NovelToon NovelToon
My Husband, My Partner

My Husband, My Partner

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:151k
Nilai: 5
Nama Author: Janesalen

Berawal dari tegukan wine, hingga menjadi belahan jiwa, begitulah kisah James Davies dan Evelyn Lawrence yang sama-sama mengepalai perusahaan dan menggeluti dunia perbisnisan.

Meskipun berawal tanpa cinta, mereka sepakat akan terus menjaga baby mereka. Karena kebersamaan itulah, berbagai misteri terungkap dan cinta tumbuh bersemi dan mekar walaupun dimusim panas yang tandus dan musim hujan yang dingin.

Yuk simak kisahnya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janesalen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata ramai

"Jim, Papa begitu baik pada kita” ucap Eve menyiram dan menyemprot tanaman-tanaman mungil di dalam vas hiasan kamar mereka, semenjak Eve tak ke kantor ini lah kegiatannya ia mengoleksi tanaman seperti sansevieria, bongsai, monstera dan macam lainnya dalam kamar mereka.

Tanaman hias itu di tata dengan rapi dan apik di rak warna senada dengan warna tembok putih bersih ruangan tersebut, menjadikan kamar asri sehingga Jimmy pun sangat menyukainya.

“Papa baik padamu, bukan padaku”

“Kenapa?”

“Karena kau cerdas”

“Oh memang, aku setingkat lebih hebat darimu” Eve menyombongkan diri bangga

“Tapi kalau memasak aku sepuluh tingkat jauh diatas dirimu” Jimmy tak mau kalah mendengar kesombongan Eve

“Balapan aku juga selalu menang melawanmu” tambahnya lagi ketika mereka selalu melepaskan penat dengan hobi mereka

“Eh, aku pernah mengalahkanmu” Sanggah Eve, waktu itu ia battle dengan Jimmy, dan putaran terakhir Jimmy tertinggal jauh dari mobil Eve mencapai finish,

Jimmy mengerutkan kening, berusaha mengingat kapan ia kalah. Akhirnya ia bisa ingat, dimana ia tak bisa mengejar kecepatan yang Eve pacu, ia kesusahan mengejar karena kecepatan Eve diatas rata-rata dari biasanya, sehingga membuatnya terkecoh dan kalah.

“Ah, itu mobilku bermasalah” bohongnya menutup rasa malunya,

Ketika dikalahkan Eve pertama kalinya, saat itulah ia mengakui Eve wanita hebat.

“Jim, apakah kau punya teman wanita yang single?”

“Kenapa? Kenapa kau menanyakan itu?” Jimmy menatap Eve heran, pertanyaan semacam apa ini? pertanyaan untuk menjebakku kah? Pikir Jimmy

“Adrian, aku ingin dia memiliki pendamping juga seperti aku dan teman lainnya”

“Segitu pedulinya kau pada Adrian,hah? Agra saja asistenku tak pernah ku tawari perempuan meski sudah jomblo berkarat. Kenapa aku harus repot memikirkan si Adrian itu?” jawab Jimmy ketus bagai rangkaian gerbong kereta api, rasa cemburu kepada Adrian kembali hadir menyelimuti hatinya.

“Kali aja kau punya teman” ucap Eve singkat tak mau memperpanjang percakapannya yang akan berujung perdebatan.

Jimmy memikirkan perkataan Eve kembali, jika ia memiliki teman single dan mengenalkan kepada Adrian berarti secara tidak langsung Adrian akan memiliki kekasih dan ia takkan bisa lagi pergi bersama Eve atau menemani Eve layaknya teman seperti biasanya,

“Hmmm. Baiklah aku punya satu wanita yang cocok untuk Asisten kesayanganmu itu” Sindirnya menyanggupi.

Jimmy menyadari hubungan Adrian dan Eve sangat dekat, ia juga mengakui bahwa Adrian adalah lelaki yang baik dan bertanggungjawab. Apalagi setelah ia mendengar pengakuan Eve yang mengatakan Adrian lah yang menyuruh Eve membuka hati untuknya. Tapi terkadang ia merasa tak suka pada Adrian yang terlihat lebih memahami Eve daripada dirinya.

“Bagus, segera pertemukan mereka” mengacungkan jempol kepada Jimmy yang telah berubah pikiran seketika.

...***...

Waktu berlibur tiba,

Siang hari, sepasang suami istri ini berangkat ke Villa pribadi keluarga Davies. Jimmy merasa sangat bahagia bisa menikmati liburan bersama Eve, tentunya hanya mereka berdua. jadi bebas dan leluasa.

Saat ini mereka sedang dalam mobil dengan supir yang sudah di tugaskan untuk menjemput mereka di Bandara.

Mereka memasuki pekarangan Villa yang sangat memukau, danau tenang terhampar di hadapannya, di sekeliling villa terdapat kolam renang, air mancur, kolam ikan hiasan, dan berbagai macam bentuk bunga di tata rapi sekeliling villa, asri sekali..

