NovelToon NovelToon
TAKDIR YANG KU UBAH

TAKDIR YANG KU UBAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Respati

Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKU PENGOBATAN DAN BUKU ILMU PEDANG

Sebenarnya Nyonya Li tahu akan hal itu. Namun Karena takut Guang Manyue di belakang Dia akan mendapatkan masalah lebih besar lagi dan semakin mendapatkan tekanan dari ibunya . Membuat Nyonya Li diam saja. Dia tidak mempermasalahkan saat Man yue jarang datang ketempat nya. Hanya saat Dia rindu dan ingin bertemu gadis itu, Dia akan memanggil gadis itu untuk datang ke tempatnya secara diam-diam. Karena sikap sang Nenek tersebut, memberi cela pada Feng Li Nan untuk menyakiti dan memfitnah Guang Manyue . sedangkan Nenek Li sendiri tak menyadari itu.

Tapi seingat Manyue, di dalam buku cerita , sang Nenek saat ini sedang dalam keadaan sakit . Beliau sakit sejak kemarin . Karena itulah nyonya tua Feng memanggil Guang Manyue . Dia ingin Cucu nya berada di dekatnya. Di dalam buku , di ceritakan kalau Manyue memang jarang ke tempat sang Nenek . Karena di larang oleh nyonya Besar Lu . Alasannya agar Dia tidak mengganggu Nyonya tua Li. tapi yang sebenarnya , Dia kelakuan semua itu selalu karena hasutan Feng Li Nan . karena Feng Li Nan tidak ingin Nenek menyukai dan menyayangi Guang Yue .

Semua larangan itu Nenek Li tidak pernah mengetahuinya. Dia hanya mendengar dari Nyonya besar Lu kalau Guang Manyue tidak datang karena tidak terbiasa. maklum saja dia anak dari Desa. Karena mendengar alasan itu, Nyonya tua Li tidak memaksa. Beliau memakluminya. Dan membiarkan Guang Manjur tidak datang pada pagi dan Sore untuk menyapa. Dan Para Pelayan di larang keras memberitahukan kenyataan yang sebenarnya . Namun saat Nenek Li rindu dan ingin bertemu gadis itu, Dia akan memanggil gadis itu untuk datang ke tempatnya . Namun yang tidak do ketahui Nenek Li adalah, Sikap diamnya sang Nenek , memberi cela besar pada Feng Li Nan untuk menyakiti dan memfitnah Guang Manyue .

Kini Guang Manyun dan Pelayan Ansi sedang berjalan dengan tenang menuju tempat Nyonya Li. Di sepanjang jalan , terlihat para pelayan menatap kearah mereka seperti biasanya. sinis , meremehkan , merendahkan dan juga menghina. Namun ada juga yang bersikap sedikit ramah pada Guang Manyue .

"Selamat pagi Nona Yueyue..." Sapa salah satu pelayanan yang kebetulan berpapasan dengan mereka.

"Pagi..." Jawab Guang Manyue datar.

Mereka tetap dengan tenang berjalan menuju rumah kediaman Nyonya Li. Walaupun Mereka berdua merasakan tatapan para Pelayanan yang berbeda, serta ucapan pelan yang bernada menghina pada Guang Manyue seperti biasanya. Ketika mereka sampai di depan kediaman sang Nenek, Manyue melihat dua pelayan berdiri di depan kediaman sang Nenek. sepertinya mereka berdua sedang menunggu kedatangannya.

" Nona Manyue.. Kenapa baru datang, Nenek sudah cukup lama menunggu kedatangan Anda. " Ucap salah satu dari mereka dengan wajah terlihat kesal . Melihat sikap mereka, Guan Manyue hanya menatap mereka dengan tatapan datar . Namun karena memang dia bersalah, Manyue hanya menatap dingin pada pelayan yang berbicara dengan nada kesal tersebut. Mendapatkan tatapan itu, pelayan tadi merasakan tekanan kuat ditubuhnya . perlahan dia menundukkan kepalanya.

"Antarkan aku ke tempat nenek.. " Ucap Manyue dengan nada datar. Mereka pun segera masuk kedalam kediaman nyonya Li . Mereka berdua membawa Manyue menuju ruang tidur nyonya Tua. Melihat arah yang mereka tuju, Guang Manyue kaget.

