Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.
Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.
Namun, di ambang kematian...
Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.
Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.
Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.
Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?
Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?
Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?
Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...
Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12- putri obat
para penjaga maupun murid yang berasa di loket pendaftaran maupun calon murid menatap ngeri ke tetua agung setelah mendengar perkataan ye chenlong.
"apa dia gila"
"apa dia tidak tau siapa orang di depannya"
"benar benar tamat"
beberapa seruan terdengar dari kerumunan.
bahkan xiao yu sedikit menarik baju ye chenlong.
"saudara Chen, kau terlalu berani"
"dia adalah tetua agung sekte 7 jiwa, kekuatannya tak masuk akal" bisik Xiao yu.
Tetua agung tak menjawab, tetap tenang menatap ye chenlong.
"anak ini"
"menarik" batinnya.
Namun tak lama setelah itu, ada seorang wanita yang membuat perhatian semua orang teralih.
mereka yang sebelumnya menatap ke arah ye chenlong langsung mengalihkan pandangannya ke wanita itu.
terutama para calon murid.
"siapa itu cantik sekali"
mereka menatap wanita itu tanpa berkedip sedikitpun.
"benar sekali, dia bagaikan bidadari turun dari langit"
"lihatlah wajah cantik, dan tatapan lembutnya"
mereka benar benar tak berkedip sedikitpun, sampai ada yang memperingati mereka.
"jaga pandangan kalian" ucap murid yang menjaga tempat pendaftaran.
"dia adalah putri obat, mu ling."
"jangan berani berani berharap lebih, dia adalah calon kakak mu tianxing" lanjut murid itu.
mendengar ini mereka langsung menunduk.
walau mereka baru akan mendaftar tentu mereka tau siapa putri suci ini.
namanya sudah sangat terkenal bahkan keluar sekte.
walau bakat bela diri yang tak tinggi, tapi tingkat pemurnian pilnya tak bisa di anggap remeh.
apa lagi mereka juga mengenal mu tianxing, genius nomor 1 sekte itu.
walau tak berani menatap langsung lagi, tapi mereka masih mencuri curi pandang.
Mu ling berjalan mendekat ke tetua agung.
"mu ling menghadap"
"apa ada perintah untuk murid ini, sampai tetua agung memanggil"
tetua agung berbalik.
"bawa 2 orang ini masuk"
"biarkan mereka menempati bukit Guan"
setelah mengatakan itu, tetua agung langsung menghilang dari pandangan.
mu ling menatap orang uang di maksud, ia menatap Xiao yu dan ye chenlong bergantian.
"mari, biar ku antar" ucapnya lembut.
mereka akhirnya meninggalkan gerbang itu.
ye chenlong dan Xiao yu langsung menjadi murid tanpa mendaftar terlebih dahulu.
tapi meski begitu, tak ada yang iri.
karena menurut mereka, bukit Guan adalah sampah.
bahkan mereka jika di suruh memasuki bukit ini dengan sukarela saja tidak akan mau.
penjaga yang tadi juga tersenyum.
dia menganggap dirinya di percaya oleh tetua agung.
"dasar dua sampah bodoh"
"sampah seperti kalian memang pantas masuk ke tempat sampah seperti itu" gumam penjaga itu.
di perjalanan menuju bukit Guan, rombongan ye chenlong terus di tatap oleh para murid.
tak ada suara dari mereka, tapi ye chenlong tau tatapan itu adalah tatapan iri.
bahkan samar samar ia bisa merasakan aura niat membunuh dari para murid.
ye chenlong menatap punggung mu ling.
lalu ia menarik napas sedikit dalam.
saat sudah naik ke atas bukit, suasana di sini sangat berbeda.
tempat yang hanya di penuhi pepohonan liar, dan hanya ada satu rumah di puncak bukit.
tak ada tempat berlatih ataupun murid, hanya ada hamparan kosong selebar 100 meter per segi di sana.
mereka mendatangi rumah itu, di depannya ada seorang pria paruh baya yang sedang meminum anggur.
mu ling sedikit membungkuk.
"maaf mengganggu kepala bukit"
"saya di perintahkan tetua agung untuk mengantarkan dia murid"
"hemmm...."
