NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek

Status: tamat
Genre:Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:133.3k
Nilai: 5
Nama Author: Duri manis

Bagaimana perasaan mu, ketika kau di jual oleh keluarga mu demi beberapa lembar uang?. Bahkan ketika kau tak memiliki siapapun, selain mereka. Sakit bukan?

Itulah yang di alami Rachel, gadis yang dari kecil di adopsi oleh keluarga Darwin dari panti asuhan.

Mereka membesarkan gadis itu di bawah tekanan, dan berbagai macam penderitaan. Yang ada dalam benak mereka, hanyalah kebahagiaan Carene. Gadis yang lahir tak lama setelah Rachel di adopsi.

Keluarga Darwin bahkan tega menjual anak angkatnya itu kepada keluarga Kim James. Demi menutupi skandal yang dibuat oleh Carene dan putra tunggal Kim James.

Di keluarga Kim, Rachel mengalami berbagai macam siksaan dan penderitaan. Bahkan gadis itu hampir meregang nyawa di tangan Ayud Jonathan, laki-laki yang telah menghamili Carene.

Akan kah pada akhirnya Rachel berhasil menemukan kebahagiaan nya?
Atau dia memilih menyerah dan selamanya menjadi orang yang kalah?

Novel ini menceritakan tentang perjuangan berat yang harus dilalui oleh Rachel untuk menemukan kebahagiaan nya.
Beberapa adegan di dalamnya, sukses membuat hati tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duri manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IPK BAB XXXV - Kerja Sama -

Albert mengajak Rachel bertemu di tempat biasa. Laki-laki itu berbesar hati membantu sang pujaan hati menentukan cinta sejati nya. Meski ia begitu mencintai Rachel, namun ia tak akan memaksa gadis itu untuk menyukai nya juga.

Bagi Albert, kebahagiaan gadis itu adalah segalanya. Ia lebih tak rela jika gadis itu bersamanya namun hatinya untuk orang lain. Ia telah berjanji untuk membantu gadis itu, meski itu berarti ia mengabaikan perasaan nya.

Ia menunggu wanita itu di depan Apartemen nya. Apartemen yang di sewa Albert ketika wanita itu belum memiliki tempat tinggal. Ia tersenyum mengingat betapa banyaknya kenangan manis di antara mereka dulu.

15 menit kemudian, wanita itu keluar dari Apartemen nya. Ia nampak sangat cantik dalam balutan terusan merah miliknya. Albert suka berlama-lama menatap wanita cantik itu. Wanita itu melambaikan tangan padanya.

"Hay Al, maaf ya kalau lama. Tadi kelupaan sesuatu makanya balik lagi".

Albert tersenyum dan mulai memasang safety belt nya,

"Iya santai saja lah kalau sama saya. Lagipula saya belum terlalu lama menunggu mu di sini. Bisa kita jalan sekarang?".

Gadis itu mengangguk dan ikut memasang safety belt miliknya juga. Beberapa saat setelah mobil mereka melaju Rachel bertanya,

"Kita mau kemana Al? Tadi di telepon kamu tidak bilang tujuan kita kemana?".

Albert tersenyum dan melirik gadis itu,

"Kamu belum makan kan? Ayo kita ke tempat makan dulu. Kalau perut kenyang semua urusan jadi gampang".

Laki-laki itu nyengir dan Rachel tertawa. Albert selalu bisa membuat nya tertawa meski saat ini hatinya sedang kesal. Rachel melirik Albert yang sedang fokus menyetir,

"Al, maaf ya. Aku sudah berusaha untuk memohon kepada Ayud untuk tak menutup perusahaan mu. Tapi aku malah terlibat pertengkaran dengan nya".

Albert mendesah, lalu menggenggam tangan gadis itu,

"Tidak apa-apa Ra, tadi sebelum kesini pak Ayud sudah menghubungi ku. Rupa nya beliau mengubah keputusan nya dengan cepat. Ini semua berkat kamu Ra, terimakasih ya".