"Apakah Nenek benar-benar sakit.. ternyata persis seperti apa yang ada di dalam buku.." Ucap Guang Manyue dalam hati. Sesampainya di depan pintu kamar nyonya Tua, salah satu pelayan mengetuk pintu sambil berkata .

" Nyonya..Nona Manyue telah datang.. " Ucap wanita itu. Tak lama terdengar suara sang Nenek.

" Masuklah... " Segera manyue dan Ansi masuk ke dalam ruang tidur nyonya Li. Ketika soai di dalam kamar, Guang Manyue melihat kalau anita tua itu sedang duduk di atas pembaringan sambil bersandar di kepala ranjang. Beliau memegang sebuah buku. Mendengar pintu terbuka, sang Nenek menatap kearah pintu.

" Kau sudah datang.. ?"Ucap Nyonya Li lembut.

 "Maafkan Manyue baru datang Nek.. maaf Yueyue datang terlambat. " Ucap Manyue. dengan nada menyesal.

" Tidak apa- apa... Kemarilah.. " Ucap wanita itu sambil melambai mengisyaratkan Manyue untuk datang mendekat .

"Baik Nek ..." Manyue pun segera berjalan mendekati ranjang nyonya Li. Dan duduk di kursi yang berada di sebelah ranjang.

"Yue'er... Bagaimana keadaanmu sekarang ? " Tanya wanita tua tersebut dengan nada penuh kasih sayang.

" Man Yue baik- baik saja Nek.. Ada apa nenek memanggil Manyue,..? Manyue mendengar Nenek sakit .?"Tanya Manyue sambil mengusap tangan tua yang sedang memegang tangannya.

 " Tidak.. Nenek baik- baik saja. Lalu apa yang kau lakukan akhir- akhir ini.. " Tanya sang Nenek.

 "Tidak ada Nek.. Hanya diam di rumah saja. Manyue mencoba ingin menanam sayuran di kebun belakang..." Jawab Manyue sambil memegang tangan Nenek Li. .

Nyonya Li sewaktu mudanya memang seorang Kultivator. Karena itu di usia tua seperti ini, Terlihat tubuhnya masih terpelihara dengan baik. Namun Guang Manyue masih merasakan kalau ada sesuatu yang mengganggu kesehatan Nyonya Tua. Karena itu Dia ingin memeriksa sendiri. Dia yang seorang Dokter dan juga Tabib Di jaman Modern, sangatlah muda memeriksa denyut nadi Nenek Li . Sambil memegang tangan Nyonya Li , Guang Manyue memeriksa denyut nadi sang Nenek . Dengan tenang Dia memasukan kekuatan Mentalnya kedalam tubuh sang Nenek untuk memeriksa bagian dalam tubuh tua itu . Dan benar saja, dia menemukan racun langkah di tubuh Nyonya Li . Terlihat wajah Guang Manyue sedikit berubah dan itu tak luput dari tatapan sang Nenek . Sebagai Praktisi ilmu beladiri, Nyonya Li merasakan kekuatan samar yang masuk kedalam tubuhnya. Dan Dia sadar kalau itu perbuatan Cucu Perempuannya. Dia kaget melihat Guang Manyue bisa memeriksa Denyut nadi.

(Apakah anak ini bisa memeriksa denyut Nadi..? apakah dia memiliki ilmu pengobatan..?) ucap Nyonya Li dalam hati. dan Dia semakin yakin saat melihat gadis itu terlihat semakin serius.

"Sayang... Kau sudah bisa ber kultivasi..? Dan kau juga bisa memeriksa Nenek...? " Tanya Nenek Li dengan wajah kaget setelah melihat Guang Manyue melepaskan tangannya. Pertanyaan sang Nenek tentu saja membuat Guang Manyue kaget.

"Nenek bisa merasakan kekuatan Manyue..?" Tanya Manyue .

" Tentu saja....jangan meremehkan tubuh tua nenekmu ini anak muda...." Ucap Nyonya Li dengan nada bercanda .

" Nona.. Apakah anda tidak tahu kalau Nyonya Tua dulunya seorang pendekar wanita.. " Ucap Bibi Wang dengan nada bangga.

" Benar kah..? Maaf, Manyue tidak tahu akan hal itu Nek..? " Ucap Manyue.

" Tidak masalah...Lalu siapa yang mengajarimu berkultivasi.? " Tanya sang Nenek.

