Zahra subastian mahasiswi berparas cantik,pintar dan juga humoris di sukai banyak teman-temanya karena sering membantu merekah dalam hal apapun dibidang akademik maupun materi.
Erland Anggara pria tampan bermata tajam CEO perusahaan besar berjulukan sang Casanova.
karena kebetulan yang tidak di sengaja merekah menghabiskan waktu bersama di kamar hotel yang membuat Zahra sangat membencinya.
ikuti kisahx akankah merekah bersama atau saling menjauh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kheysa absoda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
asisten jahara
"tuan anda sedang sepertinya kurang sehat, saya akan mengantarkan tuan membuka kamar...." sapa seseorang pelayan yang menghampiri Reno di samping mobilnya.
"tidak usah pergilah...." ucap Reno tegas dan menatap pelayan itu dengan tajam.
walaupun sang pelayan merasa ketakutan tapi dia harus bisa membawa orang yang ada di hadapannya " tapi anda sedang tidak sehat tuan..." ucap pelayan bergetar mencoba mendekati Reno.
"jangan menyentuh ku atau aku patahkan lehermu " Reno memundurkan badannya besar miliknya dan menatap dengan nyalang.
"aku hanya ingin membantu Anda tuan..." sahut sang pelayan dan berusaha terus mendekat dan mengambil sapu tangan yang dia sembunyikan yang sudah di bubuhi obat bius.
Reno yang di dekati pria pelayan tersebut langsung saja meninju perut dan juga wajahnya sampai pria tersebut terjatuh.
"sepertinya kamu ingin bermain-main denganku, akan aku pastikan malam terakhir mu bekerja dan kamu tidak akan di terima di manapun, bilang pada wanita yang menyuruh dirimu akan aku buat dia dan keluarganya berakhir di jalanan menjadi pengemis..." gertak Erland walaupun bersusah payah menahan gejolak tubuhnya.
pelayan yang mendengar ucapan Reno langsung bergetar takut, dia tidak akan rela kehilangan pekerjaan yang sudah bertahun-tahun di geluti untuk menghidupi keluarganya.
"ampun tuan, aku mohon ikut denganku, saya terpaksa melakukannya tuan ibu saya dikampung sedang sakit parah dan butuh biaya berobat makanya saya menerima tawaran dari wanita itu...." ucap pelayan sedang berkilah.
"cihhhh...., kamu pikir kamu bisa membodohi diriku..." sinis Reno mendekat ke arah pelayan yang masih berbaring di tanah dan menginjak dada nya.
"sakit tuan...." rintihan pelayan yang merasakan dadanya di tekan yang membuatnya sulit untuk bernafas.
Ilham yang melihat tuanya dari jauh segera lari mendekat dia kaget saat jarak mereka sudah dekat dia melihat tuanya menginjak seseorang.
"maafkan saya tuan..." ucap Ilham
"cepatlah aku sudah tidak memiliki banyak waktu..." ucap Tommy berjalan sempoyongan ke arah mobilnya.
Ilham yang melihat jika tuanya sedang tidak baik-baik saja, sigap membuka pintu mobil untuk sang bos.
"kita ke rumah sakit tuan..." ucap Ilham melihat tuanya menggunakan spion.
"no, antar aku ketempat Widi cepatlah..." sanggah Reno.
Reno langsung saja mencari kontak sang kekasih dan menelpon nya.
"kamu dimana sayang...." Reno
----------
"aku akan ke sana...." ucap Reno tanpa mendengarkan ucapan Widi terlebih dahulu dan memutuskan panggilan.
"Ilham antar kan aku ke butik, setelah itu pulanglah...." titah sang tuan raja.
"iya tuan..." jawab Ilham
"harusnya kamu ke rumah sakit tuan, dasar duda karatan..." batin Ilham.
Ilham yang melihat bosnya semakin gelisah bahkan melepaskan jas dan menarik paksa kancing kemeja hingga terlepas menambah laju kendaraannya.
"sabar bos, ini sudah dekat tinggal beberapa menit lagi..." ucap Ilham
"aku tidak tahan lagi..." Reno menghempaskan kemejanya ke sembarang arah.
ckiiit....,
"stop tuan kita sudah sampai....," Ilham ketakutan melihat Reno melepas gesper dan berusaha membuka celana bahan yang dia pakai.
"untung saja sudah sampai, bagaimana jika terlambat dan bos memaksa diriku untuk melayaninya..." batin Ilham bergidik ngeri.
"ayo tuan..." membuka pintu mobil untuk Reno dan berusaha memapahnya.
"sshhht...., Reno mendesis karena sentuhan tangan Ilham pada lengannya.
