Hai...
semua...
Bagi yang menantikan Kisah Randika KanGio Mahadiningrat..
Ikuti Kisahnya Ya..
tapi bagi yang belum tau Disarankan Membaca
Gadis Obsesi Tuan Mahadiningrat dulu...
Randika Adalah Pangeran Mahkota Keluarga Mahadiningrat..
Dika Sejak Kecil,
dia benci Jika menjadi Kelemahan Orang Tuanya....
Jika ada Penghianat Maka harus di musnahkan di muka bumi ini..
Dika akan kejam pada seorang Penghianat..
Hidupnya harus Dililit Keadaan Melindungi Seorang Gadis karna Hutang Nyawa..
Gadis itu Ialah Mia...
tatapan Mata Ramia sungguh Jujur..
dan Tulus,,
Ramia adalah Gadis yang sejak kecil selalu bahagia dengan Keadaannya.
namun hidupnya berubah saat Ayah nya Di sekap Musuh..
Keadaan yang membuatnya harus menjerat Dika..
namun siapa Sangka Gadis ini Punya Rahasia besar Garis Keturunannya..
membuatnya Selalu hidup dalam bahaya..
Bagaimana Mia bisa bertemu dengan Randika...
Bagaimana Kisah Cinta Mereka...?
Ikuti Terus ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Mendalam
Seluruh Keluarga dika menjadi saksi pernikahan mereka dalam keadaan berlinang air mata,
Kania bahkan sesegukan karna Tangisnya..
Setelah itu Mia dan Dika kompak berjalan mendekati Ziko..
Ranita dan juga Yoza mendekat ke Ranjang Ziko, dibawah Kaki Ziko saja, sisi Ziko sudah penuh oleh keluarga Kania.
Ziko makin terbatuk-batuk..
"syukurlah.. Terimakasih sayang.. Kakek tau kamu akan menjaga Mia untuk Kakek kan..!" ucap Ziko terbata-bata.
dika mengangguk mengusap air matanya lagi,
Ziko beralih menatap Gio. Gio segera memegang tangan Papa nya Kania.
"Gio.. Jaga Baik-baik Kania ya... Selalu ingatkan dia untuk tidak terlalu larut dalam kesedihannya.. Papa yakin kamu akan menjaganya Katakan Padanya Papa akan bahagia bersama Mamanya di alam sana.. " ucap Ziko terbatuk-batuk.
Gio mengangguk Mantap, dengan air mata menumpuk di matanya.
"Mia..! " Panggil Ziko lemah.
"iya.. Pak...! " Jawab Mia kembali berkaca-kaca
"Kamu Gadis yang tangguh.. Jangan terlalu sedih ya..Jaga dirimu baik-baik.. hiduplah dengan Baik dengan Dika sekalipun kalian tidak saling mencintai tapi Papa yakin kalian akan hidup rukun.. " Ucap Ziko tersenyum lembut dengan bibirnya yang sudah pucat pasi..
"Kanza Ika..! " panggil Ziko.
"iya Kek..!" jawab mereka kompak.
Mata mereka sudah merah karna menangis sedari tadi.
"Jaga lah diri kalian.. Kakek akan lihat kalian menikah dengan pasangan kalian dari alam sana.. " ucap Ziko terbata-bata.
mereka tidak menjawab hanya meneteskan air mata saja.
"huk..huk.. Kedua putri Daddy juga ada disini ya.. Kalian juga jangan sedih.. Kita semua akan mengalami ini.." Ucap Ziko terbatuk-batuk melihat Ranita dan Yoza
Dia juga melihat Sari dan juga Yash juga menangis melihatnya, Yash juga berkaca-kaca Orang Tua tunggal yang merawat adik Angkatnya Kania melihat kesakitan Ziko. Sari juga menangis melihat kesakitan Ziko juga.
walau bagaimana Pun Ziko juga sering dulu ke Rumah Mahadiningrat sebelum Sari menikah dengan Yash. Dia tau Ziko Orang Tua Tunggal yang paling hebat yang dia temui..
Ranita dan Yoza saling merangkul Meneteskan air mata melihat penderitaan Ziko..
