NovelToon NovelToon
YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:408
Nilai: 5
Nama Author: Bunga_Persik98

Ye Ning, putri sah Menteri Sayap Kiri, hanya ingin membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan kekayaan, dan membawa kemakmuran bagi keluarganya. Namun semua menjadi berantakan ketika Tuan Muda Bai datang dan mengacaukan rencananya. Di saat yang sama, Putra Mahkota Li Yan, pria yang dahulu menolak perjodohan dengannya, tiba-tiba berkata bahwa ia akan menceraikan istrinya.

Di antara ambisi, cinta, dan pengkhianatan, Ye Ning harus memilih: tetap menjadi wanita pebisnis yang bebas atau terjerat dalam permainan politik yang mengancam keselamatan keluarganya.

Mampukah Ye Ning melindungi orang-orang yang dicintainya ketika dua pria paling berpengaruh di kekaisaran mulai menginginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga_Persik98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 : HARI KELIMA BELAS

Zhilan tepat berdiri di depan gerbang istana yang tertutup, para penjaga yang mengetahui keberadaanya langsung menunduk hormat dan membuka pintu tanpa banyak bicara. Zhilan melangkah masuk dengan percaya diri seperti sudah terbiasa.

Suasananya cukup sepi tidak seperti biasanya, namun Zhilan tidak begitu peduli. Ia langsung menuju kamar dalam dan melihat Kasim Gu sedang menunggu di luar, melihatnya Kasim Gu memberikan salam dan mempersilahkannya untuk masuk.

  Zhilan mengucapkan terima kasih dan langsung masuk, dalam pandangannya ruangan tersebut cukup besar dan megah dengan berbagai ornamen megah. Terdengar suara pria batuk berat, di balik tirai ranjang megah berwarna emas dan berukir naga itu.

Tanpa memberikan salam, Zhilan menyibakkan tirai dan melihat seorang pria duduk dengan wajah pucat. Zhilan memberikan botol kecil padanya, dan pria itu langsung meminumnya tanpa curiga.

  "uhuk... uhuk... kau datang terlalu pagi di hari kelima belas" Ucap pria itu yang kini raut wajahnya terlihat lebih baik.

  Mendengarnya Zhilan tersenyum, dan memapah pria itu untuk berdiri dan duduk di kursi empuk.

  "Maafkan hamba, jika Yang Mulia harus menderita sedikit karena harus menunggu obatnya sesuai jam" Ujar Zhilan.

  Pria itu adalah Kaisar Yuanzhong, yang tersenyum pada Zhilan dan mengatakan itu tidak masalah. Kemudian ia batuk darah, membuat Zhilan sedikit panik dan mengambil sapu tangan untuk mengelap sudut bibir Kaisar.

  "Zhen tidak menyangka, bahwa kau sendiri yang mengantarkan obatnya. Pasti kau memiliki permintaan?" Tanya Kaisar.

  Zhilan berkata, "Yang Mulia, izinkan hamba untuk mengawasi seleksi pemilihan Shizi Fei"

  Mendengar itu, Kaisar menatapnya curiga dan bertanya kembali "Apakah ada alasan?"

  Zhilan menjawab "Hamba menduga ada kecurangan dalam proses seleksi nanti"

  Mendengar itu Kaisar tertawa dan memandang Zhilan dengan tatapan tidak percaya. Zhilan hanya duduk kaku dan pura-pura tidak menyadari tatapan Kaisar.

  Kaisar menyesap tehnya kemudian bertanya dengan nada misterius

  "kau tahu artinya jika terlibat dalam urusan Junwang?"

  Zhilan menjawabnya dengan anggukan tegas nan mantap. Melihat kesungguhannya itu, Kaisar akhirnya mengizinkan.

  "Baiklah, kebetulan Chen juga tidak bisa hadir dalam seleksi itu. Karena kau adalah Sensor Pengawas Yushitai, kau memang lebih cocok" Ujar Kaisar.

  Mendengar itu Zhilan mengucapkan terima kasih, dan memberikan satu botol aroma esensial untuk digunakan Kaisar sebagai tambahan saat mandi nanti malam. Melihat Zhilan yang begitu perhatian membuat Kaisar semakin curiga,

  " Kau memang ingin mengawasi seleksi atau mengawasi seorang gadis hm? " Tanya kaisar, Zhilan diam saja tidak menjawab.

  " Apakah itu gadis keluarga Xiao? Ohh, apakah Zhen harus mengecualikannya dari seleksi? " goda kaisar

  Zhilan menatap kaisar dan tetap mengatakan tidak.

  "Seharusnya kau bilang dari awal, Zhen bisa mengeluarkan dekrit pernikahan padamu"

  Mendengarnya membuat Zhilan mulai panik dan tanpa sadar sedikit membentak "YANG MULIA!"

  Kaisar Yuanzhong tertawa terbahak-bahak membuat muka Zhilan menjadi semakin gelap karena merasa di permainkan.

  "Ya, baiklah. Zhen akan memerintahkan Kepala Zhongzheng Si agar mengumumkan para peserta sekaligus para juri agar kau merasa puas" Ujar Kaisar sambil tersenyum.

