Semua anak akan berusaha untuk melakukan apapun yang terbaik demi membuat keluarga nya untuk tetap dalam keadaan baik-baik saja, tak perduli harus mengorbankan dirinya sendiri semua akan dia lakukan.
Menikah dengan pria yang tak ia cintai, lalu menjalanin kehidupan pernikahan yang begitu menyiksa dan membuat ia terbelenggu. Gadis itu bernama Octavia Nugroho, sungguh begitu malang nasibnya.
"Mari, setelah 1 tahun kita akan bercerai."
"Aku setuju!"
Akan kah takdir berpihak padanya? Atau malah sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakharia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECELAKAAN!
Aku tertegun dengan mata memandang ke wajah Chandra,dengan pandangan pasti dia akan menghukum ku kali ini.
"Masih berani lagi melawan ku?" dia terus mengeluarkan kata bentakan,sembari memukul meja makan dengan kedua tangan nya itu.
"Tidak selamanya aku terus diam untuk direndah kan!" jawab ku lagi dengan tegas,dan berjalan untuk pergi meninggalkan dia.
"Berhenti disitu!...Octavia nugroho berhenti disitu!..."
"Tidak akan!kau pikir aku wanita bodoh,yang selamanya akan diam jika ingin kau tindas"gumam ku dengan sangat geram dalam hati.
Tak lama kemudian aku mengeluarkan mobil yang diberikan Chandra kepada ku,dengan kecepatan penuh aku mengemudi mobil nya,agar Chandra tidak bisa mengejarku.
"Octavia berhenti sekarang juga!!!" dari luar mobil terdengar suara Chandra,yang menyuruhku untuk keluar.
Dari persimpangan jalan Cilitan,dimana kini aku yang sedang mengemudi dengan kecepatan penuh,sambil melihat lampu lampu jalan ditambah dengan mobil mobil yang berlalu lalang didepan ku.
Jln.Cilitan menuju Halim Perdanakusuma,merupakan suatu keindahan tersendiru bagiku dengan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh merasa bahwa penderitaan ku ini hilang sejenak,tanpa menghiraukan suara klekson dari orang lain.
"Tidak tahu kapan semua ini akan berakhir,akankah aku masih mempunyai harapan untuk hari esok setelah ini."desah ku.
(Drett...Drett...)
"Halo,ini siapa?" sergah ku dengan cepat,karena kaget mendengar ada panggilan dar nomor yang tidak dikenal.
"Nyo...nyonya buruan kerumah sakit..." balas nya
"Bii leny? ada apa bii?..." tanya ku dengan kaget,karena mendengar ucapan bibi leny.
"Tu..tuan mengalami kecelakan,saat hendak mengejar Nyonya tadi."
"Apaa!" karena mendengar itu aku langsung menghentikan mobil ku,dan mendengar lebih jelas lagi apa yang dibicarakan bii leny.
"Tuan,sudah dalam perjalanan kerumah sakit Pondok Indah Jakarta." tutur bibi leny,dengan suara yang gemetaran.
"Baik bii,saya akan kesana sekarang."
Aku menunduk,dengan jantung yang berdegub kencang,bagai ada sesuatu yang mengejar-ngejarku.memang benar,kekhwatiranlah yang memburuku saat ini,mata ku ingin melihat apakah dia benar benar mengalami kecelakaan?atau ini sandiwara dari akting nya,agar aku bisa kembali kepadanya dan menghukum ku?
Haruskah aku melihat nya?ah,kenapa musti begini?apakah ini benar benar terjadi? ini membuatku bagaikan diburu oleh bayang- bayangan rasa bersalah jika ini benar benar terjadi.
"Halo amy!" aku menelpon amy berharap dia bisa membantu ku,untuk mengambil izin beberapa hari agar tidak berkuliah sementara waktu.
"Halo viaa,ada apa?" lansung saja aku menyambung pertanyaan amy.
"Tolong bantu aku mengambil izin,untuk tidak kuliah beberapa hari." lirihku langsung.
"Baiklah."
(Sesampai dirumah sakit...)
Dengan langkahan kaki yang gemetaran,perasaan yang bercampur aduk yang tak habis pikir dengan semua ini.
"Apakah anda kerabat dari Chandra Subroto?" tanya salah satu dokter yang datang menghampiriku.
"Iyaa..saya istrinya" tutur ku dengan terbata bata.
"Baiklah anda,sudah bisa melihat suami anda sekarang."jelas dokter itu dengan tersenyum.
Aku menunduk.kepalaku langsung terasa pusing,pandanganku juga mulai nanar.tapi aku memberanikan diri masuk kedalam untuk melihat keadaan nya yang sekarang.
Astaga! dia benar benar mengalami kecelakaan,ini akibat ulah diriku,yang terlalu gegabah dalam mengambil tindakan.bagaimana aku akan menghadapinya nanti jika ia sudah sadar?.
"Ah! maafkan aku,akibat diriku kau terbaring disini,ini salahku lain kali aku tidak akan melawan mu jika tahu akibatnya akan berakhir patal seperti ini." tuturku sambil menahan perasaan yang mengiris batin.
Prem bodoh