Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Setelah tiba di luar, Qian Yu melihat Yun Xian'er sedang berdiri dengan cemas, seolah mengkhawatirkan sesuatu.
"Xiao Yu~" Yun Xian'er yang melihat Qian Yu keluar langsung menghampirinya.
"Senior, guru meminta senior untuk masuk."
Ucap Qian Yu yang menyampaikan perintah sang Master, Qian Yu tahu, bahwa ini mungkin terakhir kalinya ia akan bertemu sang Master.
"Baiklah."
Yun Xian'er kemudian memasuki ruangan sang Master, dan Qian Yu hanya bisa menunggu di luar sambil memikirkan sesuatu.
Di tempat lain, Tahta Suci Cahaya.
Di dalam istana Paus.
"Tuan, ini adalah orang yang mendapatkan warisan dewa di benua Timur."
Seorang uskup agung merah menyerahkan sebuah berkas dengan hormat kepada Michael II.
Michael II memiliki wajah tampan yang tegas, dengan pupil mata berwarna biru, khas orang barat, memakai jubah putih yang terbuat dari sutra kualitas terbaik, dengan corak emas yang terlihat mewah dan elegan.
"Sun Wukong? Saat membangkitkan warisannya terjadi fenomena alam yang melampaui Raja Dewa?"
"Ya, Tuan, yang mendapatkan warisannya adalah seorang anak dari Akademi kecil di Negara Dahua."
Saat mendengar itu, Michael II terus membaca berkas, dan matanya berkilat aneh.
"Umumkan kepada Dunia, bahwa Sun Wukong adalah seorang di bawah Tuhan, dia salah satu dari Tujuh Malaikat Pencipta, dan kedudukannya setara dengan Michael!"
"Juga, kirimkan pesan kepada anak itu, asal bergabung dengan Tahta Suci Cahaya, ia akan menjadi Putra Suci Tahta Suci Cahaya! Dan dihormati oleh semua umat."
Michael II mengatakan sesuatu, dan Uskup Agung Merah sangat terkejut.
Gelar putra suci bukankah lelucon, itu melambangkan pewaris selanjutnya dari Tahta Suci Cahaya!
Dan Tahta Suci Cahaya sekarang adalah kekuatan terbesar kedua di dunia saat ini, kenapa sang Paus ingin menariknya ke Takhta Suci?
"Tuan, tolong pertimbangkan lagi dengan matang, posisi Putra Suci tidak boleh diserahkan secara sembarangan kepada orang luar."
Uskup merah berkata dengan tergesa-gesa, dan ia mencoba menasehati Michael II.
"Apakah kamu meragukan keputusanku?" Michael II berkata dengan suara dingin.
"Hamba tidak berani Tuan, hamba hanya mengkhawatirkan masa depan Tahta Suci Cahaya."
Uskup merah berkata dengan ketakutan, aliran keringat dingin muncul di dahinya, dirinya benar-benar takut membuat marah seorang yang mengerikan di hadapannya.
Berani tidak hormat padanya? Jangan bercanda, meskipun ia memiliki sepuluh nyawa dan sepuluh kepala, itu tidak akan cukup lolos dari amukan Michael II.
Meskipun dirinya adalah salah satu dari enam uskup agung merah, yang merupakan orang kepercayaan Michael, dirinya disebut sebagai orang kepercayaan kepada dunia, bagi Michael II belum tentu ia benar-benar percaya padanya.
"Seseorang yang mewarisi warisan dewa diatas tingkat Raja, itu adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh Tahta Suci Cahaya sekarang jika ingin benar-benar menjadi kekuatan nomor satu di dunia."
"Dan, kamu, berani tidak setuju? Apakah kamu sudah tidak puas dengan gelar Uskup Agung Merah?"
"Bukan begitu Tuan, aku sudah sangat puas, aku hanya menghawatirkan masa depan Tahta Suci Cahaya, Tuan aku sudah sangat puas dengan gelar Uskup merah."
Uskup agung merah tersebut berbicara dengan tergesa-gesa, keringat dingin mengalir dengan deras di tubuhnya, dirinya benar-benar ketakutan sekarang!
"Hmph, jika begitu, lakukan saja sesuai perintahku." Michael II mendengkus dingin.
"Baik, Tuan."
Kemudian Uskup Agung Merah tersebut pergi dengan tergesa-gesa.
"Bahkan jika Sun Wukong bukan dari jajaran Surga, dan bukan salah satu dari Tujuh Malaikat Pencipta, siapa yang berani meragukan perkataan ku?"
Michael II bergumam, ia sedang merencanakan sesuatu dan tidak ada yang mengetahuinya hal apa itu.
Kembali ke Sasana Bela Diri.
Beberapa saat kemudian, Yun Xian'er keluar dari kediaman sang Master, wajah cantiknya kini sudah berubah, dipenuhi oleh kesedihan dan air mengalir dari matanya yang indah.
Qian Yu yang melihat itu berdiri, hatinya bergetar saat melihat Yun Xian'er seperti sekarang.
Yun Xian'er yang baru keluar langsung berlari dan melompat kedalam pelukan Qian Yu, dirinya terisak-isak dan membenamkan wajahnya ke dada Qian Yu.
Qian Yu tertegun, kemudian ia membelai lembut punggung Seniornya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Setelah sekian lama, Yun Xian'er melepaskan pelukannya, dan kemudian ia menghapus air matanya yang mengalir.
Wajah cantik dan anggun yang dilihat Qian Yu sebelumnya kini sudah berubah, dipenuhi dengan kesedihan yang mendalam, membuat Qian Yu merasa marah.
'Hmph, Takhta Suci Kegelapan, suatu hari nanti kehancuran mu akan datang, dan ku pastikan semuanya akan rata dan tidak akan bisa ada yang lolos!'
Qian Yu bersumpah dalam hatinya, meskipun bahkan dirinya tidak mengenal apa itu Takhta Suci Kegelapan maupun sang Master, saat tiba di dunia ini, Yun Xian'er sudah memberinya rasa kasih sayang, yang belum pernah ia dapatkan dalam kehidupan sebelumnya.
"Hisk, hisk, Xiao Yu, Guru~ dia, dia~"
Qian Yu tidak menjawab, ia langsung memeluk Yun Xian'er, bahkan tanpa Yun Xian'er memberi tahu, dirinya sudah mengerti apa yang terjadi.
Kemudian Yun Xian'er melepaskan pelukan, dan mengeluarkan sebuah kertas buku berwarna merah.
"Kak, apa itu?"
"Guru yang memberikannya, ini adalah surat pernikahan mu."
Di atas surat terdapat nama Qian Yu tertulis dengan aksara kuno, nama mempelai wanitanya kosong, yang membuat Qian Yu semakin bingung.