seorang gadis terpaksa menikah dengan kakak iparnya, dikarenakan kakaknya meninggalkan dihari pernikahan nya demi mengejar cita cita sebagai model dan ia harus menggantikan posisi sang kakak untuk menjadi mempelai wanita, akankah ia sanggup tinggal bersama seorang Farhan Wijaya CEO yang terkenal dingin dan ia sama sekali tidak pernah akrab dengannya? akankah ia bisa mengubah meluluhkan hati seorang Farhan Wijaya? dengan ketulusan hatinya?
"kamu jangan berharap saya mencintai kamu,! saya hanya cinta dengan Ratna" ucap Farhan.
Amel terdiam ia pun korban dari masalah ini, apakah ia juga menginginkan pernikahan kakak nya berantakan?
apakah Farhan bisa menerima kehadiran Amel dengan seiring berjalannya waktu? dan apakah Farhan telah memakan perkataan nya sendiri?
ingin tau kelanjutan dari kisah Farhan, Amel dan Ratna baca novel ku ini ya per episode☺️☺️🥰
follow Ig: d_sulialia ntar folbeck 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suliadiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecebong?
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya 🎉🎉🥰🎉🎉🎉🥰 jangan lupa like dan komen 🥰🥰🥰 selamat membaca 🥰🎉🎉
*
Farhan tengah sibuk dengan laptopnya namun fikiran nya berada di tempat lain,ia masih terpikirkan dengan keadaan Humaira nya. ia menyesal andai saja tadi pagi tidak berangkat ke kantor mungkin sekarang ia tau keadaan Humaira nya. Farhan berniat untuk menghubungi Amel.
namun ponsel Amel tidak aktif, Farhan lalu mencoba menghubungi mamanya, tetapi hal yang sama terjadi, ponsel milik mamahnya juga tidak dapat dihubungi.
"kemana sih kok nggak diangkat"gerutu Farhan mengusap rambutnya dengan kasar.
tiba-tiba pintu dibuka dan melihat kan kevin di ambang pintu, padahal Farhan memberinya libur pernikahan selama seminggu, tetapi ini belum juga ada seminggu ia sudah masuk kantor.
"permisi pak, saya boleh masuk?"tanya Kevin dengan sopan.
Farhan mengganguk sebagai jawaban, sekarang yang ada difikirkan nya keadaan Amel
"kenapa kamu masuk?kan sudah saya kasih cuti"tanya Farhan heran.
"i iya pak, saya mau bekerja lagi karena lihat jadwal yang begitu padat"jelas Kevin tersenyum,ia sebenarnya tidak enak karena cuti beberapa hari membuat nya gusar, walaupun Farhan orang yang begitu baik tetapi Kevin juga tidak melupakan bahwa Farhan adalah orang yang sangat serius dan mementingkan pekerjaan.
Farhan mengganguk ia sekarang memang tidak bisa menghandle perusahaan ini sendiri, apalagi saat ini ia memikirkan keadaan Amel.
"yaudah kamu handle perusahaan ini sebentar, saya mau pulang"ucap Farhan seraya bangkit dan membereskan barang barang nya,ia berniat pulang dan melihat keadaan sang istri.
Kevin mengganguk,ia berfikir mungkin Farhan sedang ada urusan mendesak ia bisa melihat dari raut wajah atasannya itu yang terlihat gusar.
*
sementara mama ayu panik, karena Amel tidak kunjung sadar, wajahnya begitu pucat pasi.
ia berniat untuk menghubungi Farhan,dan melihat Farhan telah menghubunginya beberapa kali.
"kok di telfon nggak aktif sih, perasaan tadi aktif"
mama ayu yang mencoba menghubungi Farhan, karena handphone nya tidak bisa dihubungi.
"yaudah deh telfon papa aja, biar dia yang menghubungi nya"
gegas mana ayu menghubungi suaminya, dan meminta bantuan agar suaminya bisa menghubungi Farhan.
mama ayu menyuruh sopir dan beberapa pembantu untuk membawa Amel ke rumah sakit, mama ayu khawatir yang melihat Amel semakin pucat.
