NovelToon NovelToon
The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ranty Yoona

Darah Mafia mengalir begitu kental di dalam tubuh mereka. Berasal dari Keluarga Billionare tidak membuat keturunan-keturunan mereka menjauhkan diri dari jejak dunia gelap.

Arthur Kennard Romanov, pria yang tidak mudah tersentuh dengan seorang wanita manapun, sikap dinginnya itu diwariskan oleh Sang Daddy kepadanya. Arthur menjadi pewaris Keluarga Romanov dan juga menjadi Ketua Mafia Black Lion. Arthur harus melindungi seluruh keluarga yang sangat berharga untuknya. Berasal dari Keluarga Billionare serta merta selalu menjadi incaran musuh-musuh diluar sana.

Aurelie Cassandra Romanov, adik kembar Arthur yang selalu menjadi alasan pria itu untuk tetap mengawasi pergerakan adik kembarnya. Sikap Aurelie berbeda dengannya, Aurelie selalu welcome terhadap siapa saja meskipun wanita itu menyembunyikan jati dirinya. Dunia model yang digeluti Aurelie menyimpan banyak rahasia, sehingga Arthur selalu posesif terhadap keselamatan adik kembarnya.

Disisi lain, Michale Jhonson tumbuh menjadi pria dewasa dan mewarisi kekayaan keluarganya begitu tergila-gila dengan Aurelie dan bertekad memilikinya. Namun beberapa tahun lamanya Michael tidak berhubungan dengan Keluarga Romanov bagai hilang di telan bumi dan kembali menampakkan diri dengan nama yang baru. Mikel Jhonson ternyata bergabung dengan kelompok Mafia yang merupakan musuh dari Arthur dan Black Lion.

Para anak-anak Mafia yang mewarisi darah Mafia akan selalu menjadi incaran siapa saja. Berbekal kemampuan mereka dan kecerdasan dalam meretas, para pemuda-pemuda Black Lion dan Red Dragon bersatu untuk menyingkirkan musuh-musuh mereka.

Apakah ada pertumpahan darah di antara Arthur dan Michael, mengingat hubungan mereka begitu dekat di masa lalu? Mampukah Michael meluluhkan hati Aurelie disaat dirinya bersiteru dengan kakak kembar dari wanita yang dicintainya?

Ada baiknya kalian membaca novel Yoona yang sebelumnya:
1. Elleana And The King Of Mafia
2. Tawanan Bos Mafia
3. Bastard Mafia (Falling In Love)

Instagram @rantyyoona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranty Yoona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Seharusnya Aku Memikirkannya!

Aurelie kembali ke dalam ruangan khusus untuknya dengan senyum yang melebar, hingga Mandy sang asisten sekaligus managernya itu menatapnya dengan penuh keheranan. Sebab sudah sedari tadi melihat Elie yang senyum seperti itu saat baru masuk ke dalam ruangan hingga selesai berganti pakaian.

"Kau baik-baik saja Elie?" tanyanya sembari membantu membereskan seluruh perlengkapan mereka.

"Aku baik-baik saja." Aurelie menyahuti Mandy memalui pantulan cermin.

"Ya, kau terlihat sangat baik-baik saja sampai membuatku ketakutan." Entah kenapa senyum Elie sedari tadi justru membuat Mandy bergidik ngeri.

"Astaga, kau ini bicara apa Mandy. Kenapa kau harus ketakutan? Memangnya kau pikir aku hantu yang menakutimu." Bibir Aurelie mencebik, tidak terima dengan ucapan Mandy.

Mandy terkekeh, melihat Elie yang kesal dengan ucapannya. "Aku hanya heran saja, tadi kau terlihat sangat lemas dan tidak bertenaga. Tetapi lihatlah sekarang, kau bahkan tidak berhenti tersenyum."

Aurelie mengedikkan bahunya. Entahlah, ia juga tidak mengerti. Hanya saja pada saat berhasil membungkam mulut Carmela yang selama ini selalu berkata pedas padanya, ia merasa sangat senang. Terlebih ia sudah memutuskan hubungannya dengan Brandon, meskipun pria itu tidak terima, tetapi ia tidak peduli.

