Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditolak
Setelah 2 jam an mereka berkumpul,kini sudah saatnya Khula untuk pulang.
-Pak Ustadz sayang,Khula abis ini ke sana.
Pesan terkirim.
"Teman2 maaf aku pulang dulu."Pamit Khula.
"Cepet amat..."Amira sedih.
"Iya maaf ya."Khula merasa tak enak hati.
"Nggak papa kok,aku tahu Ayah Raka gimana."Ucap Anbiya.
"Bukan cuma Ayah Raka,tapi Ustadz Khalid..."batin Khula.
"Kamu pulang sama siapa?"tanya Darren,Ricky langsung menatap tajam Darren.
"Aku udah di jemput,yaudah duluan ya,Assalamualaikum."Khula pergi.
"Waalaikumsalam..."semua menjawab kecuali Ezra dan Vian,mereka non muslim.
Khula berlari menghampiri tempat Khalid tadi mengawasi nya,tapi ternyata tidak ada.
"Lah pak Ustadz kemana?"Khula kebingungan.
"Assalamualaikum."Khalid tiba2 berada di samping Khula membawa dua cup ice cream.
"Waalaikumsalam,pak Ustadz kirain kemana."Khula terlihat senang.
"Ini buat kamu."Khalid memberikan dua cup ice cream pada Khula.
"Makasih pak Ustadz,kok belinya dua buat aku semua?pak Ustadz nggak mau?"tanya Khula.
"Suapi aku."pinta Khalid.
"Iya iya...sini..."Khula menyuapi Khalid ice cream rasa Vanila.
Khalid tersenyum,Khula juga.
"Sini Habibati aku suapin juga."Khalid menyuapi Khula ice cream.
"Ih pak Ustadz belepotan."
Khalid membersihkan ice cream yang belepotan di mulut Khula.
___
Di pesantren An-Naba.
Ustadz Bilal datang menemui Abi Qasim.
"ada apa tujuan kamu kemari Bilal?"tanya Abi Qasim.
"Afwan pak Kyai,saya punya niat baik sama anak anak sampean Naina."Ustadz Bilal mengatakan hal ini tanpa ragu.
"Dengan Naina?saya menerima saja,saya tahu kamu bagaimana,tapi keputusan sebenarnya ada di tangan Naina."
"Saya mengerti pak Kyai."Bilal terus menunduk.
"Saya akan memberi tahu Naina dulu,besok saya akan memberi tahu kamu jawabannya."
"terima kasih pak Kyai."
Malam hari nya,Abi Qasim menelfon Naina,sebelum memberi tahu Naina,Abi Qasim terlebih dahulu memberi tahu istrinya Umi Ratna.
"Assalamualaikum Naina..."
"Waalaikumsalam,ada apa Abi?"tanya Naina.
"Ada yang berniat baik dengan kamu,apa kamu mau?"jelas Abi Qasim.
Raut wajah Naina langsung berubah,ini baru 1 bulan setelah kematian suaminya,Naina tidak ada niatan untuk menikah.
"Siapa?"tanya Naina.
"Ustadz Bilal."jawab Abi Qasim.
"Maafkan Naina sebelumnya Abi,Naina tidak bisa,Naina tidak ada niatan menikah dekat2 ini,suami Naina baru aja meninggal."Naina menolak.
"Iya Abi tahu,oleh karena itu Abi bertanya dulu pada kamu,ini hidupmu,Abi tidak bisa terlalu ikut campur."
"Terima kasih Abi."Naina senang mendengar penuturan Abinya.
"Besok akan Abi sampaikan pada Ustad Bilal."
Keesokannya,Abi Qasim memberi tahu Ustadz Bilal jawaban Naina,Ustadz Bilal nampak kecewa tapi dia tak bisa memaksa Naina untuk menjadi istrinya.
"Saya yakin,Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih baik."Abi Qasim menepuk2 pundak Ustadz Bilal.
"Iya pak Kyai,terima masih."
di sisi lain,Arwan sudah bersiap untuk rencananya selanjutnya.
"Tinggal kita tunggu saja Qasim tanggal mainnya."
__
Pagi hari,Umi Ratna berencana pergi ke pasar di antar oleh salah satu santriwati.
Saat sedang mencari apa yang ingin Umi Ratna beli,Umi Ratna merasa ada yang mengawasinya.
Umi Ratna mencari tahu,pria asing memakai kacamata dan masker sedang mengawasinya.
Umi Ratna bergegas menyelesaikan belanjanya,dengan cepat menuju santriwati yang sedang menunggunya.