*
Farhan yang sudah berada diparkiran ia tersadar bahwa handphone nya ketinggalan di meja kerjanya.ia cepat berlari dan menuju keruangan nya tsb.
pintu terbuka,Kevin sedang memeriksa beberapa file untuk melihat kemajuan perusahaan Farhan group.
Farhan segera meraih ponselnya dan keluar tanpa menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan sekretarisnya itu.
sampai di parkiran ponsel milik Farhan berdering dan melihat kan tulisan bernama"harimau". gegas Farhan menggangkat nya.
"hallo Han lama banget sih dihubungi?"tanya pak Wijaya seraya mengendarai mobilnya ia sedang menuju rumah sakit.
"i iya pah ponsel Farhan ketinggalan"jelas Farhan.
"alah papa nggak mau Nerima alasan apapun, yang terpenting kamu sekarang ke rumah sakit, istrimu pingsan"jelas pak Wijaya.
"APA!! PINGSAN?"tanya Farhan tidak percaya, padahal tadi pagi ia sudah berniat untuk tidak bekerja dan sekarang mendapatkan kabar bahwa Amel pingsan.
"iya sekarang kamu pergi ke rumah sakit keluarga kita di****** papa juga sedang kesana sampai kamu telat siap siap papa hukum berdiri hadap kamar jenazah PAHAM!!!"dan langsung mematikan ponselnya.
Farhan gegas menancap gas mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi, fikiran hanya tentang kondisi Amel saat ini.
*
Ratna yang pulang dari shopping melihat keadaan rumah tampak sepi,apa mungkin semua orang pergi?.
ia segera menanyakan kepada bibi isah dan menanyakan perihal keadaan rumah yang tidak ada orang sama sekali.
"bi dimana semua orang?"tanya Ratna.
"oh itu non,semua orang mengantarkan non Amel pergi kerumah sakit,non Amel pingsan tadi non"jelas bibi isah.
Ratna terkejut, bukan karena ia sedih tetapi justru sebaliknya ia bahagia karena mendapatkan kabar itu,ia berdoa semoga Amel tidak sadarkan diri selamanya.
bibi isah yang melihat Ratna tersenyum sendiri sendiri, heran apakah ucapan nya salah,?
"non kenapa?kok senyum senyum?"tanya bibi isah penuh selidik.
"oh enggak kok bik, saya sedih semoga Amel cepat siuman"jelas Ratna dan pamit untuk pergi ke kamarnya.
*
mama ayu yang sudah sampai mengantarkan Amel kerumah sakit milik keluarga nya segera meminta dokter Widia untuk memeriksa keadaan sang menantu kesayangan nya.
"Widia, tolong periksa Amel dia pingsan"jelas mama ayu kepada dokter muda
"itu sudah menjadi tugas saya Tante"jawab Widia dengan penuh senyuman.
Widia masuk kedalam untuk melihat keadaan Amel. mama ayu terus mondar mandir,ia menyuruh asisten rumah tangga nya pulang karena ia bisa menjaga Amel, apalagi suaminya sedang menuju kesini.
pak Wijaya datang ia melihat istrinya berada di ruang VVIP ia segera menuju ke istrinya yang terlihat begitu cemas dan menanyakan perihal keadaan Amel.
"bagaimana keadaan Amel mah?"tanya pak Wijaya.
"nggak tau pah, masih di periksa oleh Widia"jelas mama ayu.
"sampai terjadi sesuatu pada Amel, papa akan pecat semua yang bekerja disini"tegas pak Wijaya.
Farhan datang dan segera mendekati mama dan papanya yang berada di depan pintu VVIP,ia segera menanyakan keadaan istrinya.
"gimana mah,pah?Amel baik baik saja kan?"tanya Farhan.
"nggak tau nak, kita tunggu Widia keluar dulu ya"jelas mama ayu.
"KALAU SAMPAI TERJADI SESUATU PADA HUMAIRA KU,AKAN KU TUTUP RUMAH SAKIT INI!!"jelas Farhan.
