NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Bab 24

​Di gubuk tua yang pengap dan berbau kemenyan itu, suasana terasa begitu mencekam. Kyai Wok benar-benar sudah menjadi bahan hantaman kekesalan oleh Mang Ujang. Dukun tua itu terduduk lemas di lantai tanah dengan sudut bibir yang pecah dan napas yang tersengal-sengal setelah menerima pelampiasan amarah dari sang bandar desa.

​“Jelasin ke saya, Kyai Wok! Maksudnya ini semua apa? Hah?!” raung Mang Ujang dengan wajah merah padam, matanya melotot beringas menatap dukun kepercayaannya yang kini tampak tak berdaya. 

“Kamu bilang santet itu maut! Kamu bilang janda itu bakal lumpuh dan rahimnya membusuk! Setelah itu dia bakal jadi birahi, tepat pada saat itu saya masuk ke dia, membantunya dan menakluk hati si janda! Itu rencana kita, kan? Tapi apa yang saya lihat tadi di jalan? Dia sehat, seger, tambah ayu! Kamu sengaja tipu saya, ya?!”

Mang ujang murka. Rencana dia gagal total. Padahal dia mau membuat janda kembang desa itu kena sihir hitam, membuat dia gampang birahi dan saat benar-benar berada di ujung tanduk, saat sekarat, dia bakal muncul. Berlagak bak dewa menyelamatkan rasti … lalu membatalkan kutukan.

Istilahnya dia seolah pahlawan padahal dia sendiri yang membuat rasti kesakitan. Dengan begitu si janda ini jadi miliknya. Namun apa yang dia dapat? Alih-alih rasti melemah, dia sekarang tambah bugar, sehat, semain ayu pula … terus yang membuat dia makin murka adalah … bima! Beraninya dia mendekati incarannya!

​Kyai Wok gemetaran, dia menyeka darah di bibirnya dengan tangan yang ringkih. 

“M-Ampun, Mang... ampun! Saya tidak berani menipu Sampeyan. Demi leluhur, tiap malam saya sudah mengirimkan energi hitam itu. Tapi... tapi ada kekuatan gaib lain yang membentengi rumah mereka! Ada orang sakti yang meluruhkan semua kiriman saya! Setiap saya kirim, pasti kutukannya dilepas lagi, kang!”

​“Halah! Alasan!”

 Mang Ujang mencengkeram kerah baju hitam Kyai Wok, mengangkat tubuh kurus itu hingga kakinya hampir jinjit. “Saya tidak mau tahu siapa orang sakti di belakang mereka. Yang saya tahu, uang jutaan rupiah sudah masuk ke kantongmu! Kalau hari ini kamu tidak bisa melenyapkan penghalang itu dan membawa Rasti ke hadapan saya, gubuk keparatmu ini bakal saya bakar habis bersama kamu di dalamnya!”

​Ancaman maut itu membuat bulu kuduk Kyai Wok meremang hebat. Dia tahu Mang Ujang tidak pernah main-main dengan ucapannya. Pria beringas di depannya ini bisa bertindak lebih kejam daripada setan jika keinginannya tidak dituruti. Dalam kondisi terdesak dan ketakutan setengah mati, pikiran gelap Kyai Wok langsung mengambil keputusan nekat.

Seharusnya dia tidak melakukan ini. Karena bakal membuat sekota heboh dan menjadi marabahaya, tapi persetanan dengan itu! Yang penting nyawa dia aman!

​"T-Tunggu, Mang! Kasih saya satu kesempatan terakhir!" seru Kyai Wok dengan suara parau yang melengking panik. "Saya... saya akan gunakan ajian pamungkas. Ilmu kuno pengorbanan darah! Ini tidak akan gagal, Mang!"

​Mang Ujang mendengus kasar, lalu menghempaskan tubuh Kyai Wok hingga dukun itu jatuh tersungkur di dekat altar pemujaannya. "Satu kesempatan lagi. Kalau gagal, nyawamu taruhannya!"

