itu terdengar getir di telinga Zhao Lee.

Namun ia masih tersenyum untuk Layla.

"Aku tau kau membenciku, tapi ijinkan aku untuk merawat mu, Layla,'' ucap Zhao Lee.

Tiba-tiba Layla meminta sesuatu yang sangat mustahil ia kabulkan.

"Aku ingin bertemu Ben." ucap Layla.

Zhao Lee tersenyum getir.

Dalam hatinya bergumam.

"Layla.. hortensiaku yang keras kepala.''

Ia menghela nafas.

Zhao Lee melembutkan suaranya.

"Maaf Layla, bukannya aku melarang mu tapi polisilah yang tak mengijinkan itu," ucap Zhao Lee.

Layla mengigit bibirnya bawahnya..

Ia meremas gaun malam yang ia kenakan saat itu.

"Aku tidak percaya Ben setega itu padaku. Aku yakin ia adalah korban," ucap Layla.

Zhao Lee menatap tajam.

"Kenyataannya, semua bukti mengarah padanya.'' ucap Zhao Lee.

Dengan tegas Layla berkata.

"Aku ingin memastikannya sendiri," ucap Layla.

Zhao Lee mungkin menang memiliki tubuh Layla. Namun tidak dengan hati dan pikirannya.

Zhao Lee mengepalkan tangannya erat-erat.

"Tidak, dia terlalu berbahaya untuk saat ini Layla.'' ucap Zhao Lee tegas.

Tangan Layla kembali mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.

"Besok interogasi berlangsung di rumah ini. Katakan saja apa yang kamu lihat. Jangan menambah atau mengurangi apa pun. Aku tidak ingin kamu stres lagi ,'' ucap Zhao Lee.

Zhao Lee meninggalkan Layla di sana, ia hanya meletakkan nampan itu di dekat Layla.

Malam itu juga Zhao Lee diam-diam menemui Bennedict di sel Rumah Sakit.

Bennedict menatap Zhao Lee dengan tatapan yang tajam, lalu berkata,

''Kau...,''

Bennedict seolah menyadari sesuatu...

Zhao Lee mengangkat sedikit ujung bibirnya. Lalu Ia mendekat, kemudian berbisik pelan kepada Bennedict,

''Kasihan sekali kamu Ben..,''

Bennedict terlihat marah, ia mengepalkan tangannya erat-erat.

"Apa yang kau lakukan padaku?"

Zhao Lee hanya tersenyum lalu berkata,

"Kalau aku jadi kamu... aku juga tidak akan percaya."

kemudian ia pergi begitu saja.

Bennedict berteriak marah. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Bennedict merasa dirinya benar-benar sendirian.

Pagi itu Layla duduk di ruang tamu bersama dua orang detektif. Layla masih terlihat trauma akan kejadian malam itu.

"Nyonya Layla, bagaimana kabar anda saat ini?" tanya detektif itu ramah yang bernama Arum.

Layla diam sejenak...

''Belum bisa di katakan baik," ucap Layla.

Detektif Arum mengangguk pelan .

Dan berkata lembut.

"Saya akan menanyakan beberapa pertanyaan saja kepada anda," kata detektif itu.

Layla mengangguk pelan.

"Apa anda mengenal pelaku?"

"Tentu, dia rekan kerja saya.''

''Apa akhir-akhir ini ada sesuatu yang janggal dari pelaku?''

"Tidak,''

Layak menggeleng..

"Bagaiman sejauh ini anda mengenal pelaku?"

"Saya mengenal pelaku sebagai pribadi yang baik, sopan dan perhatian."

"Ini mungkin akan mengingatkan anda pada peristiwa itu, bersediakah anda menceritakan kronologi kejadian itu dari sudut pandang anda sebagai korban."

Layla bergidik ngeri mengingat peristiwa itu kembali, ia diam sejenak sebelum memulai ceritanya...

"Malam itu kami sedang istirahat santai setelah, menyelesaikan pekerjaan malam itu. Bennedict meminum minuman alkohol ringan yang di berikan Riri.''

''Riri?'' detektif Arum memganggapi .

''Ya. Tapi Riri hanya menerima minuman itu dari seorang pelanggan. Katanya sebagai ucapan terimakasih untuk Bennedict."

Detektif langsung mencatat nama Riri.

"Lalu setelah Bennedict meminum itu, apa yang terjadi?''

''Setelah itu dia hilang kendali atas dirinya dan bertingkah brutal lalu menyerang saya. Kemudian Tuan Zhao Lee datang menyelamatkan saya" ucap Layla.

Ia hampir menangis di depan dua detektif itu.

Kedua detektif itu menghela nafas panjang, mereka mengerti apa yang di rasakan Layla saat ini.

"Baiklah satu pertanyaan terakhir, apakah anda mencurigai seseorang?"

"Tidak. Saya tidak tau. Semua seperti kebetulan bagi saya," ucap Layla.

"Kami akan menyelidikinya, tetapi kami membutuhkan bukti, bukan dugaan."

"Terimakasih atas kerja samanya Nyonya, Layla'' ucap detektif itu.

Mereka berdiri dari tempat duduknya dan menjabat tangan Layla satu persatu. Kemudian pamit pergi.

Setelah detektif itu pergi Zhao Lee menghampiri Layla dengan langkah tenang, kemudian bertanya,

"Apa mereka membuat mu lelah?"

Layla menjawab dengan sikapnya yang dingin..

"Tidak."

Tanpa mereka sadari seseorang mengamati dari jauh rumah kediaman Zhao Lee dan Layla.

Orang itu mengambil ponselnya yang ada di saku.

Ia menelpon seseorang yang menyuruhnya mengamati gerak-gerik Zhao Lee.

"Hallo bos. Anda benar wanita itu adalah kelemahan Zhao Lee." ucapnya.

"Lalu bagaimana dengan rumor itu?"

"Aku menemukannya di hutan belakang rumah. Kemungkinan masih banyak lagi. Dan itu cukup untuk membangun bisnis kita yang baru."

"Kirimi dia hadiah." ucap si bos.

Telepon terputus..

Orang mencurigakan itu tersenyum jahat.

************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
Lenny Utami: ya jangan dong ntar GK ada vilainnya 🤣
total 1 replies
RahmaYesi
waduhhhh 🫣
RahmaYesi
Benar banget, Zhao Lee curang
RahmaYesi
Loh loh loh....
Lenny Utami: ngapa mak
total 1 replies
Lenny Utami
Layla kamu yakin baik² saja?
Lenny Utami
Layla dah move on🤧
رزقي سانتوسو
berpikir positif: mungkin lagi sakit🙃
Lenny Utami: ayolahh traveling lahh 🤣🤣
total 1 replies
arsyila putri
waw, fantastis nilainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!