NovelToon NovelToon
Chu Pian Ran

Chu Pian Ran

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Romansa / Chicklit
Popularitas:155.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zia Ni

Song Hyu Meen adalah seorang gadis cantik yang hidup di abad 20, tepatnya di Kota Guangzhou, China. Ia tinggal bersama ayahnya yang berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di kota tersebut.

Sejak berumur 11 tahun, Song Hyu Meen telah menjadi piatu karena ibunya meninggal akibat penyakit leukimia yang diderita selama 2 tahun.

Song Hyu Meen tumbuh menjadi gadis yang cantik, pendiam, rajin, mandiri dan pintar. Sejak duduk di bangku sekolah dasar ia langganan juara kelas.

Namun takdir berkata lain, saat Song Hyu Meen berusia 16 tahun, ia memperlihatkan gejala yang mirip dengan ibunya. Dokter menyatakan vonis bahwa ia menderita leukimia. Setelah berjuang dengan penyakitnya selama 1 tahun, Song Hyu Meen pun meninggal...

Song Hyu Meen berpikir bahwa sampai disinilah batas hidupnya. Namun, ternyata perjalanan hidupnya masih berlanjut, dengan ruang dan waktu yang berbeda...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Ni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 Keprihatinan Chu Pian Ran

Chu Pian Ran telah berada di kamarnya lagi. Gadis itu kembali bermeditasi agar mendapatkan kekuatan dan inspirasi.

Saat matahari terbit Chu Pian Ran menyudahi meditasinya lalu pergi tidur.

Tiga jam kemudian terdengar ketukan di pintu kamar gadis itu. Rupanya seorang pelayan penginapan ingin menyampaikan surat undangan dari bupati Xhin.

Karena pintu kamar belum juga terbuka si pelayan mengulang kembali ketukannya.

Beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka.

"Ada apa kau menggangguku?" Tanya Chu Pian Ran tidak semangat karena memang masih mengantuk.

"Maafkan saya tuan Song, saya hanya ingin mengantarkan surat undangan ini pada tuan." Kata pelayan itu sambil menyerahkan surat undangan pada pria bertopeng itu.

Setelah menerima surat itu, tanpa banyak bicara Chu Pian Ran langsung menutup pintu kamarnya lagi.

Gadis itu membuka kertas terlipat yang ada di tangannya. Setelah membaca sekilas dia lalu melempar kertas itu di sembarang tempat dan melanjutkan tidurnya lagi.

Siang harinya Chu Pian Ran terbangun. Setelah itu dia mandi dan makan.

Merasa badannya segar kembali, dia berniat untuk jalan-jalan di pusat daerah Yingchuan.

Banyak pasang mata yang saat itu memperhatikannya, namun Chu Pian Ran tidak peduli.

Saat menikmati jalan-jalan itu tiba-tiba ada dorongan yang kuat dalam dirinya untuk mengubah jalur yang dilewatinya.

Di depannya ada jalan pertigaan dan gadis itu mengambil jalur kanan.

Baru saja beberapa menit melangkah, dia dihadang lagi oleh salah satu anak buah bupati Xhin yang kemarin menemuinya di depan rumah makan.

Kali inipun pria tua itu lagi-lagi meluncurkan kata-kata manisnya. Chu Pian Ran dibuat jengkel olehnya.

Tanpa berkomentar apapun gadis itu langsung meninggalkan pria tua itu.

Namun tanpa disangka-sangka si pria tua rupanya tak menyerah. Dia terus mengikuti Chu Pian Ran dan mengajaknya minum bersama.

Gadis itupun mulai kehilangan kesabaran.

"Hei pria tua, rupanya kau ingin merasakan dilempar dari jarak beberapa meter ya." Kata Chu Pian Ran sengak.

Pria tua itu mulai ciut nyalinya.

"Sekali lagi kau muncul di hadapanku, aku akan melempar tubuhmu hingga patah tulang. Dan satu lagi, katakan pada bupatimu itu jika malam ini aku tidak bisa datang ke rumahnya." Lanjut Chu Pian Ran lalu meninggalkan pria tua itu yang memperlihatkan ekspresi kecut.