​Kyai Wok merangkak dengan tergesa-gesa ke sudut ruangan. Dengan tangan yang gemetar, dia mengambil seekor ayam jantan hitam legam—ayam cemani yang memang sengaja dia pelihara untuk ritual terlarang.

 Di tengah gubuk yang remang-remang itu, Kyai Wok mulai merentangkan tangan, memejamkan mata, dan merapalkan mantra dalam bahasa Jawa kuno yang terdengar berat, ganjil, dan bergetar mistis.

​Hawa di dalam ruangan mendadak turun drastis menjadi sangat dingin yang menusuk tulang. Angin gaib berembus kencang entah dari mana, membuat kobaran api lilin di altar meliuk-liuk liar hampir padam.

​Sreeet!

​Dengan satu gerakan cepat, Kyai Wok menyayat leher ayam jantan itu, membiarkan darah segar yang hangat mengucur deras di atas mangkuk kuningan kuno berisi kembang setaman. Bau anyir darah seketika merebak pekat, memenuhi rongga dada. Dukun tua itu kemudian mengusapkan darah tersebut ke dahi dan dadanya sendiri, sambil berteriak histeris menyelesaikan manteranya.

​"Wahai penguasa kegelapan bumi Sukamaju! Bangkit... dan laksanakan tugasku!"

​Tepat di depan mata Mang Ujang, fenomena mengerikan terjadi. Asap hitam yang pekat dan tebal mendadak keluar meluap-luap dari dalam mangkuk darah. 

Asap itu bergulung-gulung di udara gubuk, memadat, hingga membentuk siluet makhluk halus bertubuh tinggi besar, bermata merah menyala bak bara api, dengan kuku-kuku tajam yang mengerikan. 

Aura magis negatif yang dipancarkan makhluk itu begitu pekat hingga membuat dinding bambu gubuk berderit keras.

​Mang Ujang yang biasanya beringas pun sempat tersentak mundur satu langkah, menelan ludah melihat perwujudan makhluk gaib yang begitu mengerikan di depannya.

Melihat makhluk hitam mengerikan itu, ditambah aura kegelapan yang begitu pekat.

​"Khukuhukuhu..." 

Kyai Wok tertawa terbahak-bahak dengan suara yang sudah berubah menjadi ganda, melengking tinggi bercampur suara gaib. "Selesai, Mang! Makhluk ini sudah terkunci pada aroma tubuh Rasti dan Bima.  Targetnya adalah si Bima! Saya yakin dia adalah pelaku utamanya. Kalau dia gak ada, mang ujang bisa deketin rasti tanpa gangguan. Siang ini, acara kencan mereka di kota bakal terganggu total! Makhluk ini akan mencabik-cabik energi pelindung pemuda mesum itu sampai hancur. Saya yakin, Bima bakal berakhir mati mengenaskan hari ini juga!"

​Mendengar jaminan dari Kyai Wok dan melihat sendiri kengerian makhluk gaib hasil pengorbanan darah tersebut, amarah di wajah Mang Ujang perlahan memudar. Perlahan, sebuah seringai kepuasan yang licik dan kejam terukir di wajah beringas sang bandar desa.

​Dia melangkah maju, menatap ke arah kepulan asap hitam bermata merah yang siap bergerak menuju kota kabupaten. Dengan begini, tidak akan ada lagi yang berani mengganggu atau mendekati wanita incarannya. Setelah Bima tewas secara tragis oleh teror gaib, Rasti yang tidak lagi memiliki pelindung pasti akan jatuh ke dalam dekapannya dengan mudah.

​"Bagus... bagus sekali, Kyai," gumam Mang Ujang sembari terkekeh senang, membayangkan kemenangan yang sudah berada di depan mata. "Lenyapkan bocah ingusan itu, dan bawa janda ranum itu berlutut di bawah kakiku! Aku sudah mengincar dia sejak lama bahkan sampai melakukan hal buruk tahun lalu! Sekarang janda itu bakal menjadi milikku!”

Sementara itu.

Bima dan Rasti baru saja masuk ke pusat berbelanja. Itu adalah sebuah tempat penyedia baju yang terbilang mahal.

