NovelToon NovelToon
Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:480.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratih mirna sari

Bukan hal yang mudah menjalani kehidupan sebagai seorang anak tiri, Vabilla Ahsyaniza, seorang perempuan baik hati yang selalu mendapat perlakuan tidak pantas dari ibu tirinya, dia mencoba untuk tetap ikhlas menjalani semua yang ditakdirkan didalam hidupnya.

Ibu tirinya itu sangat membenci Billa karena dia adalah anak hasil hubungan gelap suaminya dengan perempuan lain.

Pertemuannya dengan laki-laki bernama Bisma membuat Billa semakin gencar dihina oleh ibu tirinya.

Bisma menyukai Billa sejak pertemuan pertama mereka, diapun berusaha untuk masuk kedalam kehidupan Billa, tanpa mengetahui apa yang akan Billa hadapi nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisma dan Dicky berbaku hantam

Tanpa sadar Bisma menitihkan air matanya mendengar perkataan Billa. Dia tak kuasa menahan beban dihatinya. Dia sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan.

Billa sangat tergungcang saat ini, dia memukuli Bisma dengan sekuat tenaganya karena Bisma tak juga melepaskan dirinya, dia sangat marah terhadap laki-laki itu.

Bisma membiarkan Billa melakukan itu, walaupun dia merasa sedikit kesakitan.

Tapi sakitnya dia tak seberapa dibandingkan sakit hatinya perempuan itu, biar bebannya sedikit berkurang dengan memukuli Bisma seperti itu.

"Aku minta maaf Bill, tapi ini demi kebaikan kita." Ucap Bisma.

"Lepasin aku! Aku benci sama kamu. Kamu orang jahat!" Sentak Billa kasar, dia terus meronta-ronta tak karuan.

Bisma semakin mempererat pelukannya.

"Aku mohon kamu jangan kaya gini. Aku janji nggak akan buat kamu sedih lagi. Ini terakhir kalinya aku sakiti kamu." Ucap Bisma tepat ditelinga Billa.

Bisma sangat merasakan kepedihan yang dirasakan Billa, dari sekian orang yang menyakiti perempuan itu dia merasa dialah orang yang paling jahat.

"Lepasin aku." Seru Billa.

Bisma sangat tak kuasa melihat Billa yang histeris dalam pelukannya.

Sedetik kemudian dia melepaksan pelukannya. Dia menyusut matanya yang sedikit basah asal.

"Pergi kamu dari sini. Aku nggak mau liat kamu lagi!" Seru Billa yang terus menangis.

Bisma tak bergeming, dia berdiri dari duduknya.

"Pergi!" Serunya sekali lagi.

"Aku bilang pergi. Kamu ngerti nggak sih?" Teriak Billa tak karuan karena Bisma masih saja berdiri dihadapannya.

Billa melempar bantal kearah Bisma, dia benar-benar muak melihat wajah Bisma.

"Aku bilang pergi-pergi!" Dia terus berteriak tak karuan.

Namun Bisma tak kunjung pergi dia sangat tak kuasa untuk meninggalkan Billa dalam keadaan seperti ini, dia ingin terus berada disamping perempuan itu.

Billa sudah mulai geram dengan Bisma, dia membanting apa saja yang ada disekitarnya. Gelas, vas bunga, bingkai foto. Semua melayang dan seketika pecahan kaca berserakan dilantai.

Bisma merasa sangat kaget, dia tak menyangka dengan kemarahan Billa yang seperti itu.

"Pergi!" Teriaknya lagi.

Dia benar-benar sudah seperti orang yang kehilangan akal.

"Aku nggak mau Bill, aku mau temenin kamu disini. Aku mohon izinin aku." Ucap Bisma.

Billa merasa kepalanya sangat pusing, berhadapan dengan Bisma membuatnya menjadi sakit.

Laki-laki itu sama sekali tak menuruti perkataannya untuk pergi.

