NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 27

Kelopak mata Tsania sebenarnya telah bergerak pelan sejak sentuhan pertama jemari hangat itu mengusap pipinya. Aroma parfum woody berpadu aroma tembakau tipis, aroma khas yang sangat ia hapal luar kepala selama bertahun-tahun langsung menyergap indramu.

Arsen ada di sana. Pria yang paling ia takuti sekaligus pria yang pernah menjadi pusat semesta jiwanya kini berlutut tepat di samping tempat tidurnya.

Tsania memilih menahan napas. Ia membiarkan matanya tetap terpejam rapat, menahan getaran di tubuhnya agar Arsen tidak menyadari bahwa ia telah terbangun dari lelapnya. Tsania ingin tahu, ia butuh mendengar langsung dari mulut pria itu apa lagi alasan Arsen menyusup ke kamarnya di tengah malam liar ini? Apakah pria itu datang untuk memaki dirinya lagi? Ataukah untuk melemparkan tumpukan berkas baru yang siap menyiksa fisiknya yang masih rapuh?

Namun, bukannya bentakan dingin atau kata-kata sarat ancaman yang ia dengar, udara malam di kamar VVIP itu mendadak diisi oleh bisikan parau yang runtuh dan isakan tangis tanpa suara.

"Sayang..." bisik Arsen, suaranya pecah di tengah keheningan, sarat akan keperihan yang teramat amat masif.

Sentuhan jemari Arsen yang mengusap sisa air mata di pipi Tsania begitu pelan dan gemetar. Kehangatan yang sudah tiga tahun menghilang itu kembali meresap ke kulit Tsania, membuat batin wanita itu bergejolak hebat. Dari balik kelopak matanya yang terpejam, air mata baru kembali menetas perlahan, menyusur turun hingga membasahi jemari Arsen yang sedang menempel di pipinya.

Arsen meraih genggaman tangan kiri Tsania, menempelkan punggung tangan wanita itu ke pipinya sendiri yang sudah basah kuyup.

"Aku mendengarnya, Nia..." tangis Arsen rintih, dadanya naik turun menahan guncangan isakan yang berat.

"Aku mendengar semua bisikanmu tadi sore... Aku mendengar betapa kamu membenciku dan menyebutku monster..."

Tsania mencengkeram sprei di bawah tubuhnya secara sembunyi-sembunyi. Tangisan tanpa suara Arsen yang membasahi punggung tangannya terasa bagai lelehan timah panas yang membakar kulitnya. Hatinya menjerit bingung, bercampur aduk antara rasa trauma dan kebingungan luar biasa.

"Kamu benar, Nia... Aku memang monster," rintih Arsen lagi, mendekatkan bibirnya ke jemari Tsania dan mengecup setiap buku jarinya berkali-kali dalam kepasrahan yang hancur.

"Aku pria bodoh yang dibutakan oleh dendam palsu... Aku pria jahat yang menyalahkanmu tanpa pernah mau mendengarkan penjelasanmu... Aku membiarkan rasa sakitku menutup mata dan hatiku dari kebenaran."

Arsen menyandarkan dahinya di tepi kasur, tepat di samping lengan Tsania. Tubuh tegap CEO yang tak tersentuh itu kini terguncang hebat oleh tangisan penyesalan yang tak terbendung.

"Maafkan aku... demi Tuhan, maafkan aku, Tsania..." rintih Arsen, suaranya parau menembus pendengaran Tsania yang membeku.

"Aku tidak tahu kalau Papaku memukul ayahmu... Aku tidak tahu kalau kamu harus menguburkan ayahmu sendirian saat aku koma di Singapura... Kalau saja aku tahu neraka yang kamu lewati demi melindungiku, aku tidak akan pernah membiarkan tanganku ini menyakitimu walau cuma seujung kuku!"

Deg.

Dada Tsania bagai dihantam godam raksasa. Pertahanan batinnya runtuh seketika. Air mata Tsania menetes semakin deras menembus sudut matanya yang masih terpejam rapat.

