NovelToon NovelToon
PENYIHIR TANPA SIHIR

PENYIHIR TANPA SIHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Lahir tanpa sihir (Nirmala) di dunia yang memuja kekuatan membuat Askara dibenci oleh ayahnya sendiri. Namun, sebuah rahasia besar terungkap: Askara tidak kosong, ia adalah "pemangsa sihir" yang mampu menyerap, menggabungkan, dan memantulkan kembali setiap serangan musuh. Berbekal kemampuan unik ini dan stamina fisik yang terlatih, Askara memulai perjalanan jauh demi membuktikan bahwa seorang tanpa sihir pun mampu mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Janji Sang Maestro

Moses yang menyaksikan proses tersebut menahan napasnya. Ekspresi wajah sang pandai besi legendaris dipenuhi oleh ketegangan yang mendalam. Ia bisa merasakan kerapatan energi yang luar biasa mengerikan terkonsentrasi di satu garis tipis tersebut.

Askara mengambil kuda-kuda rendah. Seluruh fokus, tekad, dan kontrol energinya kini telah menyatu sempurna dengan ujung pedang. Waktu seolah melambat saat Askara mengayunkan pedang tua itu dalam satu gerakan tebasan diagonal yang teramat cepat dan presisi ke arah balok titanium di depannya.

SLAAP—!

Tidak ada suara benturan logam yang memekakkan telinga.

Tidak ada percikan bunga api yang masif. Yang terdengar hanyalah suara desingan halus yang membelah udara, seperti selembar kertas yang terkoyak rapi. Pedang tua Askara melewati balok titanium itu tanpa hambatan sedikit pun, seolah-olah logam terkuat itu hanyalah sepotong mentega lunak.

Askara menyelesaikan tebasannya, berdiri mematung dalam posisi akhir dengan pedang yang masih terhunus ke depan.

Hening seketika melingkupi seluruh ruangan bengkel selama beberapa detik yang menegangkan.

CRACK... SLIDE...

Balok Besi Titanium Hitam raksasa itu perlahan bergeser dari garis potongannya, lalu bagian atasnya jatuh meluncur ke lantai batu dengan suara debuman berat. Permukaan bekas potongan pada balok tersebut tampak luar biasa halus, mengkilap layaknya sebuah cermin yang sempurna.

Askara perlahan menarik kembali energinya, membiarkan lapisan kegelapan setipis rambut itu memudar masuk kembali ke dalam tubuh fisiknya. Ia mengangkat pedang berkarat itu di depan wajahnya untuk memeriksa kondisinya. Bilah besi tua itu... masih utuh. Meskipun somplak sisa pertempuran kemarin tidak hilang, tidak ada retakan baru atau keausan molekul akibat erosi sihir. Kontrol mutlaknya telah berhasil melindungi struktur senjata yang paling rapuh sekalipun.

Moses menatap balok titanium yang terbelah rapi, lalu mengalihkan pandangannya pada pedang tua yang masih utuh di tangan Askara. Untuk sesaat, sang maestro pandai besi hanya bisa berdiri terpaku, seolah jiwanya baru saja direnggut oleh keajaiban yang baru saja terjadi di depan matanya.

Kemudian, keheningan itu pecah.

"Bwahahaha! Hahaha! Luar biasa! Benar-benar di luar nalar!"

Moses tertawa lepas dengan sangat lantang, sebuah tawa kepuasan yang mengguncang seluruh isi bengkel usangnya. Pria tua itu berjalan mendekat dengan langkah lebar, lalu memukul meja kerjanya dengan kepalan tangan hingga peralatan besi di atasnya melompat. Matanya berkilat dengan kegilaan dan gairah pandai besi yang telah mencapai puncaknya sepanjang sejarah hidupnya.

"Kau berhasil, Askara! Kau benar-benar berhasil!" seru Moses dengan suara yang bergetar karena antusiasme yang membara. "Kontrol energi yang luar biasa! Menjinakkan sihir kegelapan sekokoh itu hingga setipis rambut... kau bukan lagi sekadar seorang Nirmala yang beruntung mendapatkan kekuatan, kau adalah seorang jenius yang telah menjinakkan monstermu sendiri!"

Askara menurunkan pedangnya, menyarungkannya kembali ke pinggang sembari menatap Moses dengan senyuman tipis yang penuh wibawa. "Jadi, apakah aku sudah layak menggunakan pedang buatanmu, Tuan Moses?"

Moses berhenti tertawa, wajah tuanya mendadak berubah menjadi sangat khidmat dan dipenuhi oleh rasa hormat yang mendalam. Ia berjalan mendekati bongkahan Bijih Besi Meteorit Amfibi yang berkilau perak redup di atas meja, lalu mengelus permukaannya dengan penuh kasih sayang.

"Kau lebih dari sekadar layak, Anak Muda," ucap Moses dengan suara yang berat dan tegas. "Mendengar filosofimu, melihat ketahanan fisik murnimu, dan menyaksikan kontrol sihir setipis rambut tadi... jiwaku sebagai seorang pengrajin besi telah bangkit sepenuhnya. Aku, Moses, pembuat senjata dari Kota Toga, bersumpah demi harga diri tungku apiku..."

Moses berbalik menghadap Askara, menatap lurus ke dalam sepasang mata hitam sang pemuda dengan tatapan yang mengikat sebuah janji suci. "Aku akan menempa sebilah pedang terhebat yang pernah diciptakan sepanjang sejarah berdirinya kota ini. Sebuah senjata yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh pandai besi mana pun di benua ini. Aku akan menyatukan besi meteorit amfibi ini dengan serpihan baja ibu kota yang kau bawa, lalu menempanya di dalam Tungku Api Inti menggunakan seluruh sisa hidup dan keahlianku."

Moses mengepalkan tangannya yang besar ke dadanya sendiri. "Pedang ini nantinya akan menjadi wadah yang sempurna bagi kekosongan jiwamu. Senjata ini tidak akan pernah hancur oleh sihir kegelapanmu, dan ia akan tumbuh bersama dengan setiap kekuatan yang kau serap di masa depan. Proses penempaan ini akan memakan waktu tiga hari tiga malam yang sakral. Selama waktu itu, tidak ada satu orang pun yang boleh mengganggu tungku apiku."

Askara mengangguk dengan rasa hormat yang mendalam, menghargai dedikasi luar biasa dari sang maestro legendaris yang kini telah berada di pihaknya. "Terima kasih, Tuan Moses. Aku akan menunggu di kota ini hingga pedangku terlahir."

"Pergilah beristirahat dan siapkan mentalmu, Askara," ucap Moses sembari berbalik menuju tungku raksasanya, mulai mempersiapkan peralatan tempa terbaiknya dengan ekspresi penuh kegilaan seorang kreator. "Karena tiga hari dari sekarang, dunia akan menyaksikan kelahiran sebilah pedang hitam yang akan memotong takdir perjalananku dan perjalananmu di Hutan Sihir Kegelapan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!