NovelToon NovelToon
REUNILOVE

REUNILOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laode Insan & Sungkono Pastra

Sebelum baca, like, kasih gift, komentar dan vote ya.😉

Reuni seharusnya jadi ajang silaturahim, tapi tidak bagi Novan dan Haris. Mereka ikut reuni untuk menjawab tantangan Andre musuh bebuyutannya sejak SMP, yaitu syarat hadir Reuni harus membawa pacar, dan bukan bohongan. Sialnya, tantangan itu datang ketika Novan baru saja putus, sedangkan Haris masih juga jomblo.

Novan dan Haris tidak ingin kalah. Berbagai cara dilakukan, mulai dari mencari di dunia maya instagram, facebook, tiktok, twitter, bahkan sampai ikut kelas motivasi, tapi selalu saja gagal.

Apakah Novan dan Haris berhasil dapat pacar dan bisa datang ke acara Reuni sekaligus mengalahkan Andre? Baca kisah seru dan kocak mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laode Insan & Sungkono Pastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Sakit Gigi vs Sakit Hati

Sejak kemarin mengalami masa sial karena merasa tertipu sang motivator, hari ini, Haris malas untuk keluar rumah. Ia hanya sibuk lanjut mengerjakan skripsi meskipun tidak tenang.

“Lumayan juga, bisa cicil kerjakan. Daripada teringat motivator tidak jelas gitu,” pikir Haris. Ia bersantai sejenak meregangkan badan.

Siang ini Haris betah di rumah, apalagi ia kedatangan tamu yaitu om dan tantenya yang datang menjenguk. Mereka melepas rindu karena sudah agak lama Haris tidak datang berkunjung ke rumah om dan tantenya.

Tapi kunjungan itu tidak lama karena om Edi ada keperluan lain.

“Om pamit dulu Ris, tidak bisa lama karena jam dua siang ini ada acara teman om. Jaga diri baik-baik ya,” jelasnya dan langsung pamit pada Haris dan Novan. Haris mencium tangan om dan tantenya. Ia mengantar sampai teras dan menunggu mobil om dan tantenya berlalu pergi.

Setelah itu Haris kembali masuk ke dalam. Suasana rumah kontrakan Novan kembali tenang setelah sebelumnya sempat ramai karena Om dan Tante Haris datang menjenguk melihat kondisi Haris yang jadi anak kos. Ia cukup terhibur dan senang karena diantarkan makanan buatan tantenya.

Berbagai nasehat dan saran kembali disampaikan oleh om dan tante Haris. Semua nasehat itu didengar oleh Haris tanpa banyak protes. Novan juga ikut mendengarkan. Bahkan Om dan tante Haris seringkali memuji dan meminta Haris untuk belajar banyak dari Novan tentang bagaimana ia mandiri dan berusaha mulai berbisnis.

 “Ayo makan bareng Van, lo harus coba makanan buatan tante gue, enak,” ajak Haris sembari membuka dan menyiapkan hidangan yang diantar oleh om dan tantenya.

 “Boleh juga nih, gue udah lapar,” sahut Novan.

Keduanya makan dengan lahap gulai ikan sampai habis. Mereka sangat menikmati, termasuk Novan, hingga selesai makan dan kekenyangan. Hanya bisa duduk santai di sofa ruang tengah. Perlahan rasa nyaman dan kenyang membuat keduanya mengantuk.

Suasana kota Jakarta yang sedang cuaca cerah dan panas, membuat Haris dan Novan masih ingin bersantai di dalam rumah, malas untuk keluar. Apalagi bayang-bayang kejadian kemarin dengan motivator masih terbayang.

Seharian Haris dan Novan hanya menghabiskan waktu di rumah. Haris lanjut mengerjakan skripsi, begitu juga Novan mengerjakan skripsi dan urusan bisnisnya. Mereka melupakan sejenak urusan reuni dan cari pacar, meski dalam hati mereka resah karena waktu tinggal seminggu lebih.

Hingga malam mereka masih tidak berencana untuk keluar rumah. Di dalam kamarnya, Haris bangun dari tempat tidur dan memandang lesu saat melihat ke dinding. Ia hampiri salah satu sisi dinding kamarnya. Tampaklah papan tulis warna putih. Di papan tersebut tertulis dengan huruf besar: Tahap HUNTING PACAR : 1. cari di FB, IG, Tiktok dan Twitter. Tahap 2: bantuan psikolog. 3 ikut pelatihan Motivator Cinta & Hipnosis. Tahap 1 pada tulisan di papan itu telah dicoret.

Perlahan Haris melangkah mendekati papan tulis itu. Ia lalu mengambil spidol warna merah dan mulai mencoret tulisan pada Tahap 2: Bantuan psikolog dan Tahap 3: Ikut Motivator Cinta. Kini semua tulisan itu ketiga tahapnya telah dicoret. Berasa putus asa karena semua cara itu juga belum berhasil. Sementara untuk meminta bantuan teman lain sebagai mak comblang juga ia merasa gengsi.

