NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tujuh

Diandra malam itu terlihat sangat cantik, rambut ikalnya yang biasanya hanya dicepol, kali ini ia biarkan terurai indah.

Warna pink liptint membuat bibirnya semakin terlihat seksi, walau pakaian yang ia kenakan tidak terlalu feminim, namun ia terlihat cantik dengan rok scuba berwarna hitam dengan blouse broken whitenya.

Malam ini diandra dan killian memenuhi permintaan elang siang tadi, pria itu mengajaknya makan malam di restauran milik teman pria itu.

Diandra meraih tangan putranya, yang hampir lari. Sementara elang sedang memarkirkan mobilnya, diandra dan killian menunggu sedikit jauh.

Elang melangkah tegap, dengan senyum manisnya. Terlihat jelas dari sorot mata pria itu, kalau ia sangat bahagia malam ini.

Diandra tak pernah mau diajak makan keluar, ada saja alasan yang wanita itu berikan untuk menolak ajakannya.

Jadi rasanya sedikit wajar, kalau elang begitu bahagia malam ini. Walau diandra tak pernah merespon perasaannya, namun wanita itu juga tak pernah menunjukkan kalau tidak menyukainya.

Apalagi malam ini, diandra terlihat sangat cantik. 4 tahun sudah elang mengenal diandra, wanita itu sangat tertutup. Ia sama sekali tidak tahu masa lalu wanita itu, apakah ayah killian masih hidup, ataukah diandra dan ayah killian bercerai, sungguh elang tak tahu sama sekali.

Diandra benar-benar tak mengijinkan dirinya untuk mendekat, entah mengapa ia selalu merasa diandra menjaga jarak darinya.

"ayo.." ajak elang, menyambar tangan killian yang langsung menyambutnya. Diandra hanya mengekor di belakang, mengamati elang dan putranya yang terlihat begitu dekat.

Elang begitu menyayangi killian, diandra tahu itu. Karena putranya itu tidak gampang dekat dan akrab dengan orang asing.

Kegigihan elang untuk meraih cintanya, sebenarnya cukup membuat diandra tak tega. Tapi diandra sadar, ia tak cukup layak untuk pria itu.

Diandra tak mau, elang menjadi anak durhaka karenanya. Orangtua elang sangat tak menyukainya, dan diandra yakin itu karena status yang ia miliki, single parent.

"kamu yang pesan, di"

Elang mengulurkan daftar menu, begitu mereka duduk. Pria itu duduk di sisi killian, melebarkan napkin ke atas pangkuan killian yang tenang dan patuh.

Diandra tersenyum melihat putranya, sedikit miris. Ia tahu bocah tampan itu merindukan sosok ayah dalam hidupnya, walau killian tidak pernah mengatakannya, namun jika bersama dengan elang, bocah 5 tahun itu terlihat sangat bahagia.

Diandra memindai daftar menu, ia memesan cream soup sebagai appetizer dan beef steak sebagai main coursenya, tak lupa memesan 3 mangkuk es krim sebagai dessert.

Diandra menyerahkan ke tangan seorang pelayan yang menanti, dan tersenyum manis mengucapkan terima kasih saat pelayan itu mengangguk hormat.

"kenapa menghabiskan duit makan di sini, mas" ujar diandra lirih,

"padahal aku bisa masak saja di rumah, pemborosan banget"

Suara tawa elang terdengar renyah, bola matanya berbinar menatap lekat diandra yang terlihat gelisah.

"mas tahu kamu bisa masak, kamu kan chef. Tapi di, hari ini kan ulang tahun lian, masa' iya kamu harus masak juga"

Diandra hanya diam, hanya sorot matanya masih belum terima. Elang hanya mengangguk menenangkan, pria itu terlihat sangat perhatian.

"ini restauran teman aku, waktu kuliah di. Sebenarnya aku pengen kenalin kalian, tapi saat ini mischa sedang di luar negeri"

Diandra masih tak menjawab, hanya matanya mengamati elang dengan antusias.

"dia menikahi chefnya, di. Sudah 2 tahun dan istrinya itu masih tetap menghandle dapur"

Diandra tersentak, sesaat wajahnya tadi memerah jengah. Entah mengapa ia merasa elang seperti ingin menyampaikan sesuatu, seakan pria itu ingin mengatakan, kalau mereka juga bisa seperti temannya itu.

"terima kasih.."

Diandra tersenyum, saat pelayan mengantarkan pesanan mereka, dan menatanya dengan rapi di atas meja.