"sampaikan ke tetua agung kalau murid ini sudah ku Terima"
"Terima kasih kepala bukit"
mu ling membalikkan badan, menatap ke arah ye chenlong dan Xiao yu.
"kalo begitu, kalian masuklah"
"aku akan pergi"
di tatap oleh mu ling, Xiao yu tersenyum senyum sendiri seperti orang bodoh.
"baik putri obat"
"Terima kasih sudah mau mengantar kami"
mu ling tersenyum.
"tidak masalah, ini sudah tugasku"
"karena sudah selesai kami pamit dulu"
ling turun meninggalkan bukit, Xiao yu menatap kepergiannya sampai punggungnya benar benar menghilang.
"benar benar cantik sekali"
"apa lagi waktu dia tersenyum, benar benar kecantikan yang tak masuk akal."
tak mendapatkan jawaban, Xiao yu menoleh ke samping.
namun ye chenlong sudah tak ada di sana.
"kemana saudara Chen" bingung Xiao yu"
"tak usah mencari, dia sudah masuk" ucap kepala puncak bukit Guan.
"kau juga masuklah, jangan menghalangi mata orang tua ini"
Xiao yu tak berani membantah, ia dengan sedikit berlari menyusul ye chenlong.
sekte 7 jiwa ini berfondasi dengan 8 bukit, setiap murid akan di kirim ke salah satu bukit untuk berlatih.
dan hanya bukit gua lagi yang memakai nama, selain itu hanya memakai angka, sesuai kekuatannya.
untuk angka 1 yang paling kuat, dan 7 yang paling lemah.
di bukit pertama, pria berdiri santai dengan kuali obat di depannya.
"masuklah"
dua pria masuk ke dalam sembari menunduk.
"ada apa"
"maaf kakak mu tianxing, kalo kami mengganggu"
"tapi kami memiliki kabar yang tak bisa di tunda"
"kabar yang tak bisa di tunda?"
"memang tentang apa?"
"tentang kakak mu ling"
mendengar ini, mu tianxing menghentikan tangannya yang sedang menyortir tanaman obat
"mu ling!.... "
"memang ada apa dengannya?"
dua murid itu malah saling menatap, tak ada yang bersuara.
brak.....
mereka terlonjak mendengar suara itu.
"Katakan....!"
"jangan membuatku kehilangan kesabaran..!"
salah satu murid itu memberanikan diri untuk lebih dekat.
"ta... tadi kami melihat kakak mu ling mengantar sebuah murid baru secara langsung"
"mengantar murid langsung?"
"be... benar kak. tapi ku dengar dia di suruh oleh tetua agung"
"apa kalian tau nama murid itu?"
keduanya menggeleng.
"tidak kak, tapi kami tau di mana dia berada sekarang"
"di mana?"
"bukit Guan, dari yang kami dengar tetua agung menerimanya karena terpaksa, jadi mereka di kirim ke bukit Guan"
"apa lagi salah satu dari mereka berani sekali berkata kasar kepada tetua agung"
setelah mendengar ini mu tianxing mengangguk angguk.
"suruh orang untuk mencari informasinya"
"aku ingin tau kenapa dia bisa di antar langsung oleh mu ling"
menurutnya, ada yang aneh di sini.
tak mungkin tetua agung sendiri akan muncul, dan menyuruh mu ling yang merupakan murid langsung kepala sekte untuk mengantarnya.
malahan kini mu tianxing sudah menebak nebak siapa orang itu.
"apakah itu dia?"
"tapi, yang ku dengan dia telah di depan dari klan dan di kirim ke hutan terlarang"
"ku harap itu bukan dia"
"bahkan jika itu benar benar dia, tak akan ada bedanya"
"dia akan tetap mati, jika bukan karena dia mungkin mu ling sudah bisa menjadi milikku"
setelah itu ia mengeluarkan sebuah foto, di foto itu menunjukkan dirinya dan mu long sedang berdiri berdua saat kecil.
namun, foto itu tidak utuh.
ada gambar lain yang terpotong di samping mu ling. itu terlihat dari tangan yang menggandeng mu ling.