"Mungkin akan ada hal baik yang akan datang kepadaku," sahutnya menanggapi dengan senyumnya melalui pantulan cermin.

"Ya, semoga saja." Mandy mengangguk-anggukan kepala. Berharap hal baik yang akan selalu menghampiri mereka.

Ekor mata Aurelie melirik ke arah botol minuman berukuran sedang di atas meja rias. "Apa itu minuman aneh itu untukku?"

Mandy mengikuti arah lirikan Elie, kemudian ia mengangguk. "Benar, siapa lagi jika bukan kau yang meminumnya. Aku sudah minum milikku sendiri."

"Baiklah, aku akan dengan senang hati meminumnya." Aurelie menggapai botol minuman yang dinamakan wassail. Membuka penutup botol tersebut hingga kemudian meneguknya tanpa membiarkan tersisa sedikitpun. "Ahh, sudah habis. Kau beruntung karena kali ini aku meminumnya sampai habis," ujarnya pada botol yang ia genggam seolah benda tersebut dapat mendengar ucapannya.

Semakin aneh saja Mandy menatap Elie yang sejak tadi bertingkah aneh. Mandy pun meninggalkan pekerjaannya yang tengah membereskan perlengkapan mereka, lalu mendekati Elie. Tangannya terulur menyentuh kening Elie.

"Pantas saja kau bertingkah sangat aneh, ternyata kau sedikit demam," katanya begitu menarik kembali telapak tangannya dari kening Elie. "Sebaiknya kau beristirahat saja, aku akan sampaikan kepada kepala staf MJ untuk memundurkan jadwalmu," lanjutnya. Mandy cemas jika Elie memaksakan diri untuk tetap bekerja, akan membuat model sekaligus temannya itu bertambah sakit.

Kedua alis Aurelie bertaut bingung, tidak lupa keningnya pun turut berkerut saat mendengar perkataan Mandy yang mengatakan jika dirinya demam. "Aku baik-baik saja, Mandy. Aku tidak demam," ujarnya memberitahu. Ia yakin jika tubuhnya baik-baik saja, kerena ia tidak merasakan sakit apapun.

"Tidak, kau tetap harus beristirahat. Aku akan mengantarmu ke apartemen." Mandy menggeleng tegas. Tetap bersikukuh agar Elie beristirahat.

"Ck, aku baik-baik saja Mandy, ayolah." Wajah Aurelie memelas. Ia tidak ingin jadwalnya menjadi berantakan jika jadwal hari ini ditunda hingga esok hari.

"Tapi Elie-"

"Aku yang paling tau tubuhku sendiri dan aku merasa baik-baik saja, Mandy sayang." Aurelie memotong ucapan Mandy, ia begitu gemas dengan asistennya yang berlebihan mencemaskan dirinya. "Lihatlah, bahkan aku bisa melompat-lompat seperti ini." Dan untuk meyakinkan Mandy, Aurelie benar-benar melompat layaknya seorang anak kecil perempuan.

Mandy hanya dapat menghela napas berat. "Baiklah, kita akan kesana. Tapi jika kau merasa tidak sehat, langsung katakan padaku, oke?" Mau tidak mau Mandy harus tetap mengizinkan Elie bekerja. Sebab semakin dilarang, maka Elie akan semakin keras kepala.

***

Siang ini Aurelie sudah berada di MJ Corp, tentu saja tidak lepas dari pengawasan sang asisten sekaligus managernya. Sedari tadi Mandy ekstra menjaga modelnya dari tatapan penuh damba pada karyawan pria MJ Corp.

Setelah satu jam lebih melakukan proses pemotretan dengan produk berkilau milik MJ Corp. Aurelie lantas segera berganti pakaian di dalam ruangan yang tidak hanya dirinya saja, dua wanita yang merupakan model produk MJ Corp sebelum dirinya juga berada di ruangan yang sama dengannya.

"Elie, kami perhatikan kau sangat diistimewakan disini. Apa kau menjadi salah satu simpanan seseorang di perusahaan ini?" Wanita yang sudah lebih dulu menjadi brand ambassador perusahaan MJ Corp menatap sinis, bahkan terang-terangan meneliti penampilan Aurelie dari kaki hingga ke puncak kepala.