Billa sangat muak.

Perutnya seketika terasa mual, dia merasa ingin muntah.

Billapun segera berlari menuju kamar mandi karena sudah tidak tahan.

"Bill!" Seru Bisma saat Billa berlalu.

Bisma merasa sangat khawatir dengan keadaan Billa, dia terlihat panik sendiri.

Diapun dengan cepat menyusul Billa.

"Huek, huek!"

Terdengar suara dari dalam kamar mandi sana.

Billa merasa sangat lemas, sungguh perasaan seperti ini baru pertama kalinya dia rasakan.

Kakinya terasa bergetar, seperti sudah tak sanggup untuk menahan beban tubuhnya.

Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya, dadanya terasa sesak.

"Bill, kamu kenapa? Kamu baik-baik aja, kan?" Seru Bisma.

Bisma terlihat mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

Seketika Billa tersadar, dia segera keluar, dia berfikir jika dia harus membereskan semua masalah yang sedang dia hadapi, seperti apa yang dikatakan Rafael.

"Bill, kamu sakit? Kita periksa ya kedokter." Ucap Bisma setelah Billa berada dihadapannya.

Billa menarik nafasnya panjang-panjang sebelum dia berucap.

***

Dicky terlihat kembali kerumah Billa, dia merasa jika dompetnya tertinggal disana.

Dia melihat pintu rumahnya yang terbuka, namun rumah itu terlihat sepi.

"Assalamualaikum." Ucap Dicky.

Namun tak kunjung ada yang menjawab.

Dickypun memutuskan untuk masuk saja, dia juga berfikir untuk menemui Billa terlebih dahulu, siapa tau perempuan itu sudah baikan dan mau bicara kepadanya.

***

"Kalau kamu mau, bawa aku ketempat aborsi!" Ucap Billa kemudian.

Seketika mata Bisma membulat mendengar perkataan Billa.

Dia merasa sangat kaget.

"Kamu h***l, Bill?" Tanya Bisma.

"Ya, aku mau gugurin bayi ini, aku nggak mau dia sampai lahir." Jawab Billa.

Bisma benar-benar tercengang dengan permintaan Billa, mana mungkin Bisma akan mengabulkan keinginan konyolnya itu.

Yang dia harapkan adalah bahagia bersama dengan perempuan itu, bukan menyakitinya berkali-kali.

Bisma mulai meraih tangan Billa.

"Nggak Bill, aku mohon jangan lakuin itu. Itu cuma akan menambah masalah buat kita." Ucap Bisma dengan wajah melasnya.

Billa membuang muka, dia sama sekali tak ingin melihat wajah Bisma.

Dia takut jika nantinya dia akan merasa kasihan kepada laki-laki itu.

"Aku mau nikahin kamu, aku akan tanggung jawab. Kita besarin bayi ini sama-sama, ya!" Ucap Bisma.

"Nggak Bisma, aku nggak mau nikah sama kamu. Kamu orang jahat." Balas Billa.

"Aku janji, aku bakalan berubah demi kamu, demi anak kita." Ucap Bisma.

Tanpa diduga, ternyata sedari tadi Dicky mendengar apa yang mereka bicarakan.

Dia benar-benar tak menyangka jika kekasihnya itu sudah menghianati dirinya.

Dicky merasa sangat sakit hati.

Diapun segera menimbrung percakapan mereka.

"Jadi ini alasan kamu selalu meghindar dari aku?" Ucap Dicky kemudian.

Sontak Bisma dan Billa menoleh kearahnya.

"Ky, kamu?" Ucap Billa yang terlihat panik.

"Bagus banget Bill, kalian memang hebat! Belum nikah tapi udah bisa punya anak." Ucap Dicky sambil tersenyum sinis.

Bisma melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Billa mulai mendekati Dicky, dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi jika Dicky marah.

"Ky, dengerin aku dulu." Ucap Billa, dia mulai meraih tangan Dicky.

