NovelToon NovelToon
Deburan Gairah Sang Segara

Deburan Gairah Sang Segara

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / CEO Amnesia / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yunita Yanti

✅ Khusus untuk yang cukup umur, masih bau kencur harap mundur dengan teratur!

(Revisi PUEBI)


AKU!
Ku tepuk dadaku jumawa.
Namaku Arkha Waradana.
Tampan, berpengaruh dan punya banyak harta. Uang adalah segalanya bagiku. Apapun bisa kudapatkan dengan uang.

Tapi mengapa aku tidak bisa membeli cinta?
Memangnya berapa harga cinta itu, sampai-sampai aku tidak bisa mendapatkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. #35 Menyembunyikan Kebenaran

"Tujuan kalian apa datang kesini lagi?"

Segara yang merasa curiga kalau kedua asistennya itu sudah mengetahui bahwa dia adalah Arkha langsung bertanya terlebih dahulu mencoba mengalihkan.

"Tujuan kami kesini untuk menjemputmu, Bos!" tanpa basa basi Genta langsung berujar mengatakan tujuan mereka yang sebenarnya datang lagi ke pulau itu.

"Bos? siapa yang kau bilang Bos, Genta?" Segara berpura pura terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Genta.

"Tentu saja anda, Bos Arkha! kami sangat yakin kalau Bos kami belum meninggal, jasad yang kami kubur dan dikira adalah Bos kami oleh semua orang, ternyata itu hanya kebohongan belaka. Kami sudah tahu kalau semua itu adalah rekayasa seseorang!" tegas Genta bercerita.

Segara langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan Genta.

"Kebohongan? rekayasa? apa yang sebenarnya sudah terjadi?" gumam Segara dalam hati. Sejujurnya dia sangat penasaran namun karena ia masih belum ingin membongkar kebenaran tentang dirinya, Segara berusaha bersikap biasa biasa saja.

"Arkha? siapa yang sedang kamu bicarakan, Genta?" kilah Segara berpura pura bingung mendengar semua cerita Genta.

"Anda, Bos! katakan pada kami kalau kau bukan Segara tapi kau adalah Arkha, bos kami!" jawab Genta menegaskan ceritanya.

"Segara, dengarlah! apa kau masih ingat, sebulan yang lalu waktu aku kesini, kau bilang bahwa sudah setahun kau terdampar di pulau ini, walau kau coba menutupinya, tapi aku yakin itulah kebenarannya," tegas Genta lagi namun suaranya kini terdengar datar, ia tidak ingin menuduh namun mencoba menerka.

"Apakah kau merasa pernah hilang ingatan, Segara?" tanya Rendy ikut menimpali.

"Hilang ingatan? Entah omong kosong apa lagi yang sedang kalian bicarakan? aku sama sekali tidak mengerti omongan kalian!" ucap Segara menampik semua pertanyaan Rendy.

"Iya, hilang ingatan! Aku yakin orang orang disini sudah mempengaruhimu dan bercerita kebohongan tentang masa lalumu dan mengatakan bahwa namamu adalah Segara. Mereka pasti sengaja memanfaatkanmu karena mereka tahu kau sedang hilang ingatan!" tuduh Rendy sambil menatap sinis ke arah Segara.

Mendengar kalimat Rendy, Segara langsung merasa gusar, tentunya tuduhan tidak benar itu ditujukan kepada Mutiara dan Pak Imran, karena hanya mereka yang tahu kalau dirinya mengalami amnesia.

"Jangan sembarangan bicara kamu, Rendy! Pak Imran dan Mutiara bukan orang seperti itu!" Segara yang sedang tersulut amarahnya tanpa sadar langsung berdiri dan mencengkram kerah jaket yang dikenakan Rendy dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya mengepal ingin meninju wajah Rendy.

"Hentikan, Segara!" pekik Genta.