"Benarkah? Apa kalian iri padaku jika aku menjadi simpan seseorang di perusahaan ini?" Aurelie tersenyum, merasa tidak perlu mengambil hati ucapan yang menusuk itu.

Simpanan? Yang benar saja! batinnya kesal.

Melihat reaksi Aurelie yang sangat santai menjawab dan bahkan tidak membantah tuduhan mereka, membuat keduanya justru semakin geram.

"Dasar wanita jalaang. Kau mengambil job kami, lalu dengan tidak tau malunya mengakui jika kau adalah wanita simpanan," ujar wanita bertubuh sedikit pendek dari Elie, yang ia ketahui bernama Lisa sementara wanita yang dengan semangat menuduhnya sebagai wanita simpanan adalah Jessica.

Aurelie terkekeh mendengarnya. "Jika kalian ingin protes, silahkan datangi kepala staf atau mungkin kalian perlu mendatangi Tuan Nathan, karena Tuan Nathan sendiri yang memilihku secara langsung." Bravo. Perkataan Aurelie tidak mampu di sanggah oleh kedua wanita itu. Bagaimana mungkin mereka bisa memprotes keputusan asisten kepercayaan Presdir MJ Corp.

Senyum penuh ejekan tersemat di wajah Aurelie karena kedua wanita itu tiba-tiba terbungkam setelah menyerangnya. "Apa kalian sudah selesai? Karena aku harus pergi dan tidak memiliki waktu untuk mendengarkan tuduhan kalian yang tidak jelas." Sangat anggun, mencerminkan sosok wanita berkelas. Keturunan Romanov selalu bisa menyerang balik lawannya.

Tidak mendapatkan tanggapan, Aurelie segera melenggang pergi dari ruangan ganti, meninggalkan kedua wanita yang masih saling bersitatap. Lalu kembali menghujam tajam melalui sorot mata mereka ketika hanya bisa melihat punggung wanita yang menurut mereka sebagai ancaman untuk karir keduanya.

"Elie, kau baik-baik saja?" Mandy segera menghampiri Aurelie dengan wajah yang sedikit cemas. "Aku melihat mereka masuk ke dalam ruang ganti dan aku tidak bisa mencegah mereka. Apa mereka sudah melakukan sesuatu padamu?" Ya, sebelumnya Mandy sudah berusaha mencegah kedua wanita model itu, akan tetapi langkahnya lebih dulu di tahan oleh manager kedua wanita tersebut.

Kedua sudut bibir Aurelie tertarik. "Apa kau melihat tubuhku terluka, Mandy?" tanyanya dan dijawab gelengan kepala oleh Mandy. "Itu berarti mereka tidak berhasil mengusikku. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menindasku," ujarnya menenangkan Mandy. Lagi pula ia tidak akan diam saja jika kedua wanita itu menindas dirinya, cukup Carmela yang berani semena-mena padanya.

Mandy hanya mengangguk-angguk saja. Ia memang dapat melihat jika selama ini Elie selalu bisa mengatasi setiap masalah yang dengan sengaja ingin menjatuhkannya.

"Hei lihatlah. Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi."

"Iya benar, tapi sepertinya Presdir kita tidak begitu tertarik dengan Nona Helena."

"Bukankah selama ini yang mengejar Presdir adalah Nona Helena?"

"Ah, kasihan sekali jika cinta Nona Helena hanya bertepuk sebelah tangan."

Suara keempat karyawan wanita yang saling mengepung itu menyelinap di pendengaran Aurelie. Kening wanita itu berkerut dalam, menandakan jika ia penasaran siapa yang sedang di bicarakan oleh keempat karyawan wanita itu. Sehingga kemudian pandangannya mengikuti arah pandang keempat karyawan wanita tersebut.

Sorot matanya menyipit, namun dapat dengan jelas melihat siapa yang Aurelie lihat saat ini. Siapa lagi jika bukan Presdir mesum yang sudah mencuri ciuman pertamanya.

Dasar bajingan! Sudah memiliki kekasih, tapi masih ingin menjadikanku kekasihnya. Pria itu benar-benar sudah gila.