Saat Chu Pian Ran telah sampai di pinggiran daerah Yingchuan, dia benar-benar terkejut.

Penduduk yang ada di daerah pinggiran itu kondisinya begitu memprihatinkan. Mereka hidup dalam kemiskinan. Baju yang mereka kenakan juga compang-camping.

CHu Pian Ran jadi teringat dengan kata-kata Ling Xuan kemari malam.

Untungnya gadis itu tadi membawa beberapa koin emas. Chu Pian Ran lalu membagikan uang itu pada sebagian penduduk.

Orang-orang yang telah menerima koin emas sangat berterimakasih pada pria bertopeng itu.

Koin emas yang Chu Pian Ran bagikan rasanya sangat tidak cukup untuk membantu para penduduk itu.

Gadis itupun dengan segera kembali ke penginapan dan mengambil beberapa perhiasan yang dibawakan oleh ayahnya dulu.

Chu Pian Ran lalu pergi ke toko emas untuk menukarkan perhiasan yang dia bawa dengan uang koin emas. Setelah itu dia kembali lagi ke pinggiran daerah Yingchuan dan membagikan lagi koin emas yang dia miliki hingga habis tak tersisa.

Aksi Chu Pian Ran yang membagi-bagikan koin emas itu terdengar oleh banyak penduduk Yingchuan, termasuk Ling Xuan beserta sekutunya dan bupati Xhin beserta kaki tangannya.

Berdasarkan cerita Ling Xuan kemarin malam, bupati Xhin memang mendapatkan banyak dukungan dari golongan ekonomi atas. Untuk itu, para penduduk biasa dibuat tak berkutik jika mereka diperlakukan semena-mena. Membantah sedikit saja, mereka bisa diteror oleh kaki tangan bupati Xhin hingga tak berdaya.

Chu Pian Ran benar-benar geram dengan fenomena yang dia lihat. Sepertinya dia harus segera mengambil tindakan untuk menggulingkan bupati Xhin dari jabatannya agar rakyat tidak terlalu lama menderita.

Saat kembali ke penginapan dan masuk kamar, gadis itu menemukan kertas terlipat di bawah pintu kamarnya.

Dia membuka lalu membaca kertas itu.

Tuan Song, kami sangat berterimakasih karena tuan sudah membantu rakyat miskin Yingchuan. Sebaiknya tuan waspada karena bupati Xhin dan para kaki tangannya tidak akan tinggal diam...

Ling Xuan

Chu Pian Ran kemudian membakar kertas itu.

Di dalam kamar, gadis itu lalu bermeditasi untuk mendapatkan inspirasi.

Pada saat tengah malam, gambar bunga mei hwa di bahu Chu Pian Ran mengeluarkan berkas-berkas cahaya yang mengelilingi tubuh gadis itu.

Kejadian itu berlangsung hingga dua jam dan tanpa dinalar oleh akal pikiran manusia tubuh Chu Pian Ran berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan berkilauan.

Sesaat kemudian kilauan di tubuh kupu-kupu itu menghilang dan binatang itu terlihat sewajarnya.

Kupu-kupu itu kemudian terbang keluar penginapan dan menuju rumah bupati Xhin.

Si kupu-kupu kemudian memasuki kediaman bupati Xhin yang lumayan luas dan megah. Kemudian binatang itu langsung menuju ke sebuah ruangan yang digunakan untuk tempat penyimpanan harta kekayaan Xhin.

Sesaat kemudian, kupu-kupu itu kembali ke wujudnya semula, yaitu wujud pria bertopeng alias Chu Pian Ran.

Dengan tindakan cepat gadis itu mengambil koin emas milik bupati Xhin sekuat yang dia bawa.

Kebetulan di ruangan itu ada sebuah kantong berisi perhiasan yang lumayan besar. Chu Pian Ran menumpahkan perhiasan itu pada sebuah kotak yang berisi perhiasan juga, lalu mengisi penuh kantong itu dengan uang koin emas.

Setelah kantong itu penuh, Chu Pian Ran kembali duduk bermeditasi agar wujudnya kembali menjadi kupu-kupu.