"Kau sangat marah saat Rendy bilang kau hilang ingatan!. Itu artinya kau memang benar benar hilang ingatan!" sambung Genta lagi yang membuat Segara tersadar lalu melepaskan cengkraman tangannya dari leher Rendy.

"Maaf, aku tidak ada waktu meladeni cerita omong kosong kalian! Aku permisi! pekerjaanku masih banyak!" ingin segera mengalihkan, Segara langsung membalikkan badannya hendak meninggalkan Genta dan Rendy disana.

"Tunggu, Segara! aku ingin menunjukkan sesuatu padamu!" Genta menahan pundak Segara agar tidak pergi dari tempat itu.

"Lihat ini! kalau kau benar benar hilang ingatan, setelah kau melihat foto foto ini kau pasti akan ingat kembali semuanya, Segara!" seru Genta sambil mengeluarkan beberapa lembar foto dari saku jaketnya dan ditunjukkan pada Segara.

Segara memperhatikan foto foto itu, ada foto Livina dan juga Mama Yuna disana. Hati Segara langsung terenyuh melihat foto itu, wajah dua orang yang sangat dirindukannya terlihat disana.

"Ah... aku tidak kenal siapa orang ini! kalian hanya buang buang waktuku saja!" kembali Segara berkilah sambil melemparkan dua foto itu ke arah Genta.

"Ok, Ok, kau boleh tidak mengingat orang orang di foto itu, tapi kalau aku bilang bahwa Mamamu sedang sakit parah dan sedang di rawat di rumah sakit sekarang, apa kau juga tidak ingin mengingatnya, Segara?" ketus Genta. Dia sangat yakin setelah dipojokkan seperti itu Segara pasti akan mengakui kalau sebenarnya ia sedang hilang ingatan.

"Kau bilang apa, Genta? Mama Yuna sedang sakit?" kata kata itu terlontar begitu saja dari mulut Segara. Mendengar berita bahwa Mamanya sedang sakit parah, Segara sudah tidak mampu lagi menyembunyikan kebenaran tentang dirinya, dia sangat khawatir dengan keadaan Mama Yuna.

"Bos Arkha!" Rendy dan Genta berteriak bersamaan dan langsung berhambur memeluk Segara. Sesaat suasana haru menyelimuti tiga orang yang sudah terpisah selama lebih dari setahun lamanya itu.

"Bos, kami tidak pernah menyangka akan menemukanmu di pulau terpencil ini!" seru Genta dengan air mata yang tidak disadari menetes di ujung matanya.

Arkha dan Rendy juga menundukkan kepalanya, ketiga pria itu merasakan keharuan yang sama.

Ketiganya lalu kembali duduk di bangkunya masing masing.

"Katakan, apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Arkha, dia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran tentang dirinya kepada dua asistennya itu.

"Awalnya kami semua mengira bahwa anda sudah tewas saat kapal itu meledak, tapi setelah saya bertemu dengan anda disini sebulan yang lalu, saya sangat yakin bahwa Anda adalah Arkha, Bos kami!" Genta kembali bercerita.

"setelah saya kembali ke kota, saya dan Rendy langsung menyelidiki semuanya, Bos! dan akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa jasad yang ditemukan setelah kejadian itu bukanlah Anda, tapi jasad orang lain, namun semua orang mengira itu adalah anda, Bos," terang Genta.

"Tolong ceritakan kepada kami kenapa anda bisa ada di pulau ini, Bos!" pinta Rendy.

Arkha lalu menceritakan semua kejadian saat ia terdampar di pulau itu dan hilang ingatan. Ia juga menceritakan bagaimana akhirnya dia bisa menikah dengan Mutiara di sana sampai ingatannya sudah kembali saat ini.

"Jujur, dari awal kejadian itu saya sangat yakin kalau anda masih hidup, Bos! tapi sayangnya Pak Alfin sudah merekayasa sebuah cerita bohong. Dia sudah membeli sesosok mayat tak dikenal dari kamar mayat dan meyakinkan kepada semua orang bahwa itu adalah jasad Anda, Bos!"