"Sayang..! Jangan menangis lagi.. Ikhlaskan Papa ya.. papa akan bertemu mamamu.. Biarkan papa bertemu dengannya ya..?" Lanjut ziko lagi terbatuk-batuk menatap lemah Kania yang lagi-lagi banjir air mata.
"Sayang.. Syara.. Aku akan bertemu denganmu sayang..Aku juga sudah memaafkan Aldo Karna Takdirmu memang kejam tapi Kita akan bertemu. Aku sudah sangat tersiksa menahan Cintaku yang semakin dalam hanya melihat bungamu.. !" Ucap Ziko terbata-bata..
Matanya berkaca-kaca melihat bayangan wajah Syara di detik-detik nafas terakhirnya dengan senyum lebarnya matanya menatap penuh cinta pada bayangan itu senyum manis Syara terlihat jelas di Mata Ziko Seolah Syara memang menunggu Ziko di alam sana...
Ziko pun menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit itu..
Mia dan Kania memejamkan mata, Air mata mereka makin mengalir deras..
"Papa...! " Isak tangis Kania membelai Rahang Ziko..
Andhan, Dika dan Gio mengusap pelan air mata mereka.
Dan yang lainnya juga menangis bersuara bahkan Kanza juga menangis bersuara memanggil Kakeknya..
"hiks.. hikss.. Bapak...! Bapak...! " Tangis Mia juga membelai sisi rahang Ziko.
Gio mengusap lembut punggung Istrinya itu. ika dan Raisa berpelukan sambil sesegukan..
"Kania nggak tau bisa ikhlasin Papa atau tidak tapi jika Papa Bahagia bersama mama, Kania akan berusaha untuk tegar,, Kania melihat senyum dan tatapan cinta papa tadi.. Apa mama memang menunggu papa..? " Ucap Kania mengusap pelan Rahang Papanya..
"Bapak.. Mia nggak tau mau bilang apa.. Terimakasih udah besarin Mia Pak.. Bapak seperti Ayah Kandung Mia, bahkan Mia bisa merasakan Ayah Mia dalam diri bapak.. " Tangis Mia sesegukan.
Dia juga tidak tau kenapa dirinya bisa selemah ini saat kepergian Ziko..
10 tahun lebih Ziko merawatnya dengan penuh cinta kasih seorang ayah tentu saja dia akan menangis saat Pria ini tidak akan terlihat olehnya lagi..
Kepergian Ziko membuat kesedihan yang begitu mendalam bagi keluarga Gio..
Keluarga Gio sudah mengelilingi Makam Ziko. Ranita dan Yoza berpelukan dengan anak-anak mereka, suami mereka sedang ada tugas yang tak bisa di tunda ataupun di batalkan saat ini..
Kania memeluk Mia, seketika tangis Mia pecah juga..
"Tante... Kenapa harus seperti ini.. kenapa Ayah Baru Mia juga pergi.. Mia tidak punya Ayah lagi yang bisa mengomeli Mia karna ceroboh.. Mia harus bagaimana..? hiks hiks...! " Ucap Mia menangis.
Kania juga tak bisa membendung air matanya,
"Tidak sayang.. Masih ada keluarga Dika yang akan mengomeli Mu.. Jangan sedih ya.. Ayah Kita akan baik-baik saja.. Ayah kita akan hidup bahagia bersama Wanita impiannya di alam sana.." Kania berusaha menghibur Mia
walaupun Dia juga tidak kuat, tapi bisa apa dia jika Papanya begitu menderita akan penyakitnya..
Ika hanya berpelukan dengan Raisa yang sesegukan..
Tidak ada yang tidak menangis saat ini,
3 Jam mereka di pemakaman itu, Mia dan Kania berjalan sesekali melihat kebelakang melihat tempat istirahat terakhir Ziko dengan Air mata menumpuk di mata indah mereka berdua..
mereka berusaha untuk tegar,
Kania bisa melihat senyum dan Tatapan Papanya, Dia tau Papanya sedang melihat Bayangan Mamanya saat itu, Kania juga tidak bisa egois. Papanya memang hidup sendiri selama ini tidak mau menikah lagi Karna Cinta nya hanya untuk Mamanya seorang..
