Tiara Andni sosok gadis yang begitu sempurna masih muda, cantik, mapan dan memiliki reputasi begitu baik, sungguh kehidupan yang sangat di impikan, namun siapa yang menyangka kesempurnaan hidupnya harus pupus di karenakan sebuah kecelakaan yang meregang nyawa
Saat ia terjaga ia sangat terkejut saat menerima kenyataan yang bahkan sangat sulit di terima logika ini, ia hidup kembali, dan bahkan ia harus hidup di tubuh orang lain yang memiliki nasib yang begitu menyedihkan
Jesika Alisia Hartawan seorang bocah berusia 16 tahun, bocah malang yang menjadi korban KDRT dari papanya
bagai mana kelanjutannya?
Apakah Tiara yang berada di tubuh Jesika akan memiliki akhir yang bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya'a Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Selamat siang ada yang bisa di bantu?" Ucap seorang pria paruh baya menghampirinya, Seornag bocah yang bahkan masih menggukan seragam datang ketempat seperti ini tentu saja akan menimbulkan pertanyaan dari orang orang sekitar
"Ah selamat siang pak, saya mau ketemu pak Andre" Ucap Jesika dengan nada pelan, ia harus menemui andre dan memintanya untuk segera menyelesaikan masalah ini, toh dia aparat penegak hukum, jika tak melindungi rakyat lalu apa gunanya?, ia ingin segera menyelesaikan permainan ayahnya, ia terlalu malah, cukup sudah ia bermain selama beberapa bulan ini, ia tak ingin melanjutkan ya karena sudah merasa bosan
"Komandan" Ucap Pria paruh baya berdiri dengan tubuh tegap dan tangannya di angkat membentuk hormat pada pria dewasa yang hampir menginjak kepala tiga ini
"Anda bisa kembali terimakasih pak garel" Ucap Si Pria yang di sebut komandan dengan sopan,
"Siap" Pria paruh baya kembali ke tempatnya dan meninggalkan jesika bersama komandannya
"Yuk keruangan" Ucap pria Yang sebelumnya di sebut komandan, yah dia adalah pak Andre orang yang ingin Jesika temui mahluk yang akan membantunya untuk menyelidiki sang ayah,
"Udah jadi komandan aja lo" Ucap jesika mendudukkan dirinya di sofa yang berada di dalam ruangan andre
"Kemaren lo pergi gitu aja, dan sekarang lo datang ngak ngabarin, udah kayak kuntilanak aja lo" Ucap andre menghela nafas pelan, ia meminta staf untuk membuatkan minuman
"Gue perlu bantuan lo" Jesika berucap dengan nada pelan sembari mengeluarkan ponselnya, karena hartawan jahat maka ia tak akan sungkan lagi untuk menjebloskan pria bajingan itu, bermain menyakiti mamanya dan saat ini malah berniat membunuhnya, tentu saja Jesika tak akan bisa diam akan hal itu
"Kalo susah aja datang ke gue ra, kemana aja lo selama ini?, gue kahwatir tau, tapi emang sih orang jahat memiliki banyak kesempatan buat idup, dan kebanyakan berumur panjang" Andre berucap dnegan nada malas, temannya yang satu ini, menghilang selama satu tahun dan tiba tiba datang lalu membawa masalah bersamanya
"Sialan lo, gue kagak jahat kali, gue cuma sial aja nyasar ke tubuh bocah ini" Ucap Tiara dengan nada kesal, setelah menemui om Aryo ia juga menemui si Andre, temannya sejak dalam panti asuhan, mereka bahkan masih sangat dekat meskipun sudah tinggal di tempat yang berbeda, ia tentu tak bisa hidup sendiri di sini, ia membutuhkan om aryo dan andre, andre adalah komandan polisi tingkat dua,
"Gue di kasih air putih doang, dari dulu sampe sekarang lo masih tetap pelit Ndre" Jesika berucap dengan nada ketus
"Gue mau nabung buat ngawinin lo, eh ternyata gue makin tua dan lo balik muda, emang kampret kan takdir" Andre menghela nafas pelan dulu mereka hidup bersama dan melewati begitu banyak hal bersama, namun lihatlah apa yang terjadi saat ini?, Tiaranya telah pergi dan digantikan dengan mahluk tengil ini
"Makanya, jangan kelamaan nunggu, kalo sekarang sih ogah gue sama om om kayak lo" Jesika terkekeh pelan, umur Andre bahkan sudah berada di atas tiga puluhan dan dia masih bersikeras untuk tetap sendiri dan katanya fokus pada pekerjaan
"Sialan lo" Ucap andre setelahnya keduanya tertawa bersama, kehidupan memang sebuah misteri, mereka sudah mengalami penderitaan sejak kecil namun siapa yang menyangka jika anak panti asuhan bisa menjadi seorang komandan polisi dan pengacara terkenal,
Setelah tertawa beberapa saat andre berdehem pelan untuk memulai pembicaraan yang sedikit lebih serius
"Jadi ngapain lo ke sini" Andre berucap dnegan nada pelan, saat ini ia sedang dalam mode serius karena kedatangan Jesika kali ini membawa beberapa keluhan yang harus ia dengarkan
"Gue cuma mau minta lo nangkap orang yang ngikutin gue, ngak nyaman banget tau ngak"
"Dari kehidupan dulu sampe sekarang tingkat kePDan Tiara Andini bahkan ngak berubah"
"Gue serius goblok, mereka orang suruhan papa sama selingkuhannya, sebenarnya gue belom kepengen sih ngelepasin mereka gue masih pengen main main, tapi?, gue ngak mau mati untuk yang kedua kalinya, dari itu lo harus tangkap mereka"
"Kalo udah di tangkap?"