" Tidak ada Nek.. Manyue berusaha berlatih sendiri. Dan ternyata aku bisa.. " Jawab Manyue.

" Anak baik.. kalau begitu nenek akan memberikan sesuatu padamu.. " Lalu Nyonya Li meminta Bibi Wang mengambilkan sesuatu dari almari miliknya. Dan dengan patuh Bibi Wang melakukan perintah Nyonya Li.

Dengan segera Bibi Wang berjalan kearah almari Nyonya Li yang ada di balik sekat di belakang tempat tidur Nyonya Li. Tak berapa lama Bibi Wang kembali dengan membawa Dua buku yang terlihat sudah tua. Hingga sampul buku terlihat berwarna agak kuning karena di makan usia.

" Sayang.. Ini buku milik Nenek. Buku tentang ilmu pedang dan juga buku pengobatan... " Ucap Nyonya Li lembut. sambil memperlihatkan Dua buku yang tadi di bawa Bibi Wang.

"Buku pengobatan..? Apakah Nenek menekuni ilmu pengobatan..? " Tanya Manyue dengan wajah kaget.

"Tidak Nak. . Nenek tidak menekuni bidang Pengobatan . Buku itu milik keluarga Li yang harus Nenekmu jaga. . Nenek telah lama memegang buku ini. Buku ini warisan turun temurun Tapi Nenek tidak bisa mempelajarinya . sebenarnya keluarga Li merupakan ahli pengobatan yang terkenal di kita ini, namun semenjak Penerus sampai pada Kakek Buyutku, Keluarga Li tidak memiliki penerus ahli pengobatan. dan sampai sekarang tidak ada ahli pengobatan di keluarga Li. Nenek mendapatkan buku ini dari kakek buyut mu yang dulu merupakan seorang tabib. Tapi sayang sekali Nenek tidak berjodoh dengan buku ini. Begitu juga dengan saudara Nenek . Tidak ada dari kami yang bisa menjadi Tabib.. Nenek sudah lama ingin memberikan buku ini pada salah satu Cucu Nenek, namun tak satupun dari ketujuh cucu Nenek yang bisa menjadi penerus kepandaian Kakek buyut kalian, Dan sekarang, ternyata Cucu terakhir Nenek inilah penerus tugas Kakek buyut kalian. Ternyata kau mengerti tentang ilmu pengobatan. Karena itu, Nenek akan memberikan buku ini padamu.." ucap Nyonya Li dengan wajah bahagia.

"Tapi Nek.. buku ini adalah buku warisan dari Keluarga Li, apa tidak masalah kalau Nenek berika padaku..?" tanya Guang Manyue.

"Memangnya kenapa..? kau cucu kandungku. kau pantas menerima buku ini.." kata sang Nenek dengan wajah senang.

"Aku mendengar Kakak Feng Li Nan juga menekuni ilmu pengobatan.." ucap Guang Manyue.

"Geng Li Nan.. Cih.. dia bukan keturunan dari Keluarga Li juga bukan dari Keluarga Feng. dia orang lain bagi kita... " ucap Nyonya Li dengan wajah kesal.

"Jangan marah Nek.. tidak baik untuk kesehatan Nenek... lalu buku yang satunya..." ucap Guang Manyue mencoba mengalihkan persoalan tadi. .

"Buku ini adalah buku tentang ilmu pedang Hati Es . Buku ini bukan buku milik Keluarga Li, tapi buku ini Nenek dapatkan dari Guru Nenek sebelum beliau wafat. Tapi sayang sekali, Lagi- lagi Nenek tak berjodoh dengan buku ini . Semula buku ini sudah Nenek berikan pada Guru Nenek sebelum beliau meninggal , tapi kau tahu apa yang terjadi..?" Nyonya Li menggantung pertanyaannya. Dan menatap pada Guang Manyue yang sedang serius mendengarkan kata- katanya. Tentu saja Guang Manyun tak tahu menjawab pertanyaan sang Nenek, terlihat Dia menggelengkan kepalanya.

"Dia tidak mau menerima buku itu kembali. Dia berkata kalau keturunanku ada yang bisa mewarisi buku ini . Tentu saja Nenek kaget sekaligus bingung, bagaiman beliau bisa tahu kalau keturunan Nenek yang akan mewarisi buku ini . Sebab saat itu Nenek belum menikah . Namun saat Nenek bertanya pada Beliau, siapa Keturunanku yang bisa mewarisi buku ini, Guru nenek hanya berkata kalau aku harus sabar menunggu kedatangannya. Akhirnya Nenek kembali membawa buku ini. Dan saat Nenek memiliki Dua Putra, yaitu Ayahmu dan Paman keduanya, Nenek kembali bingung, siapa dari kedua putra nenek yang bisa mewarisi buku ini. Karena itu Nenek mencoba memberikan buku Itu Pada Ayahmu. tapi ternyata Ayahmu tidak mampu. begitu juga dengan paman mu. Dia tidak sanggup melatih Ilmu pedang Hati Es. San ternyata keduanya tidak mampu mempelajarinya. Begitu juga dengan keempat kakakmu. serta ketiga Putra paman keduanya, Mereka sama- sama tidak mampu..." Ucap Nenek Li menjelaskan.

"Bukankah masih ada Feng Li Nan Nek..?" Tanya Guang Manyue.

"Sebelum kami tahu kalau Dia bukan darah daging Ayahmu, aku sudah tidak suka. Karakter sifat anak itu jauh dari kata baik. Tidak pantas dia menerima ilmu pedang Hati es...Namun beda saat Nenek melihatmu dua tahun lalu , entah kenapa Nenek percaya padamu. Entah kenapa Nenek percaya kalau kau mampu mempelajari ilmu yang ada di buku ini. .Jadi Nak.. Tolong jangan kau tolak kedua buku ini. Selain kau mendapatkan ilmu yang ada di buku ini, kau juga Melanjutkan warisan ilmu pengobatan milik keluarga Li. .dan juga Ilmu pedang hati es Milik Guru Nenek. Mungkin kau lah yang di maksud Guruku..." Ucap sang Nenek lembut. Mendengar ucapan Nyonya Li, tentu saja Manyue kaget bukan main.

"Nek.. Apakah tidak bermasalah jika dua buku tersebut berada di tangan Yueyue..? Apalagi buku tentang pengobatan. Bukankah buku itu milik keluarga Nenek.. " Ucap Manyue dengan wajah bingung.

" Tidak apa- apa, mungkin kau jodoh buku ini.. " Ucap sang Nenek. Manyue terdiam sesaat. Dan karena desakan Nenek dan Bibi Wang, akhirnya Manyue menerima dua buku tersebut.

 " Baiklah Nek, Manyue akan mempelajari isi dari dua buku ini Manyue akan berusaha membuat Nenek tidak kecewa dan akan menjaganya dengan baik.. "Ucap Manyue sambil menerima buku itu .

"Bagus anak baik ...Pelajari dengan benar kedua buku itu. Terutama Ilmu pedang Hati suci . Nenek fikir ilmu pedang hati suci sangat cocok dengan kepribadianmu , Dan Nenek yakin kau bisa mempelajarinya. Aku yakin kau bisa menguasai ilmu pedang hati suci dengan sangat baik. Jika nanti kau menemui kesulitan, datang lah pada Nenek. Mungkin Nenek bisa membantumu. Dan saat kau sudah bisa mempelajarinya, datang pada nenek, Nenek ingin melihat kemampuan mu... " Ucap wanita Tua tersebut dengan suara terlihat sangat yakin pada Guang Manyue.

 " Baik Nek.. Manyue akan berusaha belajar sebaik mungkin. Manyue tidak akan mengecewakan Nenek.." Janji Manyue

"Oh Ya nak.. Aku tahu tadi kau telah memeriksa denyut nadi Nenek tua ini . Apakah kau melihat ada masalah..!" Tanya Nenek Li dengan wajah tanya. Mendengar pertanyaan Nyonya Li, terlihat Guang Manyue sedikit kaget.

"Tidak ada apa- apa Nek.. Tapi Manyue ingin membuatkan pil ramuan kesehatan untuk Nenek. dan juga melakukan pengobatan akupuntur pada Nenek.." ucap Guang Manyue .

"Kau bisa akupuntur...?" tanya Nyonya Li dengan wajah kaget .

"Sedikit Nek.. tapi jangan khawatir, Manyue akan melakukannya dengan hati- hati..." ucap Guang Manyue . Terlihat Nenek Li menatap Cucu perempuannya dengan tatapan tenang. tak lama Dia berkata.

