Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercerita pada Andra
"Maaf pak Andreas saya terlambat. tadi di jalan kena macet Maaf sudah membuat Anda menunggu lama" ucapan pada Andreas.
Andreas tersenyum"Tidak masalah, Pak. Kami juga baru saja sampai. Silahkan duduk" balas Andreas
Kemudian pria itu menoleh pada Kanaya serta langsung memperkenalkan Kanaya pada Kliennya"Oh ya, Pak. Kenalkan ini adalah asisten pribadi saya. Namanya Kanaya" lanjut Andreas
Kanaya mengangguk sopan"Kanaya, Pak. Asistennya pak Andreas" kata Kanaya
Setelah itu mereka mulai memesan makanan. Sembari menunggu, Pak Robert pun mulai membicarakan perihal kerja sama yang akan dilakukan oleh mereka berdua.
Berbeda dengan Asisten Andra, karena sejak tadi pria itu sama sekali tidak bisa fokus dengan meeting malam ini. yang ada di pikirannya saat ini tentu saja mengenai status Andreas dan juga Kanaya. Masih tidak habis pikir dengan apa yang baru saja Andreas katakan padanya.
Karena memang selama ini yang asisten Andra tahu Andreas hanya dekat dengan masa lalunya yang sudah meninggalkannya beberapa tahun yang lalu.
Bahkan setelah kepergian Wika, Andreas tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun bahkan setelah Kejadian beberapa tahun yang lalu Andreas berubah menjadi sangat dingin, tidak pernah Terlihat Lagi ada kehangatan dari dalam hidupnya.
"Apa tuhan Andreas sedang bercanda? dia mengatakan jika Nona Kanaya adalah istrinya. tapi Kapan mereka menikah? Bukankah kemarin Juan Andreas kembali ke Jakarta hanya untuk menghadiri pesta pernikahan Aditya?" batin asisten Anda sembari terus memperhatikan Andreas dan juga Kanaya secara bergantian.
Asisten Anda sama sekali tidak mendengarkan apa yang sejati disampaikan oleh Pak Robert."Baiklah, Pak. Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Anda" ucap pak Robert
"Apalagi saya, Pak. Bukan begitu Andra?" gumam Andreas pada pria itu. Namun asisten Anda sama sekali tidak menggubris apa yang Andreas katakan pria itu masih fokus dengan pikirannya sendiri. Dengan beberapa pertanyaan yang mulai terbesit dalam benaknya.
Melihat Andra seperti itu membuat Andreas mengerutkan kecil keningnya, bahkan Andreas sampai menyenggol kaki Andra supaya pria itu kembali fokus dengan meeting malam ini.
Tepat setelah Andra menyadari senggolan kaki Andreas, Pria itu terlihat cengengesan. "Astaga, Apa yang anak ini pikirkan" batin Andreas sembari memberikan tatapan tajam pada asisten pribadinya.
"Heheh, Maaf tuan" gumamnya.
Tak berselang lama, Makanan yang mereka pesan akhirnya sampai. Semua mulai menikmati pesanan yang masing-masing. Tak lagi ada pembicaraan diantara diantara mereka semua, mereka memilih fokus dengan makanannya sendiri. namun tidak dengan asisten Andra, karena pikirannya masih melalang Buana kemana-mana. Masih merasa penasaran bagaimana Andreas mengatakan jika Kanaya adalah istrinya.
Setelah kepergian pak Robert, Andreas melonggarkan dasinya. Pria itu kembali menatap tajam pada Andra yang terlihat sangat menyebalkan malam ini.
"Ada apa denganmu, Andra? Kenapa tadi tidak fokus seperti itu?" tanya Andreas sambil menatap pada Andra yang sudah menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal.
"Maaf, Tuan. Tadi saya tidak fokus karna anda"
Andreas yang mendengar itu mengerutkan keningnya"Kenapa kamu mengatakan karna saya? Memangnya apa yang saya lakukan?" tanya Andreas pada Andra.
