NovelToon NovelToon
Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam / Pembunuhan / Chicklit
Popularitas:169.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Sejati

Apa jadinya, jika jiwamu tersesat dalam tubuh orang lain?

Aurora Elena Keyson, seorang gadis yang memiliki paras bak Dewi, sifat yang dingin dan tak tersentuh.
Memiliki banyak rahasi, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.


Ferelina Marselana Prayaga, seorang gadis yang cantik, imut, dan mimiliki sifat yang bar-bar.
Memiliki sejuta kesedihan, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.



Pembalasan dendam mungkin akan terjadi. Mengingatkan sebanyak apa perlakuan yang di berikan. Dan semua drama akan berakhir di tangan nya.

Dalam cerita ini, akan ada kisah percintaan, keluarga, pernyataan, dan masa lalu.



Ini hanya kisah fiksi, menceritakan, jiwa yang tertukar. Namun hanya satu yang selamat.


Inilah Kisah Transmigrasi.


___
WARNING.
~Masih Banyak Tulisan yang salah.
~Adegan Yang Kasar.
~Perkataan Yang Kasar.

So, ikuti yang baiknya aja.

___
Jangan lupa tinggalkan jejak. Jejak kalianlah yang buat Author bertahan sampai sekarang.

Thanks buat semuanya.




CERITA INI TIDAK DI LANJUTKAN UNTUK SEMENTARA. ADA KEMUNGKINAN JUGA CERITA INI AKAN DI PINDAHKAN, ATAU AKAN TETAP DI SINI.





BELUM DI REVISI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Lima

"Jadi begini, si bos di godain sama tante-tante yang genit di perempatan pas lampu merah." Kata Arya dengan memelankan suaranya, tetapi masih bisa di dengar oleh Abi dan Lukas.

"Sial." Batin Abi.

"Terus, Lukas marah, karena salah paham sama Abi. Lukas kira, Abi punya selingkuhan." Kata Arya lagi dengan ekspresi yang di buat-buat.

"Oh." Tanggap Eli, lalu menatap tajam pada Abi dan Lukas.

"Kenapa tidak bilang dari awal?" Tanya Eli.

Abi dan Lukas hanya diam, tidak berniat untuk menjawabnya. Eli memperhatikan mereka dengan ekspresi yang tidak bisa di baca.

"Gue tahu, kalian berbohong. Akan ku cari tahu sendiri nanti." Batin Eli.

"Lukas cemburu?" Tanya Anggun tiba-tiba.

Semua menatap Eli dan Lukas bergantian, membuat keduanya risih.

"Kalian pacaran?" Tanya Cakra.

"Gak!" Jawab Eli dan Lukas kompak.

"Tapi kok lo kayak cemburu sih sama Eli, pas tahu Abi selingkuh." Tanya Cakra.

"Gue gak selingkuh." Kata Abi dengan penekanan.

"Yayayah." Kata Anggun dan Cakra bersama.

"Cie, samaan nih ye...." Goda Panji.

"Dia yang ikutin." Kata Anggun dengan sinis.

"Dih, lo kali." Balas Cakra.

"Lah, lo yah!" Sewot Anggun.

"DIAM!" Teriak Ferni dan Panji bersama.

"Cie, kompak nih ye...." Goda Anggun dan Cakra bersama.

Ferni dan Panji saling tatap dengan malas.

"Salah?" Tanya Ferni.

"Yah, tidak." Jawab Cakra.

"Kalian pacaran?" Tanya Anggun.

"Tidak." Jawab Ferni dan Panji kompak.

"Terus apa? Tunangan? Suami istri?" Tanya Anggun lagi.

Panji menatap Anggun dengan malas, "Dia adik gue. Salah kalau kompak-kompakan?" Kata Panji.

"Hah?" Bingung semua orang yang berada di ruangan itu.

"Dia adik sepupu gue." Jelas Panji.

"Ya ampun, kenapa gak bilang?" Tanya Anggun heboh.

"Harus banget kah?" Tanya Ferni dengan nada malas nya.