Dua puluh menit kemudian wujud gadis itu berubah menjadi kupu-kupu kembali lalu terbang meninggalkan kediaman bupati Xhin.

Sesampainya di kamar dan kembali ke wujud manusia kembali, Chu Pian Ran memindahkan uang koin emas itu ke buntelan kain miliknya lalu membakar kantong yang dia ambil dari rumah bupati Xhin.

Gadis itu kemudian naik ke atas ranjang dan tidur nyenyak.

****

Pagi harinya, di kediaman bupati Xhin terlihat seorang pria paruh baya sedang marah besar karena dia kecurian banyak uang koin emas secara aneh.

Selama ini hanya dialah yang memegang kunci ruangan tempat menyimpan semua hartanya. Kunci itu masih ada di tempat biasanya dia simpan dan hanya dia juga yang tahu tempat penyimpanannya.

Istri, gundik dan anak-anak bupati Xhin hanya bisa berdiam diri menyaksikan pria itu marah-marah.

Selama ini mereka sudah tahu bagaimana tabiat pria itu. Jika sudah marah besar, tidak boleh ada seorangpun yang memberinya komentar apapun atau orang itu akan berakhir mengenaskan.

****

Dengan menaiki kudanya pelan-pelan, si pria bertopeng menuju ke arah pinggiran Yingchuan yang belum mendapatkan bagian koin emas darinya kemarin.

Gadis itu kembali membagikan uang koin emas yang dia bawa kepada rakyat miskin di Yingchuan.

Rakyat itu sangat senang mendapatkan uang koin emas dari si pria bertopeng.

Sudah lebih dari 2 jam Chu Pian Ran berkeliling dari rumah ke rumah untuk membagikan uang koin emas hingga uang koin itu habis tak tersisa.

1
Fitri Yah
Luar biasa
Kezia Suhartini: trimakasih kak untuk apresiasinya 🙏
total 1 replies
Helen Nirawan
cowo ny brisik ,
Ana Kurniawan
jujur aja aku kurang suka sama sifatnya tuan Lee ini.
Ana Kurniawan
masa lakinya lemah Thor..
Ana Kurniawan
pengangguran apa si Lee ini. ngapel mulu kerjaannya.
Leny Leny
like...
Adeana
hai kak... mau tanya, boleh?
kakak udah upload ratusan bab nilai pertumbuhan authornya sudah berapa? apa pernah tiba-tiba turun?
makasih sebelumnya...
Adeana: 0 ? kok bisa? udah di tanya ke adminnya?
total 18 replies
bila
semoga mcnya nggak jodoh sama lee
inda Permatasari: terlalu berani ganjen si lee
total 1 replies
Kezia Suhartini
semangat terus untuk berkarya...
Venny riany
cerita nya seru
Venny riany: update nya di tunggu ya.
total 2 replies
Tna_
wah semangat ujiannya thor, semoga dapat nilai yg memuaskan, stay healthy, fighting💪💪💪
Tna_: @Kezia Suhartini sama2, aamiin...
salam sehat dan sukses juga buat author🤗, fighting💪💪💪
total 2 replies
nuke
lanjut thoorrr
Kezia Suhartini: makasih kak untuk vote nya... 😍🙏
total 2 replies
Tna_
💪💪💪
Kezia Suhartini: terimakasih kakak untuk dukungannya... 🙏
total 1 replies
dita18
msh nyimak
dita18
mampir thoorrr

thoorrr maaf mau nanya ini crta tntg china/korea,,,krn di liat dari namanya sprti nma2 org korea🙏🙏🙏sekali lg maaf ya thorrr saya hanya bertanya saja?
Kezia Suhartini: ada tambahan kakak...

baru saja saya browsing mbah google, marga song, marga Lee, dll yang ada di novelq ternyata ada di China... 🙏
total 2 replies
Kezia Suhartini
iya kakak...

makasih untuk dukungannya 🙏

jangan lupa kasih bintang limanya/favorit/vote
nuke
lanjut thoorrr
nuke
muncul Lagi ni siluman
nuke
lanjut thoorrr 💪💪
Kezia Suhartini: iya kak...

terimakasih dukungannya
total 1 replies
nuke
lanjut thoorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!