NovelToon NovelToon
Sorry I Love You Boss!

Sorry I Love You Boss!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: ninaammar

Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.

Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.

Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.

Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.

Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.

Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇

Sorry I Love You Boss!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang Dia Tahu

“Jadi benar berita yang beredar di kantor, bukan sekedar gosip yang Ku dengar tapi aku telah melihatnya sendiri.“ gumam Dion memalingkan wajahnya meletakkan setumpukan kertas yang sudah tidak terpakai ke dalam kardus besar dan meninggalkan rooftop.

“Astaga! Aku harus ke kantor papa.“ Radhika menggandeng tangan Kinara menuruni tangga.

Kau juga telah mencuri waktu kerja Ku. Dia pasti akan memotong gajiku lagi!“ omel Kinara di sela-sela langkahnya mengikuti langkah Radhika.

“Aku akan mengambil kembali gajinya jika dia sampai berani memotong gajimu.“ ucap Radhika meyakinkan. Mereka berpisah di lantai tiga, Kinara lebih dulu turun sebelum atasannya yang turun ke lantai dasar menuju lobi dimana mobilnya diparkiran.

Beberapa kali ponselnya berdering tanpa ingin melihat siapa yang menghubunginya.

...*************...

“Bagaimana, Om? Apa ponsel Radhika tidak bisa dihubungi?“ tanya Michelle gelisah, berjalan mondar mandir di depan meja kerja Federick.

“Tenanglah Michelle Radhika pasti datang. Om pastikan dia tidak akan akan mengecewakan papanya.“

Ceklekk!

Suara pintu yang dibuka dari luar.

Michelle tersenyum berjalan mendekati pintu. “Itu pasti Radhika, Om! Radhika!“

“Sayang, ini papa. Apa kau sudah tidak sabar ingin segera ditemani Radhika jalan-jalan?“

“Papa! Michelle pikir Radhika.“ ujar Michelle mengerucutkan bibirnya.

“Bersabarlah, Sayang! Segala sesuatu yang dilakukan secara terburu-buru hasilnya tidak akan baik.

“Bukan begitu, Federick?“ tanya Robert Anderson papa Michelle yang seolah tahu sesuatu. Federick melihat sorotan mata Robert, seolah merasa terintimidasi oleh sikap koleganya.

“Ya itu memang benar. Semua yang dilakukan secara terburu-buru hasilnya tidak akan baik. Radhika sependapat dengan om Robert.“ ucap Radhika tiba-tiba dari balik pintu.

Michelle tersenyum lebar melihat kedatangan Pria yang dinantinya. “Radhika Kau sudah datang?“ melangkah mendekati Radhika memeluk lengan kokohnya.

“Sayang, bersikaplah seperti gadis manis! Jangan agresif karena Radhika tidak akan menyukainya, Sayang!“ Michelle melepaskan tangannya yang memeluk lengan Radhika.

“Papah!“ cicit Michelle memanyunkan bibinya manja.

“Pergilah bersenang-senang Michelle, atau putraku akan berubah pikiran,“ seru Federick membuat wajah Michelle berubah sedikit murung.

“Hati-hati, Sayang!“ pesan Robert pada putrinya.

Mereka segera keluar dari ruangan Federick menuju area parkir, menyisakan dua pria paruh baya yang sama-sama bergelut didunia bisnis.

“Mereka terlihat sangat cocok sekali Federick. Apa kau bisa merasakan itu? Kita akan menjadi pasangan patner bisnis hebat.“ senyum Robert mengindik kedua matanya pamit pada rekan bisnisnya.

“Ada sesuatu yang aneh padanya, Sepertinya dia mengetahui sesuatu dariku. Tapi apa?“ lirih Federick penasaran menautkan kedua tangannya ke atas meja.

...***...

“Radhika kau mengajakku kemana?“ tanya Michelle antusias.

“Nanti kau juga tahu, aku akan mengajakmu kemana?“jawab Radhika datar dengan sikapnya yang teramat tenang.

“Radhika dari dulu kau tetap saja dingin denganku.“ keluh Michelle menunjukkan wajah sedih.

Tetap saja pria disampingnya bergeming mengoperasikan mesin kemudinya. Tanpa melirik Michelle sedikitpun.

Jika kau mengeluh padaku, kau bisa menghubungi Gio untuk menemanimu pergi.“ tekan Radhika membuat Michelle duduk tidak nyaman.