"Yah, gak juga sih." Jawab Anggun dengan tangan menggaruk belakang lehernya yang tiba-tiba saja gatal.

"Eh, tadi tuh gimana? Lukas pacaran sama Eli?" Tanya Cakra.

"Tidak." Jawab Lukas dengan datar.

"Terus?" Tanya Ferni.

"Dia adik gue." Jawab Lukas dengan senyum tipis nya, yang hanya bisa di lihat oleh Eli.

"Aku merindukanmu sebagai Elena." Batin Eli dengan sedih.

"Maksudnya?" Tanya bang Davin.

"Dia adik gue." Jelas Lukas lagi.

"Dari?" Tanya bang Devin.

Lukas diam, menatap Eli dengan delam. "Dia adik perempuan gue satu-satunya di keluarga Keyson." Batin Lukas.

"Gue udah anggap dia seperti adik sendiri." Jawab Lukas, kemudian berlalu begitu saja dari ruangan tersebut.

"Oh." Kata Anggun, Cakra, Panji dan bang Devin, dengan kepala yang di angguk-anggukan. Selesai itu, mereka kembali dengan kesibukan masing-masing.

Dert.... Dert.... Dert...

Eli segera mengambil hpnya yang berada di saku seragamnya.

Halo Nona.

M.

Saya mengirim email ke Anda.

Terimakasih.

Tut....Tut....Tut....

Panggilan berakhir dengan Eli yang memutuskannya. Eli mengotak-atik hp nya, kemudian membaca pesan yang baru saja di kirim oleh seseorang.

"Menyenangkan." Batin Eli dengan senyum tipisnya.

"Aku akan mencari tahu tentang mu." Batin seseorang membuat Eli tersenyum sinis.

...----------------...

"Aku sangat merindukanmu." Kata Lukas dengan lirih. Matanya menatap layar ponsel, yang melihat kan dua gambar anak kecil, dengan jenis kelamin dan umur yang berbeda. Jari jempolnya mengelus wajah cantik milik anak perempuan yang sedang memeluk kakak laki-lakinya. Foto itu adalah, Elena dan Lukas.

"Bang." Panggil Eli dengan lembut, tangannya memegang pundak Lukas yang bergetar.

Lukas menghapus air mata yang sempat jatuh dengan deras tadi, lalu menatap Eli yang memasang senyum hangatnya.

"Ada apa?" Tanya Lukas.

Eli duduk di samping Lukas, tangannya di lipat dengan mata yang memandang Lukas ke depan.

"Tidak. Aku hanya ingin di sini." Jawab Eli, lalu membalikan wajah nya agar bisa menatap Lukas yang diam dengan seperti patung.

"Apa kamu sudah beta berada di sini?" Tanya Lukas.

Eli memasang senyum manisnya, lalu kembali menatap ke arah depan. "Entahlah." Jawab Eli dengan jujur. Dia juga bingung dengan situasi saat ini semua kehidupannya berbeda.

"Apa kau tidak niat untuk kembali?" Tanya Lukas, tangannya terulur mengelus puncak kepala Eli.

"Aku mau, tapi tidak bisa. ini bukan raga ku." Kata Eli dengan lirihan di akhirnya kalimatnya. Lirihan itu seperti tidak terdengar, tapi telinga Lukas sangat tajam.

Lukas diam, tangannya pun tidak bergerak lagi. Hanya diam di atas kepala Eli itu.

Pluk.

Lukas memeluk Eli dengan erat, seperti tidak ingin di lepaskan. Eli membalas pelukan Lukas tak kalah eratnya, tangisan yang di tahannya seketika pecah saat itu juga, air mata terus mengalir, isak kan yang terdengar membuat hati terluka.

"Bang, aku harus gimana?" Tanya Eli dengan isak kan yang terus terdengar, membuat Lukas semakin memeluk nya dengan erat.

"Sudah. Ikhlaskan saja." Kata Lukas yang berusaha menenangkan Eli.

