Remaja! masa dimana kalian bebas melakukan apa yang kalian suka, bebas berekspresi, dan bebas menentukan pilihan hidup kalian sendiri. Tapi tidak dengan aku.
Keila anak yang selalu diabaikan keluarganya bahkan tidak ada yang percaya dengannya dan mendukung cita-cita yang ingin ia gapai. Keila berasal dari keluarga sederhana dengan banyaknya hutang yang membuat Keila merasa bertanggung jawab untuk membuat orang tuanya lepas dari hutang dan bahagia.
Radith pemilik perusahaan properti dan juga pemilik saham terbesar perusahaan brand fashion yang dikelola kakeknya.
Kedua orang tua Radith sudah meninggal dari ia berumur 5 tahun dan Papanya Radith juga punya anak dari pernikahan siri.
Karena suatu hal yang mengharuskan Radith untuk segera menikah. Akhirnya ia memilih Keila yang belum pernah ia kenal untuk mau menikah dengannya.
Bagaimana jika 2 insan yang punya banyak luka di hatinya, bertemu tanpa cinta dan menikah kontrak ?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗
Hanny Sun 💎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanny sun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Ciuman Pertama
Keila sudah di halte dekat gedung perusahaan menunggu Bus tidak berapa lama seseorang datang dengan menggunakan motor balap dan seseorang itu pun membuka Helmnya “Ayo aku antar”
Keila mengamati orang tersebut “Randi! Kau baru ganti motor lagi” memdekat ke Randi.
“Hmm, Cepat naik”
“Aku pergi sendiri saja” tolak Keila
“Kau mau sampai malam menunggu di sini! Sudah naik saja atau aku akan tetap di sini mengahalagi Bus yang ingin berhenti”
“Kenapa kau suka sekali memaksa sih” naik ke motor Randi.
“Salahmu karena tidak bawa motor sendiri. Pakai Helmnya” memberi Helm ke Keila.
“Sudah siap” Tanya Randi.
“Em sudah” jawab Keila singkat.
Menarik tangan Keila agar memeluk pinggangnya “Peluk. Aku tidak mau kau jatuh”
“Begini saja” memegang jaket Randi.
“Terserahlah. Susah sekali menaklukkan kau” langsung menancapkan gasnya.
Keila tidak sadar kalau disisi lain ada sepasang mata yang melihat kebersamaannya dengan Randi yaitu Radith yang berniat ingin mengantar dan menjemput Keila.
“Bagaimana tuan” Tanya Erik.
“Pulang.” Ketusnya mengalihkan pandangannya ke jendela sisi kanan mobilnya.
Erik pun langsung mengidupkan mesin mobil dan melaju.
Keila sampai di rumah muridnya “Terima kasih” dan turun dari motor Randi.
“Bisa tidak berterima kasihnya dibarengi dengan senyum”
“Tidak” dijawab Keila singkat memberi Helmnya ke Ranfi. Randi mengacak pangkal rambut Keila “Nanti aku jemput di rumah muridmu yang terakhir”
“Memangnya kau tau rumahnya yang mana?” mengerutkan dahinya.
“Taulah”
Treet.. Tret getar Hp Keila. “Daa.. Ran” mengecek HPnya lalu berbalik masuk pagar rumah muridnya
Sambil membaca pesan “Pulang ke alamat Ini Jl.xxx dan ini Pinnya. 25××××”
“Kenapa tidak ke rumah kakek ?” Balas Keila
“Ini nomor Tuan Radith. Nona bisa tanyakan langsung.”
“Kenapa baru kau kasih sekarang! saat aku tidak ingin lagi menghubunginya langsung.” Batin Keila.
Setelah Keila selesai dengan mengajarnya ia terkejut dengan Randi yang sudah berdiri didepannya saat ini.
Masih melotot menatap Randi “Jangan menatapku seperti itu” memasangkan Helm Keila.
“Kenapa kau ada di sini?” menatap Ranfi dengan tatapan aneh.
“Tadi kan sudahku bilang akan menjemputmu” naik ke motornya.
“Bukannya tadi sudah aku bilang juga jangan menjemputku” Keila naik ke Motor Randi karena ia juga mau pulang ke rumah mamanya untuk mengambil motor.
Tersenyum “Tidak ada tuh” menarik tangan Keila lagi agar memeluknya.
Namun Keila tetap melonggarkan pelukannya dengan memegang baju Randi. sedangkan Randi hanya tersenyum dan menggeleng dengan sikap Keila yang susah di taklukkan.
