NovelToon NovelToon
Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:450k
Nilai: 4.4
Nama Author: najwa aini

Setelah lebih dua tahun menjalankan pernikahan dengan lelaki yang tak pernah mencintainya, akhirnya Sherin Mumtaza menyerah. Ia putuskan untuk membatasi kesabarannya karena menyadari bahwa cinta Alarick William—sang suami— tak akan pernah bisa,ia genggam selamanya.

Tapi di saat langkahnya mantap untuk meninggalkan segala harap yang tertuang dalam doa permohonan, Sherin dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat langkahnya harus berhenti dan tetap memilih bertahan.

Quinsha Daneen—sahabat Sherin—juga mengalami kisah cinta tak jauh beda darinya. Hampir dua tahun ia menyebut nama Bayhaki Arfan dalam doanya, tapi berakhir dengan lelaki itu melabuhkan hati pada satu nama, yang bukan namanya.

Di saat bersamaan, hadir seorang Rafardhan Malik yang seolah datang sebagai penawar luka. Namun sebenarnya, artis muda terkenal itu, hanya ingin membawa Quinsha dalam pusaran luka di masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Tak Bertuan 34

“Kalau butuh teman, saya akan temani. Biar kamu tidak sendirian ke sana,” tawar Arfan, ia melihat kebimbangan di wajah Quinsha atas usulnya.

Mendengar tawaran Arfan, perlahan keberanian Quinsha mulai muncul. Apalagi Lelaki di depannya ini cukup bisa diandalkan untuk menemani. Terbukti di kafe barusan, Arfan sampai mengakui Quinsha sebagai calon istri untuk melindunginya

Quinsha belum memberikan jawaban, ketika ponsel Arfan memperdengarkan panggilan. lelaki itu memberi isyarat untuk menerima telepon itu dan melangkah sedikit menjauh. Quinsha diam menanti sambil menulikan pendengaran dari kalimat-kalimat lembut dan sopan dari Arfan pada orang yang di seberang. Entah siapa.

“Aduh Quinsha, saya mohon maaf ya,” sesal Arfan setelah menghampiri Quinsha lagi seusai menerima panggilan. “Saya ternyata gak bisa mengantarkan kamu ke lokasi syuting Rafardhan, sekarang,” terang Arfan dengan raut muka tak nyaman.

“Gak papa, Akhi. Saya juga tak berniat ke sana sekarang. Saya mau pulang saja,” putus Quinsha. Arfan mengangguk, walau sebenarnya masih ada satu hal yang ingin ia bicarakan. Dan Quinsha pun berlalu setelah mengakhiri percakapan dengan salam.

Arfan tak segera memutuskan pandangannya dari Quinsha yang terus berjalan menjauhinya, hingga akhirnya ia tersadar akan sesuatu.

“Quinsha!” panggil Arfan.

Gadis cantik itu hentikan langkahnya dan menatap Arfan dengan tatapan bertanya. “kamu gak bawa mobil?” tanya Arfan sambil melangkah mendekati.

QUinsha menggeleng singkat.

“Jadi mau pulang naik apa?” tanya Arfan perhatian.

“Naik angkot aja.”

“Angkot itu adanya di jalan depan, masih cukup jauh dari sini.”

“Ya, gak papa. Saya jalan kaki ke depan,” putus Quinsha.

“Saya antar kamu ya, saya bawa mobil kok,” pinta Arfan dengan tatapan lembut menyapu wajah Quinsha.

“Terima kasih, Akhi. Tapi saya mau naik angkot saja,” tolak Quinsha juga dengan tersenyum dan menatap Arfan sekilas sebelum segera membuang pandangan.

“Saya gak sendirian. Ada saudara saya yang ikut. Jadi kita tidak hanya berdua saja nantinya,” terang Arfan. Ia paham jika penolakan Quinsha adalah karena tidak ingin berkhalwat dengannya.

Tetapi sebenarnya apa yang dirasakan Quinsha bukan hanya sebatas pada hal itu saja. Ia ingin menjaga hati agar tak salah mengartikan kebaikan Arfan padanya. Sudah cukup ia merasakan debaran tak menentu saat Arfan menggenggam tangannya ketika meninggalkan kafe itu. Sudah cukup ia merasa melambung tinggi saat Arfan menyebutnya sebagai calon istri di depan semua orang yang mengerubunginya di sana.

Pasti butuh waktu yang cukup lama bagi Quinsha untuk mengembalikan perasaannya menuju "baik-baik saja" setelah semua yang dirasa akibat perlakuan Arfan padanya. Karena ia sadar, sesadar sadarnya, kalau semua tindakan itu hanya berdasar satu alasan saja, yaitu menolongnya. Bukan sebuah manifestasi dari sebuah perasaan spesial terhadap Quinsha.

Dan terlepas dari semua kesadaran Quinsha akan situasi keduanya, ia juga tak dapat membendung adanya bunga bermekaran dan kupu-kupu yang beterbangan dalam jiwa, atas semua kebaikan Arfan terhadapnya.

Sedangkan fakta tentang lelaki tampan itu sudah sangat ia ketahui. Bukankah lebih baik ia menghindari Arfan? Dari pada jatuh menjadi baper yang tidak pada tempatnya.

