NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Masa Sekarang

Malam yang melelahkan itu perlahan memudar, menyisakan keheningan yang pekat di dalam penthouse mewah berlantai dua di kawasan elite Los Angeles.

Jam dinding digital di sudut kamar menunjukkan tepat pukul tiga pagi.

Angin malam bertiup pelan di luar dinding kaca raksasa, sementara di dalam kamar, atmosfer panas yang semula mendominasi kini berganti menjadi keheningan yang menenangkan.

Di atas ranjang, Alceena Brox Riccardo terbaring lemas dengan napas yang masih belum sepenuhnya teratur. Lembar-lembar seprai sutra hitam di sekelilingnya tampak berantakan, menjadi saksi bisu dari pergumulan hebat yang baru saja mereka lalui.

Seluruh tubuh Alceena terasa kaku dan letih, sebuah konsekuensi dari keputusan impulsifnya malam ini. Otaknya yang semula dipenuhi kabut alkohol kini mulai sedikit menjernih, meninggalkan rasa campur aduk di dalam dadanya.

Namun, kejutan sesungguhnya baru saja dimulai.

Xander Hayes-Stone, pria yang beberapa menit lalu mendominasinya dengan begitu perkasa, perlahan bangkit dari posisinya.

Alceena mengira pria itu akan langsung berbalik memunggunginya atau berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri sendiri lalu mengabaikannya, seperti stereotip pria egois atau gigolo yang ada di kepalanya.

Namun ternyata, Xander memiliki pemikiran lain. Pria berusia 26 tahun itu ternyata cukup bertanggung jawab. Mengetahui bahwa ini adalah malam pertama untuk Alceena, ada garis kedewasaan dan kelembutan yang tiba-tiba muncul dari sikapnya yang semula dingin.

Xander beranjak dari ranjang tanpa sehelai benang pun, menampilkan siluet tubuhnya yang tegap dan berotot sempurna di bawah temaram lampu tidur. Dia berjalan ke kamar mandi dalam, lalu kembali beberapa saat kemudian dengan membawa sebaskom air hangat dan selembar handuk kecil yang lembut.

Alceena hanya bisa terdiam, memperhatikan setiap gerak-gerik pria itu dengan mata yang setengah mengantuk namun dipenuhi rasa terkejut. "Apa yang kau lakukan?" bisik Alceena parau, suaranya hampir habis.

Xander tidak menjawab dengan kata-kata. Dia duduk di tepi ranjang, tepat di samping tubuh Alceena yang masih enggan bergerak. Dengan gerakan yang teramat pelan, seolah takut menyakiti sebuah porselen yang rapuh, Xander menarik selimut yang menutupi tubuh Alceena. Dia membantu membersihkan tubuh Alceena agar wanita itu bisa tidur dengan nyaman sisa malam ini.

Sentuhan handuk hangat itu terasa begitu menenangkan di kulit Alceena yang sensitif.

Yang membuat Alceena benar-benar terpaku adalah bagaimana Xander melakukannya tanpa ada kilatan nafsu lagi di matanya.

Pria itu bahkan tidak merasa malu ataupun sungkan saat membersihkan area di pangkal paha Alceena, tempat di mana bercak kemerahan menjadi bukti dari kepolosan Alceena yang baru saja direnggutnya beberapa jam lalu.

Xander mengusap area sensitif itu dengan penuh kehati-hatian, memastikan tidak ada sisa-sisa pergumulan yang membuat Alceena merasa tidak nyaman.

"Di mana kau menyimpan seprai baru?" tanya Xander tiba-tiba. Suaranya yang berat dan serak terdengar begitu intim di keheningan jam tiga pagi itu.

Alceena berkedip beberapa kali, mencoba memproses pertanyaan itu di tengah rasa terkejutnya yang mendalam atas perlakuan manis ini. "Di... di lemari besar sebelah kanan pintu kamar mandi," jawabnya terbata-bata.

Xander mengangguk pelan. Dia meletakkan handuk hangatnya, lalu berjalan menuju lemari yang ditunjuk Alceena.

Pria itu mengambil selembar seprai katun premium berwarna abu-abu gelap, lalu kembali ke ranjang.

Tanpa canggung, Xander membantu Alceena untuk bergeser sedikit ke sisi sofa santai di dekat ranjang, lalu dia mengganti seprai yang berantakan itu sendirian. Gerakannya cekatan, melipat dan memasang setiap sudut seprai dengan rapi, seolah dia sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga secara mandiri.