Mereka sampai di depan rumah mama Keila. Randi ikut turun dari Motornya.
“Nih” Menyerahkan Helm. “Terima kasih lagi” sedikit membungkuk sopan dan Tersenyum.
Langsung memeluk Keila “Ingat. Jangan tersenyum dengan laki-laki lain.”
Mendorong dada Randi “Lepas Ran. Nanti Masku lihat”
“Sebentar lagi” kembali memeluk Keila.
Mencubit perut Randi “Auuh.. Ampun” Jerit Randi.
“Syukuri” mengeryitkan dahinya.
“Jahat lu. Peluk sebentar saja pelit banget”
“Peluk istri atau pacar lu sendiri” Ketus Keila.
“Bagaimana kalau kau saja yang jadi istriku” Tersenyum.
“Aku masuk. Bye” berbalik dan langsung masuk ke pagar rumahnya.
Tok..tok..tok.. “Ma.. Mas..” panggil Keila.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Keenan membukakan pintu rumahanya “Kenapa malam-malam ke sini Kei” terkejut melihat sosok yang ada didepannya saat ini
“Mau ambil motor Mas” Salim
“Buat apa?”
“Keila masih mengajar. Kalau naik bus pulangnya suka kemalaman. Enggak apa ya Keila ambil”
“Sebenarnya itu hak kamu sih. Karena motornya juga kamu yang beli. Tapi.. motornya sudah diambil kak Kirana”
“Haaa.. Kenapa mas kasih”
“Bukan Mas. Tapi mama, mereka kira kamu sudah dapat motor baru dari Radith”
“Mana mama?” mencari ke kamar.
“Sudah tidur! Besok Mas bilang deh”
“Jadi bagaimana Keila pulang?”
“Biar Mas yang antar”
Radith duduk di ruang TV namun terus melihat ke arah jam dinding dan pintu secara bergantian.
“Ke mana dia” Batin Radith. Mengecek HP-nya. "Krnapa belum memberi kabar"
Keila sudah sampai di depan gedung apartemen Radith.
“Lu tinggal di sini Kei?”
“Sebelumnya di rumah kakek nenek. Tapi hari ini Kak Radith suruh aku pulang ke sini. Mas mau masuk?”
“Kapan-kapan saja, sudah malam juga! Oya Kei.. Suamimu tidak melarang lu ngajar?”
"Melarang"
"Terus kenapa tetap dilakukan?"
"Hm.."
"Dia tidak melarangmu kan? Di rumah mas bisa menjemputmu kalau sudah malam begini, Tapi lihat sekarang, bahkan suamimu tidak mencarimu"
"Bukan begitu Mas. Hanya saja Kei yang mau"
"Jangan jadi wanita pembangkan Kei. Kalau sudah di larang ya harus dilakukan! Kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana!"
"Baiklah, Secepatnya Kei akan berhenti, Oya...Jangan lupa ya mas”
“Oke” Mengelus pangkal kepala Keila. “Sana masuk” mengibaskan tangannya.
Mengangguk dan melambaikan tangannya “Daa.. Hati-hati mas” berjalan mundur lalu berbalik.
Mengecek Hpnya “Hm.. Satu harian enggak saling bicara dan sekarang harus tinggal berdua.. uhh.. merinding” menggosok gosokkan tangan kanannya ke lengan kiri.
Tit.tit..tit.. menekan tombol lalu membuka pintunya. Keila langsung masuk “Tuan Radith “Panggil Keila “Kenapa sunyi banget”
“Dari mana saja kau” Ketus Radith yang baru menuruni tangga.
“Tadi pulang ke rumah mama dulu”
“Ngapain?”
“Mau ambil motor.”
“Aku kan sudah melarangmu”
“Karena kita tidak tinggal di rumah Kakek lagi. Jadi aku pikir tidak apa untuk membawa motorku kesini”
“Bagaimana kalau Kakek melihatmu mengendarainya ketika dia berkunjung ke kantor”
“Hm.. Sepertinya itu tidak akan terjadi. Lagian aku belum jadi membawanya”
“Kenapa tidak jadi? Apa karena kau masih ingin berboncengan dengan pria lain!”
“Kenapa aku jadi dibuat serba salah” Batin Keila. “Tuan Radith membuntuti saya”
“Kau tidak sepenting itu sampai harus aku buntuti.”
