Plaakkk...
Plakkkk...
Dua tamparan mendarat mulus dipipi Raisa.
"Gue minta Lo pergi jauh-jauh dari hidup Arsya, jika perlu Lo gugat cerai dia, karena Arsya itu cuma milik gue seorang, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi milik gue paham nggak Lo" ucap orang misterius itu sambil menarik kuat jilbab Raisa.
" aakkkhhhhh" jerit Raisa yang terdengar pilu.
" kamu siapa? apa salahku? aku nggak pernah merasa merebut siapapun dari orang," ucap Raisa dengan nada bergetar sembari menahan sakit.
"hahaha, nggak usah pura-pura bego Lo, wanita sok suci kayak Lo nggak pantas tau nggak buat Arsya, yang lebih pantas itu gue bukan Lo, dasar wanita murahan" ucap orang misterius itu dengan menatap tajam Raisa.
"Arsya? apa yang kamu maksud itu Arsya suamiku?"
" cih, suami Lo? dia itu pacar gue yang udah Lo rebut, Lo itu udah ngehancurin hidup gue, dasar wanita jalang" umpat orang misterius itu.
" maaf saya nggak pernah merebut Arsya dari anda"
"dasar wanita jalang, Rendi terserah Lo mau apakan tuh wanita jalang, mau Lo habisin juga nggak apa-apa, yang terpenting dia nggak ada lagi di dunia ini, hahaha" bengis orang misterius itu dan berlalu meninggalkan tempat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizaUtami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 35
Setelah menikmati makanan yang dimasak oleh Raisa dan Rania, Reno dan Arsya pun kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat karena nanti malam mereka akan jalan-jalan ke mall yang baru dibuka sesuai janji tadi siang.
Dikamar Arsya sedang membujuk Raisa yang tengah merajuk, Arsya bingung sudah berbagai cara telah ia lakukan namun Raisa tak kunjung menegurnya, malahan Raisa semakin terlihat kesal kepada Arsya.
" udah atuh dek ngambek nya, entar cantiknya ilang loh, emangnya kamu mau kecantikan kamu luntur, terus kalo kecantikan kamu luntur Abang nggak bisa menikmati wajah bidadari surga lagi deh, kamu mau apa Abang mencari bidadari surga yang lain, udah ya jangan ngambek lagi" bujuk Arsya, Raisa pun hanya menatap tajam Arsya.
"hebat banget ya Abang, mau cari wanita lain diluar sana, jika Raisa nggak cantik lagi" kesal Raisa menjauh dari Arsya.
" astaga siapa juga yang mau mencari wanita lain dek, kamu ini kalo ngomong suka asal" ucap Arsya lembut, mengelus lembut rambut Raisa.
"eleh, udah nggak usah pura-pura deh, tadi kan Abang sendiri yang bilang, Raisa denger tau Abang kira Raisa budek" ucap Raisa semakin kesal.
" astaga serba salah aku," gerutu Arsya menyugar rambutnya kasar.
Raisa yang melihat Arsya menyugar rambutnya kasar pun hanya acuh saja, ia terlihat sangat kesal kepada Arsya, bagaimana bisa Arsya menyalahkan nya tadi dimeja makan.
padahal ia sudah berjuang bahkan penuh drama saat memasak bersama Rania.
" udah ya dek ngambek nya Abang minta mangap deh" ucap Arsya menunjukkan kedua jari tangannya yang membentuk huruf V.
" mangap aja tuh sendirian" Kesal Raisa karena Arsya yang sengaja salah menyebut kata.
" eh salah dek maaf maksud nya," cengir Arsya, Raisa pun hanya memutar bola matanya malas.
Dilain tempat Rania merasa sangat kesal kepada Reno, karena sedari tadi Reno hanya sibuk dengan laptop dipangkuan nya.
Bahkan Rania yang sedang berbicara saja hanya ditanggapi dengan oh, iya saja.
Niat hati Rania ingin bermesraan dengan suami eh malah ia dikacangin kan nyesek.
" mas" panggil Rania,
" Hem" Reno pun hanya berdehem tanpa melirik kearah Rania,
" mas Reno" panggil Rania dengan nada suara sedikit meninggi karena kesal.
" apaan sih dek teriak-teriak?" Reno pun langsung meletakkan laptop nya diatas nakas.
"kamu itu dari tadi aku panggil cuma ham hem ham hem aja, budek atau gimana sih mas, istrinya cantik kayak gini masak dikacangin" Rajuk Rania dengan bibir cemberut, Reno pun hanya terkekeh geli melihat tingkah istrinya itu.
"Maafin mas ya dek tadi ada pekerjaan yang harus mas selesaikan, ini aja mas bersyukur karena pekerjaan nya hanya mengirim laporan hasil pasien melalui email bukan datang langsung kerumah sakit." ucap Reno tersenyum tipis.
Rania pun hanya diam bergeming ia masih kesal terhadap suaminya itu, Reno yang melihat Rania kesal pun mendekatkan dirinya kepada tubuh sang istri dan memeluknya dari belakang, sontak membuat Rania tersenyum tipis.
" udah ah nggak usah ngambek kayak gitu entar cantiknya berkurang loh" bujuk Reno mengelus lembut rambut Rania, Rania pun membalikkan badannya dan menatap lekat wajah tampan suaminya itu, lalu membingkai lembut wajah Reno.
" udah ya nggak usah ngambek lagi" Bujuk Reno mencium lembut kening Rania, Rania pun hanya mengangguk dan tersenyum manis.
" nah gitu dong senyum kan tambah kelihatan cantik" goda Reno, Rania pun hanya tersenyum tipis dan membuang muka
"ehh kok gitu, apaan nih kok pipi kamu merah kayak tomat busuk gitu dek?" Goda Reno, yang melihat Rania sedang bulshing.
" iiisss apaan sih mas" ucap Rania malu
"cie bulshing cie" Goda Reno yang semakin membuat Rania menjadi salah tingkah.
"maaasssss" kesal Rania karena terus digoda oleh Reno, Reno pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat Rania yang salah tingkah.