Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasehat
Papa Dony dan mama Reny baru tiba di rumah pukul sebelas lewat tiga puluh menit. Mba Cindy sudah melahirkan anak cowok bagi keluarga Johanes, cucu pertama mama dan papa.
Anna sudah tidur, setalah menikmati makan malam bersama Daniel, minum kopi dan snack cake yang tadi Daniel beli saat jemput Anna pulang.Daniel yang menyambut mama dan papanya. Dia tidak mau membangunkan Anna.
"Anna??"
"Sudah tidur papa. Nyenyak lagi."
"Apa yang sudah kamu perbuat boy." Daniel dan papa Dony saling tertawa.
"Papa dan anak memang sama." Mama Reny mengomeli Daniel dan papanya setelah dari kamar Daniel melihat Anna yang sudah tertidur. Mama melihat ada yang berubah dari kamar ini, karena tadi pagi, mamanya baru melihat Anna memasang seprei berbeda dari sekarang.
"Bagaimana surat - surat yang di kirim om Yansen, apakah sudah semua."
"Sudah pa, surat - suratnya sudah lengkap. Besok Daniel akan masukan. Baru mba Cindy??"
"Sudah melahirkan, makanya mama dan papa di ijinkan pulang tadi di antar sama supirnya kakak. Di rumah sakit ada mama dan papa mertua mas Jefry."
"Adek laki - laki."
"Iya, mukanya sama seperti kalian bertiga waktu masih bayi."
"Mas Jef kasih nama siapa??"
"David Natanael Johanes. Mama nangis dengar nama itu dek. " Daniel langsung memeluk mamanya dan menciumnya.
"Mama dan papa harus sehat - sehat ya. Agar bisa melihat cucunya satu per satu."
"Iya sayang......Kamu jangan terlalu kasar sama Anna." papa Dony langsung kaget,matanya membesar. Pokoknya berbicara tentang Anna ,papa dan mama sangat marah jika aku menyakitinya. Mereka berdua sudah jatuh cinta kepada anak ini sejak dia kecil.
"Mana mungkin Daniel kasar sama perempuan yang Daniel sayangi ma."
"Mama lihat dileher Anna tadi ada merah - merah." Daniel menepuk jidatnya. Jadi ketahuan deh. Papa Dony sudah tertawa. Daniel seperti sedang ketangkap tangan melakukan kesalahan.
"Mama, ayo kita tidur. Sayang - sayang mungkin seru."
"Hus.... Sudah tua sayang."
"Coba dulu ma tua begini juga masih hot kok."
"Sana pergi ma, suamimu sudah haus."
"Dasar papa dan anak sama saja."
Mama dan papa sudah di kamar mereka. Daniel memperhatikan pintu pagar, lihat dua mobil yang terparkir satu di garasi dan satu lagi hanya di carport. Setelah semua aman. Daniel pun menyusul kekasihnya tidur.
Pagi - pagi Anna sudah bangun, biasanya dia akan membantu mama di dapur menyiapkan sarapan. Anna sudah mau keluar setelah dia mandi dan berganti baju rapi.
"Sayang...."
"Mas.. Kenapa lagi. Adek mau ke dapur."
"Lehernya tuh, entar di godai mama malu lagi." Anna langsung memukul Daniel.
"Ini kan ulah mas." Daniel tertawa, langsung memeluk kekasihnya.
"Maafkan mas sayang."
Akhirnya Anna langsung menutupi leher kiri dan kanannya dengan alas bedak berwarna sesuai kulitnya. Daniel hanya tertawa melihat Anna, kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Rencana hari ini dia akan ke kantor masa cuti seminggu sudah selesai. Sebelum Anna keluar kamar dia sudah menyiapkan baju seragam kekasihnya.
Anna bersama mama sudah menyiapkan sarapan, sudah selesai masak dan sudah mengatur sarapan itu di meja makan. Tampak papa dan Daniel sudah keluar dengan baju dinas mereka, sama tetapi pangkat dan lencana yang berbeda. Mobilnya dan mobil papa sudah di panasi. Kantor papa dan Daniel berbeda. Meskipun satu kesatuan. Anna sudah ke kamar memakai baju scrub berwarna ungu.