Haris memandangi tulisan tersebut agak lama, seakan sedang berpikir dan meresapi kembali keampuhan dari tahap-tahap yang telah ia tulis. Ketiga tahapan pada misi yang mereka rencanakan telah terbukti gagal dan belum berhasil membantu mereka berdua keluar dari persoalan. Sementara itu bayangan waktu reuni yang kian dekat, dan kekalahan dari Andre makin terasa hampir jadi kenyataan.

“Masak harus kalah dari Andre? Beta tidak mau kalah. Harus menang,” ucapnya lirih bicara sendiri.

Haris menarik nafas panjang. Ia jadi merasa kurang bersemangat dan lesu. Ditaruhnya spidol itu ke tempatnya semula dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

“Ris, Lu nggak makan malam?” tanya Novan dari ruang tengah tempatnya duduk. Ia sedang sibuk bermain laptop, membereskan sedikit pekerjaan kantornya yang tertunda. Dari dalam kamarnya yang terbuka pintunya, Haris masih rebahan malas di kasur, menjawab lesu Novan yang bertanya dari ruang tengah.

“Tidak Van. Beta malam ini tidak nafsu makan,” jawab Haris sekenanya di tempat tidur dan mulai baring tengkurap lalu menutupkan bantal di atas kepalanya.

Belum berhasil mendapatkan kekasih, jadi beban pikirannya. Padahal tadi siang om dan tantenya sudah mengingatkan untuk konsentrasi dengan kuliahnya yang tinggal mengerjakan skripsi dan mulai mengincar pekerjaan apa yang cocok jika nanti telah lulus. Nasehat tentang masa depan itu agak terhalang oleh beban pikirannya yang ingin melepaskan kejombloan. Bahkan bukan hanya pacar, tapi juga ingin sekaligus jadi calon istri. Tapi semua itu belum menjadi kenyataan.

Novan tidak melanjutkan panggilannya. Ia mengerti jika Haris sedang patah semangat. Ia menaruh laptopnya dan meraih nasi goreng yang baru saja dianterin abang penjualnya yang sedang lewat depan rumah kontrakan.

“Makan dulu Ris. Biarpun soal asmara kita lagi buntu, tapi harus makan. Ntar kalau lo sakit siapa yang urus? Pacar juga belum punya. Kan makin repot,” ucap Novan agak keras agar terdengar Haris di kamarnya, sembari ia mulai membuka bungkus nasi gorengnya. Novan mulai melahap makanannya.

Mendengar itu, semangat Haris bukannya bangkit, tapi makin tidak karuan. Ditutup erat kepalanya dengan bantal dan tidak ingin mendengar apapun. Sedangkan Novan mulai menyantap hidangan nasi goreng untuk makan malamnya saat ini.

Suasana rumah kembali tenang dan sepi, hanya sesekali terdengar suara televisi. Di luar pun juga terasa tenang malam ini. Tidak seperti di rumah area pinggir jalanan umum yang selalu ramai, di rumah kontrakan ini terasa tenang. Jalan komplek depan rumah juga hanya sesekali dilalui kendaraan.

Keadaan yang tenang di rumah kontrakan Novan juga hampir sama dengan rumah sebelah yang menjadi tempat tinggal pak Mali,.

Tetapi suasana di halaman yang tenang agak berbeda dengan kondisi di dalam rumah Pak Mali. Saat ini ia sedang duduk di ruang tamu, memegangi pipinya karena sakit gigi.

“Aduuuuhh ... ini gigi sakit banget sih,” rintih pak Mali kesakitan. Pipinya sudah ditempel koyok tapi giginya masih tetap sakit.

Dari ruang tengah, muncul Senja yang datang membawakan obat dan segelas air putih. Diberikan air dan obat itu untuk ayahnya.

“Ini minum dulu obatnya. Makanya beh, jangan makan yang manis-manis terus. Tuh giginya sakit lagi kan,” nasehat Senja pada ayahnya.

Pak Mali mengambil obat itu dan segera meminumnya.

“Oya, Senja mau keluar sebentar ke minimarket ya. Perlengkapan mandi dan sabun habis, sama sekalian mau kembalikan bukunya Gita. Tadi udah telepon dan janjian,” jelasnya sambil mengambil kembali gelas minum ayahnya dan ditaruh di atas meja dekatnya.

Pak Mali hanya lihat sejenak jam dinding menunjukan pukul tujuh kurang sepuluh menit.

“Hahan hama hama,” ucap pak Mali masih dengan mulut agak tertutup karena sakit gigi.

Senja yang saja akan ke kamarnya untuk bersiap jadi terhenti dan kaget.

“Apa beh?” tanya Senja karena belum mengerti maksud ayahnya.

