NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:105.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Dua

Lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit ruangan memancarkan cahaya hangat. Suara tawa para tamu berpadu dengan alunan musik yang mengisi setiap sudut ruangan. Meski baru beberapa menit berada di sana, Chelsea sudah berkali-kali dibuat salah tingkah. Semua gara-gara satu kesalahpahaman.

"Kalau memang hanya sekretaris," ujar Mama Noah sambil menatap putranya penuh selidik, "kenapa kamu ajak ke acara keluarga?"

Noah mengembuskan napas pelan. "Ma, aku sudah jelaskan. Chelsea benar-benar sekretarisku. Harus berapa kali aku katakan itu!"

"Mama nggak percaya."

"Kakek juga nggak percaya," sambung sang kakek sambil terkekeh.

Papa Noah ikut mengangguk. "Papa juga."

Chelsea hanya bisa menundukkan kepala. Rasanya ingin menghilang saat itu juga.

Melihat wajah putranya yang pasrah, Mama Noah justru tertawa kecil. "Sudahlah. Ayo makan dulu."

Beliau kemudian menggandeng tangan Chelsea dengan ramah. "Ayo, Nak."

Chelsea sempat melirik Noah seolah meminta bantuan. Namun pria itu hanya mengangkat bahu sambil tersenyum tipis.

"Ikut saja."

Chelsea pun mengangguk pelan. Ruang makan keluarga Noah begitu luas. Meja panjang telah dipenuhi berbagai hidangan yang menggugah selera. Aroma masakan hangat memenuhi ruangan, membuat suasana terasa semakin akrab.

"Chelsea duduk di sini ya," ucap Mama Noah sambil menarik kursi di sampingnya.

Baru saja Chelsea duduk, Mama Noah kembali memanggil putranya. "Noah."

"Iya, Ma?"

"Kamu duduk di sebelah Chelsea."

Noah yang sudah hendak duduk di kursi lain hanya bisa menghela napas. "Iya, Ma."

Chelsea hampir tertawa melihat CEO yang selalu tenang itu ternyata begitu patuh kepada ibunya.

Acara makan malam pun dimulai. Mama Noah tanpa sungkan mengambilkan udang ke piring Chelsea.

"Coba ini, Chelsea. Enak."

"Terima kasih, Tante."

Belum sempat Chelsea menyentuh makanannya, Papa Noah ikut menambahkan sepotong daging panggang.

"Yang ini juga wajib dicoba."

Chelsea kembali mengucapkan terima kasih. Di ujung meja, Kakek Noah tersenyum geli melihat piring Chelsea yang mulai penuh dengan makanan.

Chelsea juga tak pernah menolak saat piringnya di tambah makanan. Kakek jadi tersenyum terus melihat itu. Dalam hatinya berkata, "Gadis itu begitu baik dan patuh, tak mau menyakiti orang lain, sehingga menerima apa saja yang disodorkan."

"Noah."

"Iya, Kek."

"Ambilkan minum buat Chelsea."

Noah menurut tanpa banyak bicara. Ia menuangkan segelas jus lalu meletakkannya di depan Chelsea.

"Nih, Minumnya."

"Terima kasih, Pak."

"Sama-sama."

Mama Noah langsung berbisik pelan kepada suaminya. "Lihat, kan? Noah bisa perhatian juga."

Chelsea yang mendengarnya spontan menunduk malu.

Obrolan demi obrolan mengalir begitu hangat. Mereka bertanya tentang pekerjaan Chelsea di kantor putranya, tempat tinggalnya, hingga makanan favoritnya. Tak sekali pun Chelsea merasa diperlakukan seperti orang asing.

Sebaliknya, keluarga Noah membuatnya merasa diterima.

Di tengah makan malam, Mama Noah kembali menatap Chelsea. "Nak."

"Iya, Tante?"

"Kalau Noah ngomongnya ketus sama kamu, bilang sama Tante. Biar Tante yang marahin dia."

Chelsea berkedip. Tak menyangka mama dari atasannya itu bicara begitu.

Chelsea menahan tawa. "Iya, Tante."

Papa Noah ikut menimpali. "Kalau dia kasih kamu pekerjaan terlalu banyak, bilang sama Om. Biar Om yang pecat dia."

Chelsea menoleh ke arah atasannya. Kali ini gadis itu benar-benar tidak mampu menahan tawanya. Noah yang sejak tadi diam akhirnya meletakkan sendoknya.

"Sebentar."

Semua orang langsung menoleh. Noah menunjuk dirinya sendiri.

"Anak kalian itu aku. Bukan Chelsea."

Lalu ia menunjuk Chelsea. Suasana hening selama beberapa detik. Setelah itu, satu meja langsung dipenuhi gelak tawa.

Kakek bahkan sampai menepuk bahu Noah. "Ya salah kamu sendiri. Baru sekali ini bawa perempuan ke acara keluarga."

