Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Sebelum baca bab ini jangan lupa kasih hadiah bunga mawarnya ya, dan vote juga heheh.
🌛🌛🌛
"Ibu takut tuan Derson marah kalau misalnya ibu datang kerumah mu, bagaimana kalau besok pagi kamu datang kerumah ibu, kamu dijemput oleh Jhosua saja" tawar Mawar.
"Ada yang penting ya buk? katakan saja dari telfon kayaknya aku susah untuk keluar dari rumah deh, penjagaan dirumah ini sangat ketat" jawab Via jujur karena gerbang sudah dijaga ketat dan Via tidak duperbolehkan keluar rumah atas perintah si Derson yang kejam.
"Seberapa lama kamu tidak bisa keluar sayang?" kini nada ucapan Mawar lebih lembut dari biasanya.
"Dengar-dengar sih sebulanan buk, tapi kalau misalnya nanti Via bisa keluar Via telfon ibu yeah" ucap Via memberi pengertian sambil menyetrika baju yang ada didepannya.
"Tuan Derson itu suami kamu ya sayang?" kini Mawar tidak sabar lagi untuk bertanya keintinya.
"Iya bu, ada apa ya?".
"Hehe tidak ada sayang, semoga langgeng sampai tua ya, dan bahagia selalu" ucap Mawar terharu. tapi tidak ada respon dari seberang telfon karena Via tidak menjawab iya ataupun tidak.
"Sayang kamu tidak senang ya, ibu ngomong gitu?"
"Senang Haha senang ko buk, oh ya buk nanti Via telfon lagi ya, tanggung nih kerjaan Via" ucap Via berbohong Karena Via malas membahas pernikahan apalagi sampai dia mengingat wajah Derson.
Didalam mobil Mawar merasa heran dengan Via tidak biasanya Via gugup begitu pas bicara, apalagi membahas pernikahan.
"Apa kamu tidak bahagia menikah dengannya Via?" batin Mawar bertanya-tanya lalu menjalan mobilnya menuju kantor suaminya dimana anaknya Jhosua juga bekerja disana sebagai manager pemasaran.
Sesampainya digedung yang besar itu Mawar langsung menuji lobby untuk memarkirkan mobilnya, mawar berjalan sangat anggun semua karyawan mengenal mawar sebagai istri dari atasan meraka, sehingga mereka dengan sopan menyapa Mawar.
"Selamat siang bu Mawar" ucap salah satu karyawan disana.
"Selamat siang" jawab Mawar dengan senyum khasnya sambil berjalan kearah lift menuju ruangan suaminya.
Sesampainya diruangan paling atas tanpa mengetuk pintu, mawar langsung masuk kedalam dan ternyata Jhosua lagi disana sedang berbicara kepada ayahnya.
"Jhosua ternyata kamu disini juga ya?" Tanya Mawar sambil berjalan kearah mereka.
"Iya mah, mama dari mana?".
"Dari rumah makan Via, dan mama sudah tanya langsung padanya ternyata Derson memang suaminya si Via". ucap Mawar lalu berjalan kearah sofa untuk duduk.
"Tapi sepertinya Via tidak bahagia ma, kasian dia punya suami yang suka kekerasan" Jhosua ikut duduk disamping mamanya.
"Walau Derson suka kekerasan lama-lama dia juga bakal lunak sama Via percaya deh sama mama".
"Betul kata mama mu Jhosua, lagian kita tidak ada hak untuk mengurus rumah tangga Via bersama Derson" ucap sang ayah menimpali.
"Yaudah kalau begitu, Jhosua lanjut kerja dulu ya mah, pah" ucap Jhosua sambil mengangkat bokongnya dari sofa dan melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya.
🌛🌛🌛
Sudah seminggu ini Derson dan James berada dikota B salah satu kota dinegara Amerika Serikat, saat ini kedua insan itu duduk diatas kursi dan fokus kepada latope diatas meja.
Derson maupun James sedang memeriksa data dari anak perusaan derson Company yang ada di kota B yang akan dibuka minggu depan untuk mulai beroperasi.
"Apa semuanya sesuai dalam laporan yang kamu baca?" Tanya Derson serius.
"Semuanya sesuai kok, siapa yang berani main curang dengan mu semua orang takut terhadapmu hanya pak harry yang bod*h itu yang berani bermain-main dengan mu" ucap James mengingat selama Derson mendirikan perusaannya tidak pernah orang berani bekerja curang.