Mereka berdua asyik memilih pakaian.

​“Bima, Bima... lihat yang ini! Manis banget warnanya!” seru Rasti dengan nada riang sambil menunjukkan sebuah gaun terusan anggun berwarna pastel ke arah adik iparnya.

​Di sisi lain, Bima mulai menghela napas pasrah. Ternyata menemani wanita berbelanja membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari yang dia perkirakan. Meski begitu, melihat senyum bahagia di wajah kakak iparnya membuat rasa lelahnya menguap. Bima melangkah mendekat untuk memeriksa pakaian pilihan Rasti.

​“Iya, itu bagus dan cocok banget buat Mbak Rasti. Ambil yang itu satu, lalu kita—”

​CRAK!

​Belum sempat Bima menyelesaikan kalimatnya, sebuah fenomena gaib yang ganjil terjadi secara mendadak.

​Bzzzzt... Jlap!

​"Kyaaa!"

"Lho, ada apa ini?!"

"Lampunya tiba-tiba padam!"

​Seketika itu juga, seluruh ruangan pusat perbelanjaan yang tadinya terang benderang langsung berubah menjadi gelap gulita. Riuh rendah kepanikan langsung terdengar dari para pengunjung lain. Matinya aliran listrik ini terasa sangat aneh, mengingat tempat perbelanjaan modern sebesar ini biasanya memiliki generator cadangan otomatis yang akan langsung menyala dalam hitungan detik. Namun, kegelapan ini terasa berbeda—begitu pekat, sunyi, dan mendadak diselimuti hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

​"B-Bima... kamu di mana? Mbak takut..." cicit Rasti dengan suara bergetar. 

Dalam kegelapan total itu, dia refleks melangkah mundur dan mencengkram erat lengan kekar Bima, mencari perlindungan

Bima tahu bahwa sesuatu baru saja terjadi! 

1
Ariya Noviandy Khusofi
sudah lama ga update, lanjut lagi ga ini novel?
bintoro Suatmaji
seri terusannya mana nih? koq lama banget......
Yosua Juan Minggu
Kerennn semangat author, guysss bantu like dan comment yah di ceritakuu🙏🥺
Naga Hitam
lahh..bknnya cak karno ya
Naga Hitam
joko siapa, rian siapa?????
Clevansky88 Sky
gak update lagi kah Thor?
Alfan
halo thor
Clevansky88 Sky
💪🔥
Gege
kalimatnya kurang "dan bagian bawah bima mengeras menekan pinggul Keysa! membuat Keysa semakin mendelik matanya merasakan dua dragon ball yang menekan pinggulnya bergantian maju mundur"... naaah gitu Thor...
P̷E̷S̷O̷N̷A̷G̷A̷D̷I̷S̷D̷E̷S̷A̷
Kalau di tanah kelahiranku prinsipnya harus punya NYALI...🤣🤣🤣
"SALAM SATU NYALI, WANI"
LOSS GAK REWEL BOSSKU, PREI WONG RUWET...🦾💪💪🏼💪🏾💪🏿
Gege
keysa lebronka kah ini Thor...yang nyanyi keseleo ituu di nada tinggi..🤣
Manusia Biasa: penyembuhannya pakai jalur dalam ..alias entup entupan
total 1 replies
Gege
kalo berobat di shinsei modern bisa habis puluhan juta itu...Eeh bima dikasih cuman tiga juta..rugiii..
Manusia Biasa: gpp toh bima gak modal sama sekali
total 1 replies
Gege
Danu atau bima Thor..🤣
Manusia Biasa: efek nulis dua novel bersamaan
total 1 replies
Gege
Danu Iki sopo Thor...🤣🤭
Gege
wuasyeek... ditunggu momen penyembuhan para LC karaoke ibukota yang sakit lubang pipisnya..🤭🤣
Gege
laaah Kon antrian LC karaokean ibukota belom datang Thor... padahal brosurnya udah disebarin lho...🤣🤭😄 kan lumayan kalo pada berobat sakit saluran kencing, harus diobok-obok cara ngobatinnya..🤣🤣
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!