Keila menunduk. “Mulai besok aku tidak mau kau dekat-dekat dengan pria mana pun. Apa lagi saling berpegangan tangan dan bermesraan di jam kantor”
“Siapa yang bermesraan! lagian Kami hanya berteman”
“Aku tidak peduli status kalian. Hanya saja aku tidak ingin kakek dan nenek melihat kelakuanmu yang murahan itu”
Deg.. jantung Keila berdetak kencang mendengar kata murahan yang terlontar dari bibir Radith.
“Kau paham yang aku maksud”
Keila mengangguk dengan melihat ke arah kakinya.
“Selama tinggal di sini kau tidak boleh menginjakkan kaki di tangga itu."Menunjuk ke arah tangga "Karena di sini tidak ada pelayan kau harus masak sendiri. Paham”
Keila mengangguk dengan terus menunduk.
“Bibi akan datang seminggu 3 kali untuk membersihkan rumah dan mengambil pakaian kotor. Jadi jangan sampai bibi tau kau tidur di kamar itu.” menunjuk arah kamar.
Keila melihat ke arah yang dimaksud lalu mengangguk “Pantas dia ingin pindah! Baguslah ini lebih baik, daripada harus sekamar dengannya” Batin Keila.
“Kalau untuk baju-bajumu aku sudah jelaskan alasannya ke bibi kenapa di letak di kamar bawah”
“Oya.. batas pulang jam 9 malam. Lebih dari itu kau tidur di luar.”
“Tapi..”
“Kenapa! Kalau jam segitu belum ada yang mau booking untuk tidur dengamu atau karena kau belum memenuhi target pendapatan!”
PLAK satu tamparan melekat di pipi Radith.
“Tidak bisakah Tuan Radith mengabaikanku saja. Saya rasa itu lebih baik! daripada terus mengucapkan kata yang belum tentu kebenarannya” Sudah menitikkan air dari matanya, dan menatap Radith dengan penuh kebencian.
Radith mendorong Keila sampai mentok ke dinding lalu menarik rambut belakang Keila dengan tangan kanannya, sedangkan tangan satunya lagi sudah di pinggang Keila dan Radith langsung mencium bibir Keila dengan ganas.
"Mmmph"
Keila memberontak dengan terus memukul-mukul dada Radith namun tetap tidak dilepas. Radith semakin menarik rambut Keila dengan kasar lagi, terus mencium dan ******* bibir Keila sampai ia merasa puas.
Akhirnya Radith berhenti karena Keila sudah menahan nafas cukup lama dan juga mendadak diam menurunkan tangannya dari dada Radith.
Berlahan Radith menjauhkan tubuhnya dari Keila dan ia melihat sorot mata Keila yang kosong dengan penuh kesedihan yang enggan menatapnya.
“Kalau kau tetap membangkang dan terus bertemu dengan laki-laki yang memegang tanganmu itu. Aku bisa melakukan yang lebih dari ini”
“Boleh saya pergi” Ucap Keila dengan suara bergetar.
Namun tidak dijawab Radith.
Keila tetap pergi dari hadapan Radith yang madih terus melihat ke arahmya. Ia mengambil tasnya yang terjatuh dan berjalan ke arah kamar yang di tunjuk Radith sebelumnya.
Setelah Keila menutup pintunya Radith pun kembali ke kamarnya ia menyapu wajahnya dengan kedua tangan. “Apa yang lu lakukan Radith” Jeritnya memukul tembok.
Keila langsung masuk ke kamar mandi untuk merendam diri di bawah shower dengan terus menangis. Setelah satu jam Keila baru keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah pucat.
dr awal aku sdh suka ceritanya,.. ❤❤❤
syukurlah akhirnya keila dan mas radith direstui, semoga berikutnya hanya ada bahagia utk mereka🤧😍😍
jd, cerita ini dah selesai ya kak... ga ada lanjutannya lg? 😭 bakalan kangen banget sama keila dan mas radith 😭
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
terimakasih banyak kak Hanny 😘😘😘
❤❤❤
jangan pisah mereka lagi thor.. keila sama radith sdh saatnya bahagia🤧 selamanya ❤
Thor mulai sekarang biarkan keila bahagia sama radith, tumbuhkan lah cinta sebener-bener cinta utk radith di hatinya ❤️
luar biasa, dilanjut Thor 👍👍😍
bagus ceritanya❤
lanjut thor... 💪😍😍😍🙏🙏🙏🙏
iih gemes deh sama Nisa... Abang adek mo dimilikinya 😡
sabar ya keila... mas radith cm cinta sama kamu
sll penasaran dg cerita selanjutnya tp nungguny lama 😁✌
mas Radit 👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤
kangen keila sama mas Radit 💚💚💚