NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENJUAL ROTI

"Dasar pedagang sampah! Aku sudah bilang, pajak tempat ini naik dua kali lipat bulan ini!" teriak pria tua itu sambil menendang keranjang roti hingga isinya berhamburan ke tanah yang kotor.

"T-tapi Tuan... perjanjiannya tidak begitu, saya baru saja mulai berjualan lagi setelah anak saya sakit," isak seorang wanita paruh baya, pemilik gerobak itu, sambil mencoba memunguti roti-rotinya yang hancur.

"Aku tidak peduli! Kalau tidak bisa bayar, pergi dari sini!" Pria tua itu mengangkat tongkat kayunya, hendak memukul tangan wanita itu.

Hap

Sebelum tongkat itu mendarat, sebuah tangan ramping namun sangat kuat mencengkeram ujung tongkat tersebut.

"Siapa kau?! Berani-beraninya-"

Pria tua itu menoleh dan tertegun saat melihat seorang gadis cantik dengan tatapan mata yang begitu tajam dan dingin.

"Hanya orang lewat yang tidak suka melihat orang tua yang berisik," ucap Rania datar.

"Nona, lepaskan! Ini urusan bisnis! Wanita ini menunggak pajak padaku!" teriak pria tua itu, wajahnya memerah karena malu dilihat orang banyak.

Rania melirik ke arah roti-roti yang hancur di tanah, lalu menatap pria itu kembali.

"Berapa pajak yang kamu bicarakan?" tanya Rania, tanpa basa-basi.

"Dua koin perak! Dan dia baru bayar setengah!" jawab pria itu, menunjuk wanita penjual roti dengan tatapan benci.

Rania meraba kantongnya, mengambil satu koin emas dan melemparkannya tepat ke arah dada pria tua itu.

"Itu uangnya, pergi sana," ucap Rania, dingin.

"Tapi sebelum itu-"

Rania meremas ujung tongkat pria itu hingga terdengar suara patah, lalu dia menyentaknya hingga pria tua itu hampir terjungkal.

KRAK

"Apa yang kamu lakukan!" teriak pria tua itu, marah.

"Uang itu untuk membayar pajak dan juga biaya ganti rugi karena kamu sudah merusak makanan yang seharusnya bisa mengisi perut orang lapar. Sekarang, pergi sebelum kaki mu yang aku patahkan," bisik Rania, dingin, penuh ancaman.

Pria tua itu melihat tatapan Rania yang tidak main-main, tanpa banyak bicara lagi, dia memungut koin emas yang tadi Rania lempar, lalu lari terbirit-birit sambil menyumpah serapah.

Wanita penjual roti itu gemetar, dia segera bersimpuh di depan Rania.

"Terima kasih, Nona, terima kasih banyak. Saya tidak tahu harus membalas apa," ucap wanita penjual roti.

"Jangan bersimpuh padaku, simpan rotimu yang masih bersih, dan berikan padaku dua buah. Aku lapar," ucap Rania berlutut, membantu wanita itu berdiri.

"T-tentu Nona! Ambil semuanya!" jawab wanita itu dengan cepat membungkus kan roti-roti terbaiknya.

Rania mengambil bungkusan itu dan memberikan satu pada Lina yang masih melongo melihat aksi majikannya.

"Makanlah, Lina. Roti ini rasanya jauh lebih enak daripada makanan mewah di paviliun mawar karena tidak ada bumbu racun di dalamnya," ucap Rania sambil menggigit rotinya dengan nikmat.

"Nona, Anda sangat hebat tadi," bisik Lina kagum.

"Hanya teknik dasar untuk menangani penindas, Lina," jawab Rania santai.

"Ini untuk dua Roti yang aku beli," ucap Rania, memberikan dua keping koin emas.

"Tidak perlu Nona, Anda tidak perlu membayar," tolak wanita penjual roti itu, menggeleng kan kepala nya.

"Aku tidak suka penolakan, lagi pula kamu berjualan dan aku sebagai pembeli di sini," ucap Rania, tegas.

"Ambil ini, dan terimakasih, Roti mu sangat lezat," lanjut Rania, berlalu pergi dari sana.

Wanita penjual roti itu, menangis haru melihat dua keping koin emas yang ada di tangan nya, selama ini dia tidak pernah memegang satu pun koin emas, tapi kini dia memiliki dua koin emas.

"Terimakasih Nona baik hati, kebahagiaan akan selalu bersama mu," batin penjual roti itu, menatap kepergian Rania.

Rania dan Lina melanjutkan perjalanan mengelilingi pasar.

Rania membeli, sepasang sepatu bot kulit yang kuat, dan beberapa keperluan pribadi lainnya, hari ini dia benar-benar menikmati waktu ini, sejenak melupakan kiamat yang menghantui nya dan keluarga Belmont yang menyebalkan.