Mereka sarapan bersama. Menikmati sarapan pagi. Tadi mama dan Anna sudah menyiapkan sarapan untuk di bawa ke rumah sakit buat mas Jefry dan mba Cindy yang lagi pengen masakan Anna dan mama.
"Nanti mama di jemput supir mas."
"Berarti kita ketemu di rumah sakit saja ya ma."
"Iya."
Semua sudah keluar dengan kendaraan mereka. Seperti biasa, Daniel akan mengantar Anna karena mereka searah.
"Makasih ya mas." Anna menyium tangan Daniel dan dibalas dengan ciuman di kening dan bibir Anna.
"Sebentar mas jemput ya."
"Iya."
"I love you."
"Love you more masku." Anna langsung mencium Daniel lagi di pipinya. Sengaja dia lakukan karena mobil dokter Nurul terparkir di samping mobil mereka. Anna bergerak sedikit jauh, dan Daniel langsung keluar dari halaman parkir rumah sakit.
Sebenarnya Daniel takut Anna akan di kasari oleh Nurul. Sifat Nurul yang tidak Daniel sukai, dia sangat kasar.
"Jangan sampai kamu menganggu calon istriku." Pesan yang Daniel kirim kepada Nurul. Hanya senyuman sinis, responnya setelah membaca pesan itu. Sementara Anna sudah menuju ke poli gigi bersama Juan sahabatnya. Di depan mer3ka juga ada dokter gigi Alex.
Saat ini Nurul sedang marah - marah lewat vidio call bersama kedua sahabatnya pasangan suami istri ini, Risky dan Natalia. Mereka berdua hanya bisa menasehatkan Nurul.
Anna sangat sibuk bersama Juan sahabatnya, saat ini mereka sedang membantu dokter Alex di ruang operasi. Ada pasien yang mengalami masalah dengan lubang di gigi yang keropos Namun lubangnya itu sudah membuat luka yang menembus pipi. Sebagai dokter spesialis bedah mulut dokter Alex sedang berjuang menutup lubang itu. Dan sudah mengambil sampel apa yang terjadi dengan gigi pasien ini.
Sampai jam makan siang, Anna masih ada di ruang operasi. Daniel yang tadi pagi masuk melapor setelah selesai apel pagi kepada komandannya. Kemudian memasukan permohonan nikah dinasnya. Dan sekarang dia sudah mengirim makan siang kepada kekasihnya.
Anna menuju ke resepsionis mengambil titipan kiriman buat dirinya. Dia tahu bahwa itu makan siang yang di kirim Daniel.
"Kamu tahu, aku sama Daniel itu saling mencintai." Nurul tiba - tiba datang mendekati Anna. Tentu saja respon Anna kaget.
"Kenapa putus ya dokter. jika saling mencintai?"
"Ah... Itu.... Itu .....ah... Karena??"
"Karena apa dokter??"
"Karena kami tidak seiman. Dan aku mau kok mengikuti iman kepercayaannya."
"Mengikuti?? Kepercayaannya??"
"Pantas Tuhan tidak mengijinkan. Satu kepercayaan itu bukan sesuatu yang mudah untuk berpindah - pindah karena alasan cinta. Dokter lebih dewasa, lebih pintar dan akan mengerti." Anna langsung pergi meninggalkan dokter Nurul.
"Aku perna liburan berdua dengan dia di Bali bahkan Jepang." Ingin rasanya Nurul menyampaikan ini dengan berteriak. Namun dia tidak mau semua orang tahu tentang hubungannya dahulu bersama Lettu Marinir Daniel Johanes.
Anna sangat marah, sampai makanan yang di beli oleh Daniel pun tidak bisa dia nikmati dengan baik.
"Kamu kenapa??"
"Apakah pacaran itu menyakitkan??"
"Kalau itu menyakitkan. Tinggalkan dia." Anna sangat kaget mendengar nasehat Juan Ricardo sahabatnya itu.
"Kok ngomongnya gitu sih, Juan."
"Ya, orang yang menikah puluhan tahun saja ada masalah menyakitkan juga. Apalagi pacaran. Pasti ada bagian senang, pasti juga ada yang menyakitkan. Tergantung kita yang menjalankan kuat tidak, sabar tidak."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan