NovelToon NovelToon
Drummer Cantik, Istri Rahasia Ketos Tampan

Drummer Cantik, Istri Rahasia Ketos Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Nikahmuda
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moora Lunatia

"Kita butuh ground rules, Al," kata Akram
"Aturan apa?" Almeera bersedekap, memasang posisi bertahan.
Akram mengangkat satu jarinya. "Satu, nggak boleh ada satu orang pun di sekolah yang tahu soal ini. Temen band lo, temen geng gue, siapapun."
"Gue juga nggak sudi ngasih tahu orang-orang," potong Almeera cepat.
Akram mengangguk tipis, "Dua. Di sekolah, kita tetep musuh. Nggak ada tegur sapa manis, nggak ada perhatian. Lo urus urusan lo, gue urus urusan gue."
"Bagus,"
"Dan yang ketiga..." Akram memajukan wajahnya sedikit, "...jangan sampai jatuh cinta. Karena gue nggak mau ribet kalau nanti setelah lulus kita harus pisah."
"Tenang aja, Kram. Selera gue bukan cowok tukang perintah dan manipulatif kayak lo. Cukup lo bayangin aja muka gue jadi setan, dan lo bakal aman dari jatuh cinta."
Akram terkekeh sinis. "Oke. Deal."
"Deal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moora Lunatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Waktu seakan berhenti berdetak di lantai dua puluh lima apartemen itu.

Almeera dan Akram mematung di ambang pintu bagaikan dua maling amatir yang tertangkap basah oleh pemilik rumah. Tas ransel di tangan Akram merosot perlahan hingga menyentuh lantai dengan bunyi bug yang teredam karpet.

Di depan mereka, Sophia berdiri dengan lutut yang terlihat gemetar. Matanya yang bulat menatap bergantian antara Almeera yang wajahnya seputih kertas, dan Akram yang rahangnya mengeras menahan kepanikan.

"Phia..." suara Almeera akhirnya keluar, terdengar seperti cicitan tikus yang terjepit pintu. "L-lo kok... bisa ada di dalem?"

Pertanyaan itu seolah menjadi tombol play bagi kewarasan Sophia. Ratu gosip SMA Bina Bangsa itu menelan ludah dengan susah payah, lalu mengangkat paper bag di tangannya dengan dramatis.

"Gue mau surprise-in lo bawa kue red velvet buat perayaan pensi!" seru Sophia, suaranya melengking satu oktaf lebih tinggi dari biasanya. "Gue nelepon Tante Ratna nanya lo di mana karena dari tadi habis closing lo ngilang. Nyokap lo bilang lo lagi dihukum dan diinepin di apartemen anak temennya! Pas gue maksa minta alamatnya, Tante Ratna ngasih alamat ini dan neleponin resepsionis bawah buat ngasih gue akses masuk!"

Akram memejamkan mata, memijat pangkal hidungnya dengan kuat. Mertua gue sama nyokap gue kayaknya emang punya hobi ngebocorin rahasia negara, batinnya meratap.

"Terus..." Sophia menunjuk layar digital password di balik pintu dengan jari telunjuknya yang lentik. Napasnya memburu. "Kenapa Akram yang buka pintunya?! Dan kenapa tas lo dibawain sama dia?! Tante Ratna bilang lo dijagain sama anak temennya. Jangan bilang... babysitter lo itu... Akram?!"

Otak jenius Akram langsung bekerja. "Phia, dengerin gue dulu. Ini nggak kayak yang lo pikirin. Nyokap gue emang—"

"BOHONG!" jerit Sophia memotong ucapan Akram, membuat sang Ketua OSIS tersentak mundur selangkah.

Sophia memicingkan matanya, menatap mereka berdua dengan tatapan seorang detektif yang baru saja menemukan kepingan puzzle terakhir dari kasus pembunuhan berantai.