Namun belum sempat Billa menjelaskan, Dicky sudah menepis tangan Billa dengan kasar sehingga membuat perempuan itu sedikit kaget.

"Gue nggak butuh penjelasan dari loe." Sentak Dicky kasar.

"Loe jangan kasar sama dia!" Seru Bisma yang mencoba menghalangi Billa dari Dicky.

Billa tak tinggal diam, dia bertekuk lutut dihadapan Dicky, berharap laki-laki itu mau menerimanya kembali.

"Ky, aku mohon maafin aku! Kamu mau kan terima aku lagi, aku mohon!" Ucap Billa.

Dicky acuh terhadap Billa yang memegangi kakinya, dia merasa sangat muak.

Bisma benar-benar tecengang, kenapa perempuan itu sampai bertekuk lutut dihadapan Dicky.

Dia segera menyamai posisi Billa dan memegang bahunya.

"Buat apa kamu ngemis-ngemis sama dia? Kamu nggak perlu lakuin ini. Dia nggak pantes diperlakukan kaya gini." Ucap Bisma.

Billa langsung menepis tangan Bisma, dia menatap Bisma dengan tatapan tajam.

"Diam kamu Bisma, semua gara-gara kamu!" Ucap Billa dengan nada tinggi.

"Iya aku tau, tapi kamu jangan kaya gini. Ayo bangun!" Seru Bisma yang mencoba membantu Billa untuk berdiri.

"Aku bilang diam, diam! Ini urusan aku!" Ucap Billa kasar sambil menepis tangan Bisma.

Bisma benar-benar kaget dibuatnya, dia tidak bisa membuat perempuan itu mengerti.

"Tapi Bill, kamu jangan gini!" Seru Bisma. Billa tidak menggubris perkataan Bisma.

"Kamu maukan Ky terima aku lagi?" Tanya Billa.

Dicky tersenyum kecut mendengar pertanyaan Billa, mana mungkin dia sudi menerima kembali perempuan yang sudah jelas-jelas bekas orang lain.

"Aku nggak nyangka kalau kamu hianatin aku, kamu main gila sama laki-laki lain dibelakang aku. Ternyata yang Tante Vera bilang selama ini bener, ya! Kalau kamu itu murahan, sama seperti ibu kamu!" Ucap Dicky dengan nada tinggi.

Billa sangat tercengang mendengar kemarahan Dicky.

Atas dapar apa dia berani menilai Billa seperti itu. Sedangkan dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.

"Ky kamu kok bicara seperti itu?" Ucap Billa dengan pelan.

Matanya terlihat berkaca-kaca setelah mendapat hinaan seperti itu.

Bisma yang melihat itu tak hanya tinggal diam, dia harus membela perempuan itu.

"Loe nggak bisa hina-hina dia, gue yang salah disini. Kalau loe mau salahin gue!" Balas Bisma.

"Kalian berdua itu sama aja, sama-sama g****." Ucap Dicky dengan kemarahannya.

Billa sangat tak sanggup untuk mendengar hinaan yang keluar dari mulut kekasihnya itu.

Bisma tak bisa menjawab perkataan Dicky, mulutnya seolah terbungkam.

Tiba-tiba Dicky mendekat kearah Billa, dia mulai merain tangan perempuan itu dengan tatapan aneh.

Billa merasa bingung dengan perlakuan Dicky.

Tadi dia terlihat sangat marah, tapi sekarang dia tersenyum kearahnya.

"Oh ya, kalau kamu aja mau t***r sama dia, berarti kamu juga mau kan t***r sama aku? Setelah itu kamu bebas mau nikah sama dia. Karena aku udah nikmatin t***h kamu sama seperti dia." Ucap Dicky sambil tersenyum licik.

Dia mulai menyentuh wajah Billa.

Deg!

Billa benar-benar tercengang dengan perkataan Dicky, apa laki-laki itu fikir jika Billa serendah itu?

