NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah

​Lin Tian melirik ayahnya. Lin Xiao hanya kembali merebahkan diri di atas ranjang jerami, menarik selimut loak yang menutupi tubuhnya, lalu memejamkan mata seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Urus sendiri, Tian'er. Anggap ini batu asahan pertamamu,"

gumam Lin Xiao tanpa membuka mata. Bau arak kembali keluar dari tubuhnya, menyembunyikan aura kultivator hebat yang tadi sempat bangkit.

​Lin Tian tersenyum tipis. "Dimengerti, Ayah."

​Dengan gerakan cepat, Lin Tian menyambar sehelai kain bersih untuk mengelap cairan hitam berbau busuk yang keluar dari pori-pori kulitnya akibat pembersihan sumsum tulang tadi. Begitu selesai, dia melangkah menuju pintu kayu gubuknya yang reot.

​DUAAAARR

​Belum sempat tangan Lin Tian menyentuh gagang pintu, pintu tersebut sudah ditendang kasar dari luar hingga engselnya hampir lepas.

​Tiga orang remaja melangkah masuk dengan angkuh. Di depan mereka berdiri Gu Chen, mengenakan jubah sutra abu-abu yang tampak mewah untuk ukuran desa terpencil. Wajahnya yang tirus dipenuhi ekspresi meremehkan. Di belakangnya, dua anteknya yang merupakan pemuda desa setempat langsung menutup hidung mereka.

​"Ughh! Bau apa ini? Mengapa busuk sekali? Seperti bau bangkai tikus!"

seru salah satu antek Gu Chen sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan hidungnya.

​Gu Chen tidak memedulikan bau itu. Matanya yang tajam langsung mengedar ke seluruh penjuru gubuk yang sempit, lalu tertuju pada Lin Tian. Alis Gu Chen bertaut saat menyadari ada sesuatu yang berbeda dari penampilan Lin Tian malam ini. Kulit remaja lemah itu tampak lebih bersih, dan matanya tidak lagi sayu melainkan jernih dan tajam.

​Namun, Gu Chen segera membuang pikiran itu. Di matanya, Lin Tian selamanya hanyalah seonggok sampah yang tidak bisa berkultivasi.

​"Lin Tian! Di mana harta karunnya?" tanya Gu Chen ketus, nadanya penuh pemaksaan.

"Tadi aku dan anak buahku melihat cahaya emas membubung tinggi dari arah gubukmu. Jangan coba-coba berbohong! Sampah seperti kalian tidak mungkin bisa memicu fenomena alam seperti itu. Pasti ada harta karun kuno atau obat spiritual tingkat tinggi yang jatuh dari langit ke gubuk ini!"

​Lin Tian berdiri tegak dengan tenang. Di dalam tubuhnya, pusaran Dantian di Level 3 Pengumpulan Qi berputar perlahan, siap meledak kapan saja. Namun, dia menekan auranya dengan rapat menggunakan teknik dasar penyembunyian napas yang dia pahami secara insting setelah fisiknya bangkit.

​"Tuan Muda Gu, Anda pasti salah lihat," jawab Lin Tian datar, wajahnya tanpa ekspresi.

"Tidak ada harta karun di sini. Cahaya yang Anda maksud mungkin hanya pantulan petir atau ilusi malam. Gubuk kami hanya berisi barang rongsokan dan arak murah."

​"Salah lihat? Kamu pikir mataku buta? HAH!" Gu Chen mendengus geram. Dia melangkah maju, melepaskan tekanan energi dari tubuhnya.

​Wush!

​Aura Ranah Pengumpulan Qi Level 4 mengalir keluar dari tubuh Gu Chen, menciptakan angin kecil yang membuat debu di lantai beterbangan. Bagi orang biasa di desa, tekanan ini sudah cukup membuat mereka berlutut ketakutan.

​"Lin Tian, aku beri kamu satu kesempatan terakhir."

"Serahkan harta itu, atau aku akan menggeledah gubuk ini dan mematahkan kaki kirimu!" ancam Gu Chen sambil mengepalkan tinjunya yang mulai dialiri sedikit Qi fana.

