Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak setan
"Apa kamu tidak melihat dengan siapa kamu bicara. Hah! Apa kamu sudah bosan hidup ya!" Seru salah satu dari perampok itu, dan kemudian dia melesat naik keatas pohon itu.
Tapi saat dia berada diatas udara, pemuda memakai baju ungu itu melemparkan buah jeruk dengan pengerahan tenaga dalamnya hingga seperempat bagian.
Perampok itu sangat terkejut mendapati tiba tiba datang serangan kearahnya, dia mencoba menangkis. Tapi serangan itu dipenuhi kekuatan tenaga dalam kuat.
Buah jeruk itu akhirnya mengenai kearah kepalanya dan membuat dia terjatuh kearah sebuah batu besar....
Bruakkkkk....
Kepalanya pecah dan otaknya berhamburan, dia mati tidak sempat menjerit hingga membuat kelima teman teman jadi ciut nyalinya.
Tanpa aba aba terlebih dahulu mereka melesat melarikan diri, tapi pemuda itu tidak tinggal diam saja.
Segera saja dia mengangkat tangannya, dari ujung jarinya keluar empat larik cahaya ungu yang segera mengarah ke empat tubuh para perampok itu.
Tubuh mereka berhenti jadi kaku dan tidak bisa digerakkan lagi, seperti patung hidup.
Kemudian pemuda itu turun dari atas pohon menghampiri kearah empat perampok yang tidak bisa melarikan dirinya lagi.
"Hahaha. Coba kalian lari lagi, aku ingin melihat bagaimana caranya?" Tanya Pemuda itu yang ternyata Tio Buki seraya tertawa.
"Lepaskan kami anak setan, kalau berani lawan kami!" Ucap salah satu perampok itu.
"Hua Hahahaha. Tadi kalian kabur, sekarang malah minta bertarung. Kalian pikir sendiri, aku bosan melayani kalian" Ucap Tio Buki tertawa terbahak bahak karena merasa lucu.
"Siapa kau anak setan?" Tanya salah satu dari perampok itu.
"Oh, jadi kalian mau tau siapa aku, ya? Baik, baiklah. Akan aku katakan! Dengar baik baik ya" Jawab Tio Buki.
Tiba-tiba terlihat dari tangan pemuda bernama Tio Buki keluar api hijau yang langsung membakar baju keempat perampok. Bersamaan itu pula tubuh keempat perampok langsung bisa digerakkan.
"Hah. Hey, anak setan. Apa yang kau lakukan. Oh tidak, jangan, jangan kau lakukan itu" Keempat orang itu tersentak kaget dan jadi ketakutan setengah mati, nyali mereka jadi ciut ketika melihat ada api ungu keluar dari telapak tangan pemuda yang ada didepan mereka itu.
Lalu keempat perampok itu berlari lari kesana kemari dan berguling guling diatas tanah untuk memadamkan api ungu yang terus membakar pakaian mereka.
"Hua hahaha. Hua hahaha" Terdengar suara tawa Tio Buki menggema ditempat tersebut sembari menunjuk kearah empat perampok yang terus berguling guling diatas tanah. Dia merasa lucu melihat tingkah keempat perampok itu.
"Ampun, ampun, tuan pendekar. Kami, menyerah! Kami taubat!" Ucap mereka para perampok itu.
"Baik, untuk kali ini aku mengampuni nyawa kalian. Tapi kalau aku lihat lagi kalian melakukan kejahatan. Apapun itu. Maka bukan pakaian kalian yang aku bakar. Tapi, aku akan menjadikan tubuh kalian daging bakar. Mengerti dan dengar kalian" Ucap Tio Buki kemudian menghilangkan api yang terus membakar pakaian keempat perampok itu.
"Ka, kami tidak berani laki tuan pendekar. Ka, kami benar benar taubat tuan pendekar" Ucap mereka ketakutan sembari merangkak, terlihat pakaian bawah mereka sudah gosong setengahnya.
"Sekarang enyah dari hadapanku, kalau tidak. Hahaha. Hahaha" Ucap Tio Buki tertawa terbahak bahak, melihat keempat perampok itu merangkak sembari terseok Seok melarikan diri.
Tio Buki kemudian berbalik berjalan kearah kereta kuda yang terbalik itu.
Bersambung ke episode selanjutnya....