Alceena cukup terkejut dengan perlakuan ini. Di dalam benaknya, seorang pria yang sedang patah hati dan melarikan diri ke bar biasanya akan bertindak kasar, acuh tak acuh, atau setidaknya menunjukkan sikap dingin setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Namun, pria asal Chicago ini justru menampilkan sisi protektif yang sangat bertolak belakang dengan status 'gigolo' yang sempat disematkan oleh para bartender tadi malam.

Ada rasa hangat yang aneh perlahan merayap ke dalam hati Alceena, sebuah perasaan aman yang sudah lama tidak dia rasakan dari mantan kekasihnya, Aldridge.

Setelah selesai memasang seprai baru yang bersih dan wangi, Xander kembali menatap Alceena. "Kemarilah," ucapnya lembut.

Xander membantu Alceena untuk kembali naik ke atas ranjang yang kini terasa jauh lebih nyaman. Begitu tubuh Alceena menyentuh kasur, Xander ikut berbaring di sampingnya. Dia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua dari terpaan udara pendingin ruangan.

Hingga akhirnya Xander menarik tubuh Alceena mendekat, mendekapnya dengan posesif dari belakang. Dada bidangnya yang hangat menempel sempurna pada punggung Alceena, menyalurkan rasa nyaman yang luar biasa. Kepalanya bersandar di dekat leher Alceena, membiarkan deru napasnya yang teratur menggelitik kulit leher sang diva.

"Tidurlah," bisik Xander lirih, tepat di dekat telinga Alceena.

Kata-kata sederhana itu mengakhiri gejolak badai yang terjadi sepanjang malam. Alceena memejamkan matanya, merasakan eratnya pelukan Xander yang seolah melindunginya dari segala kekacauan di luar sana.

Dalam dekapan hangat pria asing yang kini menjadi bagian dari takdirnya, Alceena akhirnya menyerah pada rasa lelah dan tenggelam ke dalam tidur yang lelap.

...****************...

Keesokan paginya, cahaya matahari Los Angeles yang cerah mulai menerobos masuk melalui celah-celah gorden tipis, menerangi kamar tidur utama penthouse tersebut.

Sinar keemasan itu jatuh tepat di atas ranjang, membangunkan Alceena dari tidur nyenyaknya.

Alceena membuka matanya perlahan, mengerjapkan pandangannya untuk menyesuaikan diri dengan cahaya pagi.

Hal pertama yang dirasakannya adalah sebuah lengan kekar yang masih melingkar erat di pinggangnya, mendekap tubuhnya dengan posisi yang sama seperti semalam. Alceena bergerak sedikit, berbalik perlahan agar tidak membangunkan pria yang berada di sampingnya.

Kini, Alceena bangun terlebih dahulu dan memandang pria yang masih mendekap erat tubuhnya itu.

Dalam jarak yang hanya beberapa sentimeter, Alceena mengamati wajah Xander yang sedang tertidur dengan saksama.

Tampan. Dan sangat sempurna.

Tanpa adanya kerutan frustrasi atau tatapan tajam seperti semalam, wajah Xander saat tertidur tampak begitu tenang, dengan garis rahang yang tegas, hidung mancung yang proporsional, dan bulu mata yang cukup lebat.

Dia memiliki ketampanan yang maskulin, tipe pria yang bisa dengan mudah memikat wanita mana pun hanya dengan sekali tatap.

Namun, kedamaian di wajah pria itu justru membawa ingatan Alceena kembali pada momen menyakitkan di tengah malam tadi.

Sumpah pria itu... dan sebuah nama yang terucap dari bibirnya dengan begitu penuh kerinduan.

Nora.

Nama itu kembali bergaung di kepala Alceena seperti sebuah alarm yang berisik. Rasa hangat dan kagum yang sempat singgah di hatinya seketika menguap, tergantikan oleh kenyataan pahit bahwa pria tampan di hadapannya ini menyerahkan tubuhnya malam tadi, namun jiwanya tetap tertinggal pada wanita bernama Nora di Chicago.

Ego Alceena sebagai seorang wanita terhormat dan diva besar kembali terusik. Dia tidak ingin menjadi pelampiasan atau sekadar pelarian bagi siapa pun.

Dengan gerakan yang agak sentak, Alceena melepaskan cengkeraman tangan Xander dari pinggangnya.

Dia langsung bangun dari ranjang, menurunkan kakinya ke lantai marmer yang dingin. Namun, begitu dia mencoba berdiri tegak, sebuah rintihan kecil lolos dari bibirnya.

