NovelToon NovelToon
Curahan Hati Mafia

Curahan Hati Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 5
Nama Author: MartinA Felicia

Aku masih mengingat beberapa bulan yang lalu, aku bersumpah tidak akan jatuh cinta lagi. Setelah mengalami patah hati terburuk sepanjang hidup aku, 5 hari lamanya aku berteman alkohol, dan air mineral, tidak sesuap nasi pun masuk ke lambung ku. Tiba-tiba aku suka membenturkan kepalaku ke dinding agar aku bisa lupa tentangmu.

Aku Farel pria dari keluarga biasa, hidup susah memiliki pacar bernama Joanna yang kemudian meninggalkan aku dan memilih Dave pria kaya, aku memiliki banyak kenangan dengan Joanna, bahkan Ibu dan Ayahku sudah sangat sayang kepadanya.

Aku patah hati setelah dia meninggalkan aku, seorang perempuan bernama Naina yang sudah lama memendam cinta kepadaku mengobati kesepian dan sakit hatiku, Ibuku dan Ayahku mendukung aku untuk menikahi Naina.

Aku mencoba mencintai Naina, apakah aku bisa mencintai Naina seperti saat aku mencintai Joanna?

Aku bekerja dengan Seorang Mafia Kaya raya, dan aku baru tahu kalau Joanna menikah dengan anak Bos ku, aku berniat balas dendam untuk menghancurkan mereka, apakah bisa aku menghancurkan Mafia besar seperti Pak March? Pak March memilik Putri yang sangat sombong dan jutek, bagaimana kisahku dengan Paula nanti? Jangan lupa like yah.terimahkas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Paula

“Rel, kamu lama banget sih nyampenya, keburu aku menjamur.” Ucap Paula merasa kesal terhadap Farel.

“Pak... ada apa ini sebenarnya?” Tanya Farel kepada Security.

Kedua Security kemudian menjelaskan yang terjadi di dalam Bioskop, Farel menatap Paula yang sama sekali tidak merasa bersalah, kemudian menatap Dimas yang sepertinya sangat bangga karena diperebutkan kedua wanita.

“Dimas, kenapa ini semua bisa terjadi? Harusnya kamu yang ditahan Security, karena kamu lah sumber permasalahan ini.” Ucap Farel tidak terima.

“Bukan salah Dimas, ini salah perempuan kampungan ini.” Paula menunjuk ke arah wanita yang sedang berdiri di samping Dimas didampingi ayahnya.

“Paula, kamu diam dulu. Biarkan saya yang selesaikan masalah ini.” Ucap Farel tegas.

“Dimas, kamu itu lelaki, seharusnya kamu itu kasih keadilan, aku gak terima kalau kamu mempermainkan Paula seperti ini, sekarang kamu pilih Paula atau perempuan ini.” Ucap Farel benar-benar marah.

“Farel, kenapa kamu bertanya seperti itu? Jelas sudah dia memilih aku, aku ini calon isterinya. Perempuan ini bukan siapa-siapanya. Iyakan Sayang?” Paula mengatakannya sambil menggandeng tangan Dimas.

“Cukup Paula... Kamu bisa gak sih jaga harga diri kamu, jangan karena pria pengecut ini, kamu menjatuhkan harga diri kamu, harga diri papi kamu. Kamu itu berharga buat papi kamu, kenapa kamu sama sekali gak paham kalau saat ini Dimas sedang mempermainkan kamu.” Ucap Farel membentak Paula.

“Kamu ini keterlaluan Farel, kamu itu lupa siapa kamu? kamu itu hanya suruhan papi aku, kamu itu pembantu. Kamu gak pantas membentak aku seperti itu.” Ucap Paula.

“Pak, bapak sebagai security harusnya proses ini laki-laki, coba bayangkan bagaimana kalau laki-laki seperti ini memacari anak bapak, dia sudah mempermainkan kedua wanita.” Ucap Farel terhadap pihak keamanan Mall.

“Vani, sekarang ikut ayah. Kamu tidak boleh lagi dekat dengan lelaki ini, dia membawa pengaruh buruk terhadap kamu, ayah tidak akan mau dan tidak sudi jika kamu pacaran dengan dia.” Ucap Ayah Vani memaksa Vani ikut dengannya.

“Dimas, jangan sesekali kamu menampakkan diri lagi di hadapan saya, jangan pernah dekati anak saya lagi, jangan berhubungan dengan anak saya, kalau sampai kamu mendekati anak saya lagi, saya akan laporkan kamu ke Polisi.” Ancam Ayah Vani dengan tegas.