"Hari ini sangat menyenangkan, bukan?" tanya Rania sambil melihat matahari yang mulai terbenam, memberikan warna oranye yang cantik di langit pasar.

"Iya, Nona, ini hari paling bahagia selama saya melayani Anda," jawab Lina dengan senyum tulus.

"Nikmatilah, Lina, karena setelah kita kembali ke rumah itu, kita akan mulai meruntuhkan satu per satu orang yang pernah membuatmu takut," ucap Rania tersenyum tipis.

"Sebelum kita pulang, ayo tunjukkan dimana toko pakaian terbaik di sini," ajak Rania, semangat.

Lina menunjukkan sebuah toko pakaian terbaik di kekaisaran Gild, pemiliknya, seorang wanita paruh baya dengan kacamata yang bertengger di ujung hidung nya.

"Maaf, gadis-gadis manis, toko ini hanya menjual pakaian untuk kalangan atas," ucap pemilik toko itu tanpa beranjak dari kursinya.

Rania tidak marah, justru dia berjalan mendekati meja pemilik toko itu dan menjatuhkan satu kantong koin emas ke atas meja.

"Cukup?" tanya Rania, membuka kantor koin nya emasnya.

Mata si pemilik toko membelalak, dia langsung berdiri tegak dengan mata berbinar.

"Oh! Maafkan mata tua saya yang rabun ini, Nona Muda! Silakan, silakan masuk! Ingin mencari gaun seperti apa? Kami punya koleksi terbaru dari ibu kota," ucapnya dengan nada suara yang berubah manis.

Rania tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata.

"Aku tidak butuh gaun pesta yang rumbai-rumbai nya bisa membuatku tersandung. Berikan aku pakaian berbahan kulit lembut dan linen kualitas tinggi, warna gelap, hitam atau biru tua," ucap Rania, menjelaskan pakaian yang dia inginkan.

"Nona itu seperti pakaian untuk berburu atau... pengawal?" tanya Lina heran.

"Tepat sekali, aku butuh pakaian yang bisa membantuku memanjat tembok, tanpa harus repot dengan korset sialan," jawab Rania santai sementara si pemilik toko sibuk mengambilkan beberapa set pakaian yang diinginkan Rania.

Sambil menunggu pakaian disiapkan, Rania berdiri di depan pintu toko, memerhatikan keramaian.

Baru saja Rania ingin bersantai dan menikmati hari bahagia nya di pasar, tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut sangat kencang.

Pemandangan pasar yang ceria seolah bergetar, dan udara yang tadinya segar mendadak terasa berat dan mencekam, seolah-olah oksigen di sekitarnya tersedot habis.

Ding

"PERINGATAN DARURAT, INDIKATOR KIAMAT MENINGKAT! 95%."

"Penyebab nya, saat ini Inti Mana Kaisar Aron Gild tidak stabil, dan ledakan energi negatif terdeteksi di area pinggiran pasar."

"Segera tenangkan Mana Kaisar Aron atau wilayah ini akan hancur dalam 10 menit!"

"Sial! Baru juga senang sebentar," umpat Rania lirih.

"Nona? Ada apa? Wajah Anda pucat sekali," tanya Lina panik melihat Rania yang tiba-tiba memegangi dadanya.

"Lina, dengar. Tunggu aku di toko ini, jangan pergi ke mana pun sampai aku kembali. Ini perintah darurat!" ucap Rania tegas.

Tanpa menunggu jawaban Lina, Rania langsung berlari menembus kerumunan, mencari keberadaan sang Kaisar.

Rania masuk ke sebuah gang sempit yang gelap di ujung pasar, semakin dalam dia melangkah, suhu udara terasa semakin dingin, namun anehnya ada hawa panas yang membakar kulitnya secara bersamaan.

1
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gemes banget lama lama sama sistem 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ini suasana hati kaisar kayaknya tergantung mood sistem deh 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
sabar deevvv,, aq juga jadi ikut stres gara gara kaisar bucin itu 😭😭😭🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣 sistem somplak🤭🤭🤭
Anandita Syifa Malika
semangat kakk!!!!
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak habis thinking kak aku sama Aron nii...
sehat selalu buat autor paling the best lah pokoknya 👏👏👏👏
miss blue 💙💙💙
kemana perginya monstee itu 😭😭😭🤣🤣🤣
Tiara Bella
Aron Aron yg lagi jatuh cinta bentar lg bucin akut...
miss blue 💙💙💙
lama lama nih sistem aku bungkus aja, biar nanti suruh gosip sama ruben onsu, kayaknya cocok 🤣🤣🤣
T1 T1n
untung aku belum tidur/Chuckle//Determined/
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ampun dah raja bucin mu sungguh mengesankan /Curse//Curse//Curse/
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!