“Gak perlu, Akhi. Saya akan pulang sendiri saja,” tegas Quinsha. Meski sebenarnya hatinya sudah mulai goyah. Bertahun ia sebut nama Arfan dalam doa. Dan selama bertahun pula alam tak pernah memberi mereka kesempatan untuk bisa berbicara dekat seperti sekarang. Justru, saat-saat seperti ini datang, kala Quinsha telah memutuskan berhenti. Karena Arfan sudah memilih pelabuhan hati.

Tidak kah ini hanya sebentuk ujian keteguhan bagi seorang Quinsha Daneen, atas apa yang telah diputuskan?

“Saya hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja, Quinsha,” jelas Arfan.

“Insha Allah saya baik-baik saja. Justru saya tidak akan baik-baik saja jika ....” Quinsha memutus ucapannya begitu saja, karena tersadar kalau kalimat selanjutnya itu tidak pantas untuk ia ucapkan.

“Jika apa?” tanya Arfan

Quinsha menggeleng pelan.

“Bicarakan saja pada saya, jika itu tentang saya, beritau saya!” tuntut Arfan yang kelihatannya teramat penasaran pada kalimat lanjutan dari Quinsha.

“Semua kata yang ingin saya sampaikan pada Akhi, sudah terhapus semuanya. Sekarang yang ingin saya katakan hanya, Terima kasih untuk bantuannya,” pungkas Quinsha dan segera memutar tumitnya untuk kembali melanjutkan langkah yang sempat terjeda.

Jangan tanyakan kenapa? jika ada air mata yang jatuh mengiringi setiap langkah. Jangan tanyakan pula, Jika ada perih yang menggerogoti jiwanya. Di saat "ketakmungkinan" menjadi jawaban, dan "berhenti berharap" menjadi keputusan, alam seakan memberikan kesempatan.

Sesakit ini rasanya, mencintai sendirian. Sesakit ini rasanya berusaha melupakan cinta yang sudah lama tertanam. Tak hanya cukup diceritakan dengan air mata dan kata-kata. Tapi alam seakan masih mengajaknya bercanda.

Arfan pun hanya bisa menerima keputusan Quinsha dalam diamnya. Sebagaimana ia juga tak mampu menolak kekawatiran yang datang dalam dirinya terhadap Quinsha. Saat ini, detik ini, ia hanya ingin melihat Quinsha baik-baik saja. Tanpa ia tau kenapa dan mengapa.

1
Rahmawati Putri Harsap
masya allah suka ceritanya kak dari kisah Aura dan Arres tdk perna bosan baca dari awal sampai akhir🥰🥰🥰
Rahmawati Putri Harsap
suka ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
YuWie
istri imitasi..heheh
Deuis Lina
selalu ada pelajaran yg baik dan harus d ambil d setiap bab dan d setiap novel yg kak nazwa tulis terimakasih pencerahannya ,,,terus berkarya dan sehat teruus
Najwa Aini: Amiin Ya Rabb..
Hanya dua kata utk semua kebaikan hati kakak...
Terima kasihh...🥰🥰🥰
total 1 replies
Deuis Lina
wow sweet banget aku gak bosen baca novel ini berkali kali aku ulang2 v tetep aja bikin guemes sama pasangan ini,,,
Deuis Lina
sama rafardhan Tante quinshanya
Isti Qomah
kak, knpa novel yg brjudul Bertaruh Cinta Diatas Takdir blm up lg,,
msh stia menunggu kisan Meidina & Irfan Arafka Wafdan,, Davinna & Ra Fattan..
Isti Qomah
wah jangan2 nanti jodoh ny Quinsha anak ny Alarick lg,, kalau Alarick aja adik mertuanya Aura..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ayudisa Mecca
tor, itu novel judul dia bukan surgaku kenapa di hapus..
aq nunggu kelanjutanya lho
Ayudisa Mecca: aq tunggu ya..
semangat💪
total 2 replies
Zahwa Putri Bunda
aku bantu promosikan kak...ayo semua yg baca novel ini baca ya... bertaruh cinta di atas takdir..cerita tentang Irfan arafka wafdan...sangat...sangat ..bangus ceritanya....di jamin gak bakalan kecewa ..👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dengan karakter Raffa kak...terkesan slenggekan,cuek,tapi menghanyutkan...😄😄
Zahwa Putri Bunda
saya heran deh...novelnya kak Najwa itu bagus² Lo..tapi kenapa komennya selalu dikit ya..ayo kak..tetep semangat...aku dukung semua novel kak Najwa...👍🏻👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah kak..sudah menilai novelku bagus2..
mungkin rejekinya aku di NT hanya sebatas ini kak..yg like dan yg komen dikit..
Dan terima kasih banyak utk kakak atas dukungannya ya
total 1 replies
Rissa Reviana
Luar biasa
Risa Aprilia
ceritanya bgus,, tp bnyk typo di tanda baca di beberapa part,,lumayan bikin rada puyeng bacanya,,
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
meleleh thor
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
bagus banyak ilmunya
Wahidah Husni
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!