Eve terkesima memandangi Villa ini, mereka di tuntun seorang pelayan wanita menunjukkan kamar yang akan mereka tempati, posisi kamar tersebut menghadap hamparan danau dan perbukitan hijau, menakjubkan itulah satu kata yang cocok untuk menggambarkannya,

“Wah luar biasa” Eve menggeser tirai yang menjuntai agar pemandangan terlihat semua, ia memejamkan mata menghirup dalam udara segar dan menikmati suasana di hadapannya yang membuatnya sangat nyaman.

Sementara Jimmy sibuk mendorong koper pakaian yang mereka bawa setelah diantarkan oleh pelayan ke depan kamar.

“Apa kamu suka?”

“Aku suka, disini sangat nyaman dan indah”

“Aku juga suka, disini sangat nyaman dan candu” Ucap Jimmy sudah melingkarkan tangannya pada tubuh Eve dari belakang, ia menautkan dagunya pada ceruk leher Eve dan menciumi dengan lembut.

“Maksudku tempat ini Jim” Eve menyadari tingkah Jimmy sudah mulai ke lain arah,

“Kalau kau suka, berterimakasih lah padaku” Ucapnya mengikuti arah pandangan Eve yang tertuju pada lambaian dedaunan pada pohon palm di tepian danau dan tiupan angin sepoi sepoi menyapu wajah dan kulit mereka, sehingga membuat baju dan rambut mereka terlihat bergerak.

“Ini kan hadiah papa, aku harus berterimakasih padanya. Kau mana pernah mengajakku berlibur seperti ini” Ketusnya melepaskan pelukan Jimmy lalu berpaling hendak membersihkan diri.

Perjalanan panjang membuatnya sangat lelah dan ingin cepat beristirahat.

Jimmy hanya mengangkat bahu, ia tak tahu mesti menjawab apa, apa yang dikatakan Eve benar ia belum pernah mengajak Eve berlibur.

“Aku mandi bersamamu!” Jimmy mengikuti Eve dari belakang menuju bathup

“Kau yakin hanya ingin mandi?” Tanya Eve menatap Jimmy, karena biasanya tidak mungkin hanya mandi. Ada sederetan ritual yang harus ia penuhi.

“Iya, memangnya apa lagi?” Jawab Jimmy berlagak polos membuat Eve hanya memutar bola matanya malas,

Setelah mengisi bathup dan menuangkan sabun Eve berendam di bathup diikuti oleh Jimmy, merelaxkan tubuh mereka yang terasa penat setelah perjalanan yang mereka tempuh.

Setelah selesai mandi, Eve dan Jimmy berencana untuk tidur-tiduran saja di kamar sambil menikmati hidangan yang diantarkan pelayan,

“Apa ini namanya bulan madu?” Tanya Eve pada Jimmy yang sedang asyik mengelus rambutnya, ia sendiri berbaring diatas dada bidang Jimmy dengan posisi sedikit miring.

“Ini namanya baby month, karena sudah ada baby Jey di dalam sini” Jimmy menunjuk perut Eve.

Di sela-sela mereka bercengkrama dan menikmati hidangan buah yang disediakan, terdengar ramai canda tawa di ruangan tengah.

Membuat Jimmy dan Eve kebingungan, Tak mungkin orang lain masuk ke villa ini tanpa seizin Jimmy atau ayahnya Axcel, sementara pelayan tak mungkin akan selancang itu berkumpul satu tempat dengan suara menggeleggar seperti itu,

Merasa penasaran Eve dan Jimmy keluar dari kamar untuk memeriksa, ternyata suara itu adalah gurauan Frans dan Cellio yang terlihat berselfie ria, serta ada Rico, Sandra, Alex dan Tiana.

Beralih ke pintu depan terlihat Axcel bersama Sara ibu Jimmy memasuki ruangan, Jimmy hanya menatap bingung orang-orang dihadapannya ini. Bagaimana mungkin? papa menghadirkan orang-orang resek di tempat ia hanya ingin berdua saja dengan Eve?

Matanya semakin membulat heran melihat kedatangan Riana dan Evan kakak iparnya yang tentu saja di sambut hangat oleh Eve.

“Bagaimana Jimmy Eve apa kalian suka?” Axcel berjalan santai menghampiri Jimmy dengan dua tangannya bersembunyi di kantong celana polonya.

“Sangat suka pa, apalagi ternyata seluruh keluarga dan teman-teman juga ada disini” Jawab Eve antusias

Memang teman-teman Jimmy dan Eve datang, karena Axcel lah yang meminta mereka ikut liburan bersama,

“Kata papa ini liburan ku dan Eve, kenapa satu RT ada disini?” bisik Jimmy protes kepada ayahnya,

Axcel hanya tertawa menanggapi pertanyaan Jimmy seraya menepuk pundak anak semata wayangnya ini, ia mengerti keheranan Jimmy.

Merasa kesal dengan ayahnya, Jimmy beralih mendekati Frans dan Cellio.