Rachel tersenyum dan bersyukur dalam hatinya. Meski hubungan mereka belum membaik sepenuhnya, tapi setidaknya laki-laki itu sudah memenuhi permintaannya.

Tak lama kemudian, mereka telah tiba di tempat yang ingin mereka datangi. Sebuah Restoran besar yang pemiliknya masih memiliki hubungan darah dengan Albert. Sang pelayan dengan sangat hormat mempersilahkan mereka masuk.

Setelah memesan menu yang mereka inginkan, keduanya tampak bercakap-cakap satu sama lain.

"Al, kamu yakin mau melakukan ini? Aku takut nanti kamu yang akan kecewa. Mungkin sebaiknya kita pikirkan lagi hal ini Al".

Rachel menatap Albert dengan tatapan khawatir. Ia tahu bagaimana sesungguhnya perasaan laki-laki itu terhadap nya. Ia juga tahu pasti sangat berat berada di posisi Albert. Namun lagi-lagi, Albert tersenyum,

"Ra, jangan pikirkan apapun. Fokus saja dengan rencana kita. Bagiku, kebahagiaan mu lebih penting dari apapun. Kamu juga tentu ingin mengetahui bagaimana perasaan pak Ayud padamu kan?".

Albert menggenggam tangan mantan karyawan nya itu dengan hangat. Perasaannya bergetar, namun ia tetap terlihat tenang.

"Nanti aku akan menghubungi Ilman, akan ku suruh di membuat berita tentang aku dan kamu pacaran. Aku harap kamu dapat bekerjasama dengan baik ya Ra, apapun yang terjadi. Kita harus bertahan sampai akhir".

Rachel mengangguk dan menyetujui permintaan pak Albert. Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang. Keduanya makan sambil sesekali melempar senyum. Tak ada yang tahu pasti apa yang sesungguhnya mereka rasakan.

Ayud tampak pucat pasi sambil memegang koran di tangan nya. Tubuh laki-laki jangkung itu gemetar, giginya gemeletuk. Ia mengepalkan tangannya dengan geram,

"Bagaimana bisa gadisku pacaran dengan laki-laki ini. Aku baru bertengkar dengan nya semalam dan dia sudah mengumumkan hal ini?. Benar-benar keterlaluan".

Laki-laki itu merebahkan diri di kursi panjang dekat ruangan nya. Salah satu tangan nya ia letakkan ke atas dahinya. Mulutnya tak henti-hentinya mengucapkan umpatan kasar.

"Mengapa dia begitu tega melakukan ini semua padaku? Bahkan setelah aku sudah melakukan apa yang dia mau? bagaimana bisa Albert s*alan itu yang di pilih nya?".

Seketika laki-laki itu menjadi gusar. Di lemparkan nya semua barang yang tertata rapi di atas mejanya sambil mengumpat. Manager Huang segera masuk ke ruangan majikan nya dengan khawatir.

"Tuan, ada apa? Anda baik-baik saja?".

Ayud mendengus kesal dan menggebrak meja kerjanya dengan kuat,

"Bawa aku ke kantor Albert, sekarang".

Manager Huang mengangguk dengan hormat lalu segera turun untuk menyiapkan mobil bagi majikan nya. Tak lama kemudian Ayud turun dari kantor nya dengan wajah masam. Lalu segera menaiki mobil nya.

Albert tampak duduk di meja kerjanya dengan tenang. Dia yakin sebentar lagi laki-laki itu akan mendatangi nya. Beberapa menit yang lalu, Ayud terdengar sangat marah waktu di telepon. Albert tersenyum melihat reaksi laki-laki itu.

Pintu kantor di buka dengan kasar. Ayud bersama sang Manager langsung menerobos masuk ke ruangan Albert. Tak ada sedikitpun mereka mau mengormati pemilik kantor itu.

