NovelToon NovelToon
Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:466.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jiwati

Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan, cukup sewajarnya saja agar saat orang itu menghianatimu duniamu tidak ikut hancur

Ataukah? jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain, agar saat orang itu pergi kebahagiaanmu tidak ikut pergi juga

Hanum Anggraini dan Adnan Wijaya, pernikahan mereka berjalan harmonis selama 3 tahun ini walalupun pernikahan mereka terjadi karena perjodohan

Hingga rasa cinta pun akhirnya tumbuh dihati keduanya

Hingga suatu ketika Adnan datang membawa mantan pacarnya masuk dikehidupan rumah tangga mereka atas dasar rasa kemanusiaan

Apakah yang harus Hanum lakukan? Apakah ia memilih pergi mencari kebahagiannya yang lain, ataukah bertahan demi rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Jam telah menunjukkan pukul 11 malam, tiba tiba saja Adnan terbangun dari tidurnya. Melihat sang Istri yang masih tertidur lelap disampingnya membuat hati Adnan kembali berdesir, rasanya tak akan pernah puas melihat pemandangan ini

"Kok malah haus yah aku" gumam Adnan merasakan kerongkonganny terasa kering, Adnan pun mengecup kening Hanum cukup lama kemudian turun dari ranjangnya dengan pelan karena tidak ingin menimbulkan suara yang dapat membangunkan Hanum nantinya

Didapur Adnan dapat menghabiskan segelas air hanya dengan beberapa kali tegukan, saat ia hendak kembali kekamarnya tiba tiba ia melihat ada Vanessa yang keluar dari kamarnya

"Kamu mau kemana malam malam begini?" tanya Adnan memindai penampilan Vanessa dari atas hingga bawah

"Eh Mas Adnan" kaget Vanessa mendengar suara Adnan dari arah samping

"Oh aku mau beli sate Mas, tiba tiba aja aku kepengen banget makan sate" ucap Vanessa

"Malem malem gini?" tanya Adnan mengerutkan keningnya

"Iya Mas, kayaknya aku lagi ngidam deh" jawab Vanessa agak sungkan

"Kamu ngidam? pengennya bayi?" tanya Adnan yang masih belum mengerti seratus persen

"Ya iya lah Mas, dimana mana kalau ngidam itu ya pengennya bayi. Ada ada aja Mas Adnan ini" kata Vanessa geleng geleng kepala

"Yaudah kalau gitu kamu tunggu dirumah aja, biar aku yang beliin kamu sate" ucap Adnan karena merasa tak tega melihat Vanessa yang tengah hamil harus berkeliaran ditengah dinginnya malam

"Eh nggak usah Mas, nanti aku malah ngerepotin dong" tolak Vanessa

"Nggak papa, aku kasihan kalau lihat kamu harus keluar malem malem" ucap Adnan yang kemudian berjalan menuju tempatnya biasa menggantung kunci mobilnya

"Beneran nggak papa nih Mas?" tanya Vanessa menghentikan langkah kaki Adnan membuat Adnan pun langsung berbalik

"Nggak papa, kamu tunggu aja dirumah jangan keluar. Nggak bagus udara malam malam buat ibu hamil" jawab Adnan kemudian berbalik arah dan berjalan kembali

Ada perasaan menghangat dalam hati Vanessa, sebagai seorang wanita terlebih lagi yang tengah hamil seperti dirinya saat ini tentu saja perhatian seorang suami sangat sangat diperlukan

Adnan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang terbilang pelan sembari ia terus celingak celinguk mencari penjual sate yang masih buka. Melihat perut Vanessa yang sudah membuncit tadi membuat Adnan langsung membayangkan jika nanti Hanum hamil, pasti dia juga akan mengalami fase ngidam yang akan membuatnya harus terjaga dan siap siaga melayani permintaanya nanti. Hah...anggap saja saat ini ia sedang belajar menjadi suami siaga

"Eh, itu ada yang jualan sate" kaget Adnan saat baru saja ia melewati penjual sate, akhirnya Adnan pun memutar balikkan arah mobilnya

..............