"Haha betul juga kamu ya, ngomong-ngomong aku nggak pernah menelfon Via karena terlalu sibuk, apa kamu selalu menerima laporan dari Chloe?" Tanya Derson yang tiba-tiba teringat dengan Via.
"Iya Chloe selalu memberi kabar tentang Via, dan seminggu ini katanya Via sudah bosan dirumah beberapa kali Via ingin kabur tapi ditangkap oleh penjaga disana".
"Katakan pada mereka jangan sampai Via bisa lolos dari rumah" ucap Derson lagi. "Bagaimana kalau malam ini kita pergi keapertemen Lily aku rasa tidak terlalu jauh dari sini" ajak Derson lagi.
"Besok pagi ajalah, malam ini kita istirahat saja menuju rumahnya memakan waktu 1 jam perjalanan itu tidaklah dekat" ucap James sambil berjalan menuju kasur kamar Hotel.
Kedua insan itu tidur dikamar yang sama tapi berbeda kasur, sudah seminggu ini kedua insan itu tidur disana. mendengar ucapan James Derson memutuskan pergi keluar mencari makanan ringan.
Saat Derson sudah turun melihat ada minimarket didepan gedung hotel Derson menyebrang jalan, tanpa Derson duga ada seorang anak gadis memakai sepeda hendak menabraknya.
"Auu... " suara rintihan anak gadis itu saat dia terjajuh karena tidak mau sampai orang didepannya tertabrak.
Dengan geram Derson langsung menghampiri gadis itu "kalau jalan hati-hati dong untung saya tidak tertabrak, kalau tadi kamu sampe nabrak saya udah saya hancurin sepeda jellek mu ini" ucap Derson.
Gadis itu menoleh kearah suara laki-laki yang berkata kasar itu, gadis itu langsung mengenali siapa yang ada didepannya.
"Kak derson ya, kakaknya kak Lily?" tanya Isla langsung berdiri dari tempatnya.
"Kamu kenal Lily?" Tanya Derson cuek.
"Iya aku mengenalnya kami sering berjumpa kalau hari minggu dan hari libur" jawab Isla dengan sopan.
Tanpa menunggu lama Derson pergi dari hadapan Isla baginya itu tidak terlalu penting untuk dibahas, karena kalau dia merindukan adiknya itu dia bisa langsung kesana.
"Wahhh ternyata kakaknya kak Lily seram juga ya, tapi katanya orangnya baik tapi kok ini berbeda sekali" guman Isla lalu kembali menggayuh sepedanya menuju rumah sang nenek dan kakeknya.
Isla dan Lily sudah lama berteman sekitar 6 bulanan mereka sangat akbrab walau berbeda umur, Isla juga sering menjenguk Lily keapertemennya keduanya hidup bagaikan adik dan kakak.
Derson kembali melangkahkan kakinya menuju hotel tempat ia menginap setelah selesai belanja makanan dan minuman ringan, sampainya dia dikamarnya Derson melihat James sudah tidur dengan nyeyak.
Setelah menyimpan makanan dan minuman dikulkas Derson melangkahkan kakinya menuju kasur King size yang menjadi tempatnya melepas lelah.
Sebelum tidur Derson mengotak-atik hpnya, hingga Derson kesasar ke galeri, disana terlihat jelas sebuah photos bersama Via dan dirinya sedang tidur, tanpa Derson sadari bibirnya terangkat keatas, sedikit senyuman keluar dari bibirnya.
Derson mencoba menelfon nomor kontak Via, tapi sayangnya nomor Via sedang berada dalan panggilan lain. tidak menunggu lama Derson langsung menghubungi telefon rumah yang ada dikamar Via.
Telfon yang kesepuluh baru diangkat oleh Via. membuat kesabaran Derson telah hilang dan tinggal emosi yang tertinggal.
"Hallo" jawab via dengan pelan.
"Dari mana saja, nelfon siapa HP mu kenapa dalam panggilan lain?" derson langsung membentak Via dengan keras hingga james yang berada dikamar itu terbangun.
"Tadi aku nelfon sama Evie teman satu kerja ku" jawab Via.
"Alasan saja, kalau sampai aku tau kau menelfon orang lain selain Evie awas kamu" ancam Derson.
🌛🌛🌛
Hay jangan lupa like, komen, vote, dan favorite ya....
Kasih hadiah mawar juga biar tambah semangat upnya.