NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Berondong
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAKIT

"Sayaaaaaaang," rengek Kala pagi itu. Pevita hanya memutar bola matanya malas, baru juga ditinggal ke kamar mandi. Rengekan sayang berbunyi terus. Kesal lama-lama, Pevita gak bisa ke kampus maupun keluar kamar.

Tadi malam, Kala sudah bersin-bersin, dan benar saja pagi ini suhu badannya panas, kepala pusing, badan lemas. Maklum beberapa hari ini hujan, dan Kala pulang selalu kehujanan. Dia tak mau naik mobil bersama Pevita, katanya malu. Masa' rumah sudah numpang, mobil juga numpang, semokondo itu kah Kala dalam hidup Pevita.

"Apa sih, Cil. Ya Allah, aku kebelet pipis!" kesal Pevita terpaksa tak menghiraukan rengek an sang suami, langsung melesat saja ke toilet.

"Sayaaaang, jangan lama-lama," lagi-lagi Kala berteriak tak mau jauh dari Pevita.

"Bentar!" sewot Pevita, apalagi dia lagi halangan tentu saja membutuhkan waktu yang lebih lama di kamar mandi.

Pevita baru tahu kalau Kala sangat rewel bila sakit, sudah gak mau ke dokter, gak mau minum obat, makannya sedikit, maunya tidur sambil dipeluk. Terpaksa Pevita chat mama mertuanya.

Assalamualaikum, Ma. Ma ini Mas Kala sakit batuk pilek, gak mau periksa ke dokter dan minum obat, solusinya bagaimana?

Pevita sudah buntu, kalau apa-apa gak mau, sakitnya bisa gak sembuh-sembuh, ditambah besok Pevita harus presentasi 2 mata kuliah, gak mungkin bolos juga.

Kompres aja, Mbak Pev. Sama buatkan susu hangat putih. Balas mama mertua, dan Pevita pun segera meminta tolong Mbak ART untuk membuatkan susu putih tersebut.

Tetap saja, meski dibuatkan susu putih, suhu badan Kala makin naik. Dikompres pun turun tapi masih terasa hangat. "Cil, kamu harus minum obat. Apa aku minta papa buat suntik kamu?"

Kala menggeleng di dalam selimut, pagi ini kepalanya masih berat, ingusnya pun masih bening dan hidung mampet. Ditambah sejak kemarin makannya sangat sedikit, perutnya pun ikut melilit. "Kamu kayak gini sama aja nyiksa aku tahu, gimana bisa aku berangkat kuliah sedangkan kamu gak mau apa-apa!" rasanya Pevita ingin mewek saja. Kuliah kali ini sangat penting, karena nilai presentasi ini akan menjadi nilai UAS nanti. Sedangkan saat berada di kampus nanti, pikiran Pevita pasti terbayang dengan sang suami di rumah. Pevita harus bagaimana?

"Berangkat saja, nanti aku buat tidur juga sembuh!" ucap Kala yang kekeh tak mau minum obat, memilih tidur saja. Benar-benar menguji kesabaran Pevita. Sudah tahu, Pevita jarang susah, malah diberikan kondisi yang sama-sama penting dan harus dipilih.

Pevita pun berangkat dan berpesan pada Bunda dan Mbak ART untuk cek kondisi Kala. "Aku akan segera pulang kalau presentasiku selesai, Bund. Aku usahakan jam 1 sudah pulang," pamit Pevita.

"Oke, gak usah khawatir. Fokus sama presentasi kamu!" ujar Tante Lily yang hari ini memang tidak ada aktivitas ke luar, hanya mengantar Dio sekolah saja.

Tante Lily pun ikut membujuk Kala untuk makan dan minum obat, tapi ternyata Kala hanya bilang iya sebentar lagi Kala makan, Tante!

Tante Lily pun memotret kondisi Kala dan makanan yang masih tak tersentuh pada Pevita. Masih gak mau, Mbak. Pevita makin gusar. Ia berharap teman-temannya tak banyak bertanya agar jam mata kuliah segera berakhir.

Begitu kelas berakhir, Pevita langsung mlipir, tak perlu ke kantin atau ngobrol sama teman bahkan Yuyun, sempat memanggil tapi tak digubris, fokus Pevita hanya satu segera pulang.

Sesampai di rumah, ia heran ada mobil terparkir di halaman rumah, mungkin ada tamu. Pevita pun masuk melalui pintu samping, khawatir ada orang di ruang tamu, lalu dirinya diminta basa-basi, ah tak mau memperlambat bertemu sang suami. Pevita sangat khawatir.

"Bund," panggil Pevita melihat ibu tirinya keluar dari kamar. Tante Lily tersenyum, mendekati sang putri sembari berbisik Ada nenek dan mama mertua kamu.

Dunia seolah berhenti, Pevita sungkan untuk masuk, tapi Bunda menyuruh istri Kala itu untuk menyapa dan salim ke keluarga sang suami. Pevita menghembuskan nafas pelan sebelum masuk ke kamar.

"Assalamualaikum," sapa Pevita, nenek dan mama mertuanya spontan menjawab salam tersebut, kebetulan Kala disuapi sang mama, akhirnya mau. Pevita pun menyalami nenek kemudian ibu mertuanya.

"Suami sakit kok malah ditinggal kluyuran," cetus nenek, Pevita baru saja meletakkan tas kuliahnya langsung terpaku di dekat nakas. Tatapannya bertemu dengan sorot mata ibu mertua. Beliau memberi kode untuk diam. "Ya gitu kalau kamu menikah asal karena cinta, gak tahu kalau istri kamu manja!" lanjut beliau tanpa memikirkan perasaan Pevita.