“Hahan hama hama,” jelas pak Mali mengulangi tapi ia kembali kesakitan dan merintih, rasa sakit giginya kembali nyunyut. Ia sempat melihat dongkol sama Senja karena belum juga mengerti maksudnya.

Senja tampak berpikir sejenak.

“Jangan lama-lama,” ucap pak Mali lebih jelas agak memaksakan karena rasa nyutnya sedang reda.

 “Oooh, itu maksudnya,” jelas Senja dan tertawa. “Iya, Senja ingat, sebelum jam sembilan sudah harus di rumah,” jelas Senja dan tersenyum melihat ayahnya yang hanya dongkol tapi juga kesakitan memegang pipinya.

“Tapi babeh inget lho, jangan makan yang manis-manis lagi, biar giginya nggak sakit, ngerti?” tegas Senja memandang serius pada ayahnya yang masih memegangi pipinya sambil menahan sakit.

Ayahnya hanya mengangguk dan sedikit agak sewot karena sakit gigi. Senja mencium tangan ayahnya dan berlalu pergi.

“Oya, itu Sheila anak kos yang sebelah kamarmu sudah pulang belum? Berapa hari ini kok ayah nggak lihat. Jangan-jangan dia nggak betah ya? Apa digangguin sama anak madesur sebelah? haduh haduh,” seru Pak Mali agak tidak jelas bicaranya seperti pita kusut karena kesakitan giginya. Ia masih memaksakan bicara meski sempat kembali menahan sakit yang mendera giginya.

“Ih babeh, makanya jangan banyak bicara dulu. Masih sakit gigi malah ngurusin orang lain. Lagian tuh si neng Sheila emang lagi ada kerjaan di luar. Dia kan kerja SPG, lagi banyak pameran, jadi banyak jobnya. Beberapa hari lalu sempat bilang ke Senja. Makanya nggak pulang,” jelas Senja

“Ohh hihuu ... Ya udah, hahan hama-hama,” sahut pak Mali kembali bicara tidak jelas karena menahan sakit gigi yang terasa lagi. Tapi Senja sudah mengerti maksudnya.

“Iya, . Kalau udah selesai langsung balik kok, ini juga nggak lama,” sahut Senja memakai helm dan menutup pintu ruang tamunya.

Pak Mali kembali mulai sedikit teriak-teriak tidak jelas karena menahan sakit giginya yang datang-datangan dan makin menjadi.

“Aduuuhh, aduuuh, hebih baik hakit hati haripada hahit hihi,” keluh pak Mali kembali bicara tidak jelas dan merintih kesakitan. Ia langsung mengambil dua koyok sekaligus dan langsung ditempel lagi di pipi kiri bagian bawah.

@      @      @

1
Amidah Anhar
Lanjut di sini sja BaB nya seru bacanya...
Anggi
🤣🤣
Anggi
cucok cyyn 🤣
Novi Nur S
nasib buruk menghampiri Novan sm Haris... kasihan...😁
Khalisah Rochman
nama tokoh cewekx semua berawalan huruf S... Santi, Senja, Sheila
Khalisah Rochman
saudaraku sdh byk n temenku sdh byk, aq butuh pacaaarrrrr.... 🤣🤣🤣🤣🤣
Khalisah Rochman
kacian..... 😔
Khalisah Rochman
😂😂😂😂 lucu thor.... mghibur
Khalisah Rochman
keluar mulut harimau, msuk mulut buaya 😂😂😂😂
Khalisah Rochman
🤣🤣🤣🤣🤣
Khalisah Rochman
😂😂😂😂
Basuki Rahmat
next
HaleJhope94
kasian banget nasip Lho Bang,,, udah berjuang,..eh jadinya mala sama orang lain😢

pokoknya semangat mencari yang baru💪
Cerita Ode: Seperti hidup, penuh perjuangan 😁
total 1 replies
HaleJhope94
Banyak ngoceh shi Lo Bang🤣🤣🤣😁
bawaanya Bukan romantis tetapi bosan dgr😁
Cerita Ode: Novan bawel sih, bukannya nikmati momen.
total 1 replies
HaleJhope94
Novan Kayaknya Fans berat sama pak Mali.. sedikit"
Dasar Madesur 😁
Cerita Ode: Madesur emang tuh 😁
total 1 replies
HaleJhope94
Lanjut...
HaleJhope94
Pak Mali:mata keranjang
Si Ibunya:Mata Emas😁..
upss,, mata duitan dah
Cerita Ode: Usil pak Mali, akhirnya kena emak2 lemparan kacangnya 🤣
total 1 replies
HaleJhope94
Ya ampun, sudah tua jga msh aja cari jodoh😁😁😁🤣
Cerita Ode: itu namanya Oma oma gaul 🤣
total 1 replies
Danish Aazh
novan haris🤣🤣🤣
Cerita Ode: Duo keren ya 🤣🤣
total 1 replies
HaleJhope94
Lanjut....
Cerita Ode: siip 👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!