"berapa lama lagi di, aku harus bersabar?"

Diandra tersentak kaget, menatap mata elang yang menatapnya lekat.

"aku berjanji akan menjadi ayah killian dengan baik di, kamu tahu kalau aku sangat menyayangi kalian berdua"

"mas...!" panggil diandra lirih.

"mas kan tahu, aku tak bisa menerima perasaanmu, ak—"

"kasih alasan yang jelas, di. Kenapa kamu menolakku?"

Diandra menggeleng lemah, "aku tak layak mas, aku yakin orangtuamu pasti tak akan menyukaiku"

Elang mengernyitkan keningnya, sorot mata pria itu seakan mencari sesuatu dari mata diandra.

"aku laki-laki, di. Aku tak butuh restu orangtua untuk menikah..."

Diandra menggeleng cepat, ia tidak setuju mendengar ucapan elang barusan.

"aku seorang ibu mas, pasti sangat sakit rasanya kalau suatu saat killian akan mengucapkan hal yang sama seperti yang mas ucapkan barusan"

"tapi di..."

"aku tak mau menikah dengan siapapun yang orangtuanya tidak menerima keberadaanku dan putraku, mas" sambar diandra cepat, sebelum elang menyelesaikan ucapannya.

"mas elang itu pria baik, aku yakin mas akan menemukan wanita yang layak.."

"di.." panggil elang cepat, " apakah kamu akan menerima perasaanku, jika aku bisa meraih restu kedua orangtuaku?"

Diandra tercekat, diam tak mampu menjawab. Entah mengapa saat elang menanyakan itu. Bayang xavier tiba-tiba melintas di benaknya.

Diandra tak habis pikir, ada apa dengannya. Mengapa bayang laki-laki itu bisa mengganggunya, diandra menelan ludahnya yang terasa nyangkut di tenggorokan.

"chef, diandra!"

Diandra dan elang serentak menoleh, seruan seseorang yang tiba-tiba berdiri di samping meja mereka cukup mengagetkan.

"tuan xavier.." sahut diandra kaget, wajah cantiknya seketika memias.

Barusan saja bayang pria ini melintas di benaknya, dan kini pria ini berdiri di sampingnya dengan sorot mata memindai penasaran.

"siapa di..?"

Pertanyaan elang menyadarkan keduanya dari keterpanaan, diandra mengalihkan pandangannya, menatap ke arah elang yang terlihat penasaran.

"anu mas, tuan xavier. Tempo hari makan di restauran kita" jawab diandra dengan suara sedikit bergetar.

Xavier yang berdiri itu, hanya menatap dengan datarnya. Diandra berdiri, tak sopan rasanya membiarkan pria itu berdiri sendirian.

"tuan xavier sendirian?" tanyanya berbasa basi,

Xavier menggeleng, matanya masih memindai. Saat ia melihat putra diandra, senyum manisnya mengembang indah.

"ehh... halo bocah tampan!" sapa xavier.

Killian, bocah laki-laki itu, tersenyum mengangkat tangannya.

"hai..om, om perusak mainan lian"

Xavier tertawa, suara tawa pria itu terdengar senang.

Namun tidak dengan elang, pria itu merasa terganggu dengan kehadiran xavier. Bukan saja karena keberadaan pria itu yang terasa menyita perhatian diandra dan killian, tapi entah mengapa elang merasa perhatian diandra juga tersita karenanya.

Dan entah mengapa, menurut elang. Pria yang berdiri berhadapan dengan diandra itu, walau mata pria itu lebih memperhatikan killian, pria bernama xavier itu pasti memiliki perasaan pada diandra.

"kenalkan saya elang"

Elang mengulurkan tangannya, mengajak pria itu bersalaman. Namun pria itu tak menyambutnya sama sekali, malah duduk mencangkung, menyambut killian yang tiba-tiba berlari ke arah pria itu.

"om, kapan gantiin mainan lian"

Celetukkan killian, menyadarkan elang. Rasa tersinggung jelas terpatri di wajah tampannya, namun elang memilih diam dan menarik tangannya yang terulur tak terbalas itu.

"besok om akan belikan, gimana?"

Suara berat xavier menyadarkan diandra yang sedang menatap elang tak enak hati.

Elang menoleh ke arahnya, mata pria itu jelas terlihat sangat tersinggung. Diandra tak tahu mau ngomong apa, apalagi sorot mata elang terlihat curiga mengamati xavier, diandra dan killian bergantian.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!