NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. ( GS Company)

"Selamat pagi. Apa benar ini kantornya Tuan Lucien?"

Resepsionis wanita menatap lekat wajah sang tamu yang baru saja datang. Sedetik kemudian dia tersenyum lalu mengangguk. "Benar, Nona. Ini adalah perusahaan milik Tuan Lucien. Ada yang bisa saya bantu?"

"Aku ingin bertemu dengan beliau." Andrea bertanya dengan sopan. "Ada masalah yang harus kami bahas. Apakah bisa?"

"Sebelumnya Nona sudah membuat janji temu dengan Tuan Lucien atau belum?"

"Janji temu?"

"Benar, Nona. Setiap orang yang ingin bertemu dengan bos kami harus sudah membuat janji terlebih dahulu dikarenakan beliau sangat sibuk. Jadi tidak bisa sembarangan menerima tamu."

"Owh begitu ya?"

(Susah payah aku menemukan tempat ini tapi sekarang malah tak bisa bertemu dengannya langsung. Hidup di kota benar-benar sangat sulit. Mau bertemu pun mesti membuat janji terlebih dahulu. Repot sekali)

"Nona?"

"Ah, hehe," Andrea tersenyum kikuk karena ketahuan melamun. Sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal, dia kembali bicara pada resepsionis. "Maaf, apa aku boleh menunggu di sini? Urusan ini sangat penting. Mungkin ... mungkin saja ada kesempatan untuk kami bertemu dan membahas masalah yang ada. Boleh?"

"Tentu saja boleh. Kalau begitu silahkan Nona menunggu di sebelah sana," ucap resepsionis sembari mengarahkan ke arah sofa tunggu.

"Terima kasih banyak,"

"Sama-sama."

Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di gedung mewah, langkah Andrea begitu tegas dan meyakinkan. Sikap ini tak menunjukkan kalau dirinya berasal dari desa pedalaman.

"Ckck, tak sopan sekali. Penampilan buruk begitu ingin menemui Tuan Lucien. Cocoknya sih mengemis uang di lampu merah. Cihhh,"

Tepat ketika Andrea hendak duduk, sebuah sindiran seperti sengaja dilontarkan kepadanya. Awalnya dia enggan menanggapi mengingat dirinya punya urusan yang jauh lebih penting. Namun yang terjadi selanjutnya membuat emosi Andrea bergejolak.

"Eh eh eh, berani juga dia duduk di sana. Sofa di sini harganya sangat mahal, bisa rusak nanti kalau terkena pakaiannya yang kumal itu!"

"Permisi Nona-Nona, apa mata kalian sudah buta sampai tak bisa membedakan mana pakaian dan mana benda tajam?" sarkas Andrea.

"A-apa kau bilang?"

"Aku bilang apa mata kalian sudah buta sampai tak bisa membedakan mana pakaian dan mana benda tajam? Jelas-jelas pakaian yang kukenakan terbuat dari kain biasa, bagaimana mungkin bisa membuat sofa ini rusak? Percuma kalian punya wajah cantik kalau mulut kalian digunakan untuk membudidayakan sampah busuk."

Dua wanita yang tadi menghina Andrea ternganga syok, tak percaya akan makian kasar yang ditujukan untuk mereka. Siapa sangka kalau gadis miskin ini akan membalas dengan begitu telak. Mereka sampai tak bisa berkata-kata.

"Nah, diamkan kalian? Makanya jangan asal merendahkan orang hanya karena baju yang orang lain kenakan tak sebagus milik kalian. Aku sarankan sebaiknya kalian mengulang pelajaran di sekolah dan belajar etika berbicara di tempat umum," ucap Andrea memberi saran baik. Setelah itu dia memperhatikan setiap sudut bangunan. "Hmm, walaupun aku tidak tahu-menahu soal bahan bangunan, tapi aku yakin ini semua bermerk mahal. Orang angkuh itu tahu model ternyata."

"Kau ... kau jangan sembarangan bicara ya. Wajar kami bicara seperti tadi. Siapa suruh dengan penampilan jelek begitu kau ingin menemui Tuan Lucien. Di dalam mimpi pun hal seperti itu mustahil terjadi," protes salah satu wanita begitu tersadar dari keterkejutan.

"Mustahil atau tidak itu tidak ada urusannya dengan kalian."

"Tentu saja ada. Penampilanmu membuat mata kami jadi sakit."

"Kalau begitu congkel saja biji mata kalian. Pandangan kalian yang bermasalah kenapa aku yang jadi tumbal. Aneh," sahut Andrea kian jengkel.

"Kau!!"

"Nona Andrea?"

"Ya, itu aku."

Andrea langsung berdiri begitu namanya disebut. Dia lalu menatap sosok pria berpakaian rapi di hadapannya. Merasa familiar, dia menyipitkan mata lalu maju selangkah ke depan.