"Sabun mint-musk promo Indomaret. Riwayat Bluetooth di TV. Alibi Kak Reyhan di ruang band. Dan sekarang... pulang bareng tengah malam ke apartemen yang sama?!" Dada Sophia naik-turun dengan cepat. Matanya kini berkaca-kaca. "Almeera Azzahra... lo hutang penjelasan sama gue sekarang juga, atau besok pagi gue bikin press release di mading sekolah!"

Almeera menatap mata sahabatnya itu. Ia melihat kekecewaan yang nyata di sana. Selama ini, mereka tidak pernah menyembunyikan apa pun dari satu sama lain. Fakta bahwa Almeera menyimpan rahasia sebesar ini sendirian membuat pertahanannya runtuh. Ia terlalu lelah untuk merangkai kebohongan baru.

Almeera menghela napas panjang, bahunya merosot pasrah. Ia menoleh ke arah Akram.

"Kunci pintunya, Kram," kata Almeera pelan, dengan nada kekalahan yang telak. "Kita nggak bisa sembunyi lagi dari dia."

Mata Akram membelalak. "Al, lo gila? Mulut dia itu toa masjid. Lo mau besok kita dipanggil yayasan?!"

"Dia sahabat gue," balas Almeera tegas, menatap Akram tepat di matanya. "Dan gue yang bakal tanggung jawab buat tutup mulut dia. Kunci. Pintunya."

Melihat keseriusan di mata Almeera, Akram mendengus pelan. Ia menendang tas ransel Almeera ke dalam, menutup pintu, dan menekan tombol kunci ganda. Bunyi klik itu seolah meresmikan bahwa malam ini, rahasia terbesar mereka akan dibagi menjadi tiga.

Lima belas menit kemudian, suasana di ruang tamu itu lebih mirip seperti ruang interogasi KPK.

Sophia duduk di single sofa dengan bantal dipeluk erat di dadanya. Di depannya, di atas sofa letter L, Almeera dan Akram duduk berdampingan dengan jarak setengah meter. Keduanya menunduk seperti anak TK yang ketahuan mencuri permen.

"Jadi..." Sophia memecah keheningan yang mencekik itu. Suaranya sudah kembali normal, namun nadanya sarat akan keterkejutan yang luar biasa. "Kalian berdua... udah nikah? Sah? Secara agama dan hukum?"

Almeera mengangguk pelan, tanpa berani mengangkat wajahnya. "Minggu lalu. Pakai kebaya putih yang gue ambil dari butik waktu kita ketemu di depan kedai kopi itu, Phia."

Mata Sophia melebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya. Ia menoleh ke arah Akram. "Dan Ketos paling berwibawa se-Bina Bangsa ini... suaminya?! Akram yang selalu cabut kabel sound lo? Akram yang hobinya nistain lo setiap pagi?!"

Akram berdeham, mengusap belakang lehernya dengan canggung. "Itu... bentuk love language gue yang belum teridentifikasi," dalihnya asal, berusaha mencairkan suasana.

"Love language mata lo!" umpat Almeera refleks, menyikut tulang rusuk Akram.

"Aw! KDRT lo!" ringis Akram, membalas dengan menyentil dahi Almeera.

Melihat interaksi natural yang penuh kekerasan namun terlihat sangat menggemaskan itu, otak Sophia konslet. Ratu gosip itu mematung, mencerna fakta bahwa musuh bebuyutan legendaris di sekolah mereka ternyata adalah sepasang suami istri yang tidur di bawah satu atap.

"Astaga naga..." Sophia memijat pelipisnya. Tiba-tiba, matanya terbelalak ngeri, menatap ke arah kamar tidur yang pintunya sedikit terbuka, lalu menatap Almeera dengan horor. "T-tunggu dulu! Kalian tinggal berdua di sini?! Terus... kalian udah... kalian berdua udah ngelakuin... itu?!"

Wajah Almeera langsung meledak merah seketika. Ia menyambar bantal sofa di sebelahnya dan melemparnya tepat ke wajah Sophia dengan tenaga penuh.

