𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️
Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampann namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
bac
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Obsesi Arkan
...Pagi itu, Arkan duduk di ruang kerjanya dengan pandangan tertuju pada jendela besar yang menghadap ke gedung-gedung tinggi Jakarta....
...Ia sama sekali tidak menyentuh tumpukan dokumen di mejanya....
...Pikirannya masih terjebak pada kejadian semalam di kafe tatapan mata abu-abu itu, tahi lalat di pelipis, dan suara lembut yang entah mengapa terasa begitu familiar....
...Ia menekan tombol interkom di mejanya....
..."Bram, masuk ke ruangan saya sekarang."...
...Beberapa saat kemudian, Bram, tangan kanan Arkan yang paling dipercaya sejak ia mulai mengelola perusahaan, masuk dengan langkah tenang....
...Bram sudah bekerja untuk keluarga Arkan selama bertahun-tahun, jadi ia tahu betul bagaimana harus bersikap ketika bosnya itu sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil....
..."Ada yang bisa saya bantu, Pak Arkan?" tanya Bram sopan setelah berdiri di depan meja Arkan....
...Arkan tidak langsung menjawab. Ia berdiri, berjalan mendekati Bram, dan menatapnya tajam....
..."Bram, saya ingin kamu melakukan sesuatu. Sesuatu yang sangat pribadi."...
...Bram mengangguk pelan....
..."Tentu, Pak. Apa itu?"...
...Arkan mengeluarkan secarik kertas dari saku jasnya....
...Di sana tertulis nama kafe tempat ia sering berkunjung....
..."Ada seorang pelayan di kafe Dark Moon. Namanya Milky. Saya ingin kamu menyelidiki latar belakangnya secara menyeluruh."...
...Bram mengerutkan dahi, tampak sedikit bingung....
..."Pelayan kafe, Pak? Apa dia melakukan kesalahan atau terlibat masalah di kantor?"...
..."Bukan," potong Arkan cepat....
..."Ini soal pribadiku. Saya perlu tahu segalanya tentang dia. Dari mana asalnya, siapa keluarganya, di mana dia tinggal, dan kalau bisa... sejarah hidupnya selama setahun terakhir."...
...Bram terdiam sejenak, mencoba mencerna perintah bosnya yang sangat tidak biasa ini....
...Arkan adalah seorang CEO yang sibuk dengan urusan bisnis bernilai miliaran rupiah....
...Sangat aneh baginya untuk tiba-tiba memerintahkan penyelidikan mendalam terhadap seorang pelayan kafe....
..."Maaf, Pak Arkan, kalau boleh tahu... apa ada alasan khusus mengapa Anda begitu tertarik dengan pelayan ini?" tanya Bram hati-hati, mencoba memahami motivasi Arkan....
...Arkan memalingkan wajah, menatap kembali ke arah jendela....
...Ada rasa posesif yang mulai tumbuh di dalam dirinya....
..."Ada sesuatu yang menggangguku. Kemiripan yang tidak masuk akal antara dia dengan seseorang yang saya kenal di kantor. Saya harus memastikan siapa dia sebenarnya. Saya tidak suka merasa penasaran seperti ini, Bram. Ini mengganggu fokus saya."...
...Bram mengerti....
...Ia tahu jika bosnya sudah bicara soal "tidak suka merasa penasaran", maka tidak ada yang bisa menghentikannya....
..."Baik, Pak. Saya akan memanggil tim investigasi privat untuk menangani ini agar tidak terendus oleh pihak lain."...
..."Bagus," jawab Arkan dengan nada tegas....
..."Pastikan mereka bekerja cepat dan diam-diam. Saya tidak ingin orang itu tahu bahwa dia sedang diawasi. Dan satu lagi, Bram... jangan sampai data ini bocor ke siapa pun, terutama jangan sampai sampai ke telinga orang tua saya atau pihak Human Resources kantor."...
..."Siap, Pak," jawab Bram tegas....
..."Saya akan pastikan semuanya aman."...
...Setelah Bram keluar dari ruangan, Arkan kembali duduk di kursinya....
...Ia memutar pulpen di tangannya sambil memikirkan wajah Rania, sekretaris magangnya yang culun....
...Jika penyelidikan ini menunjukkan bahwa Milky memang bukan Rania, maka ia bisa tenang dan fokus kembali pada pekerjaannya....
...Namun, jika ternyata mereka memang orang yang sama, Arkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan....
...Yang pasti, ia merasa tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum misteri ini terpecahkan....
...Ia telah memutuskan bahwa ia tidak akan membiarkan apa pun yang berada di bawah pengawasannya menjadi teka-teki yang tak terjawab....
...Arkan menarik napas panjang, mencoba mengusir bayangan mata abu-abu Milky dari pikirannya....
...Ia harus kembali bersikap seperti bos yang dingin dan tidak peduli di depan karyawannya, setidaknya sampai ia mendapatkan jawaban dari Bram....
...Sementara itu, di meja kerjanya, Rania sedang mengetik laporan dengan tenang, sama sekali tidak menyadari bahwa hidupnya kini mulai diintai oleh tangan kanan orang yang paling ia hindari....
...Ia hanya berharap hari ini berlalu dengan lancar tanpa ada lagi interogasi atau masalah di kantor....
...Ia tidak tahu bahwa badai besar baru saja mulai bergerak mendekat ke arahnya....
yang banyak update nya 😉😉😉