"Awhh..." Alceena meringis, memegangi bagian bawah perutnya.

Walaupun aktivitas paginya agak terganggu oleh rasa perih di area pangkal pahanya—akibat dari pengalaman pertamanya yang begitu intens semalam—Alceena memaksakan diri untuk tetap melangkah.

Dia berjalan dengan sedikit tertatih menuju kamar mandi, tidak ingin berlama-lama berada di tempat tidur yang sama dengan pria yang memikirkan wanita lain.

Di dalam kamar mandi, di bawah guyuran air hangat dari shower, Alceena mencoba membersihkan sisa-sisa rasa penatnya.

Air hangat yang mengalir di tubuhnya membantu meredakan rasa perih dan kaku pada otot-ototnya.

Sambil mengusap tubuhnya dengan sabun beraroma lavender, pikiran Alceena kembali berputar.

Dia harus tetap pada rencana awalnya: pria ini adalah simpanannya. Hubungan ini murni bisnis dan pelampiasan ego, tidak boleh ada perasaan yang terlibat di dalamnya.

Jika Xander menganggap ini sebagai pelarian dari Nora, maka Alceena akan menggunakannya sebagai pelarian dari Aldridge.

Adil.

Setelah selesai mandi dan mengenakan jubah mandi sutra berwarna putih yang longgar, Alceena keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang melingkar di kepalanya untuk mengeringkan rambut.

Dia melirik ke arah ranjang. Xander masih tidur dengan posisi telungkup, salah satu lengannya terentang di tempat Alceena berbaring sebelumnya.

Pria itu tampaknya benar-benar kelelahan setelah menghabiskan waktu dua minggu di bar dan melakukan aktivitas ekstrem bersamanya semalam.

Alceena mengembuskan napas panjang. Dia melangkah keluar dari kamar tidur utama, menuruni tangga menuju ke area dapur bersih yang luas dan bernuansa modern minimalis di lantai bawah.

Dia segera memutuskan untuk memasak untuk makan bersama. Tentu saja pria itu akan sangat lapar setelah terbangun nanti.

Logika Alceena berjalan dengan sangat baik; menghabiskan energi yang begitu besar semalaman—ah, tidak! Wajah Alceena mendadak memerah dan memanas jika mengingat detail-detail kejadian semalam di atas ranjang.

Sentuhan Xander, suara erangannya, dan bagaimana otot-otot perut pria itu bergerak di atasnya kembali terbayang dengan sangat jelas di benaknya, membuat jantung Alceena berdegup kencang di pagi yang cerah ini.

"Fokus, Alceena. Kau hanya memasak karena kau juga lapar," gumamnya pada diri sendiri, mencoba mengusir bayangan sensual itu dari kepalanya.

Alceena membuka kulkas dua pintu yang besar di dapurnya. Sebagai seorang selebritas yang sibuk, dia jarang memasak, namun kulkasnya selalu diisi dengan bahan-bahan segar berkualitas tinggi oleh asisten rumah tangganya yang datang berkala.

Dia mengambil beberapa butir telur organik, daging asap premium, roti gandum, alpukat, dan mentega.

Dengan cekatan, Alceena mulai menyalakan kompor induksi. Dia melelehkan mentega di atas wajan, lalu mulai membuat scrambled eggs yang lembut dan wangi.

Aroma gurih dari daging asap yang dipanggang perlahan mulai memenuhi seluruh ruangan penthouse, menciptakan suasana pagi yang hangat dan domestik, sesuatu yang sangat kontras dengan status hubungan mereka yang rumit.

Alceena juga menyeduh kopi hitam pekat tanpa gula untuk Xander—berasumsi pria itu akan membutuhkan kafein untuk meredakan sisa sakit kepalanya akibat alkohol—dan secangkir teh hijau hangat untuk dirinya sendiri.

Sambil membalik roti gandum di atas pemanggang, Alceena menatap ke arah tangga melingkar yang menghubungkan lantai bawah dengan kamarnya.

Dia bertanya-tanya dalam hati, apa yang akan terjadi setelah pria dari Chicago itu terbangun? Bagaimana mereka akan berinteraksi setelah kesepakatan gila yang mereka buat di bar malam tadi?

Satu hal yang pasti, Alceena Brox Riccardo tidak akan pernah membiarkan dirinya terlihat lemah lagi.

Jika Xander Hayes-Stone ingin bermain dalam permainan pelarian ini, maka Alceena akan memastikan bahwa dialah yang memegang kendali penuh sebagai pemilik sah dari pria itu di kota Los Angeles ini.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!