"Baiklah kau bisa melakukannya..." ucap Nenek Li.

mendengar ucapan Nenek Li, terlihat Bibi Wang kaget.

"Tapi Nyonya..." ucapnya dengan suara cemas.

"Tidak apa- apa..aku percaya kemampuan Yue'er..." jawab Nenek Li. Mau tak mau terpaksa Bibi Wang Terdiam. Dia hanya menatap keduanya dengan tatapan cemas.

Terlihat Guang Manyue mengeluarkan sebuah kotak yang terbuat dari kayu cendana yang di ukir indah dari lengan bajunya. Dia sempat membeli benda ini dari toko obat . tak lama Dia mengeluarkan jarum akupuntur dari kotak tersebut. setelah itu Dia mulai menusukkan jarum- jarum tersebut pada titik akupuntur di tubuh dan kepala sang Nenek. Setelah mendiamkan selama beberapa saat, Guang Manyue mencabut kembali jarum - jarum tersebut. Melihat Keahlian Guang Manyue dalam melakukan akupuntur, Nenek Li dan Bibi Wang tertegun tak percaya.

(Apakah ini cucuku yang mereka katakan gadis Desa bodoh itu...dan dari mana Dia mempelajari ilmu akupunktur ini...) ucap Nenek Li dalam hati.

( Ya Dewa...ternyata Nona Yueyue sangat pintar dalam ilmu pengobatan...) seri Bibi Wang.

"Sudah selesai Nek.. Untuk sementara ini, tolong jangan minum ramuan apapun yang harus Nenek minum setiap hari ..." Ucap Guan Manyue.

( Untuk saat ini, Aku tidak bisa memberitahukan masalah ini pada Nenek . lebih baik ku pastikan dulu kebenarannya . " Ucap hati Guang Man yue yang membuat Nenek Li kaget mendengar ucapan hatinya. Namun dia berusaha menekan rasa penasarannya. karena dia tidak ingin Guang Manyue tahu kalau Dia bisa mendengar kata hatinya.

"Walaupun itu Ramuan untuk kesehatan Nenek...?" Tanya Bibi Wang yang ada di samping Nenek Li.

"Walaupun itu ramuan untuk kesehatan Nenek..." Ulang Guang Manyun.

"Baik...nenek akan mendengarkan ucapanmu. " Ucap Nenek Li yang percaya pada Guang Manyue. Sebab setelah Guang Manyue selesai melakukan akupuntur, Dia merasakan tubuhnya ringan dan segar.

"Dan ini ada ramuan yang di buat Yueyue sendiri. Nenek bisa meminumnya sebelum ramuan yang Yueyue buat sudah jadi..." ucap Guang Manyue sambil memberikan Satu botol air suci pada sang Nenek. Dan setelah berbincang sebentar dan makan bersama dengan sang Nenek, Guang Manyun berpamitan pada sang Nenek akan kembali ke kediamannya. Sang Nenek memberi beberapa makanan ringan dari kediamannya.

Saat Guang Manyue dan Ansi kembali ke Kediaman mereka, Seperti biasa, mereka menjadi perhatian para pelayan yang berpapasan dengan mereka . Apalagi saat itu Ansi membawa beberapa kotak makanan dari kediaman Nyonya Tua . Namun sekarang mereka tidak berani terang- terangan menggosipkan Guang Manyun. Tatapan mereka sekarang terlihat sedikit takut pada gadis itu. . Sesampainya di tempat tinggalnya, Manyue segera masuk kedalam kamarnya .

"An.. Waktu makan siang masih lama kan..." Tanya gadis itu.

"Masih cukup lama Nona.. Memangnya ada apa Nona..." Tanya Ansi sambil menatap Sang Nona.

"Aku sedikit lelah, aku ingin beristirahat . Saat makan siang nanti , tolong ingatkan aku. Bukankah Nyonya Lu memanggil kita. Sekarang Aku ingin mempelajari buku yang di berikan Nenek padaku .. " Ucap Manyue sambil menatap pelayannya. .

 " Baik Nona... " Segera manyue masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.

Setelah itu dia segera masuk kedalam Dunia kecil. Namun saat sampai di sana, Dia sangat terkejut. Tak jauh dari pohon perak, terlihat sebuah menara berdiri dengan mega menjulang tinggi. Tak lama terlihat Liuli terbang kearahnya dengan wajah gembira.