Dimas hanya berdiri tanpa melakukan apapun, dia tidak mau mengambil resiko karena dia tahu semuanya sedang panas dan emosi saat ini.

“Aku sebaiknya diam saja, gak usah mengejar Vani... lagian aku bisa mendapatkan wanita seperti Vani dengan gampang, tapi aku gak akan bisa mendapatkan wanita sebodoh Paula yang bisa memberikan apa yang aku minta.” Gumam Dimas dalam hati.

“Ayah, lepaskan tangan Vani. Vani gak mau pisah dari Dimas, kami sudah jadian.” Ucap Vani menangis sambil mengikuti langkah ayahnya dengan terpaksa.

“Ayo, kamu gak perlu pertahankan lelaki seperti itu, masih pacaran saja sudah berani mendua, apalagi setelah menikah nanti. Ayah gak sudi kamu pacaran dengan dia.” Ucap Ayah Vani sangat marah.

Vani diseret paksa oleh Ayahnya dan menaiki kendaraan ayahnya dan meninggalkan tempat itu, Security hanya mampu menggeleng dan menertawakan kebodohan Vani dan Paula yang telah ribut hanya karena seorang pria biasa.

Paula tersenyum merasa kalau dirinya sudah menang atas Dimas, Paula semakin menggandeng tangan Dimas dengan erat.

“Sayang, kita jalan yuk!” Ajak Paula tanpa merasa malu.

Farel sangat emosi melihat Paula yang muka tembok, Farel mengajak Paula ikut dengannya.

“Ayo ikut aku!” Ucap Farel.

“Gak mau.” Jawab Paula menolak.

“Kamu harus ikut dengan aku, papi kamu meminta aku untuk membawa kamu.” Ucap Farel menggemgam tangan Paula erat.

“Lepaskan tangan aku, aku gak mau ikut dengan kamu, kamu hanya suruhan.” Ucap Paula lagi.

“Ngapain kamu mempertahankan pria yang sudah menyakitimu? Dia sudah menduakan kamu, dia memacari wanita lain, dan kamu masih mau sama dia? Dia sudah membuat kamu malu Paula, jangan-jangan, dia yang selama ini sudah memoroti uang kamu, iyakan?” Ucap Farel.

“Lancang sekali kamu, kamu tidak kenal siapa aku.” Ucap Dimas sambil menghajar Farel, dia memukul Farel.

Awalnya Farel ingin melakukan serangan balik untuk membalas Dimas, namun dia punya cara lain untuk membuat Dimas kapok, Farel ingin Dimas berurusan dengan Polisi, Farel sengaja menyalakan api di mata Dimas dan membuat Dimas menghajar Farel.

“Aku harus menolong Paula, aku harus mengambil simpati Paula karena bagaimana pun sekarang aku gak mungkin kehilangan Paula, aku sudah tidak bisa berhubungan dengan Vani, ayahnya sudah melarang aku dekat dengan Vani, dan satu-satunya tinggal Paula.” Ucap Dimas dalam hati sambil melakukan perlawanan kepada Farel

Farel memaksa Paula untuk ikut dengannya, dengan senyuman sinis yang dia tinggalkan kepada Dimas membuat Dimas merasa sangat emosional, Dimas akhirnya semakin kesal dan meluapkan semua emosinya kepada Farel.

Dimas menghajar Farel, namun Farel melakukan penyelamatan terhadap dirinya dan berusaha tidak menyerang Dimas, Farel menangkap tangan Dimas dan mengikatnya ke arah belakang.

“Pak... tolong bawa orang ini ke Kantor Polisi, dia sudah menyerang saya dan membuat saya terluka, ini bibir saya terluka dan berdarah. Kalian saksinya.” Ucap Farel.

“Baik, Mas.” Security membawa Dimas ke Kantor Polisi terdekat untuk diperiksa, jelas-jelas Dimas bersalah karena sudah menyerang Farel terlebih dahulu.

“Sayang, kamu selamatkan aku, jangan sampai aku masuk Sel, aku sayang sama kamu. Aku tak sanggup kehilangan kamu.” Ucap Dimas.

“Farel, kamu harus bebaskan Dimas, dia tidak bersalah. Kamu sudah gila ya?” Ucap Paula marah.

Mereka terus berjalan hingga ke depan parkiran mobil, Farel ingin membawa Paula pulang karena Farel gak mau Paula menyelamatkan Dimas yang sedang diperiksa.

Farel menarik tangan Paula dan membawanya masuk, “Naik motor atau mobil?” Tanya Farel.

“Najis naik motor kamu, aku mau naik mobil aku.” Ucap Paula.

Paula membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalam mobil, Farel langsung duduk di samping Paula.

