" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Mendadak nikah ( 10 )
" Dul, temani aku kerumah Lusi ntar malam ba'da is'ya ya ! "
Mahmud langsung ngomong ketika turun dari sepeda motornya, Abdul sudah mulai menjalankan toko sembako di pasar, lokasinya tidak masuk ke dalam los los pasar, letak tokonya di tepi jalan, tapi masih di sekitar pasar.
" Enggak ah, aku ada urusan "
Ujarnya tanpa melihat ke wajah Mahmud.
Mata dan mulutnya tengah sibuk menghapal harga harga barang, berapa harga modal, berapa harga jual, serta tinggal berapa stok yang ada di gudang.
" Dul "
" Apa'an "
" Temani ya ! "
" Emang lu gak berani sendiri ? "
" Aku grogi, aku belum pernah ketemu orang tuanya, sama Lusi aja baru ketemu, itu juga kemarin "
" Minta temani Jali atau Zainal, dia kan teman mereka "
" Jali besok nikah Dul, yang benar saja, kalau Zainal, dia lagi ada proyek katanya "
Abdul mengangkat kepalanya, dari layar monitor laptopnya, ya, sejak toko sembako beralih ke tangan Abdul, Abahnya sudah menyuruh kedua adik Sarah untuk memindahkan semua laporan toko ke dalam laptop.
Nah Dul, kurang sayang apa lagi Wak Wahab padamu.
" Proyek ? sejak kapan dia dapat proyek ? kembali kekantor juga baru dua hari, palingan juga masih halal bihalal "
" Tauk tuh, katanya lagi ada proyek sama Juleha "
Mahmud setelahnya terlihat berpikir lalu mendelik-kan kedua bola matanya.
" Astagfirullah, jadi maksud proyek yang dibicarakan ...."
" Kenapa lu jadi bodoh ? gara gara mikirin Lusi ? "
Abdul mencibir.
" Kurang ajar Zainal ya, makin jadi sodara bukannya makin baik, malah makin ngakal ngakalin "
Mahmud berdecak jengkel.
Abdul tersenyum masam, dia tidak bisa meneruskan menghapal harga harga barang jika Mahmud terus saja ngoceh.
" Elu aja ya Dul, temeni aku, sebentar saja ! setelah ketemu kedua orang tuanya, kapan kedua orang tuaku boleh datang, lalu kita pulang "
" Lu kira belanja disini, cari barang yang dibutuhkan, bayar, pulang, enggak segampang itu Bambang "
" Lu tunggu aja sampai Zainal menyelesaikan proyeknya atau tunggu Jali siap bulan madu "
" Gak bisa, aku udah janji sama Lusi kalau nanti malam mau datang, ayolah Dul, emang lu ada urusan apa sih ? "
Abdul hanya bisa memutar bola matanya malas.
Kalau begini caranya, bisa gagal lagi.
...*****...
" Zai, ntar malem temeni Mahmud ke rumah Lusi, dia udah janjian mau menghadap orang tuanya "
Zainal yang baru turun dari motor Scoopy miliknya sepulang dari kantor mengernyitkan kedua alisnya.
" Jangan pura pura gak tahu, kan lu yang nyomblangin, ya kalau mau ngebantu jangan setengah setengah "
" Aku sudah bilang sama Mahmud kalau gak bisa "
" Emang lu ada acara apa sampai gak bisa ? "
Awas saja kalau dia bilang ada proyek.
Abdul sudah ngedumel di dalam hati.
" Bapak dan ibuku mau mengajak Aku dan Leha kerumah saudara, gak enakkan kalau aku batalin, lu ajalah ! "
Ternyata ada proyek yang dimaksud ini ?
" Kalau bawa Sarah, sopan gak ya Zai ? secara Mahmud kan cuma mau ketemu orang tua Lusi kalau dia serius, lalu memastikan kapan keluarga Mahmud boleh datang "
Abdul sengaja membawa Sarah biar Sarah tidak ketiduran lagi.
" Baguslah, Sarah sepupu Mahmud, jadi orang tua Lusi semakin yakin.
Sepulang dari urusan Mahmud selesai, lu kan bisa pacaran sama bini lu, pacaran setelah menikah mesra tau ? mau colek sana, colek sini, gak ada yang larang, gak dosa lagi "
Ujar Zainal ngeloyor masuk kedalam rumah.
Gaya lu ngajarin zai, nikah juga baru seumur jagung.
omel Abdul ikut masuk ke dalam rumah.
" Dek, kapan kita pindah kerumah kita sendiri "
Zainal duduk di kursi makan sembari mengesap kopi yang baru diletakkan oleh Juleha.
" Zai, boleh gak kalau jangan pindah dulu ! Bapak dan ibuk belum bisa kalau rumah ini mendadak sepi "
Sela ibunya Juleha yang baru keluar dari dalam kamar.
" Bagaimana dengan Leha-nya aja buk "
Zainal melirik ke arah Juleha yang ikut duduk di sebelahnya.
" Kita disini aja dulu ya bang, kita pindahnya ntar aja kalau Leha udah lahiran "
" Kamu hamil sayang ? "
Wajah Zainal langsung berbinar bahagia.
Abdul dan Sarah yang juga baru mau bergabung di meja makan, ikut menatap Juleha, terlebih ibunya, wanita paruh baya itu menghampiri Juleha.
" Memangnya Leha, belum ngasih tahu ke Abang ya ? "
tanyanya tanpa dosa.
" Dek "
Zainal jadi gemes, pengen rasanya dia menggendong Juleha, dan membawanya ke dalam kamar lalu digelitikinya tapi kan gak mungkin.
Juleha justru cengengesan seraya mengangguk anggukkan kepalanya.
" Ya Alloh, dek "
Zainal sudah tidak tahan lagi, tanpa malu malu, dia menciumi kedua pipi Juleha saking gemesnya, sudah tahu Zainal kebelet pengen punya anak, sudah hamil bisa bisanya Juleha lupa memberitahukan padanya.
Ibu Juleha mengusap sudut matanya yang basah karena haru.
Ya, Zainal udah berhasil, aku kapan ?
Sabar bang Dul, tolongin aja dulu, Mahmud, ntar Mak othor bantu deh buat cuit cuit sama neng Sarah
...******...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