Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Makin hari di Rumah Agits makin rame,, Gak rame gimana coba, Tuh orang yang di takuti Agits gak mau pulang.
Dia masih betah di Rumah Yudha, Katanya pingin nunggu sampai Agits lahiran.
Ya, Setelah kepulangan Yudha waktu itu. Agits di kejutkan dengan kedatangan orang banyak. Mereka adalah semua kerabat Keluarga Yudha.
Masih ingat waktu Agits pingsan saat di RS milik Babang Kasep Fathan.
Dia ternyata lagi mengandung, Usia nya masih 3 minggu.
Jadi itu juga yang membuat Fathan mengembalikan Yudha pada istrinya. Dia tidak mau kalau Adik Celoy nya melewati masa masa ngidam Istrinya.
^^^^
Kedua orang tua Yudha pun ikut ikutan, Mereka berpindah Rumah ke rumah Agits.
Mereka lah yang paling Heboh mengurus ini itu. Gak boleh ini gak boleh itu. Agits di perlakukan bagaikan Putri Raja.
Sedangkan Yudha, Dia yang tersiksa. Bagai mana tidak, Setiap hari Yudha di repotkan dengan hal hal yang membuatnya kesal.
Seperti hari ini, Agits masih belum juga bangun. Sedangkan Yudha mau berangkat kerja.
Agits akan terus tidur jika tidak di bangunkan oleh Yudha.
Agits juga gak mau Mandi sama sekali dalam sehari. Terpaksa setiap hari Yudha harus merayu sang Istri biar mau mandi.
"Baby... Ayo bangun, Udah siang nih !"
"Eummmm bentar Pap masih ngantuk." Jawab Agits sambil berbalik posisi.
"Baby gede ku, Yuk bangun Hunny Bunny Sweetty. Aa mau berangkat kerja sekarang." Bujuk Yudha.
"Kamu berangkat aja A, Aku masih ngantuk." Jawab Agits sedikit bergumam.
"Kalo aku gak bangunin, Kamu gak akan bangun Gits." Kata Yudha sudah mulai kesal.
"Ishhh berisik amat sih Kamu, Aku jadi gak bisa tidur tau." Kata Agits kesal.
Agits langsung bangun sambil memonyongkan bibirnya. Dia merajuk karena terusik.
"Ya elah, Tiap pagi pasti kayak gini. Sarapannya pake Rayuan." Batin Yudha jengkel.
Agits menatap tajam Yudha dengan bersedekap tangan.
Yudha menggeser posisi nya mendekati Istri tercinta nya.
"Jangan ngambek dong sayang." Kata Yudha sambil meraih dagu Agits.
"H'h..." Agits memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ya udah kalo gitu, Kamu tidur lagi aja. Aku berangkat kantor sekarang Ok." Kata Yudha pasrah.
Dia sudah bosen tiap hari haru merayu Agits. Mana Yudha gak pandai merayu lagi. Jadi pusing kan.
"Gak mau, Kamu udah ganggu tidurku. Aku jadi gak bisa tidur lagi. Kamu harus tanggung jawab." Kata Agits ngambek.
"Astagfirulloh, Apa salahku ya tuhan... Sampai punya bini ngidam sulit nya minta ampun, Suka nya ngeselin." Batin Yudha menghela.
"Ok, Sekarang kamu mau apa Hunny...?
"Gendong..." Jawab Agits manja.
Yudha menuruti nya, Dia langsung mendekat dengan Agits sudah merentangkan tangannya.
Yudha langsung memangku tubuh Agits. "Mau mandi ?" Tanya Yudha.
Agits menggeleng.
"Kenapa Sayang , Kamu setiap gak mau mandi ?"
"Dingin Pak Dek..."
Yudha langsung menurunkan Agits pelan. "Pak Dek ?" Tanya Yudha heran.
"Hh. Bapak nya Dedek..." Jawab Agits.
"Kirain Pak Dek sebutan orang desa gitu. Yang husus buat Orang Tua."
"Hahaha... Tapi maksud aku kesitu sih."
"Agiiittttssss....." Kata Yudha menekan.
"Gak kok Bapak Ganteng."
"Babbbyyy... Jangan Bapak dong."
"Terusss apa ? Kakek."
"Sudah ah, Aku mau berangkat sekarang. Tuh liat udah jam berapa ? Aku kesiangan kayaknya."
"Ihh Mr. nya Ngambek Dek."
"Serah..."
"Ih Liat Dek, Bapak mu ngambek." Kata Agits sambil berpura pura ngomong sama Bayi yang masih dalam perutnya.
"Assalamualaikum, Aku berangkat. Bye Mami." Kata Yudha sambil mencium kening Agits.
"Papi gak mau mandiin Mami dulu ?"
"Aku udah kesiangan Sayang, Malu sama pegawai dong."
"Em... Ya. Selamat bekerja Papiiiiihhh."
"Ya asssalamualaikum."
"Kum salam."
Yudha langsung turun dan langsung berangkat. Dia gak sarapan dulu. Gegara membangunkan Bini yang sedang manja manja nya.
Tapi...
Yudha senang, Karna Istri nya gak seperti Tetangga nya dulu yang masa ngidamnya menyeramkan menurut Yudha.
Dia gak mau dekat dekat dengan suaminya. Malahan Suaminya di suruh pulang dulu ke rumah Orang tuanya sebelum masa ngidamnya habis.
Yudha bergidik ngeri kalo membayangkan itu semua.
^^^^
Sepulang dari kantor, Yudha menatap aneh pada Istrinya.
"Kenapa sayang ? Ko gitu banget liat nya ?" Kata Agits heran.
"Kamu belum mandi ya ?" Tanya Yudha.
"Hehehe... Belum Pi." Jawab Agits nyengir.
"Astaga Gits... Kenapa gak mandi."
"Takut Papi.... Kamu kan udah tau aku takut dingin."
"Kamu kan bisa pake air anget Gits." Jawab Yudha bingung dengan pemikiran Agits itu kemana.
"Mama udah bujuk bujuk dari tadi pagi. Tapi Mantu Mama nya gak mau." Jelas Mamah Yudha.
Yudha mengalihkan pandangan nya pada Mama.
"Biarin Dek, Entar juga kalo udah habis masa ngidam nya balik semula lagi." Tegas Fathan.
"Tuh, Kakak juga ngerti Mas."
"Ini gara gara Abang, Abang selalu belain Agits. Jadi Dia susah di atur Bang." Jawab Yudha tegas.
Agits melihat Yudha marah langsung menangis.
"Hey sayang, Maafin Aku. Aku gak bermaksud kayak gitu."
"Makannya Lo tuh dengerin kata Gue. Gue tahu segalanya. Kan itu makanan sehari hari Gue."
"Maafin Aku ya Sayang." Kata Yudha sambil menghapus air mata dari pipi Agits.
"Eehhh malah gak di dengerin." Kata Fathan kesal.
"Sono Bang, Jangan ikut ikutan terus."
"Dasar Adek Susah."
"Abaaannggg..." Kata Yudha melotot.
"Hahaha... Nikmatin tuh. Kali kali lo harus sekolah lagi, Belajar bagaimna cara merayu Cewek. Hahaha..." Kata Fathan dan langsung pergi ngacir.
Fathan terus tertawa dengan nyaring sampai hilang di telan kamar.
Sedangkan Mama, Dia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Anak anak nya juga Menantunya.
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