Genta dan Rendy mulai menceritakan semua hal yang terjadi setelah kejadian di kapal Arkha malam itu.

"Alfin...! dasar pengkhianat!" dengus Arkha, ia menjadi sangat marah ketika mendengar semua cerita dari dua asistenya itu.

"Lalu bagaimana dengan Livina?' tanya Arkha kemudian dengan suara bergetar menahan amarahnya.

Genta dan Rendy hanya saling menatap saat mendengar pertanyaan Arkha tentang istrinya itu.

"Nyonya Livina, dia.... dia...." jawab Rendy terbata.

"Cepat katakan, Rendy. Apa yang terjadi dengan Livina!" tanya Arkha lagi penuh nada menginterogasi.

"Anda sudah mempunyai seorang putri dari Nyonya Livina, Bos," jawab Rendy sambil menghela nafasnya pelan.

"Apa, putri? benarkah? jadi saat aku menghilang Livina tengah mengandung anakku," Arkha mengusap wajahnya, ia kembali teringat saat malam dimana ia memaksakan kehendaknya dan mengambil kegadisan LIvina.

"Iya, Bos!" Saat ini putri anda baru berusia 5 bulan, tapi......?" Rendy tidak sanggup menyambung ceritanya.

"Tapi apa, Rendy. Katakan!" seru Arkha, dia sangat penasaran.

"Saat ini Nyonya Livina sudah menikah dengan Pak Alfin, Bos!" jawab Rendy sambil menundukkan wajahnya, ia sangat takut Arkha akan marah besar setelah mendengar berita itu.

1
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Simply Yunita: Terima kasih, Kakak 🙏🙏
total 1 replies
norhayati kalil
bisa dilanjutkan watak² yg lain. apa pengakhirannya.
Simply Yunita: baca juga bonus part sampai akhir yuk Kak...
semua tokoh akan nemu jodohnya sendiri 😍😍🙏
total 1 replies
Sri Agustin
kasih nama Samudra
Simply Yunita: Ada nama lain tak kalah keren kok Kak...
yuk lanjut dibaca lagi, nanti ketemu kok jawabannya 👍💜💜🙏
total 1 replies
Irzah Irsyad Zahriyah
kok ceritaanya jadi gini thor, knp arkha di buat nika lgi sama livina, terus itu genta knp mau nikahin mutiara , haddeh.... pingin eg lanjut baca ni 😢
Simply Yunita: terima kasih sudah mengikuti kisah ini ya Kak...
yuk lanjut baca lagi, karena konflik yang ini justru akan membuat kelanjutannya makin seru 😍😍🙏
total 1 replies
Ersa
Luar biasa
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
Simply Yunita: Terima kasih banyak sudah menyimak cerita ini sampai tamat tanpa skip Kakak..

salam sejahtera dr Author 🙏
silakan follow
FB : Yunita Yanti
IG : ini_yunita
dan ikuti terus karya2 author lainnya 🙏🙏
total 1 replies
mama yuhu
awas saling jatuh cinta...una n dila
mama yuhu
awasss...saking jatuh cinta untuk n dila
mama yuhu: salah ketik 😁😁🙏🙏
total 1 replies
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
mama yuhu
astaga
mama yuhu
lanjut
mama yuhu
wawancara.. bisa di jadikan saksi
mama yuhu
orang suruh livina?
mama yuhu
kasian mama yuna dong d tinggal?😥😥
mama yuhu
kalau denger kisahnya apakah ara masih mau bersama arka?
mama yuhu
tenang arka.....mama yuna n ara 1 paket
mama yuhu
nahhhh...coba dr dulu kau lakukan mematahkan matai li Inara.. pasti.semua akan segera terselesaikan masalahmu arka
mama yuhu
masih untung kalau hanya d penjara..lah kl.kau d bunuh
mama yuhu
semoga segera bertemu arka sebelum livina mendahului
mama yuhu
wawww. mama yuna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!