"Lo bikin perkedel trus lo bukan lapak jualan gorengan deh di sana, dasar komandan goblok," Ucap Tiara dengan nada kesal sedangkan andre hanya terkekeh geli mendengar segala omelan sahabatnya ini, ia bahkan sempat depresi saat tau jika Tiara Andini mengalami kecelakaan dan mati di tempat, namun siapa yang menyangka, gadis kecil datang dan mengakui dirinya adalah seorang Tiara Andini yang sudah meninggal satu tahun yang lalu, awalnya andre tak ingin percaya, bagai mana pun begitu banyak penipu di jakarta ini, namun?, ia terpaksa bungkam saat bocah SMA itu mengungkit tompel besar yang berada di bokong kirinya, dan sejak itulah ia percaya jika bocah SMA ini memang benar jelmaan Tiara Andini, selama ini tak ada yang mengetahui itu kecuali ibu panti dan teman teman mereka di masa lalu, tapi bahkan mereka sudah melupakan itu, sedangkan tiara?, ia bahkan masih mengungkit masalah tahi lalat itu saat mereka bahkan sudah masuk ke dunia kerja
"Gue serius goblok kalo udah ketangkap ya lo masukin ke penjara lah, masak mau lo kawinin"
"Iya iya, lo emosian, cepat tua baru tau rasa"
"Gue awet muda yah, buktinya gue masih remaja sedangkan lo?, udah mau menginjak kepala tiga tapi masih jomblo"
"Iya iya lo emang selalu bener deh, gue cacat laporan dulu turus gue proses, kalo kenapa kenapa lo bisa langsung telfon gue aja, mana no lo, kemaren lo datang cuma mau bahas masalah tompel di bokong gue, trus lo nyelonong aja kayak kagak ada remnya"
"Cerewet lo" Ucap jesika mengambil merogoh ponselnya,
"Awas aja kalo lo nggak bantuin gue, lo mau teman lo yang cantik, awet muda rendah hati suka menolong dan rajin menabung ini di celakain sama orang, trus mati lagi"
"Gue cuma bercanda doang kok" Ucap andre pelan
"Besok udah tanggal 13 kan?, nah lusa gue tunggu lo di restoran seafood biasa"
"Ngapain di sana?"
"Makan lah, mau ngapain lagi lo, kan gue minta traktiran lo"
"Eh"
"Lo jangan pura pura lupa, besok lo gajian dan tanggal 14 lo harus traktir gue"
"Gue kan masih masa menabung buat kawin"
"Gue ngak mau tau, lo harus traktir gue, tega amat lo sama teman lo sendiri, sekarang gue cuma pengangguran tau ngak"
"Iya iya, gue kesana"
"Ikhlas ngak"
"Ikhlas lillahita'ala dah kalo buat lo, emang dasar teman alien"
"Dan ini?, vidio nya udah gue kirim"
"Lo korban KDRT?"
"Hm sial banget kan gue?, selama ini gue ngurusin lemah KDRT Mulu dan akhirnya liat, gue malah ngerasain ya sendiri"
"Kayaknya kalo Lo laporin ini bakalan cepat di proses"
"Ini buat cadangan aja, nanti pas udah ketangkap ni kasus bisa nambah berat hukuman dia" Ucap Jesika dengan nada pelan
"Lo masih sama ya, masih ngak mau ngelepasin orang yang jahat sama Lo"
"Ya ngak lah, gue ngak sebaik itu kali, kalo berani buat perkara sama gue ya harus siap dengan resikonya lah, ngak ada yang gratis di dunia ini"