Dia tahu...? Dan ternyata selama di Singapura dia juga mengalami koma, ternyata Arsen juga mengalami hal yang sangat sulit di sana. Walau dia tahu jika pak Bisma memang tak pernah merestui hubunganya, namun dia tak mengira kalau Pak Bisma juga menyiksa Arsen dengan foto-foto palsu dirinya. Hal yang sama dengan yang dia dapatkan, jika Arsen sudah bahagia dan, apalagi dia juga sudah kehilangan ayah dan segala sesuatu yang buruk hampir menimpanya. Sehingga Tsania lebih memilih menjauh dan bersembunyi.

Isakan Arsen di samping ranjangnya terdengar makin memilukan. Pria itu mengadahkan kepala kembali, jempolnya yang gemetar usang mengusap bibir Tsania dengan kelembutan yang teramat sangat.

Tsania harus menggigit bibir bawahnya sendiri kuat-kuat sampai rasa asin darah menyentuh lidahnya demi menahan agar isakan tangisnya tidak pecah mendadak. Seluruh badannya gemetar. Alasan di balik ketakutan dan penderitaannya selama ini, rahasia kematian almarhum ayahnya dan teror yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat demi menyelamatkan nyawa Arsen kini telah terbuka di depan pria itu.

"Sabtu malam nanti, Nia..." bisik Arsen, mendekatkan wajahnya di dekat telinga Tsania, membiarkan napas hangatnya yang sarat akan penyesalan menyentuh kulit leher Tsania.

"Sabtu malam nanti aku akan mengakhiri semua sandiwara ini. Aku akan membatalkan pertunangan dengan Aurelia di depan ratusan media. Aku akan membongkar seluruh kejahatan Papaku di hadapan publik... dan aku akan melepaskan nama Pratama yang sudah berlumuran dosa ini."

Arsen menggenggam erat jemari Tsania, menyalurkan tekad bulat yang tidak bisa diganggu gugat.

"Setelah malam itu... kalau kamu mau memukulku, menamparku, atau mengusirku dari hidupmu selamanya, aku akan menerimanya tanpa perlawanan," tutur Arsen penuh kepastian mematikan. "Tapi biarkan aku membayar semua rasa sakitmu dulu... Biarkan aku mengembalikan nama baikmu dan almarhum ayahmu ke tempat yang seharusnya."

Arsen membungkukkan tubuhnya lebih dalam, menempelkan bibirnya di dahi Tsania. Kecupan itu berlangsung lama, hangat, dan penuh doa serta permohonan ampun yang amat mendalam.

"Tidurlah yang nyenyak, Ratuku..." bisik Arsen pelan sebelum melepaskan genggaman tangannya dengan berat hati. "Mas Arsen ada di sini... menjaga tidurnya Tsania dari bayang-bayang."

Arsen perlahan berdiri, menyapu air mata di wajahnya dengan lengan jas, lalu melangkah mundur beberapa tapak secara perlahan sampai bunyi pintu mahoni terkuak dan terkunci kembali dari luar.

Ruangan VVIP 601 kembali hening sepenuhnya.

Saat memastikan langkah kaki Arsen telah benar-benar menjauh dan hilang di lorong rumah sakit, Tsania perlahan membuka matanya. Pandangannya buram total oleh genangan air mata.

Tsania memiringkan tubuhnya ke samping, membawa tangan kirinya yang bekas diecup dan digenggam erat oleh Arsen ke depan dadanya. Ia memeluk tangannya sendiri, membiarkan isakan tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah memenuhi ruangan yang sepi itu.

"Mas Arsen..." bisik Tsania di tengah Isakannya yang menyayat hati.

Ia menangis bukan lagi karena rasa takut atau trauma atas intimidasi Arsen, melainkan karena rasa sakit yang teramat luar biasa melihat pria yang dicintainya harus hancur oleh kebenaran yang mengerikan itu. Tsania menangisi takdir mereka yang begitu kejam, menangisi tiga tahun penuh dendam yang salah arah, dan menangisi keberanian Arsen yang siap memusnahkan hidupnya sendiri pada Sabtu malam mendatang demi menebus dosa-dosa keluarganya.

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!