"Kamu kok disini?" kaget Adnan saat tiba tiba saja ia melihat Vanessa yang duduk memainkan ponselnya di sofa ruang tamu

"Eh, kan aku nungguin Mas" jawab Vanessa yang juga ikut terkejut

"Maksudnya kenapa nggak nunggu dikamar aja?" heran Adnan

"Em, bosen juga Mas seharian dikamar terus" jawab Vanessa

"Oh, yaudah ini satenya" kata Adnan sembari menyodorkan kantong keresek berisi sate yang diinginkan Vanessa

"Makasih Mas" jawab Vanessa sembari menerima sate yang disodorkan Adnan kemudian membukanya

"Loh, kok banyak banget Mas?" kaget Vanessa saat melihat ada dua bungkusan sate

"Aku pikir orang ngidam makannya banyak, makanya aku beliin kamu dua porsi" jawab Adnan mengerutkan keningnya

"Kamu salah Mas, orang ngidam itu makannya cuma buat ngilangin rasa pengennya doang" ucap Vanessa

"Terus ini kebanyakan dong, Mas mau?" tawar Vanessa

"Buat kamu aja" tolak Adnan

"Ya aku juga nggak bakalan abis dong Mas" ucap Vanessa

"Kan kalau aku buang sayang juga makanannya" lanjutnya lagi membuat Adnan langsung diam berfikir

"Yaudah" akhirnya Adnan pun menyetujuinya, lagi pula ia juga tidak ingin menimbulkan jejak karena bisa bisa Hanum akan salah paham nantinya

"Yaudah sini" kata Vanessa mempersilahkan Adnan untuk duduk, Adnan pun duduk disebelah Vanessa namun berlainan kursi

Adnan dan Vanessa mulai menyantap satenya dalam keadaan diam tanpa ada pembicaraan yang menemani mereka

"Aku sudah selesai" kata Adnan kemudian beranjak berdiri dari kursinya

"Oh iya, aku sama Hanum mau pulang kerumah orang tua Hanum. Tapi belum tau kapan, mungkin dalam waktu dekat ini jadi aku harap kamu nggak keberatan kalau ditinggal sendiri atau kamu bisa tinggal dulu sama Mama untuk sementara waktu" kata Adnan yang kebetulan langsung mengingat jika Mertuanya ingin ia dan Hanum segera pulang

"Oh, iya Mas nggak papa. Aku juga ngerti kok" jawab Vanessa yang berusaha untuk tetap tersenyum

"Oke kalau gitu" balas Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju kamar meninggalkan Vanessa yang masih duduk disofa

Vanessa menghela nafas panjang sembari melihat punggung Adnan yang kian menjauh saja darinya

..............

Pagi pagi sekali Hanum harus membuatkan sarapan seperti biasanya karena hari ini sudah hari senin lagi, itu artinya Suaminya akan berangkat bekerja

"Loh, kamu ngapain van?" tanya Hanum saat melihat Vanessa tengah berdiri didepan kompor

"Eh Hanum, aku lagi masak nasi goreng buat kita sarapan" jawab Vanessa yang pada awalnya sedikit terkejut

"Kenapa nggak nungguin aku aja? biar aku yang bikinin sarapan?" tanya Hanum

"Ya aku nggak enak dong num kalau akunya nggak ngapa ngapain" jawab Vanessa sembari mengaduk aduk nasi gorengnya

"Kan kamu lagi hamil?" kekeh Hanum

"Ya justru karena aku lagi hami aku nggak bisa males malesan dong" jawab Vanessa menyunggingkan senyumnya

Kini ketiganya tengah duduk dikursi dengan menikmati nasi goreng buatan Vanessa, tentu saja Adnan dapat mengenali rasa masakan buatan Istrinya yang terasa lain dengan nasi goreng yang dimakannya kali ini

Huek...huekk...tiba tiba saja Vanessa merasakan mual, perutnya terasa diaduk aduk