" Tuan.... Kau sudah datang..? Lihat itu. Menara tuju lantai ini tiba-tiba berdiri dengan mega di tempat ini ..! " Seru Peri kecil dengan wajah gembira. Tentu saja Guang Manyue kaget dan juga heran saat melihat Tiba-tiba ada Menara di tempat itu. sebab sejak awal dia masuk kedalam Dunia kecil ini, memang tidak ada menara yang ada di tempat ini.

" Sejak kapan menara ini ada di sini Xiao Li ..? " Tanya Manyue sambil mendekat kearah menara yang berdiri mega tak berapa jauh dari pohon Perak.

"Baru saja tuan.. " Jawab Xiao Li dengan cepat

"Baru saja...? Jadi baru saja menara ini ada di sini..?" Tanya Guang Manyue .

"Benar tuan.. Memangnya ada apa..? " Tanya Xjao Li.

"Tidak ada apa-apa sich, hanya saja kebetulan sekali bersamaan dengan aku mendapatkan buku tentang Ilmu pedang Hati es dari Nenek Li.. " Jawab Guang Manyue.

"Apa.. Ilmu pedang Hati Es..? " Seru Xiao Li dengan wajah kaget.

"Benar.. Ada apa Li...apakah kau tahu tentang ilmu pedang itu.. ? " Tanya Guang Manyue dengan wajah serius.

"Tidak tuan... Tapi hamba tadi sempat masuk kedalam Menara . Dan di sana hambar sempat melihat kalau ada pedang Inti Es di dalam menara tersebut. Dan anehnya lagi tuan.... hanya satu ruang menara yang bisa kita buka.. Yaitu hanya lantai pertama saja.. " Ucap Liuli saat mereka hampir sampai di pintu masuk menara lantai tuju..

 " Maksudmu..? "" Tanya Manyue dengan wajah tanya dan juga rasa penasaran tertulis jelas di wajah cantiknya.

 "Hamba tadi telah masuk kedalam menara tersebut Tuan, tapi hanya lantai bawa saja yang bisa hamba buka, saat hamba naik ke lantai dua, ternyata pintu lantai tersebut tertutup rapat . Dan di lantai pertama tersebut, hamba melihat pedang Inti Es ada di ruangan itu .." Ucap Liuli menjelaskan .

"Jadi di menara ini juga memiliki Pedang Inti Es, dan buku dari Nenek Li berisi ilmu pedang hati es. Kenapa aku merasa kalau kedua benda ini berkaitan satu dengan yang lain... " Ucap Guang Manyue yang semakin dekat dengan menara tingkat tuju tersebut

"Kok rasanya ucapan anda benar juga tuan.. " Kata Xiao Li.

"Ya sudah, kita bisa melihatnya nanti. Sekarang aku tanya. , selama kau tinggal di sini, apakah ada tanda- tanda akan adanya menara ini..? Atau mungkin dulu memang ada, lalu menghilang dan sekarang ada lagi..?" Tanya Guang Manyue pada Xiao Li .

"Tidak ada.. Semenjak hamba masuk ke dalam Dunia kecil ini, hamba Tidak pernah melihat ada tanda- tanda adanya menara di tempat ini tuan.." Jawab Guang Xuao Li . Tak terasa mereka telah sampai di depan Pintu masuk menara.

 "Bertahun hamba tinggal di dalam Dunia kecil ini dalam pengasingan hukuman, hamba hanya melihat alam di dalam Dunia kecil ini seperti saat anda masuk beberapa hari lalu Tuanku... " Lanjut Liuli menjelaskan .

"Lalu tungku obat dan kotak obat yang kau miliki . ? " Tanya Manyue.

" Itu milik hamba sendiri yang hamba bawa dari alam hamba. dan hamba simpan di dalam ruang hampa . " Ucap Liuli dengan wajah serius .

" Selain pedang inti es apakah ada benda lain yang ada di dalam menara lantai dasar tersebut.? " Tanya Manyue lagi.

 "Bermacam artefak ada di dalam sana . Lebih baik anda bisa melihat nya sendiri Tuan.... " Ucap Xiao Li yang langsung membuka Pintu menara. Mereka berdua segera masuk kedalam menara tersebut. Dan saat langkah mereka menapak di dalam ruang Lantai dasar menara tersebut, Guang Manyue bisa melihat benda - benda yang mengisi ruangan itu . Terlihat keterkejutan di wajah cantiknya.