"Nek, Kala yang salah gak mau makan!" ucap Kala membela sang istri.

"Lagian Pevita juga ada kuliah penting, Bu!" kini giliran mama mertua membela Pevita, beliau tak tega melihat Pevita yang disudutkan begitu. Terlebih mata cantinya sudah berkaca-kaca dan bibirnya bergetar, kalau saja Kala dan mama mertua diam saja, masih terus lanjut tuh ucapan menyakitkan dari nenek.

"Ya bela saja istri manja kamu," ucap beliau keluar kamar. Mama mertua meletakkan piring ke nakas, segera menghampiri Pevita, memeluk sang menantu sembari menepuk punggungnya pelan.

"Gak usah diambil hati ya, anggap saja angin lalu. Nenek-nenek suka ngomel," ujar mama mertua, dan Pevita mengangguk dengan terpaksa.

"Udah dibilang Kala yang gak mau makan, masih saja nenek ngomel. Lagian kenapa sih Ma, nenek ikut. Biasanya juga mama ke mana-mana sendiri atau sama papa!" Kala meminta Pevita mendekat ke arahnya.

"Tadi mama pas mau berangkat, beliau datang sambil bawa jamu kunyit asam, ya otomatis tanya dan langsung ikut lah! Sudah, sekarang Mbak Pev, bersih-bersih dulu, gak usah diambil hati. Sudah, mama keluar dulu! Oh ya, mama bawakan bolu pisang juga buat kalian!" ujar mama mertua sehangat mungkin pada menantu dan anaknya.

Beliau menyadari Pevita sudah perhatian pada Kala, terbukti chat kemarin. Beliau juga paham, posisi Pevita yang harus berangkat kuliah, daripada tidak lulus. Toh Kala juga kalau demam begini lebih baik memang tidur lebih banyak. Nenek saja yang kurang memahami keadaan.

"Maafin nenek aku ya!" pinta Kala saat di dalam kamar menyisakan mereka berdua. Pevita memasang wajah jutek pada sang suami.

"Enggak. Semua gara-gara kamu. Kalau kamu mau dinurut buat makan, buat minum obat atau enggak ke dokter atau enggak diperiksa papa, nenek kamu gak bakal menyudutkan aku seperti itu. Semua itu karena kamu, Kala!" sentak Pevita. Duh, kalau menyenggol ego mantan anak tunggal itu ya begini, omongannya bakal tajam. Tak peduli sopan atau enggak.

"Iya aku salah!"

"Percuma ngaku salah sekarang, toh aku udah dimaki sama nenek kamu. Menyebalkan banget, aku juga khawatir. Selama di kampus aku gak berhenti tanya kondisi kamu ke Bunda. Kamu juga ngeselin. Lain kali sekalian aja gak aku urus, kalau ujung-ujungnya yang dilihat saat aku gak ada di samping kamu!" ceplos Pevita dan air mata pun tak bisa terbendung.

1
Septyana Kartika
neeeek....aku bawa lakban nih..
yuk bisa yuk kita lakban bntar aja
Lel: gak bisa napas ntar
total 1 replies
apiii
Makan soto di sore hari,Ditambah kecap rasanya gurih.Para pembaca setia menanti,Ayo author ketik lagi dengan gigih🤭
Lel: capeeekkkk kriting akooohh
total 1 replies
apiii
dosa ga si kalo papa pevita bius neneknya kala?
Lel: bolej🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
ajak nenek ke tengah laut...... refresing..... pas di tengah laut.... ceburin
Lel: nguras laut sekalian
total 1 replies
Lel
jahat gak sih 🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf typo g ini pev, boleh ngomong sm kala dl? tp yg tnya pevita🙏
Lel: oke mksh
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣mlh bhs perihal gaya d ranjang
Lel: biasa anak gen z main ceplos aja
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh nenek crwet itu dr papa e kala? brti mm kala sm bunda pevita ipar?
Lel: iyes tul
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nk ra eling wes umur tak tempeleng🤣🤣 lambene ra duwe rem si nenek
Lel: ihhh tapi ada loh semakin tua semakin cerewet
total 1 replies
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
Septyana Kartika
nek pulang yuk
besok jadwal latihan Zumba lo
Lel: hwkwkkwklw pinggang copottt
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
gt g boleh d lawan ya , orgtua kolot merasa bener sndiri anak menghargai mlh mkn njengkeli kl nyakitin orgtua g dosa..minimal dksh sadar bentak aja biar degdeg ser jantungnya🤣🤣
Lel: serangan jantung dong nanti
total 1 replies
Vivi Zenidar
speechless..,.. ngadepin nenek
Lel
nanti dikira durhaka
Wahyuni Abuzar
🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
pake tongkat g si nenek, kl iya ambil tongkatnya pev jgn buat mukul tp bkn nenek itu tersandung🤭
Lel: dijegal aja gitu kah🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
langkah yg benar pev , krg kasar mnrtku gtulah org tua d maklumi trs ngelunjak
Septyana Kartika
nek....jalan jalan yuk ...pake sepatu roda...aku dorong deh dari belakang
Lel: jatuh dong kakkkk🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
Nenek bisa dibikin struk Thor??????
Lel: kayaknya butuh bantuan lantai kamar mandi ya🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jahat banget mulutnya , untung tua kl enggak udh pevita tampol kan
Lel: iya bakal ditampol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!