Mama Noah mengangguk setuju. "Kalau bukan orang spesial, mana mungkin kamu ajak ke sini."

"Ma ...."

"Kamu diam saja."

Chelsea yang melihat Noah terus menjadi sasaran godaan hanya bisa tersenyum geli. CEO yang terkenal dingin di kantor ternyata tidak berkutik di hadapan keluarganya sendiri.

Malam itu dipenuhi canda, tawa, dan obrolan hangat. Tanpa disadari, waktu berlalu begitu cepat hingga satu per satu tamu mulai berpamitan. Jarum jam telah menunjukkan pukul sebelas malam.

Noah menghampiri kedua orang tuanya. "Ma, Pa ... aku pamit dulu."

Mama Noah mengangguk. "Mau antar Chelsea pulang, kan?"

"Iya."

Beliau kemudian menoleh kepada Chelsea "Hati-hati ya, Nak."

"Iya, Tante."

Sebelum mereka melangkah pergi, Mama Noah kembali memanggil putranya. "Noah."

"Iya, Ma?"

"Antarkan calon menantu Mama sampai depan pintu apartemennya."

Chelsea langsung membelalakkan mata. "T-Tante ... bisa aja. Jangan ngomong begitu. Nanti dikira aku benaran calon menantu Tante."

"Ya tak apa dong, kalau bisa memang benaranlah."

Chelsea tak tahu harus bicara apa lagi. Mama Noah hanya tersenyum jahil melihat gadis itu terdiam. Ia lalu menambahkan, "Pokoknya harus sampai depan pintu."

Noah menggeleng pasrah. "Iya, Ma."

"Pastikan dia pulang dengan selamat."

"Iya, Ma. Iya ...." Mendengar jawaban Noah semua jadi tertawa.

Setelah berpamitan kepada Kakek dan Papa Noah, keduanya berjalan menuju halaman depan. Udara malam terasa sejuk.

Begitu pintu mobil tertutup, Noah menghela napas panjang. "Belum jadi menantu saja aku sudah disisihkan."

Chelsea menoleh cepat dengan wajah terkejut. Noah tertawa pelan melihat ekspresinya.

"Aku cuma bercanda."

Chelsea akhirnya ikut tersenyum. Mobil pun perlahan meninggalkan halaman rumah, sementara dari kejauhan Mama Noah masih melambaikan tangan dengan senyum yang tak kunjung hilang. Di dalam hati wanita itu, ada sebuah harapan yang diam-diam mulai tumbuh.

"Semoga suatu hari nanti, gadis itu benar-benar menjadi bagian dari keluarga kami."

1
Teh Yen
El pulang.... lengkap sudah keluarga arsaka d Hanna akhirnya semuanya bertemu momy d Daddy bisa melepas rindu pada anak"nya aah senangnya
Rahma Inayah
pasti El yg pulang langkap SDH Kel arsaka kumpul bareng tnp di rencanakan
Lisa Halik
pastinya bang el balik ke rumah
Lisa Halik
apakah al juga ada rasa sama chelsea
Apriyanti
wah pas El yg Dateng ,,makin rame aja ni keluarga arsaka
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Teh Euis Tea
pasti Abang El yg datang
Felycia Fernandez
pasti El ini yang pulang...
kan udah janjian ma Chelsea
Yuliana Tunru
bang el pulang 👍👍
Radya Arynda
pasti El,,,,alhamdulillah keluarga hana kembali rukun,,,semogah selalu begini,,semua gara2 zombi keluarga arsaka berantakan,,,sekarang sudah kembali damai,,karena hama nya sudah hilang,,,semangaaaat💪💪💪💪
ken darsihk
El ayok gabung mereka sedang makan malam 🤭🤭
Oma Gavin
el kamu datang terlambat sudah pada mulai makan tuh
Eka ELissa
El pasti itu plng....🤣
Dcy Sukma
El pulang..
Nandi Ni
Bang El....Canggung ? no.....semoga tetep cair situasinya,hangat penuh canda tawa seperti sebelum El datang.
tia
pasti el yg datang 😁😁
Sugiharti Rusli
jangan bilang malah si Al yang terlalu over protektif terhadap Chelsea yah, padahal kan kakaknya sudah dewasa dan wajar kalo mulai dekat sama laki" di luar keluarga mereka yah😆😆😆
Sugiharti Rusli
tapi karena kehangatan keluarga yang selama ini menaungi mereka jadi hubungan meski jauh tetap erat yah,,,
Sugiharti Rusli
padahal antara Chelsea dan kedua ortunya baru terpisah beberapa bulan saja yah mereka,,,
Teh Euis Tea
waduhhh jgn suka sm Chelsea ya Al, biar Chelcea jodohnya sm Noah aj, km pasti bertemu jodoh yg baik ya Al
ga seru klu seputaran keluarga Arshaka aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!