"MULUT LO, PHIA!" jerit Almeera panik, melompat dari sofa. "Belum lah, gila! Ranjangnya aja kita kasih Tembok Berlin dari bantal guling! Kita musuhan, mana mungkin gue sudi disentuh sama tiang listrik ini!"

Bukannya membela diri, Akram justru bersandar di sofa, melipat tangannya di dada dengan senyum miring yang luar biasa menyebalkan. "Siapa bilang nggak sudi? Tadi pagi aja lo meluk pinggang gue erat banget sampai ileran."

"AKRAM!" Almeera menoleh, siap menerkam suaminya sendiri. "Kapan gue ileran?! Lo yang meluk gue duluan!"

Sophia yang wajahnya baru saja tertimpa bantal, menatap perdebatan itu dengan mata berbinar-binar. Insting lambe turahnya melonjak kegirangan. Skandal ini terlalu juicy! Ini bukan sekadar perjodohan paksa, ini adalah enemies-to-lovers di dunia nyata!

"Berhenti!" Sophia mengangkat kedua tangannya. Tiba-tiba senyum licik terukir di wajah cantiknya. Ia menatap Akram dengan tatapan menantang. "Oke, gue paham situasinya. Tapi rahasia sebesar ini berat banget buat gue bawa sendirian, Kram. Lo tahu kan mulut gue suka gatel kalau ada gosip?"

Aura Akram langsung berubah serius. Insting negosiatornya kembali menyala. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Sophia tajam.

"Lo sebarin ini, gue pastiin hidup lo di Bina Bangsa nggak bakal tenang sampai lulus," ancam Akram dingin.

"Ih, takut," Sophia mencibir. "Ancaman fisik udah nggak zaman, Pak Ketos. Kalau lo mau gue tutup mulut, gue butuh kompensasi yang sepadan."

Almeera menepuk jidatnya. Sialan, temen gue malah morotin suami gue.

"Sebutin," tantang Akram tanpa ragu.

Sophia tersenyum penuh kemenangan. "Satu, access card VIP buat pensi tahun depan, baris paling depan. Dua, lo harus approve semua proposal budget band NOISE tanpa revisi sepeser pun. Tiga..." Sophia melirik Almeera dengan jahil, "...jangan pernah halangin gue buat main ke apartemen ini kapan pun gue mau. Gue butuh tontonan live action drakor gratis."

Akram mendengus. "Poin satu dan dua, deal. Poin tiga, ditolak. Ini apartemen pribadi gue, bukan kebun binatang."

"Oke, kalau gitu besok pagi di grup angkatan bakal ada foto candid kalian berdua masuk pintu ini," ancam Sophia sambil mengetuk-ngetuk ponselnya.

"Sialan," umpat Akram pelan. Ia menatap Almeera yang hanya bisa menyengir minta maaf, lalu membuang napas kasar. "Oke. Deal. Tapi lo datang pas hari libur doang."

"Asyik!" Sophia bersorak kegirangan. Beban di dada Almeera seketika terangkat melihat sahabatnya tidak membocorkan rahasianya dan justru menerima situasi gila ini dengan cara yang paling 'Sophia' sekali.

"Udah ah, gue mau balik! Udah jam setengah satu pagi, dicariin nyokap gue nanti," Sophia berdiri, merapikan bajunya. Ia berjalan ke arah pintu, diikuti oleh Almeera dan Akram yang mengantarnya.

Saat Almeera membukakan pintu, Sophia tiba-tiba berbalik. Ia menatap Akram dan Almeera bergantian, lalu tersenyum penuh arti.

"Oh ya, Al..." kata Sophia, nadanya mendadak serius namun mematikan. "Tadi pas gue nyamperin lo ke lorong belakang panggung buat ngasih tahu kalau NOISE disuruh foto bareng... gue lihat Kak Reyhan buru-buru keluar dari lorong situ sambil senyum-senyum."

Napas Almeera dan Akram tertahan seketika.

Sophia mencondongkan wajahnya, berbisik jail. "Jadi, yang mojok di lorong tadi... beneran kalian berdua, kan? Hayo... ngapain di tempat gelap-gelap?"