Ayud melemparkan koran yang dari tadi di pegang nya ke depan meja Albert. Ia menatap Albert dengan tatapan penuh ancaman,

"Jelaskan apa maksud dari semua ini? Jelas kan sejelas jelas nya karena aku sangat membutuhkan nya sekarang".

Ayud menggerakkan giginya lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar di kursi panjang milik Albert. Albert mengambil koran itu dan mendesah,

"Pak, bukan kah disini sudah di tulis dengan sangat jelas?. Anak pemilik Mayora Enterprise ketahuan pacaran dengan mantan karyawan nya. Apa yang masih tidak anda pahami pak?".

Ayud bangkit dan membentak Albert sambil memegang kerah bajunya,

"Mengapa kamu menjalin hubungan dengan wanita ku? Bukankah aku sudah berbaik hati tidak menutup perusahaan milik mu ini?".

Albert mencoba bersikap tenang, meskipun dalam hatinya tak karuan,

"Pak tenangkan diri anda. Lepaskan dulu tangan bapak ini dari saya. Kita bisa bicarakan ini secara baik-baik".

Ayud menarik nafas kesal, lalu melepaskan tangannya dari kerah baju laki-laki itu. Ia menyilang kan kedua tangan nya ke dada,

"Jelaskan".

Albert bangkit dari kursinya dan berjalan menuju jendela,

"Saya dan Rachel memang sudah pacaran pak. Itu juga karena Rachel mengatakan dia tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun. Apakah saya salah? Kami sama-sama single".

Ayud mengeram marah, menyadari fakta yang baru saja di ucapkan Albert. Dia dan gadis itu tak pernah mengkonfirmasi hubungan mereka. Mereka hanya sedikit berdamai tapi tanpa kejelasan status.

Fakta ini membuat Ayud terpukul telak. Ia meninggalkan kantor Albert dengan wajah merah padam menahan marah. Disisi lain, Albert tersenyum kecut. Ia berharap laki-laki itu segera menyadari perasaan nya yang sesungguhnya.

❤️❤️❤️❤️

Kalau kamu suka novel ini, jangan lupa tekan Like, Follow, Favorit dan komen ya😊😊 Terimakasih 😘😘

1
Ros Konggoasa
Tuan muda yg kejam nisteri yg bodoh n penakut benar2 apes
Ros Konggoasa
Perempuan bofoh npenakut lawan dong
Puang Tau
nopel yg g seru hrusny lanjut ..kita blum tau nasib ayub skran.pokonya nopel yg mengecewakan.
marsya
dah pergi baru sadar dasar laki laki egois
marsya
ohh aku tau knp novel ini kurang peminatnya maaf ya Thor bukan kritik biasanya yg baca suka karakter yg tangguh ga lemah jadi ga slalu di tindas
marsya
karakter cewek nya terlalu lemah
marsya
cerita nya bagus tapi knp sedikit yg baca
marsya
lanjut thor
marsya
semoga cerita nya bagus ya Thor
Ulhysulyati Dachlan Mei
heran dek ank yg d adopsi ko jadi anak tiri🤔🤔🤔
Des Wati
o z*p RT
Susilawati
lanjut dong jangan putus putus ..penasaran jadi y
Susilawati
lanjut dong
nn
kapan bahagianya Rachel, masalah sama penderitaan setia sekali menemaninya.
Dewi Citra
kasian rachel masalah terus blom ama suamibya siayud yg lemah udah suruh cerei aja deh siayud ama rachel
Dewi Citra
ini cowoknya gregetan ga tegas loyo
Yus Rita
kenapa ceritanya kok seponggol" jadi kurang seru gitulah
Susi Lawati
lanjut dong kenapa berhenti LG ..penasaran nih
but
lemah banget jdi laki. kalau cuma nyakitin hati istri ga usah dibawa pulang. sok2n ngmg cinta tp disuruh nikah mau juga. udh nikah juga pasti mentingin nafsu lahm munafik alih2 demi perusahaan.
Susila Wati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!