"Saya masih penasaran dengan status tuan dengan nona Kanaya. Bagaimana bisa tuan mengatakan jika dia istri tuan. Bukan kah kemaren tuan mengatakan jika ingin menghadiri pernikahan Aditya bersama dengan calon istrinya yang bernama Kanaya?" tanya Andra
Waktu itu sebelum berangkat ke jakarta, Andreas memang sempat mengatakan jika Andreas mau menghadiri pernikahan Aditya dengan calon istrinya yang bernama Kanaya. Bahkan hari itu Andreas juga meminta Andra untuk mengambil cincin pernikahan yang sudah dia pesan di toko perhiasan.
"Tidak perlu banyak bertanya. Itu bukan urusan mu. Satu hal yang harus kamu lakukan, Jangan sampai ada orang yang tau jika Kanaya adalah istri saya" balas Andreas.
"Baiklah, Saya tidak akan mengatakan jika tuan menjelaskan pada saya. Kalau tidak, maka maafkan saya yang tidak bisa menjamin" Asisten Andra memainkan kedua alisnya. Membuat Andreas mendengus sebal. Tapi mau bagaimanapun sepertinya Andra memang harus tau.
"Bedebah! Dasar asisten tidak tau diri. Berani sekali mengancam saya" umpat Andreas
Andra hanya terkekeh saat melihat ekspresi wajah Andreas. Biarpun hanya sebatas atasan dengan asisten, Mereka berdua memang sangat dekat. Bahkan Andreas sudah menganggap Andra seperti saudaranya sendiri. Karna hanya Andra yang selalu ada menemani Andreas dari jaman SMA hingga saat ini.
Hingga akhirnya Andreas pun mulai menceritakan semuanya. Andreas menjelaskan jika dia harus menggantikan Aditya menikahi calon istrinya demi nama baik bersama. Andra hanya mengangguk paham. Kemudian Andra menatap pada Kanaya yang baru saja kembali dari toilet. Ada rasa iba saat melihat gadis itu. Karna Andreas juga sudah mengatakan jika Aditya kabur dari pernikahan untuk menikahi gadis lain yang tak lain adalah saudara sepupu Kanaya sendiri.
"Sepertinya kalian memang di takdirkan berjodoh, Tuan. Bukan kah nasib kalian sama-sama menyedihkan. Miris sekali di tinggalkan oleh orang yang disayang" gumam Andra tanpa rasa takut sedikitpun.
"Mulut sampah! Tutup mulutmu itu. Bisa-bisanya mengatakan saya menyedihkan. Tidak sadar diri kalau kamu itu lebih menyedihkan dari pada saya. Dasar jomblo gak laku" balas Andreas pada Andra.
"Tidak, Sama sekali saya tidak menyedihkan. Lebih baik jomblo dari pada memiliki kekasih yang berujung menyakitkan. Bukan kah tuan lebih menyedihkan dari pada saya" balas Andra yang tidak mau kalah.
"Berhenti mengatakan saya menyedihkan. Atau saya sobek mulut sampahmu itu" gumam Andreas lagi. Seketika Andreas menjadi bungkam. Kedua matanya melotot tak percaya.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Kanaya setelah sampai di meja itu.
"Masih seputar tentang kerja sama dengan pak Robert" Andreas berbohong. "Oh, Ini sudah kan? Apa kita boleh kembali sekarang? Aku sudah sangat mengantuk" gumam Kanaya.
"Baiklah, Kita pulang sekarang. Andra, Jangan lupa apa yang saya katakan barusan" ucap Andreas dan langsung bangun dari tempatnya.
Andra juga ikut bangun serta mendekat pada Andreas. Membisikkan sesuatu yang membuat pria itu menatapnya tajam"Tuan jangan lupa besok cerita sama saya bagaimana indahnya malam pertama" bisik Asisten Andra yang membuat Andreas menatapnya tajam. .
Andra hanya terkekeh dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Andreas. Pria itu memperhatikan Andreas serta Kanaya yang sudah berlalu dari sana.
"Semoga saja pernikahan kalian bisa menjadi awal dari kebahagiaan. Saya percaya jika memang ini adalah takdir yang sudah di tentukan. Semoga saja nanti kalian bisa saling mencintai dan melupakan masalalu masing-masing" gumam Andra sembari memperhatikan pengantin baru itu.
Setelah mendengar semua cerita dari Andreas membuat Andra yakin jika memang Kanaya adalah takdir Andreas. "Semoga mereka bisa saling menyembuhkan luka" gumam Andra lagi