NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6: Cincin berlian

Waktu: 09:15 AM

Jalanan Soho, London

Stella bersin untuk ketiga kalinya. Kemeja kebesaran dan rompi tipis staf kebersihan ini sama sekali tidak bisa menghalau hawa dingin yang mulai membuat bibirnya membiru.

Ia terus berjalan cepat menyusuri trotoar di kawasan Soho yang sibuk, berusaha tidak menabrak pejalan kaki lain yang menatapnya dengan pandangan aneh karena ia berjalan tanpa sepatu.

"Kalau kau terus bersin seperti itu, kau akan mati karena pneumonia sebelum sempat membalas dendam pada saudari tirimu," komentar Vix yang melayang di samping kepalanya.

Tentu saja, pejalan kaki lain tidak melihat rubah putih menyebalkan itu.

"Tutup mulutmu dan bantu aku mencari toko perhiasan terdekat, Vix," desis Stella pelan sambil pura-pura merapatkan kerahnya.

"Kau bilang tubuh ini punya satu barang berharga yang terbawa, kan?"

"Tentu saja. Periksa saku kiri celana gombrong mu itu."

Stella merogoh saku celana bahan yang ia pakai. Jari-jarinya yang membeku menyentuh sebuah benda kecil yang keras. Ia menariknya keluar dan menatap benda itu dengan mata terbelalak.

Itu adalah sebuah cincin berlian. Batu permata di tengahnya berukuran cukup besar, berkilau memantulkan cahaya kelabu kota London. Stella mengingat-ingat.

Ya, ini adalah cincin pertunangan mendiang ibu kandung Stella yang selalu ia pakai di jari telunjuknya. Semalam, saat pakaian aslinya dilepas paksa oleh orang suruhan saudari tirinya, cincin ini rupanya luput dari pandangan mereka.

Tadi, sebelum ia memakai celana pelayan hotel ini, Stella sempat melepaskan cincin itu dari jarinya karena takut tergelincir jatuh, dan menyimpannya di saku.

"Kita bisa menggadaikan ini," ucap Stella pelan.

Ada rasa bersalah menyelinap di dadanya karena harus menjual barang peninggalan ibu kandungnya, tapi ia tidak punya pilihan.

Ia butuh uang untuk membeli pakaian layak, ponsel murah, dan ongkos taksi menuju safe house apartemen rahasia yang dibeli Stella asli tanpa sepengetahuan keluarganya.

[ Ding! ]

[ Misi Terbuka: Amankan Modal Awal. ]

[ MISI: Jual cincin tersebut dengan harga tidak kurang dari 15.000 Poundsterling di toko gadai terdekat. ]

[ Hadiah: 50 Poin Bertahan Hidup & 1 Set Pakaian Hangat Kasual. ]

[ Hukuman Gagal: Cincin dicuri oleh preman jalanan, Reputasi -10, dan kau akan tidur di pinggir jalan malam ini. ]

Stella membaca layar biru holografik yang muncul di depannya. "15.000 Poundsterling? Aku bahkan tidak tahu apakah berlian ini asli atau tidak!"

"Ini berlian berpotongan emerald murni, Host. Harganya di pasaran bisa mencapai 25.000 Poundsterling. Jika kau membiarkan pemilik toko gadai menipumu dengan harga murah, maka kau memang pantas tidur bersama tikus jalanan malam ini," cemooh Vix sambil membersihkan cakarnya.

Stella menarik napas panjang. "Baiklah. Arahkan aku ke toko gadai paling masuk akal di area ini."

Sepuluh menit kemudian, dengan arahan sistem navigasi dari Vix, Stella berdiri di depan sebuah toko barang antik merangkap tempat pegadaian yang terlihat suram.

Papan namanya berbunyi 'Olden Relics & Pawn'. Lonceng kuningan di atas pintu bergemerincing pelan saat Stella mendorongnya masuk.

Hawa hangat dari pemanas ruangan menyambutnya, bau debu dan kayu tua mengalahkan bau jalanan London.

Seorang pria paruh baya dengan kacamata berlensa tebal menatapnya dari balik konter kaca. Tatapan pria itu langsung tertuju pada penampilan berantakan Stella –pakaian pelayan kebesaran, rambut diikat asal, tanpa makeup, dan tanpa alas kaki.

"Kami tidak memberikan sumbangan, Nona," ucap pria itu dengan logat Inggris yang kental, nadanya meremehkan. "Pintu keluarnya ada di belakangmu."

Alih-alih merasa terhina, Stella menegakkan punggungnya. Ia melangkah maju dengan keanggunan seorang aristokrat, sebuah sisa dari kehidupannya yang lalu di mana ia terbiasa menghadapi negosiasi bisnis yang alot.

Aura yang dipancarkannya begitu berbeda dengan penampilannya yang gembel.