"ampun tuan, saya mohon jangan menodai saya saya masih perjaka ..." Ilham sampai bergetar takut hehehe...
Reno yang sudah keluar dari mobil langsung terhempas kebelakang pintu mobil,karena sudah tidak sanggup menyeimbangkan kesadarannya. sementara Ilham langsung berlari masuk ke dalam butik untuk mencari calon nyonya nya di masa depan, meninggal Reno sendirian karena takut ternodai hahahaha....
"cleeekk...."
"nona Widi ayo cepat tolong tuan..." ucap Ilham dengan nafas yang ngos-ngosan.
"hey ada ada dengan mu, kenapa kau menerobos masuk keruangan ku tanpa permisi..." ucap Widi
Ilham yang takut tuanya kenapa-kenapa mendekat ke arah Widi dan menarik tangan nya dengan cepat membawanya keluar dari ruangan"ayo cepetan nona, tuan ada di bawah dan tidak baik-baik saja, nona harus cepat menolongnya..."
sesampai didepan butik Ilham dan Widi melihat Reno duduk di tanah dan menyandarkan badannya pada pintu mobil.
" Hay mas kamu kenapa...." tanya Widi melangkah dengan cepat menuju ke mobil.
"sa...yang..." ucap Reno saat mendengar suara Widi
"kamu kenapa seperti ini mas, mana yang sakit..." ucap Widi menyentuh wajah Reno dengan penuh perhatian.
"achhhh.... sayang" ucap Reno
"nona kita harus cepat meMbawa tuan kedalam, nona harus cepat menolong tuan jika tidak tuang bisa meninggal..." ucap Ilham tapi takut mendekat hehehehe....
"apa maksud kamu..., ayo mas kita masuk..." Widi membantu Reno untuk berdiri" kemana baju kamu mas..." tanya Widi.
"entahlah, sayang..." Reno langsung mencium bibir Widi dengan ganas mata Widi hanya membola karena terkejut.
Widi yang merasa sesak memukul punggung Reno beberapa kali.
"ha.....ha...., Widi berusaha menormalkan pernapasan."kamu main sosor aja sih mas...." ucap Widi sebel"ayo kedalam" ajak Widi tapi Reno malah mendekatkan wajahnya pada leher jenjang milik Widi dan mengecupnya,"Ilham bantu aku, kenapa kamu diam saja..."
"hehehehe, aku takut ternoda nona..." jawab Ilham jujur.
"kamu ini, ayo cepetan..." ucap Widi.
Ilham dan Widi berusaha dengan sekuat tenaga membawa Reno masuk kedalam ruang pribadi Widi, sepanjang jalan dia terus saja menyesap leher putih milik Widi dan meninggalkan beberapa jejak kemerahan.
"akhirnya...." jawab Ilham saat meletakkan Reno di atas ranjang.
"mas Reno kenapa bisa mesum seperti itu sih..." tanya Widi.
"seseorang ingin menjebak tuan, dan memasukkan obat perangsang kedalam minumannya, untung tuan bisa menyelamatkan diri,tolong kekasih anda Nono jika tidak dia bisa meninggal..." jawab Ilham yang melihat Reno merintih dan menggeliatkan tubuhnya, bahkan sudah melepaskan celana bahan yang dia pakai menyisakan bokser ketat sebagai penutup terong jumbonya.
"astaga milik tuan sangat besar..." batin Ilham melihat celana bokser Reno seperti ingin meledak.
"hey apa yang harus aku lakukan..." panik Widi melihat tingkah Reno.
" elus-elus aja nona, saya pergi dulu..." Ilham cepat melangkahkan kakinya keluar dengan cepat dari ruang kerja Widi."aku tidak mungkin meninggalkan mereka aku beristirahat disini saja" ucap Ilham membaringkan tubuhnya pada sofa yang tidak jauh dari ruangan Widi.
"sa...yang..." ucap Reno ingin menggapai Widi yang berdiri di samping ranjang.
"ada apa mas..." tanya Widi takut.
"please sini..." mohon Reno
Widi yang melihat wajah kekasihnya menjadi tidak tega di segera duduk di pinggiran ranjang"apa yang bisa aku bantu mas.." tanya Widi.
Reno yang sudah tidak tahan lagi, menarik tubuh Widi menindih dadanya dan mencium Widi dengan gana." aku mohon sayang, aku tidak bisa menahannya lagi...." ucap Reno di sela-sela ciumanya.
Tolong penulis lebih mencari bagaimana cara penulisan EYD yang baik dan juga penulisan bahasa inggrisnya
Siap2 aja si Nom2 bsk banjir hadiah dari kakak2 nya 🤗🤗
what the maksud 'digoyang' bocah??? bikin otak ngeres aja tuh cabe2an 🤣🤣