“Ngapain kamu masuk ke dalam? Kamu naik motor aja.” Ucap Paula.

“Kamu pikir aku bodoh? Aku tahu kamu pasti ingin ke Kantor Polisi menyusul Dimas kan? Kamu mau selamatin Dimas? Kamu memang benar-benar bodoh, cowok kayak Dimas itu gak pantas untuk kamu.” Ucap Farel.

“Kamu sepertinya lupa siapa kamu sebenarnya, saya akan suruh papi bebasin Dimas dalam satu perintah saja, kamu tahu kan siapa papi Paula?” Ucap Paula sombong.

“Dimas berurusan denganku, bukan dengan Pak March. Dia menyerangku dan melukai aku hingga berdarah, kamu bisa lihat mulut aku terluka karena Dimas? Sedangkan aku, aku tidak melakukan perlawanan kepadanya. Jelas Dimas bersalah. Polisi hanya akan membebaskan dia jika aku mau berdamai dengannya.” Ucap Farel tersenyum.

“Bajing*n kamu! Kamu sengaja menjebak Dimas, kamu yang mulai memanasi dia, kalau kamu tidak memanasi dia dengan ucapanmu, dia gak akan marah. Dia gak akan pernah menyerangmu, kamu benar-benar keterlaluan Babu.” Ucap Paula.

“Babu? Atu Baby?” Tanya Farel bercanda.

“Aku gak bercanda, kamu akan dipecat, aku akan meminta papi untuk memecatmu, kamu gak pantas jadi babu papi.” Ucap Paula sangat kasar.

“Pecat? Kamu mau orang yang sudah menyelamatkanmu dipecat? Kamu akan menyesal jika aku dipecat, karena aku akan semakin mempersulit Dimas keluar dari sana. Kamu mau Dimas dipenjara?” Gertak Farel mengancam.

“Aku gak mau, aku mau Dimas bebas, kamu gak boleh lakukan ini, aku tahu kamu pasti benci sama aku, kamu mau balas dendam sama aku, kenapa kamu malah lakukan hal ini terhadap kekasihku?” Ucap Paula.

“Paula, aku saja yang menyetir.” Ucap Farel.

“Gak mau.” Jawab Paula.

Farel keluar dari dalam mobil, masuk ke sebelah pintu dekat Paula dan mengangkat tubuh Paula dan melemparkannya ke bangku sebelah bekas Farel duduk.

Mereka saling bertatapan, saat Farel merangkul tubuh Paula, Paula menatap mata Farel dan jantungnya seperti berhenti berdetak.

Brug... Paula sudah duduk dengan tidak nyaman di bangku sebelah, mau gak mau Paula membenerin posisinya. Sedangkan Farel duduk di bangku itu dan menyetir mobil.

“Kamu benar-benar lancang, aku tidak pernah menemukan suruhan seperti kamu, kamu sudah membuat aku sangat membencimu.” Paula terus menggerutu dan marah.

Farel hanya diam, dia tetap fokus menyetir, kemudian seorang anak di pinggir jalan sedang berjulan permen, coklat dan bunga.

“Beli dong Pak..” Bujuk anak kecil itu saat lampu merah memberhentikan mobil mereka.

Farel membuka kaca mobil, membeli barang dagangannya, dan memberikan kepada Paula.

“Apa-apaan ini? Kamu pikir bunga murahan, coklat dan permen ini bisa menyogok aku?” Paula melemparkannya ke alas kakinya.

“Aku kasihan kepada anak kecil itu, aku pikir dengan membeli barang dagangannya, dia akan makan malam ini, dia akan bisa tidur nyenyak tanpa perut kosong.” Ucap Farel.

“Bukan urusanku Bangs*t... kamu itu munafik, kamu menyelamatkan anak kecil itu, tapi kamu menjebloskan pacar aku ke dalam penjara.” Ucap Paula marah.

“Pacar kamu mungkin tidak akan lama di sana, palingan hanya satu atau dua malam.” Ucap Farel.

“Dasar psikopat, kamu gak pernah punya pacar yah makanya kamu bisa menyakiti hati orang yang memiliki pacar.” Ucap Paula.

“Paula, kamu pikirin apa yang kamu cari dari Dimas? Ganteng doang tapi gak punya attitude buat apa? Kamu mau jadi apa kalau kamu terus mempertahankan dia? Kalau dia memang mencintai kamu, dia gak akan menduakan kamu, dia pasti akan klarifikasi tadi, dia akan memilih kamu.” Ucap Farel.

“Aku kenal sama Dimas, perempuan itu pasti yang sudah mengejar Dimas..” Jawab Paula marah.