​Melihat keangkuhan Gu Chen, sebersit kilatan dingin melintas di mata Lin Tian. Di masa lalu, dia selalu mengalah dan menahan diri karena fisiknya yang lemah. Namun sekarang, segel tubuhnya telah terbuka. Mengapa dia harus takut pada seekor katak di dalam sumur?

​Level 4 Pengumpulan Qi?

​Meskipun kultivasi Lin Tian saat ini berada di Puncak Level 3, kualitas Qi yang dimilikinya berasal dari Batu Roh Esensi Murni dan dimurnikan oleh Fisik Suci Yang Terbalik. Dari segi kemurnian dan kepadatan, Qi milik Lin Tian jauh melampaui Qi fana milik Gu Chen yang kotor dan tipis!

​"Bagaimana jika aku katakan... memang tidak ada apa-apa di sini?" ucap Lin Tian, nadanya kini beralih menjadi dingin dan menantang.

​Gu Chen tertegun sejenak. Dia tidak menyangka si pengecut Lin Tian berani berbicara seperti itu padanya. Rasa bersalah dan terhina langsung membakar emosinya.

​"Bocah cacat, kamu benar benar mencari mati!"

​Gu Chen berteriak murka. Dia melangkah maju dengan cepat, tangan kanannya membentuk cakar dan mengarah langsung ke pundak Lin Tian. Ini adalah teknik bela diri tingkat rendah klan kepala desa: Cakar Macan Angin.

​Di mata kedua anteknya, gerakan Gu Chen sangat cepat dan mematikan. Mereka sudah tersenyum sinis, membayangkan Lin Tian akan menjerit kesakitan dengan tulang pundak yang retak.

​Namun, di mata Lin Tian, gerakan Gu Chen terasa sangat lambat. Berkat kebangkitan fisiknya, indra penglihatan dan refleks tubuh Lin Tian telah meningkat ribuan kali lipat.

​Tepat saat cakar Gu Chen hampir menyentuh pakaiannya, Lin Tian sedikit memiringkan tubuhnya ke kiri. Gerakannya sangat halus, membuat cakar Gu Chen hanya mengenai angin kosong.

​"APA?!" Gu Chen terkejut saat serangannya meleset.

​Belum sempat Gu Chen menarik kembali tangannya, Lin Tian sudah mengepalkan tangan kanannya. Energi spiritual murni di dalam Dantiannya mengalir deras menuju lengannya, membuat tinju Lin Tian bergetar samar memancarkan aura keemasan yang tersembunyi.

​Pukulan Penghancur Batu!

​Tanpa teknik bela diri yang rumit, hanya mengandalkan kekuatan fisik murni dan kepadatan Qi, Lin Tian menghantamkan tinjunya lurus ke arah perut Gu Chen yang terbuka lebar.

​BOOM!

​Suara hantaman tumpul bergema keras di dalam gubuk.

​"Ughaaak!"

​Mata Gu Chen membelalak lebar, wajahnya langsung memucat seketika. Dia merasakan seolah-olah perutnya dihantam oleh godam besi seberat seribu kati. Energi murni yang sangat ganas menembus pertahanan Qi miliknya, mengoyak jalur energinya dari dalam.

​BRUAAAK!

​Tubuh Gu Chen melesat mundur dengan cepat, menabrak pintu gubuk hingga hancur berkeping-keping, lalu terlempar keluar dan berguling di atas tanah berlumpur di halaman. Dia memegangi perutnya sambil memuntahkan seteguk darah segar, wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya yang mendalam.

​Suasana di dalam dan luar gubuk mendadak menjadi sunyi senyap. Dua antek Gu Chen berdiri mematung di tempat, rahang mereka hampir jatuh ke lantai melihat pemandangan mengerikan di depan mata mereka.

​Seorang jenius Level 4 Pengumpulan Qi... dikalahkan dalam satu pukulan oleh si cacat desa?

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!