  Zhilan menggenggam tangannya sambil berkata

 "Terima Kasih Yang Mulia"

  Kaisar Yuanzhong mengangguk dan meminum tehnya lagi. Lalu ia memanggil Kasim Gu, sang Kasim masuk sambil membawa satu gulungan kertas dan memberikannya kepada Kaisar. Kaisar membuka kertas tersebut dan meletakkan di atas meja agar Zhilan juga dapat melihatnya.

  "Ini adalah beberapa nama pejabat yang tergabung dalam faksi Ibu Suri. Zhilan, Zhen tahu pekerjaanmu di Yushitai sudah cukup banyak. Zhen hanya meminta kau untuk mengawasi mereka saja, penyelidikan sudah kutugaskan kepada Ketua Long dan beberapa anggota lain. Kau tahu sendiri, dibandingkan dirimu tabiat Kakakmu itu terlalu berapi-api" Ujar Kaisar sambil menggelengkan kepalanya.

  Zhilan mengambil surat itu dan menggulungnya kemudian menjawab

  "Baik Yang Mulia".

  Kaisar mengangguk dan tersenyum. Zhilan juga memberitahukan kepada Kaisar bahwa persediaan obat untuknya sudah mulai menipis. Ia perlu beberapa bahan yang hanya bisa didapat dari Kekaisaran Utara. Bahan tersebut tidak mudah untuk mendapatkannya jika bukan orang yang memiliki koneksi disana. Jadi hanya dirinya yang harus mencari obat itu sendiri. Mendengar itu Kaisar sedih sambil memandangnya Kaisar berkata

  "Apakah tidak bisa menyuruh orang lain? Zhen bisa. menyuruh Kasim Gu kalau perlu" Ucap Kaisar.

  Zhilan menggeleng dan berkata lagi bahwa perjalanan itu cukup jauh dan melelahkan, itu akan sangat menyulitkan bagi Kasim Gu.

  "Kau yakin?" Tanya Kaisar dengan nada khawatir.

  Zhilan mengangguk tegas, mendengar itu Kaisar hanya menghela nafas.

  " Yang Mulia tidak perlu khawatir, Perkiraanku untuk bahan obat Yang Mulia masih tersisa sekitar tujuh dosis lagi. Maka aku akan berangkat tiga bulan kemudian dan mempersiapkannya dengan matang. Izinkan aku untuk membawa beberapa anggota elit untuk berjaga-jaga" Ujar Zhilan.

  Kaisar Yuanzong mengizinkan Zhilan bahkan menawarkan kereta dan kuda terbaik yang ada di Istana. Zhilan mengucapkan terima kasih, dan memberi tahu kepada Kasim Gu tentang penggunaan obat minum dan obat mandi. Karena selama ini untuk obat mandi, Zhilan selalu memberikannya dalam keadaan siap pakai sedangkan jika ia meninggalkan Ibu Kota maka ini harus diracik sendiri dan harus di hari yang sama agar khasiatnya tidak berkurang.

  "Baiklah baiklah, kau pergi saja tanpa khawatir" Ucap Kaisar.

  Sebelum pergi Zhilan juga meminta agar tugas ini dirahasiakan, dan buat agar dia diperintahkan untuk ke perbatasan saja. Kaisar menyetujui dengan mudah, kemudian menyuruh Kasim Gu untuk membungkuskan cemilan padanya.

  "Yang Mulia, Hamba tidak makan kue dan permen" Tolaknya.

  Yang Mulia melotot dan memaksa sambil berkata "Ah, berikan saja pada gadis di jalanan. Sudah pergi, pergi. Aku ingin kembali beristirahat"

Setelah diusir oleh kaisar, Zhilan keluar dari Istana dengan sedikit merenung sambil melihat sekantong cemilan di tangannya. Zhilan keluar dari Gerbang Timur saat matahari sudah berada di tengah cakrawala.

  Shao Zu yang menunggunya sambil memakan cemilan langsung menghampirinya dan melihat Tuannya membawa kantong di tangan kanannya.

  "Apa itu Tuan?" Zhilan menatap Shao Zu beberapa saat seperti orang melamun, dan memberikan kantong itu padanya. Shao Zu membukanya dan tercium aroma kue yang harum. Shao Zu sangat senang, namun saat ia ingin mengambilnya, Zhilan berkata

  "Kau antarkan itu ke Kediaman Xiao. Setelah mengantarkanku ke Yushitai"

  Shao Zu otomatis cemberut dan menutup kembali kantong kue itu. Mereka kemudian kembali menuju Yushitai dengan kereta kuda. Zhilan duduk di dalam sambil memejamkan mata. Banyak hal yang ia pikirkan, salah satunya mengenai seleksi pemilihan selir. Ia tidak bisa mendapatkan jawaban pasti dari Ye Ning, apakah ia serius mengikuti seleksi ini atau tidak.

Zhilan menyenderkan kepalanya ke dinding kereta dan menghela nafas. Jika Ye Ning berniat ingin menjadi Shizi Fei, mungkin ia terpaksa menyabotase Li Wen agar terpaksa menikahi wanita lain.

1
Marini Dewi
menarik
BUNGA PERSIK: Terima kasih atas supportnya ya 😍.. Aku senang sekali
total 1 replies
BUNGA PERSIK
Ini karya baru, mohon dukungannya. Maaf kalau masih agak berantakan, beneran masih newbie. 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!