Aurelie membatin, pandangan matanya mengikuti langkah Mikel yang entah ingin kemana, hanya saja terlihat menuju salah satu ruangan diikuti oleh seorang wanita cantik dan seksi. Entah kenapa, perkataan pria itu yang meminta dirinya menjadi kekasih pria itu terngiang-ngiang di ingatannya.

"Ah, tidak seharusnya aku memikirkannya!" Aurelie menyugar kasar rambutnya, ia spontan berteriak hingga membuat keberadaan Mandy di sampingnya yang tidak dihiraukannya itu terlonjak kaget.

"Elie, ada apa? Kenapa tiba-tiba berteriak seperti itu?" bisik Mandy. Ia hanya bisa melirik dan tersenyum canggung ketika perhatian para karyawan yang berlalu lalang tertuju kepada mereka berdua.

"Aku tidak apa-apa. Tiba-tiba saja aku menjadi tidak mood, lebih baik kita pergi dari sini," cebik Aurelie. Terselip nada kekesalan tanpa di sadari olehnya.

"Ba-baiklah." Meskipun bingung dengan perubahan sikap Elie yang tiba-tiba, Mandy tetap mengiyakan. "Tapi aku ingin ke toilet lebih dulu. Kau tunggu disini, jangan pergi kemana-mana." Karena tidak tahan untuk segera buang air kecil, sehingga Mandy meninggal Elie begitu saja tanpa menunggu jawaban wanita itu terlebih dahulu.

"Ck, baiklah. Lebih baik aku menunggu disana saja." Aurelie melebarkan langkahnya menuju tempat duduk. Setidaknya bisa membuat tubuhnya rileks selagi menunggu Mandy.

Aurelie mendesahkan napasnya ke udara begitu dirinya baru saja mendaratkan tubuhnya di atas sofa tunggu. "Apa dia memang selalu bersikap seperti itu kepada setiap wanita? Memaksa wanita untuk menjadi kekasihnya padahal dia sendiri sudah memiliki kekasih." Lagi-lagi yang terlintas di ingatannya adalah perkataan Mikel yang menginginkan dirinya untuk menjadi kekasihnya. "Aah, menyebalkan sekali. Kenapa aku harus memikirkan pria bajingan itu!" Aurelie menjadi kesal sendiri.

"Siapa yang bajingan, hm?" Suara yang masih terasa hangat di ingatannya itu sejenak mengalihkan perhatian Aurelie.

"Kau...."

Belum sempat menghilangkan keterkejutannya, pergelangan Aurelie lebih dulu di tarik oleh pria itu ke dalam salah satu ruangan.

To be continue

Elie... tatapannya itu loh antara kesel apa cemburu ya? Wkwk 😅😂

Biar gak nebak-nebak, Yoona kasih visual Mandy asisten Elie ya

Mandy Cornett

...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...

...Always be happy 🌷...

...Instagram : @rantyyoona...

1
Dysha♡💕
😍😍😍😍luar biasa
Dysha♡💕
apa kah Gavin juga suka sama Licia?
Dysha♡💕
as kamu itu mencuri kesempatan aja🤭
Dysha♡💕
aduhh tatapanmy Abang ar,menembus ulu hati ku😂malah aku yg baper ey thor😭😂😂😍
Sustika Ekawati
🤦🤦🤦🤦
Dasem Ida Faizah
tolong kasih jodoh buat Darren Thor semangat buat ceritanya
Dasem Ida Faizah
Kecewa
Dasem Ida Faizah
Buruk
Sherly Oktv
ikut nangis juga😭😭😭
Sherly Oktv
seruuu
Renireni Reni
luarr biasaa
Renireni Reni
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖😁
Renireni Reni
ntar nikahan sekalian syukuran kehamilan...
Renireni Reni
heeeemmmmm
Renireni Reni
gavin ada dimana?
Renireni Reni
uncle zayn minta no wa.nya dong....ada kabar penting😁😁😁😁
Renireni Reni
😅😅😅😅😅
Renireni Reni
aduhhbh jontor ntar tuhh bibir😅😅😅😅
Renireni Reni
hheeehhhh ada daddy zayn dan daddy vier as main nyosor aja
Renireni Reni
as...gk peka banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!