Dia sedikit menghindar dari Dicky, dia terlihat sangat ketakutan.

Bisma membulatkan matanya mendengar perkataan Dicky, dia segera menepis tangan Dicky dari Billa dengan kasar.

"Loe jangan berani-beraninya sentuh dia?" Ucap Bisma dengan nada tinggi.

Bisma mendorong Dicky hingga tubuhnya hampir tersungkur.

"Kenapa? Loe aja berani sentuh dia, kenapa gue nggak boleh? Jadi impas kan?" Tanya Dicky dengan nada yang tak kalah tinggi.

"Ayo sayang!" Seru Dicky.

Dicky kembali meraih tangan Billa.

"Ky! Kamu udah gila!" Balas Billa sambil menepis Dicky.

"Kamu yang udah main gila sama dia sayang." Ucap Dicky.

Dia seperti orang tak waras, tertawa kemudian marah.

Bisma tak hanya tinggal diam, dia melayangkan kepalan tangannya pada wajah Dicky hingga berkali-kali.

"Loe berani sentuh dia gue habisin loe!" Seru Bisma.

Dicky jatuh tersungkur, sedetik kemudian dia beranjak dan membalas pukulan Bisma.

"Udah! Berhenti!" Seru Billa.

1
Agustina Kusuma Dewi
waktu yang akan mengubah segalanya
Agustina Kusuma Dewi: woke..ntar berlanjut kl fah kelar
total 2 replies
Agustina Kusuma Dewi
kesini lg setelah bukan kesalahan takdir.. 😘😍
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ 🍒⃞⃟🦅
aku mampir kak. Bantul support juga ya
ohana
ceritanya bagus tp nama karakternya jd bikin cenat cenut, hehehehe
TiiehAtieh: baca juga THE SECRET ya kak, banyak misterinya juga 😄😊
total 1 replies
ohana
start baca.... hbis baca sherin sama nindi
TiiehAtieh: ini novel berantakan kak 🙈 maklum ya, karya pertama 🤭
total 1 replies
Nia Kurniasih
di fitnah lg nie kayanta billa
Nia Kurniasih
dasar ya ibunya bodoh demi mncari kbhgiaan sendiri tega anak di kasihkan ke bpknya apa susahnya dia ug urus minta jatah biaya anaknya
Nia Kurniasih
mampir ah kmari
Manami Slyterin
seru
Byna Hasnawati
billa perempuan yg tdk tau bersyukur. dpt suami yg baik tdk disyukuri.
TiiehAtieh: belum sadar dia kak, 😁
total 1 replies
Byna Hasnawati
kematian Felly bkn kesalahan Billa. maux dia jgn lari. lbh baik dibicaran dgn baik. billa kan tdk tau kalo felly mau dtg. yg paling bersalah adalah Dikky yg menggantung Billa. maux Dikky menjkskan yg sebenarx.
liana aksa
aku datang twins B si tampan yang licik
Nilam Nuraeni
punya teman baik itu bikin mood bagus loh Bill, semangat buat author nya💪🌹
sunflower: kak cara buat views banyak gimana ya kak, soalnya masih pemula😁😅💚🙏
total 1 replies
Nilam Nuraeni
Bisma sama Billa Thor😁 jangan sama yang lain ya
Nilam Nuraeni
geregetan astaga
Nilam Nuraeni
lanjut
Nilam Nuraeni
egois banget sih ortu🤧
Nilam Nuraeni
semangat kak
Nilam Nuraeni
jejak dulu kak🤗
Jati Setiawan D
Totally alur cerita, emosi dan trickynya sangat menghibur.....terus semangat u berkarya, Hadil tdk pernah berkianat thd effort thor.....
TiiehAtieh: terimakasih kak, kalo berkenan baca juga yuk karyaku yang judulnya BUKAN SALAH TAKDIR, Msih on going udh tembus 108 episode... masih butuh banyak dukungan disana
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!