“Radhika! Kau_“ Michelle melepaskan nafasnya kasar menjatuhkan tubuhnya pada sandaran kursi penumpang dengan kasar.

“Cepat turun! Aku akan mencari tempat parkir.“ perintahnya.

“Apa kau sudah tidak waras Radhika di luar sangat panas. Kita bisa turun sama-sama setelah kau memarkirkan mobilnya.“ Michelle menggerutu kesal tidak habis pikir pada jalan pikiran Radhika yang menyuruhnya turun lebih dulu.

Michelle berjalan menutup wajahnya dengan tas branded nya. Guna melindungi wajahnya dari sengatan panas matahari.

“Kau banyak sekali mengeluh Michelle.“ mau tidak mau Michelle turun dengan wajah bersungut. Radhika berjalan menuju pintu masuk utama dufan untuk mengantri membeli tiket masuk kedalam yang terdapat banyak sekali wahana hiburan .

Michelle berjalan bergelayut manja di lengan Radhika hingga ia pun merasa risih menjadi pusat perhatian para pengunjung lain.

“Berjalanlah layaknya wanita terhormat, Michelle!“ Radhika menjauhkan tangan Michelle dari bahunya. Meski kesal akan sikap ketus Radhika padanya, lantas tidak langsung membuat Michelle menyerah begitu saja.

“Radhika lihat itu! Aku ingin sekali ke wahana itu.“ tunjuk Michelle kearah biang lala.

“Aku tidak mau kau saja sendiri yang naik!“ tolak Radhika tidak ingin menuruti kemauan Michelle.

“Radhika, apa kau tega membiarkan ku naik biang lala sendirian. Jika terjadi sesuatu denganku bagaimana?“

“Hanya sekali! Kau dengar hanya sekali aku menemanimu naik wahana itu.“ tegas Radhika tidak ada tawar menawar lagi.

“Oke!“ jawab Michelle cukup membuatnya senang.

Radhika bangun dari kursi besi panjang yang terdapat di sekitar area hiburan. Tapi sesuatu jatuh dari tangan Radhika, secepatnya Michelle meraih sebuah id card yang terdapat foto Kinara.

“Berikan itu padaku!“ pinta Radhika datar.

“Kenapa kartu identitas gadis itu ada padamu, Radhika?“ tanya Michelle ingin tahu.

“Bukan urusanmu,“ mengambil paksa kartu akses milik Kinara dari tangan Michelle dan bejalan mendahului.

“Tunggu Radhika!“ berjalan mengimbangi langkah pria yang di ikutinya. “Apa kau benar-benar mencintai gadis itu?“ tanya Michelle sedikit lebih pribadi.

Radhika terdiam tanpa menjawab pertanyaan Michelle, yang menurutnya tidak perlu dia menjawabnya.

Entahlah, aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini pada Kinara. Yang aku tahu setiap kali ada di dekatnya aku merasa nyaman dan hatiku merasakan sebuah kedamaian batin yang aku sendiri belum pernah merasakan sebelumnya.

Ucap Radhika pada hatinya berjalan dengan tatapan matanya yang kosong.

1
Irma Maria
ini msh ada lanjutannya..kaga sih lambreto
NNM: hiatus sementara
total 1 replies
NNM
Terima kasih irma maria
NNM
Terima kasih irma maria
Irma Maria
suka
NNM: irma maria Terima kasih bnyk untk bintangnya love you
total 2 replies
NNM
mksh dah mampir semangat menulis thor. jangan bosan untuk trs berkarya
Tiwi Ramadhani
semangat thor....
Tebe'e
Good👍
lina
lanjut updat nimar
🌿Leony Fernanda🔱🎻
wah seru nih dua orang dlm 1 karakter
NNM: org yg sama ganti nama
total 1 replies
NNM
Radhika bara dua nama satu orang ka beast
NNM
haaaa ketahuan dehhh sm ka lina
lina
ada yg ngerjain kaga nih tar
NNM: msh tahap ringan ka lina
total 1 replies
lina
karya baru
NNM: lg gabut ya gtu ka Lina bosen di kamar terussss tiduran trs
total 1 replies
TK
lanjutkan Thor 👍
NNM: mksh ka ella
total 1 replies
wwevideos collector
Sama siapa yah jadiannya ke depannya? Ama si Bara?
NNM: mkshhhh author bestieku mksh dah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!