NovelToon NovelToon
Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Fajar Rizky

Aku selalu berpikir bahwa pernikahan rahasia ini akan berjalan mudah asalkan kami tetap menjaga jarak di tempat kerja. Sebagai resepsionis, tugas utamaku adalah mengarahkan tamu, bukan menarik perhatian sang CEO. Namun, Bastian yang kutemui di rumah sebagai suami yang acuh tak acuh, perlahan-lahan menunjukkan intensitas yang berbeda di kantor. Dia mulai mengawasiku dari jauh dan membuat keputusan-keputusan sepihak yang memengaruhi pekerjaanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Fajar Rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalur Orang Dalam

Suasana di ruang istirahat seketika menjadi hening dan terasa sangat canggung.

Bastian menatapku dari tengah kerumunan, lalu berkata datar, "Ikut saya sebentar."

Aku segera bangkit dari dekat Bu Linda, memasang senyum yang terlihat profesional, lalu berjalan melewati rekan-rekan kerja dan mengikuti langkah Bastian dari belakang.

Melihat kami berjalan beriringan, para karyawan yang tinggal di dalam ruangan langsung saling berbisik penuh simpati.

"Mbak Amara kudengar sudah lama sekali menyukai Pak Bastian."

"Kudengar, dia sengaja masuk ke Group Wijaya memang demi Pak Bastian."

"Menurutmu, apa mereka punya hubungan khusus?"

"Fisik Mbak Amara memang menawan. Kalau aku jadi Pak Bastian, aku juga tidak akan bisa bertahan menghadapi godaannya."

Begitu pintu ruang kerja ditutup, sebelum aku sempat bertanya ada perlu apa dia memanggilku, Bastian langsung mendorong tubuhku ke pintu dan menghujaniku dengan ciuman.

Ciuman itu sempat membuatku pusing. Namun, karena sifatku yang juga keras kepala dan tidak mau kalah, aku justru membalasnya dengan intensitas yang sama.

Saat pertama kali berurusan dengan Bastian, aku mengira dia hanyalah pria yang dingin dan arogan. Namun, sebuah acara makan malam kantor benar-benar mengubah penilaianku terhadapnya.

Peristiwa itu terjadi sebulan setelah aku diterima bekerja. Group Wijaya baru saja memenangkan sebuah proyek besar setelah perjuangan mati-matian, dan seluruh tim merayakannya dengan meriah di sebuah club malam.

Malam itu, Bastian minum alkohol cukup banyak. Selesai acara, aku pulang bersama beberapa rekan kerja, dan mobil Bastian ternyata juga ikut dengan melaju perlahan di belakang kami.

Awalnya aku tidak menaruh curiga. Namun, setelah teman-temanku satu per satu berpisah di tengah jalan dan aku tinggal sendirian, aku baru menyadari ada yang tidak beres.

Karena takut diikuti oleh orang berniat jahat, aku panik dan mulai berlari. Bastian langsung turun dari mobilnya, mengejarku hanya dalam beberapa langkah, lalu menarikku masuk ke dalam mobil tanpa membuang kata. Dia langsung memeluk tubuhku.

"Pa... Pak... Pak Bastian..." aku tergagap, tidak mampu menyelesaikan kalimatku.

Bastian menunduk dan menyunggingkan senyum tipis yang terasa mengejek. Aroma alkohol bercampur parfum maskulin khasnya langsung menusuk indra penciumanku.

"Bukankah kamu bilang kamu menyukaiku? Setelah bertahun-tahun cintamu bertepuk sebelah tangan, malam ini aku akan mengabulkan keinginanmu."

Sebelum aku sempat memprotes, Bastian melepas dasi edisi terbatas yang melilit lehernya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku.

Di kantor, Bastian selalu tampil berwibawa dan menjaga harga diri, tetapi di atas ranjang dia berubah menjadi pria yang liar dan dominan.

Akibat malam itu, aku bahkan harus dibawa ke rumah sakit. Bastian hanya duduk di tepi tempat tidur sambil merokok dan terkekeh, sementara aku menatapnya dengan mata merah dan bengkak sambil menggertakkan gigi menahan rasa kesal.

Jika di perusahaan Bastian selalu berwajah dingin dan tegas, malam ini senyumnya justru terlihat manis.

Kembali ke masa sekarang, setelah ciuman kami mereda, Bastian mencubit daguku. Tatapannya kembali menjadi tatapan yang biasa dia perlihatkan di kantor tanpa ekspresi sedikitpun saat dia bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan?"

"Seluruh kantor sekarang sedang mengasihaniku," jawabku sambil sedikit menegakkan punggung dan membalas tatapannya.

"Kamu boleh saja mengumumkan pernikahan kita ke publik," ujar Bastian sambil melepaskan cengkeramannya. Dia berjalan menuju meja kerja, duduk, lalu mengeluarkan sebuah dokumen dari laci dan melemparkannya ke atas meja. "Mulai hari ini, kamu dipromosikan menjadi manajer administrasi."

"Apakah ini bisa disebut jalur orang dalam?" Aku mengangkat alis, melangkah mendekat, lalu bersandar di tepi meja sambil membolak-balik dokumen tersebut.

"Bukan. Kalau kamu memang ingin memanfaatkan jalur orang dalam untuk kariermu, aku bahkan bisa langsung memberimu jabatan wakil presiden." Bastian mendongak menatapku. cahaya gairah di matanya sudah hilang sepenuhnya, menyisakan tatapan yang terasa sedingin es yang membuatku mustahil menebak apa yang sebenarnya dia sedang pikirkan.

"Wakil presiden? Tidak perlu, dan terima kasih. Jabatan itu terlalu menguras pikiran dan tenaga, lagipula pada akhirnya posisiku juga tidak akan pernah aman." Aku tersenyum dengan tipis lalu menerima dokumen promosi dari Bastian.

Aku sudah bersama Bastian selama tiga tahun. Selama itu pula, aku bekerja dengan giat di siang hari dan tidur dengannya di malam hari. Sesekali, aku bahkan membantunya memikirkan solusi untuk masalah perusahaan. Secara logika, akulah orang yang seharusnya paling mengenal dirinya di dunia ini. Namun kenyataannya, sampai hari ini aku tetap tidak bisa benar-benar memahaminya.

Aku bahkan tidak pernah tahu apakah pria yang sedang duduk di hadapanku ini memiliki perasaan suka kepadaku, walau hanya sedikit.

Saat kami sedang berbicara, pintu kantor tiba-tiba didorong terbuka dari luar. Sebuah kepala dengan rambut berwarna merah jingga menyembul dari balik pintu. "Oh, ternyata kakak iparku juga ada di sini! Maaf, harusnya aku ketuk pintu dulu tadi."

1
sunaryati jarum
Kalian benar - benar pintar menyembunyikan status pernikahan kalian.
sunaryati jarum
Wah minta imbalan Rian
sunaryati jarum
Bastian makin menunjukkan perilaku sebagai suami, Amara.
sunaryati jarum
Shela sepertinya yang suka sama Bastian
sunaryati jarum
Amara hilangkan bayangan mendiang kekasihmu cukup di kenang dan masukkan Bastian suamimu
sunaryati jarum
👋👋👋 untuk Amara
sunaryati jarum
Dilamar diketahui suami😃
sunaryati jarum
Siapa, Bastian punya adik?
sunaryati jarum
Berarti dirahasiakan,ya
sunaryati jarum
Istrinya CEOmu ya sahabatmu
Baru mampir, sepertinya ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!