Wajah Almeera memerah semerah tomat matang. Ia langsung mendorong tubuh Sophia keluar pintu dengan panik.

"PULANG LO SANA! BAWEL!" seru Almeera sambil membanting pintu dan menguncinya dengan cepat.

Dari luar, terdengar suara tawa Sophia yang menggema menyusuri lorong menuju lift, puas karena berhasil menggoda pengantin baru rahasia itu.

Di dalam, Almeera menyandarkan punggungnya ke pintu. Dadanya naik-turun dengan cepat. Jantungnya kembali berpacu liar mengingat insiden di lorong tadi, di mana napas hangat Akram menyapu bibirnya dan tangannya membelai pipinya.

Hening menyelimuti ruang tamu. Almeera tidak berani menoleh ke belakang, di mana Akram masih berdiri.

Tiba-tiba, sebuah tangan besar menempel di pintu, tepat di sebelah telinga Almeera. Wangi mint dan musk itu kembali menguncinya. Akram mengurungnya dari belakang, persis seperti yang cowok itu lakukan di lorong tadi.

"Jadi..." bisik Akram, suaranya sangat dekat hingga menyapu tengkuk Almeera, membuat bulu kuduk gadis itu berdiri serempak. "...teman lo udah pulang. Kita lanjutin urusan kita yang kepotong di lorong tadi?"

Almeera memejamkan matanya rapat-rapat. Sarafnya benar-benar konslet total.

"M-mandi sana lo, bau keringet!" Almeera meronta, menyelusup dari bawah lengan Akram dan berlari pontang-panting menuju kamarnya.

Akram tertawa pelan, membiarkan istrinya melarikan diri. Ia menatap pintu kamar yang tertutup rapat dengan sorot mata yang tak lagi bisa menyembunyikan perasaannya.

Ya, musuh bebuyutannya itu kini resmi menjadi ratu di wilayahnya. Dan Akram Pradana akan memastikan, tidak ada satu orang pun yang bisa mengambil Almeera darinya.

1
Aidil Kenzie Zie
kok Shopia tau tentang Riwayat Bluetooth di Apartemennya mereka 🤔🤔kan dia bukan anak Osis🤔🤔🤔
Enz99
bagus
Aidil Kenzie Zie
kok bisa Shopia masuk ke apartemen mereka 🤔🤔
Moora: Jawabannya ada di bab selanjutnya 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Reyhan gangguin aja 🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
maaf tor Almeera sama Akram kelas berapa y
Aidil Kenzie Zie: oalah kirain kls 12 jadi kan nggak perlu lama backstreet nya 🤣🤣🥰🥰
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
ngaku nggak ya🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
akhirnya semua kupu-kupu 🦋🦋 terbang dari jantung 💓💓 mereka 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
dig dig dig dig apa Akram akhirnya keceplosan bilang kalau Almeera istrinya 🤔🤔🤔🤔🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
si mbak mantan sok berkuasa 😏😏
Aidil Kenzie Zie
si Mama gimana sih 😡😡 pengen hub anaknya terbongkar apa nggak sadar kalo Akram udah nikah dan tinggal disana sama istrinya 🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
si Shopia udah dibilangin nyokap Al ganti parfum loundry masih aja kepo🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
si mama kok ember sich 🤭🤭🤭
Dara Sari
blm menarik banget alur cerita nya masih sedikit kaku dan kurang greget...maaf yaa Thor sedikit keritik semoga BS lbh baik kedepannya...
Moora: Makasiih tapi loh ya koreksiny... "gue suka gaya lo". Hehe jdi pelajaran kedepanny buat aku... 😊 makasiih
total 1 replies
Khusnul Khotimah
💪💪baru baca lihat bab terakhir dulu KLO menarik lanjut
Aidil Kenzie Zie
udah ngaku aja lagi PDKT 🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
jantung mereka langsung dig dug dig dig🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
siap -siap makin panas dingin Akram
Aidil Kenzie Zie
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!