Namun belum sampai,Umi Ratna di hadang oleh seorang pria asing yang tadi mengawasinya.
"Siapa kamu?ada apa dengan saya?"tanya Umi Ratna.
Arwan membuka masker dan kacamata nya.
Umi Ratna terkejut melihat siapa di hadapannya,yang pernah membuat suaminya hampir terbunuh.
"A-Arwan?"
"Kamu masih mengenaliku?aku kira kamu melupakan ku Ratna."Arwan tersenyum smirk.
Umi Ratna mundur pelan2 menjauhi Arwan.
"Kamu jangan takut Ratna,aku tidak akan menganggu mu,aku hanya ingin memberi tahu satu hal,suami mu akan benar2 pergi setelah ini,yang dulu gagal,sekarang tidak akan."Setelah Arwan mengucapkan itu dia pergi.
Umi Ratna langsung ketakutan,khawatir dengan suaminya.
kepala Umi Ratna tiba2 pusing dan Umi Ratna pingsan,orang2 yang melihat itu langsung menolong Umi Ratna.
Umi Ratna di bawa pulang ke pesantren dengan bantuan warga.
"Terima kasih."Ucap Abi Qasim,terlihat wajahnya khawatir.
Setelah di periksa oleh dokter untung saja Umi Ratna baik2 saja,hanya terlalu banyak pikiran dan kelelahan membuatnya pingsan.
tak lama kemudian Umi Ratna bangun,Umi Ratna langsung memeluk suaminya Abi Qasim.
"Jangan tinggalkan aku!"Umi Ratna langsung memeluk Abi Qasim.
"Apa yang kamu katakan?aku disini."Abi Qasim membalas pelukan istrinya.
"Tadi aku bertemu dengan Arwan,dia mengatakan akan melakukan sesuatu dengan mu."Umi Ratna menangis.
"Tolong jangan menangis,aku akan baik2 saja,dan tolong jangan ceritakan hal ini pada kedua anak kita,aku tidak ingin membuat mereka berdua khawatir."Ucap Abi Qasim memeluk Umi Ratna erat.
"T-tolong jangan tinggalkan aku,hiks..."Umi Ratna terus menangis.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu."Abi Qasim terus memeluk istrinya yang sangat khawatir pada dirinya ini.
Di rumah ayah Raka.
Ayah Raka dan Bunda Syafirah sedang tidak ada,Ayah Raka ada urusan di luar kota membuatnya harus menginap.
Khalid,Khula,dan Ridwan bertiga berada di rumah.
Sekarang mereka bertiga sedang menonton televisi bersama,kecuali Ridwan fokus pada ponselnya dia sedang menghafal Al-Quran lewat Al-Quran digital.
"Bagus Ridwan."puji Khalid.
Ridwan tersenyum sekilas dan melanjutkan bacaannya,Ridwan sudah hapal 25 juz,tinggal 5 juz lagi,membuat Ridwan sangat bersemangat untuk melengkapi hafalannya.
Khula diam,fokus pada tontonannya menyenderkan kepalanya pada bahu Khalid.
Khalid mengusap2 kepala Khula,yang sedang tidak berbalut jilbab ini.
Hati Khalid tiba2 merasa tidak tenang dengan Abi nya.
Khula menyadari ekspresi Khalid mencemaskan sesuatu.
"Pak Ustadz khawatir apa?Abi Qasim sama Umi Ratna?coba telfon aja."
Khalid menelfon kedua orang tuanya,di telfon Abi Qasim dan Umi Ratna bersikap seolah baik2 saja padahal kedua sedang cemas yang luar biasa.
apalagi Abi Qasim yang merasa dia akan segera meninggalkan keluarga nya ini.
"jangan cemas,Abi dan Umi baik2 saja."Ucap Abi Qasim di telfon.
Khalid sedikit tenang mendengarkan penuturan Abi Qasim.
"Jaga istri kamu baik2 ya."pesan Abi Qasim.
"Abi mengatakan hal seperti ini lagi..."membuat Khalid makin cemas.
"Kan memang kewajiban kamu menjaga istri kamu dengan baik,dan tanggung jawab pesantren seperti yang Abi dulu katakan jika Abi tidak ada kamu yang menggantikan Abi,dan juga jaga Umi dan mbak kamu baik2."Ucap Abi Qasim.
"Khalid tahu Abi..."Khalid merasa makin cemas,mendengar pesan Abinya ini.
Khula menenangkan Khalid,mengusap wajah Khalid lembut,mata Khalid memerah,ingin menangis saja rasanya.
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.