Dan Mia berusaha untuk tegar juga mengingat pesan Ziko..
"Kamu ikut Mama ya sayang..! " pinta Kania menghapus sisa air mata Mia.
"Tapi Tante.. Mia nggak apa-apa kok.. Mia akan kembali ke Rumah Bapak.. Mia bisa kok tinggal sendiri..! " tolak Mia..
Mia belum terbiasa memanggil Kania dengan sebutan mama lagian pernikahan nya dengan Dika hanya terpaksa saja..
"Jangan membangkang..! " seru dika tiba-tiba menarik pelan Tangan Mia.
Gio berjalan mendekati Kania dan memeluknya dengan Erat.
"kamu hebat Baybe.. Bisa mengikhaskan Papamu..! " Ucap Gio membelai Kepala Kania.
"Papa bahagia Gio.. Papa pasti melihat Mama saat itu.. " sahut Kania pelan.
"Kania kami pulang ya..! " Ucap Ranita mengusap pelan Punggung Kania.
Kania baru menyadari sahabatnya melepas pelukan dengan Gio.
mereka saling berpelukan dengan menangis bersama..
"Maaf Aku melupakan Kalian..! " Ucap Kania Tiba-tiba.
"tidak Kania.. wajar saja.. Kami tidak marah kok.. Hanya kau harus kuat saja.. " Sahut Yoza mengusap Kepala Kania.
"iya Kania.. Kami nggak marah.. Kamu harus sabar ya.. Kamu juga udah punya menantu..! " Sahut Ranita serius..
Kania terkekeh sambil mengusap air matanya..
"Iya.. Tapi aku tidak pernah menyangka Kalau akan dapat menantu dalam keadaan seperti ini.. " Balas Kania tersenyum getir.
"kamu harus menyayangi Menantumu ya.. Ingat Pesan papamu..! " Sahut Yoza serius..
Kania mengangguk saja..
Akhirnya mereka semua pergi dari tempat Terakhir Ziko dengan Raut kesedihan yang berbeda..
Mia dan Dika sudah di dalam mobil nya. mereka hanya saling diam..
"Kau tidak perlu harus bertanggung jawab dengan hidupku.. Aku akan pergi dari kota ini.." Ucap Mia tiba-tiba.
Dika melirik tajam Mia sedang Mia terdiam melihat tatapan tajam itu.
"jangan jadi Gadis pembangkang.. Ikuti saja Aku.. Kau mau nya bagaimana hah..? Kita tinggal berdua saja tanpa keluargaku. Kau mau kita tinggal dimana.. ? Aku sudah berjanji Pada kedua Ayahmu dan sebagai Pria sejati Aku Tidak pernah mengingkari janji.. " lanjut Dika dengan raut wajah yang serius.
"tapi Kau tidak mencintaiku.. Kita menikah hanya terpaksa.. Lagian kenapa kau harus meninggalkan keluargamu demi aku.. " Tolak Halus Mia.
"Aku memang tidak mencintaimu.. tapi Janjiku lebih penting dari apapun.. Aku tidak pernah melanggar janji jadi Kau harus mengikuti Ku Kalau kau tidak mau aku meninggalkan keluarga ku... Kau harus tinggal di Rumah Keluargaku..! " Sahut Dika lagi dengan penuh penekanan.
Bagaimana Dika bisa mencintai Mia sedang dia hanya menganggap Mia adiknya sendiri..
Lagian dia juga ingin tau Kelainan dalam diri Mia yang sedari dulu tidak bisa dia ketahui..
Jika dika tidur sekamar dengan Mia, Dika bisa melihat Apapun di tubuh Mia, Ya walaupun dika tidak menyentuhnya..
Dika mungkin tidak akan menyentuh Mia, Mia hanya di anggap Adik yang harus dia jaga baginya..
Mia terdiam saja.. dia kembali melihat sisi jalan sambil berkaca-kaca.
Tuhan.. hanya Aku yang mencintainya.. dia hanya menganggapku adik saja.. Entah sampai kapan Aku harus memendam perasaan ini.. Ucap Mia lemah dalam hati..
😊😊😢..