“Sekalipun di kejar kalau dia tidak mau pasti tidak akan terjadi perselingkuhan itu, sama seperti sebuah Bus, kalau kita kejar bagaimanapun kalau memang dia tidak mau berhenti, kita tidak akan bisa masuk ke dalam bus itu. Kamu itu calon sarjana, tapi kamu sama sekali tidak berpikiran seperti seorang yang berpendidikan, kamu mikir gak sih Dimas itu bukan lelaki baik-baik?” Ucap Farel.

“Emangnya siapa yang baik? Papi aku? Kamu? Kak Dave? Kalian semua itu juga bukan pria yang baik, kamu jangan menggurui aku tentang kebaikan, aku sudah melihat semua kepahitan di depan mataku, bahkan aku menyaksikan sendiri tangan pria-pria yang membunuh ibuku.” Ucap Paula sambil meneteskan air mata.

“Paula, kamu jangan menangis, ambil coklat ini... makanlah, coklat ini akan membuat moodmu membaik, percaya sama aku.” Ucap Farel.

“Kamu ambil dari alas kakiku untuk kumakan? Kamu pikir aku ini orang sembarangan, dasar Babu.” Ucapnya lagi.

“Terserah katamu apa, yang jelas niatku baik kepadamu.” Ucap Farel tersenyum.

Farel mengemudi mobilnya dengan santai sedangkan wanita yang ada disebelahnya terus mengoceh menghina diri Farel.

“Paula, kenapa sih kamu bisa sebandel ini, kamu itu anak perempuan, tapi kelakuan kamu itu melebihi bandelnya anak pria.” Gumam Farel dalam hati.

Paula menelpon kekasihnya, menyemangati kekasihnya namun Dimas tidak bisa menerima telepon lama-lama karena dia sedang ditanyai Polisi mengenai perbuatannya.

Pihak Kepolisian juga sudah meminta Farel untuk datang ke Kantor Polisi, karena Polisi juga ingin mengetahui keterangan dari Farel.

“Kamu harus selamatkan Dimas, kamu harus maafin dia!” Perintah Paula.

“Bukan urusanmu!” Jawab Farel membalikkan kata-kata Paula.

“Kamu lupa manggil aku Nona? Sejak tadi kamu tidak nyebut Nona, kamu selalu sebut namaku langsung, kamu ini sadar gak sih diri kamu siapa? Kamu itu sampah yang dikutip papi aku, bekerja di Perusahaan Papi aku, dan kamu digaji sama Papi aku, kalau kamu tidak dikutip dan dibawa ke rumah saya, pasti orangtua kamu juga tidak akan bisa makan dan tidur tenang.” Hina Paula.

“Kamu bisa mengatai aku sesukamu, tapi jangan katai orangtuaku.” Ucap Farel mulai emosi.

“Memangnya kenapa? Kamu itu gak lebih dari seekor anjing yang dibawa papi aku, dikasih makan. Dan orangtuamu juga keluarga anjing.” Ucap Paula.

Lepas sudah emosi Farel, dia ingin mendaratkan sebuah tamparan di pipi Paula, Dia mulai mengangkat tangannya. Namun hal itu tidak terjadi, Farel tidak mau mengangkat tangannya untuk seorang wanita, dia masih menghargai wanita.

“Ada apa denganku? Aku gak bisa sekasar itu terhadap wanita, bagaimanapun ibuku adalah wanita, dan seorang Farel tidak akan pernah menyakiti wanita.” Gumam Farel menghentikan dan menurunkan tangannya.

“Kenapa berhenti? Kamu merasa kalau kamu takut yah aku bawa ke Kantor Polisi? Tampar aja, biar kita impas.” Pancing Paula lagi.

1
Nurul nasution Cantik
tanggung x
Nurul nasution Cantik
up
Nurul nasution Cantik
like
KUTU Buku
up dong
Maria
seru bgt
Maria
seru
Maria
up
Bucin22
lanjut dong
Heru
lanjut
Heru
like
Gina cayang eko
jujur ya padahal.karyamu bagus tapi.kenapa.lama bgt up.nya?
kamu baik baiknaja kan?
Sari
kok jadi lama banget yah up nya
Sari
next napa thor
Anto yoga cinta utami
thor kemana dirimu? kenapa gak muncul
Dwi ciahaan
kapan update kak? jangan aduk aduk perasaan kami pembaca dong
Ayu Dinda
like mendarat
Felicia: tq ya kak da mampir 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Ayu Dinda
next up
Ayu Dinda
kasihan bgt
Ayu Dinda
ih
Ayu Dinda
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!