"Maaf maaf" sesal Vanessa yang langsung berdiri dari kursinya dan sedikit berlari menuju wastafle

"Vanessa kenapa?" panik Adnan yang juga langsung ikutan berdiri, tanpa menjawab Hanum pun langsung berlari kearah Vanessa

Huek....huekk...Vanessa terus memuntahkan cairan beningnya sementara Hanum dan Adnan tampak memijat mijat tengkuk Vanessa

"Maaf, aku jadi bikin nafsu makan kalian hilang yah" ucap Vanessa sembari membasuh mulutnya dengan air

"Kamu nggak papa? apa kita musti kerumah sakit?" tanya Adnan yang tampak panik, mendegar pertanyaan Adnan membuat Vanessa dan Hanum langsung menatapnya

"Vanessa mual karena hamil Mas, bukan karena sakit" ucap Hanum menjawab pertanyaan Suaminya

"Iya, ini normal kok untuk wanita hamil" sahut Vanessa yang ikut menimpali

"Oh, maaf maaf kan aku nggak tau" ucap Adnan nampak kikuk dan malu dengan kebodohannya

"Yaudah kalau gitu aku berangkat dulu" kata Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju maja makan untuk mengambil tasnya, Hanum pun langsung mengikuti suaminya

"Hati hati dijalan yah" ucap Hanum memberikan semangat

"Iya" jawab Adnan tersenyum manis kemudian mengecup puncuk kepala Hanum cukup lama

Melihat pemandangan menyakitkan mata dan hatinya membuat Vanessa langsung memejamkan matanya tak kuasa terus menerus melihat hal menyakitkan tersebut

"Van, aku anterin Mas Adnan kedepan dulu yah" ucap Hanum tersenyum manis pada Vanessa seakan akan mengkodenya jika Adnan hanyalah miliknya seorang

"Iya" jawab Vanessa menyunggingkan senyum terpaksanya

Hanum dan Adnan berjalan beriringan meninggalkan Vanessa sendirian, bahkan untuk sekedar berpamitan dengan Vanessa saja tidak Adnan lakukan demi menjaga hati Hanum

1
Shantieka
Hanum masih aja dibegoin. pinter banyak Napa num
Reta Anggraeni
kokk ak bingung Ama cerita nya rumit banget hidup hanum
Sri Wahyuni
knp s adnan hrs tdur sm s vanesa kan blm boleh krn s vanesa hmil ank cwi lain haram hukum y walau sdh jd istri
Sri Wahyuni
awal az bgus crta ..tmbah ksini crta y bkin mumet dah ga mood lgi 00
Sri Wahyuni
ni crta jd nyertain s tyo skrng
FitriMuji
Seru
Sri Wahyuni
ggal nikah sm s anton deh
Sri Wahyuni
ko s adnan pnggil syang skrng
Sri Wahyuni
bagus vanes apapun alasan km jg istri y punya hak yg sm s hanum terllu serakah jg lbay
Sri Wahyuni
seorang lelaki d haram kan menggauli wanita yg hamil d luar nikah apalg ank yg d kndung itu ank dri cwo lain ..walau itu suami y sndri knp ga tunggu lahiran dlu pun hrs d isbat lg
Sri Wahyuni
yg nma y salaman walau sm orang lain ga salah dan ga ada yg larang apalg sm suami sndri d sini s hanun trllu dramatisir lebaay
Ammar Boy
sama vanesssa...jgan2 it anaknya anton...heheh
Ammar Boy
dasar laki2 mw enaknya aj...udah berkhianat g mw cerai sm yg pertama..dak do'ain kesamber petir km..gedek aku
Ammar Boy
bagus
Arin
pngin mampir tpi liat komenn sprtny peran cwenya lemah...klo lemah bacnya jdi ngga smngt🤭
DewiDewi
bego bgt kamu hanum
DewiDewi
good job hanum👍👍👍
DewiDewi
good job hanum👍👍
DewiDewi
panggilannya entar mama entar tante
Jumi Atun
RT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!