"jangan ditutup dong, nanti aku kerja dimana nih"tiba-tiba pintu terbuka dan melihat kan Widia dengan penuh senyuman.
"gimana keadaan istriku Wid?"tanya Farhan cemas.
Widia tersenyum dan mengajak semua orang untuk masuk dan melihat keadaan Amel.
Amel telah sadar,ia sedikit pusing badannya terasa begitu lemas dan ingin rasanya ia muntah.namun ia melihat Farhan yang menuju kemari.
"gimana keadaan mu Ra?"tanya Farhan lalu memeluk tubuh istrinya itu tanpa melihat keadaan sekitar yang ada Widia dan kedua orang tua nya.
Amel menggeleng dan mengelus rambut sang suami ia malu karena dilihat oleh mama dan papanya.
"udah mas peluknya,malu diliatin"jelas Amel.
Farhan melepaskan pelukannya ia tidak sadar bahwa telah memeluk Amel di depan Widia, bukan karena ia malu terhadap orang tuanya tetapi melihat Widia yang masih sendiri.
"iri ya!!!"ejek Farhan menjulurkan lidahnya.
Widia memasang wajah kesalnya, bisa bisanya sahabat kecilnya ini mengejeknya.
"udah ah,lu mah hina gue terus_!!"gerutu Widia.
semua tertawa Farhan dan Widia memang sudah dekat sejak dari kecil,ia sering main berdua, Widia pernah memiliki perasaan terhadap Farhan namun ia kubur dalam-dalam rasa itu.karena Farhan sudah sangat baik dan menggapnya sebagai sahabat.
Amel yang melihat keakraban diantara mereka berdua, tiba-tiba merasa hatinya teriris pisau, walaupun dokter Widia sahabat suaminya namun melihat canda tawanya membuat nya sakit.
"nanti malam camping lagi ya"bisik Farhan kepada Amel.
semua orang Heran apa yang dimaksud camping, namun tidak dengan Widia ia sudah sangat faham dengan bahasa sang sahabat.
Amel langsung mendaratkan wajah nya yang sudah terlihat merah,ke dalam lengan sang suami.
semua orang pun tertawa kembali melihat tingkah lucu Amel.
"lalu gimana keadaan istriku?"tanya Farhan mengakhiri tertawanya.
Widia lalu mengambil alat ultrasonografi dan membalurkan jelly untuk mendeteksi yang berada di dalam perut Amel.
Farhan yang melihat itu hanya terdiam, mungkin saja Widia sedang memeriksa keadaan Amel.
"kamu lihat itu"tunjuk Widia pada layar monitor, yang melihatkan ada sesuatu yang ada di dalam sana.
"itu apa?"tanya Farhan bingung.
"itu kecebong hasil camping kamu"jawab Widia kesal, bisa bisanya Farhan tidak tahu menau soal kehamilan seseorang.
"APA KECEBONG?"seketika Farhan pingsan.
semua orang panik,dan menyuruh suster untuk membawa Farhan, agar sadar dari pingsannya.
padahal yang dimaksud Widia adalah kecebong benih dari farhan,dan sekarang Amel tengah berbadan dua.
setelah Farhan siuman dari pingsannya ia kembali ke ruangan sang istri,dan menanyakan keadaan istrinya itu kepada Widia lagi.
"eh yang bener Lo,istri gue hamil apaan?kecebong?"tanya Farhan.
semua orang tertawa,termasuk pak Wijaya putranya sungguh benar benar polos walaupun Widia mengatakan kecebong bukan berarti Amel tengah mengandung kecebong.
"astaga,lu sekolah tinggi tinggi tapi nggak tau kalau kecebong apa?"tanya widia
"gue tau,kecebong anakan katak kan?"tanya Farhan.
semua mengganguk, tetapi yang dimaksud Widia bukan anakan katak,ia benar benar dibuat geram oleh sahabat nya ini.
kira kira kecebong yang dimaksud Widia, kecebong jenis apa ya????ada yang tau jawabannya??🥰🥰 jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss 🥰🥰🎉 salam happy 🥰🎉🥰
lakukan keluarga reno,,anak salah msh di belain