Aroma White Tea & Peony yang menenangkan menyerbak di udara, membuat pria tua itu sedikit terkesiap dan tanpa sadar memperbaiki posisi duduknya.

Stella melepaskan topi visor hitamnya, meletakkannya di atas konter kaca, lalu meletakkan cincin berlian itu di sebelahnya.

Denting pelan logam yang beradu dengan kaca terdengar sangat jernih di ruangan sunyi itu.

"Aku bukan pengemis. Aku membawa bisnis," ucap Stella dengan suara tenang, namun penuh tekanan yang memaksa pria itu untuk mendengarkan.

"Berlian berpotongan emerald, 3.5 karat, kualitas VVS1, dengan band platinum murni. Tidak ada cacat. Aku butuh uang tunai, sekarang juga."

Mata pria di balik konter itu terbelalak lebar melihat kilauan berlian tersebut. Ia buru-buru mengambil kaca pembesar dari sakunya dan memeriksa cincin itu dengan tangan sedikit gemetar.

"I-ini... ini barang curian, bukan?" tuduhnya, mencoba mencari alasan untuk menekan harga.

"Gadis sepertimu tidak mungkin memiliki barang semahal ini. Aku hanya akan membayarmu 5.000 Poundsterling. Itu pun sudah bagus aku tidak melaporkanmu ke polisi."

Stella tertawa pelan. Tawa yang sangat dingin dan meremehkan, sukses membuat bulu kuduk pria itu meremang.

"Dengar, Tuan," Stella mencondongkan tubuhnya ke depan, kedua tangannya bertumpu di atas konter kaca.

Mata monolidnya menatap tajam langsung ke bola mata pria itu. "Kau dan aku sama-sama tahu bahwa berlian itu bernilai setidaknya 25.000 Poundsterling di pelelangan resmi. Jangan mengancamku dengan polisi, karena jika polisi datang, mereka juga akan memeriksa brankas belakangmu yang penuh dengan jam tangan selundupan dari Eropa Timur itu."

Stella sebenarnya hanya menebak asal berdasarkan informasi acak yang pernah ia baca tentang toko gadai ilegal, namun Vix yang melayang di sebelahnya bersiul kagum.

Bingo. Wajah pria itu pucat pasi. Tebakan Stella rupanya tepat sasaran.

"Dua puluh ribu Poundsterling," suara Stella tidak memberinya ruang untuk membantah.

"Tunai. Sepuluh ribu di tangan, sepuluh ribu sisanya transfer ke rekening anonim yang akan kuberikan. Setuju, atau aku berjalan keluar sekarang juga dan menjualnya ke sainganmu di seberang jalan."

Pria itu menelan ludah kasar. Keserakahan mengalahkan kewaspadaannya. "T-tujuh belas ribu lima ratus. Itu harga maksimal yang bisa kuberikan untuk barang tanpa surat."

"Deal." Stella tersenyum tipis, sebuah senyuman mematikan yang menandai kemenangan pertamanya di dunia ini.

[ Ding! ]

[ Misi Selesai: Amankan Modal Awal. ]

[ Evaluasi: Negosiasi yang luar biasa agresif, Host. Kau memiliki bakat menjadi penipu ulung. ]

[ Hadiah: 50 Poin Bertahan Hidup ditambahkan. Hadiah tambahan: Paket Pakaian Hangat akan dikirimkan ke lokasi aman terdekat. ]

Setelah menerima tumpukan uang tunai yang dimasukkan ke dalam amplop cokelat tebal dan memastikan sisanya ditransfer ke rekening rahasia milik tubuh aslinya, Stella melangkah keluar dari toko gadai tersebut.

Langkah pertamanya sudah selesai. Ia memiliki uang. Ia selamat dari kematian dan skandal.

Kini, dengan uang di tangannya, ia memanggil sebuah taksi hitam khas London yang lewat.

Begitu ia duduk di jok kulit yang nyaman dan menyebutkan alamat apartemen rahasianya kepada supir, Stella menyandarkan kepalanya ke kaca jendela yang berembun.

"Kau melakukannya dengan baik hari ini, Host," puji Vix, rubah kecil itu melingkar di atas pangkuan Stella dan menutup matanya.

"Tapi jangan bersenang-senang dulu. Saudari tirimu pasti sudah menyadari bahwa rencananya gagal. Begitu kau muncul kembali ke publik, perang sesungguhnya akan pecah."

Stella menatap pantulan dirinya di kaca jendela yang buram oleh hujan. "Biarkan dia datang. Aku akan membuat mereka semua membayar lunas setiap tetes air mata yang dikeluarkan oleh Stella Rosewood yang asli."

Termasuk memastikan bahwa nama Rosewood akan kembali menjadi penguasa, dan bukan lagi mainan yang bisa diinjak-injak, bahkan oleh seorang Neo Hayes Blake sekalipun.

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!