"Kau bukannya orang yang waktu itu ya?" tanya Andrea menebak-nebak.

Veroz berdehem.

"Nama saya Veroz, asisten Tuan Lucien." Veroz memperkenalkan diri. "Anda datang mencari Tuan Lucien, bukan?"

"Iya. Tapi tunggu dulu Tuan Veroz, darimana kau tahu kalau aku sedang mencarinya?"

"Resepsionis yang melaporkan."

Ada yang aneh. Andrea tak serta-merta bicara akrab dengan orang bernama Veroz ini. Pertama melihatnya datang bersama pria mesum yang membuatnya kehilangan pekerjaan, lalu sekarang muncul sebagai asisten Tuan Lucien.

(Apa mungkin ketiga orang ini punya hubungan satu sama lain? Kenapa Tuan Veroz bisa bekerja pada dua orang yang sama-sama menyebalkan?)

"Jangan menatap saya seperti itu, Nona. Pekerjaan saya tidak seburuk seperti yang Anda pikirkan," ucap Veroz tanggap akan apa yang dipikirkan oleh Nona Andrea. Pasti isinya negatif semua.

"Benarkah?" cibir Andrea tak percaya. "Kalau begitu coba jelaskan kenapa kau bisa kenal mereka. Atau jangan-jangan kau adalah salah satu komplotan dari kedua orang itu?"

"Tuan Lucien sudah menunggu Anda di ruangannya. Mau langsung bertemu atau ....

"Kita ke sana sekarang."

Veroz mengangguk. Sebelum pergi dia melirik dua wanita yang tadi terlibat adu mulut dengan Nona Andrea.

"Menjadi model di GS Company harus pandai menjaga image dan ucapan di tempat umum. Jika perbuatan kalian sampai terlihat langsung oleh Tuan Lucien, bisa dipastikan karir kalian akan langsung hancur di detik itu juga. Terlebih itu terjadi di lingkungan GS Company!" tegur Veroz dingin.

"Ba-baik, Tuan Veroz. Kami minta maaf,"

"Jangan sampai terulang karena gadis yang baru saja kalian hina punya posisi penting di hati pemilik perusahaan. Hati-hati!"

Wajah kedua wanita itu seketika pucat pasi karena tak sengaja menyinggung sosok penting yang ternyata dekat dengan pemilik GS Company. Dalam hati mereka bersumpah tidak akan pernah menyinggung seorang wanita dengan penampilan sederhana bernama Andrea.

"Lama sekali. Kau sengaja ingin membuatku tersesat ya?" omel Andrea begitu Veroz muncul.

"Maaf. Saya sedang memberi pelajaran kecil pada mereka yang hampir hilang arah," jawab Veroz lalu menekan tombol lift. Dengan sopan dia mempersilahkan Nona Andrea masuk terlebih dahulu. "Silahkan,"

"Kotak apa ini?"

"Ruangan Tuan Lucien berada di lantai paling atas gedung ini. Jadi kita perlu naik lift untuk mempersingkat waktu."

"Lift?"

Dengan ekspresi kebingungan, Andrea masuk ke dalam ruangan kotak bernama lift. Saat ingin kembali bicara, tiba-tiba terjadi guncang yang membuat Andrea memekik kaget lalu merangkul lengan Veroz kuat.

"Ge-gempa gempa! Ada gempa!" teriak Andrea histeris.

Hampir saja Veroz memeluk tubuh Nona Andrea andai tak sadar ada cctv di dalam lift. Salah gerak sedikit saja bisa-bisa membuatnya berhadapan dengan amukan singa yang sangat mengerikan. Untungnya Veroz gesit mendorong pundak Nona Andrea dengan jari telunjuk.

"Jangan panik, Nona. Ini bukan gempa, tapi pergerakan lift menuju lantai atas."

"Mana mungkin ada pergerakan seperti itu. Pasti ini gempa. Ayo cepat kita berlindung!" jerit Andrea masih histeris. Kembali dia hendak memeluk lengan Veroz, tapi orang ini gesit menghindar. "Hei, kenapa menjauh! Kau yang memintaku masuk ke kotak ini, cepat lindungi aku!"

Jika didalam lift Veroz sedang sibuk menenangkan Andrea yang panik sambil mengamankan posisi, di ruangan lain ada satu manusia yang wajahnya sudah merah padam menahan murka.

"Brengsek! Apa menariknya lengan Veroz sampai dia begitu nafsu ingin memeluknya. Jelas-jelas lenganku jauh lebih kekar dan menggoda!" amuk Lucien tak terima. Ponsel yang tersambung pada cctv di lift hampir saja dia banting saking jengkel melihat apa yang terjadi di sana. "Siapa diantara mereka yang harus ku habisi lebih dulu. Veroz atau lengannya! Arghhhhh!!!"

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!