“Kenapa kalian mau diajak papa kesini?” Tanya Jimmy ketus pada kedua temannya ini,

“Karena kami teman anaknya, dia juga berterimakasih kepada kami telah merawatmu” Jawab Frans seolah ia telah merawat Jimmy layaknya anak kecil yang harus diperhatikan.

“Hallahhh” umpat Jimmy merasa malas.

Disisi lain Eve menyambut hangat teman-temannya, Ibu dan kakaknya serta kedua mertuanya. Ia merasa sangat senang karena liburan ini dirasa sangat lengkap.

Tak lama kemudian muncul Agra dan Adrian membawa koper mereka, mereka terlihat kompak datang bersamaan.

Jimmy hanya menghela nafas melihat asistennya ini, Harapan Jimmy sirna, ia mengira hadiah liburan ini untuk dia dan Eve saja, tak ada orang lain, sehingga ia leluasa menghabiskan waktu dan meminta jatah kapan saja pada istrinya.

Mereka semua menuju kamar masing-masing yang telah disediakan untuk membersihkan diri dan berisitrahat. Nanti malam Axcel memberi perintah supaya mereka berkumpul bersama makan malam.

Jimmy menarik tangan Eve memasuki kamar. Eve menyadari kekesalan Jimmy pada ayahnya,

“Senyumlah Jim, kapan lagi waktu kita bersama mereka” tegur Eve berusaha membuat Jimmy tersenyum dengan mendorong kedua pipinya dengan jari jemarinya agar tersenyum

Jimmy memperlihatkan senyuman paksa, hambar…

namun ia berusaha berpikir kembali apa yang dikatakan Eve benar, kapan lagi bisa menikmati moment seperti ini.

“Baiklah, tapi Aku mau ini” Ucapnya mendekap Eve dan membenamkan bibirnya pada bibir Eve.

Seutas senyum tertarik disudut bibir Eve, ia membalas setiap kecupan dan ciuman yang diberikan Jimmy, dan penyatuan mereka memadu kasih seperti yang Jimmy harapkan pun terjadi.

“Kau selalu bisa memuaskanku” Ucap Jimmy masih dalam posisi berpelukan.

Eve tersenyum mengelus pipi, hidung dan wajah Jimmy, ia menciumnya kembali.

“I love you Jim”

“Tak perlu ku jawab kamu sudah tahu jawabannya” Jimmy mengeratkan pelukannya.

Ponselnya berdering di nakas, tertera nama Agra.

“Apa?”

“Kalian sedang apa, aku mengetuk sudah 100x tak dibukakan pintu” Kesal Agra berdrama dalam panggilan telepon

“Memangnya ada apa?”

“Aku mengantarkan sesuatu dari ayahmu”

“Hmmm” dengan malas Jimmy membukakan pintu ia hanya berbalut selimut dan membukakan pintu seukuran tangannya agar agra tak melihat kondisi dirinya.

Agra tersenyum melihat tingkah Jimmy, dengan usil ia mendorong pintu agar lebih lebar tapi refleks di tahan oleh Jimmy dan mendorong balik, membuat tangannya terjepit menerima uluran amplop dari Agraa..

“Auhhhhh” Teriak Jimmy kesakitan

Agra segera bergegas meninggalkan tempat itu.

“Agra sial*n, kenapa ia suka sekali menganggu. dan papa seperti tak ada waktu lain, nanti kan juga bisa memberikan ini” kesalnya Jimmy memandangi amplop tipis putih itu,

...■■■■■■■...

...Butuh motivasi untuk terus menulis nih😔😔...

1
Ka'Unna
semangat kak🥰
Yu Sara
support novel ini jga ya
Ratna0789
mampir sini juga
Icha Tangahu
mampir
Mega Ackerman
Cerita yang keren, mantap thor semangat 👍
Gontenk
aku mampir kk.. bayi ceo tampan
NanLexa
aqu mampir ya thorrrr..... 😁😁😁
Salam dari Nan lexa........ 👍
Cahyaning Fitri
nyicil dulu , sekaligus sambil ketak-ketik .....✌️✌️
Elwi Chloe
Jimmy jangan curigaan dong, kepercayaan itu penting loh
Elwi Chloe
lanjut baca bacaa
Your name
Kok aku senangnya kalau momen Jimmy sama Ev bersikap tidak peduli gitu. Padahal sih aslinya peduli mereka.

Btw pikiran Jimmy mengarah ke Ev nih kayaknya, eh tahunya ketebak dalam diri Ev.
Yukity
Akhirnya...selesai juga..💗💗
Yukity
mampir di sini bawa boom like..👍🏼😍
Your name
Untungnya Jimmy sigap
Your name
Bahkan Jimmy tidak menyangka jika barusan Eve juga mengatakan hal yang hampir sama dengannya. Meski dalam hati.
Your name
Makin penasaran aja nih jadinya, pengen tau lebih detail lagi tentang Eve.
Your name
hmm, cemburu nih ye
Your name
Salah faham lagi dong
Your name
Skat matt
Ufuk Timur
oke tapi cium aku dulu😭😭apakabar para jomblowers disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!