Dua puluh menit mereka berpelukan, tidak Ada pergerakan dari Eli, membuat Lukas khawatir.

"Dek." Panggil Lukas, lalu melihat wajah damai milik Eli.

"Tidur ternyata." Kata Lukas lalu tersenyum manis.

Lukas mengambil hpnya, lalu menelpon seseorang.

Lima menit, mobil di belakang sekolah AR.

Siap Tuan.

Tut.... Tut.... Tut....

Panggilan terputus dengan Lukas yang mematikan nya terlebih dahulu.

"Abang janji, akan jagain kamu." Kata Lukas, lalu mencium puncak kepala Eli dengan sayang.

Lukas menggendong Eli, lalu membawahnya ke arah jalan rahasia. Jalan ini hanya di ketahui oleh Eli dan inti Clouts.

"Saya antar atau Tuan sendiri yang membawanya?" Tanya seorang pria berbadan tetapi, dengan pakaian berwarna hitam.

"Bawa adik saya ke apartment milik Abi." Suruh Lukas saat sudah memasukan Eli kedalam mobil.

"Siap Tuan." Kata pria tadi lalu masuk kedalam mobil.

Saat mobil sudah tidak terlihat lagi, Lukas kembali menelpon seseorang.

M.

Adik gue jalan ke apartment lo.

Oke.

Tunggu.

Apa?

Cepat selesaikan.

Tut.... Tut.... Tut....

Sebelum ada balasan dari pihak sebrang, Lukas terlebih dahulu mematikannya. Kakinya kembali memasuki area sekolah.

...----------------...

"Mau kemana?" Tanya Arya pada Abi yang hendak pergi.

"Pulang." Jawab Abi singkat, lalu melangkahkan kakinya dengan terburu-buru.

"Bisa gawat, kalau bu bos tahu sebum waktunya ." Kata Andre tiba-tiba saat Abi sudah hilang dari pandangan mereka.

"Kita harus jaga dia, tapi jangan sampai ketahuan." Kata Zidan yang ikut membahas ibu bos mereka.

"Benar." Jawab Arya dan Andre kompak.

"Untung tadi lo buat alasannya bagus." Puji Andre membuat Arya sombong.

"Tapi Eli pintar. Dia tahu lo hanya alasan." Kata Zidan yang seketika membuat kesombongan Arya punah.

"Bener juga. Bu bos itu pintar dalam melihat keadaan dan susah di tebak." Kata Andre yang mengingat-ingat karakter ibu bos nya.

"Oke. Kita akan pantau sih guguk juga." Kata Arya, dan Andre kompak, dengan kepala yang di angguk-anggukan.

"Kali ini gue setuju." Kata Zidan, lalu mereka bertiga tos ala-ala cowok.

Bersambung....

1
Isabel Hartono
kpn mau dibls dendamnya
Isabel Hartono
lanjut
Ra dhiraemon
Hai Kk Aku Mampir Nih
Ťitiñ
up lagi dong pliss🙏😭
Susi Soamole
lanjut
Shitaa
thor naha teu up wae
Narti @@@@😁
terlalu banyak yg tdk penting😩
Narti @@@@😁
apa susahnya sih tulis namanya biar tidak pusing bacanya,biar mudah dimengerti jg jln ceritanya😥😩
Fe Pabi
Arya sama Ferni saja.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Arya ini tidak bisa berpikir dewasa kah?
Alvan Rafardhan
kesalahpahaman yang konyol
Alvan Rafardhan
Eli keknya cuma dijadiin pelarian Abi nggak sih, bisa aja Abi udah punya pacar yg di sebut "dia" dan malah menjadikan Eli untuk dimanfaatkan? maybe...dan sebelumnya maaf itu hanya teori yg sempat terlintas di otak saya🙏
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni kayaknya cocok sama Arya.
Fe Pabi
cinta segi berapa ini?
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni semangat......
Fe Pabi
Cinta segi tiga.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat!
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat thor.
Fe Pabi
Seat selalu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!