 " Ini.. Benda-benda ini bukankah benda- benda langka yang tak ternilai harganya..." seru Manyue dengan wajah kaget dan tak percaya. Dia tahu itu karena sering ikut Kakeknya di jaman modern. memburu benda-benda langka Dan Kuno. Dia melangkah mendekati benda-benda yang terlihat tertata dengan rapi di ruangan itu. Dia seolah tak percaya melihat banyaknya artefak Kuno yang ada di lantai dasar menara tersebut .

 "Benar apa kata anda tuan. Di sini semua benda merupakan benda- benda yang tak ternilai harga juga kekuatannya . Semua benda di sini merupakan benda langka bermutu tinggi dan juga memiliki kekuatan tidak tertandingi . dari artefak menengah keatas, sampai artefak tingkat Dewa..." Ucap Liuli menjawab pertanyaan Manyue .

Guang Manyue berjalan melihat semua benda yang ada di ruangan itu. Dari bermacam senjata pedang ,belati, busur, dan tombak terlihat berjajar dengan rapi di dinding maupun di lantai . Ada juga lima tungku obat yang terbuat dari bahan yang berbeda . Dari bahan yang sederhana, sampai bahan yang terlihat indah dengan aura yang berbeda. Membuat Manyue berdecak tak percaya.

"Semua benda di sini benar-benar benda yang tak ada bandingnya Xiao Li..."Ucap Manyue sambil mengambil satu Belati hitam yang memiliki aura dingin.

"Liuli...Apakah semua benda yang ada di sini bisa aku gunakan ? " Ucap Manyue.

"Tentu saja Tuan... Kami adalah benda milik anda.. Semua benda yang ada di sini hanya bisa Anda yang menggunakannya..." Tiba-tiba terdengar suara menjawab pertanyaan Manyue.

" Benar tuan.. Kami yang ada di sini semua milik anda. Kami hanya patuh pada anda ... " Ucap benda yang lain. Tentu saja suara itu membuat Manyue kaget bukan main.

" Kalian...kalian bisa berbicara..? " Tanya Manyue dengan wajah kaget.

"Kami ini artefak tingkat Dewa, tentu saja kami bisa berbicara. Walaupun tidak semua bisa berbicara, tapi mereka memiliki kesadaran sendiri untuk bisa mengenali anda Tuan... " Ucap belati kecil yang ada di tangannya. .

Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.

Bersambung.

1
@Mita🥰
semoga kakak ketiga tidak pulang
Iyus Iyus
hari ini satu tor
Sekar
ok💪💪💪thor
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bales lagi tuh tabokin sampe ga keliatan matana 😏
Lily Nurindah Sari
akhirnya setelah sekian purnama nongol lagi.. semangat thor🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nemu apa kira2 didalem hutan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Tuman dicuekin 😅 mang enak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor gada gambar Manyeu kah 😃 penasaran tau sama perubahan naaa /Whimper/
@Mita🥰
wiiiih ..kira" dapat hewan kontrak gak ya🤭🤭🤭
Erna Fkpg
wah panen banyak😅
Erna Fkpg
karya baru semoga lebih bagus dan seru kaya ceritanya sebelumnya
Erna Fkpg
wah bisa tambah kuat lima elemen minyue dengan ada lima pohon warna💪💪💪
@Mita🥰
ayo manyue bagi" buah nya buat para saudara mu
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😃 Molotot ga tuh mata na si Li Nan
Jungkookie🐰
kukira jodohnya bakal putra mahkota setelah ngga jadi sama Pangeran anaknya si selir eh ternyata kayaknya jodohnya malah jendral agung adik kaisar malahan wkwk
Respati: bingung... author juga bingung 😄🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waah 😅 Manyeu jadi incaran duo pangeran
Dwi Setyaningrum
jd bayangin cantiknya Guang manyue itu kyk apa ya🤔 mgkn bidadari kalah cantik kali ya🤔hmm ga bisa dibayangin deh..🤭
Respati: jangan di bayangin neng 🤭🤭
total 1 replies
@Mita🥰
wih mantap tuh si minyue
Erna Fkpg
selalu kutunggu dengan semangat 😘😘😘
Iyus Iyus
tiga mawar sama vote tor
Respati: Trimakasih.. 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!