NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan neta ke kediaman james.

"apa yang papa lihat...?"

nana menatap di mana tatapan neo terarah, pandangan mata neo tampak terarah ke mana mobil james berjalan menjauh dari kediaman rumah neo.

"andaikan mereka bisa bersatu mungkin itu akan lebih baik."

neo memutarkan tubuhnya, dia berjalan pergi meninggalkan nana yang bingung dengan ucapan suaminya. nan terdiam, dia seakan sedang mencerna seluruh kalimat yang terdengar rancu di pendengarannya.

"maksud papa apa...?"

nana mengejar neo yang terlihat akan masuk kedalam kamar, langkahnya tergesa dia ingin mendapat penjelasan akan ucapan neo tadi sebelum pergi.

berbeda dengan james dan neta yang kini ada di dalam mobil, suasana yang hening dan hanya suara klakson dan deru kendaraan yang dapat mereka dengan dengan samar mengisi keheningan yang tercipta.

james yang melihat neta hanya diam berusaha mengisi suasana yang terasa canggung dengan menekan tombol audio di dalam mobilnya, suara musik terdengar menggalun pelan. suara indah seorang penyanyi yang neta kenal membuat neta mengikuti lantunan lirik demi lirik yang di nyanyikan penyanyi tersebut.

"neta..." panggil james membuat neta menoleh ke arahnya.

"hmm..." jawab neta singkat.

"boleh aku menanyakan sesuatu, tapi itupun jika kamu mau menjawabnya."

neta dapat melihat james memutarkan setir kemudi saat mereka berada di perempatan yang akan menuju ke kediaman orang tua james.

"tanyakan saja, kenapa kamu harus meminta ijin. enggak biasanya kamu seperti ini james..?"

james tersenyum samar, dia sekana de javu dengan pertanyaan yang akan dia lontarkan nanti. neta kembali mengikuti alunan syair penyanyi yang menjadi favorit neta dari dulu.

"apa kamu benar benar mencintai eric, setelah kamu tahu jika dia telah membohongi kamu selama ini...?"

james sekilas melihat ke arah neta yang tiba tiba terdiam, bohong jika neta tidak kesal dengan kebohongan yang eric ciptakan. tapi rasa kesal itu hanya sementara, setelah neta mengetahui jika eric melakukan semuanya karena ada alasannya.

"hmm... bohong kalau aku tidak kecewa dan kesal dengan kebohongan eric, tapi itu hanya sesaat sebelum aku tahu akan alasan dia melakukan semuanya."

hembusan nafas james terasa berat, entah kenapa dia tiba tiba kecewa dengan jawaban neta. james terdiam, rasanya dia enggan berbicara dengan neta. sedangkan neta yang dapat melihat jika james tidak baik baik saja berusaha ingin mengetahui penyebab keterdiaman james, neta menyerongkan tubuhnya, dia menatap james yang kini sedang menggemudi dalam diam.

"apa ada yang salah dengan jawaban ku atas pertanyaanmu james...?"

james masih diam, sepertinya dia enggan menjawab pertanyaan neta. neta yang merasa kesal melihat james yang tampak tidak mempedulikannya segera memegang pundak james, dia tidak suka berada di situasi yang terasa canggung seperti ini.

"apa kamu marah james...?"

james menatap sekilas ke arah neta, dia kembali fokus menatap ke jalan yang ada di depannya. neta yang ingin segera membuat james berbicara sampai menggoyangkan pundak james pelan.

"james, apa kamu marah dengan jawabanku...? ayolah james, ngomong dong."

neta terlihat kesal, sampai melakukan yang bisa membahayakan mereka berdua.

"neta...!!! apa yang kamu lakukan, kita bisa kecelakaan jika kamu bersikap bodoh seperti ini."

suara james terdengar meninggi, dia kesal dengan sikap neta yang kekanak kanakkan. neta yang mendengar suara tinggi james menarik tangannya cepat. dia merasa jika james benar benar marah kali ini, tapi james memang tidak salah jika membentak neta. jika saja james membiarkan neta maka bisa jadi akan berakibat fatal nantinya.

james yang melihat neta yang memalingkan kepalanya menjadi tidak enak hati, perlahan james menepikan mobilnya. dia tidak suka melihat neta yang diam dan merasa sedih karena bentakkannya tadi, tangan james terulur membelai rambut neta pelan.

"maaf... maafkan aku yang sudah membentak kamu, maaf ya..."

suara james terdengar lirih, dia merasa sangat bersalah. mendengar ucapan james, neta segera menolehkan kepalanya menatap kearah james. tatapan mata james dan neta saling bertemu, dan dapat neta lihat jika james merasa sangat bersalah dengan bentakkannya tadi.

"aku hanya menjawab yang sebenarnya, tapi kenapa kamu tampak kesal james."

gerutu neta terdengar sangat manja, james yang melihat sikap neta yang seperti anak kecil dengan gemas menangkup kedua pipi neta. dengan secepat kilat james menggecup kening neta, merasa bibir yang terasa basah dan hangat menempel di keningnya, neta refleks memundurkan kepalanya.

"apa yang kamu lakukan james...!!!?"

james hanya tersenyum dan melepaskan kedua tangannya dari pipi neta, dia kembali menjalankan mobilnya. sengaja james tidak menjawab pertanyaan neta tentang kecupan singkat di keningnya,  berbeda dengan neta yang merasa tiba tiba jantungnya berdebar dengan kencang karena ulah james.

merasa james tidak merespon pertanyaannya, neta memalingkan wajahnya. dia memilih melihat pemandangan di samping jendela mobil. senyum samar terlihat di kedua bibir neta, entah kenapa perlakukan james membuat neta merasa seakan di atas awan.

pintu gerbang yang tertutup dan tinggi menjulang terlihat jelas saat james menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya, james segera membunyikan klakson agar satpam yang berjaga segera membukakan pintu gerbang.

suara gerbang yang bergeser menjadi pertanda jika gerbang tersebut di buka dari dalam, senyuman sambutan dari pertugas keamanan yang berjaga menyambut kedatangan james.

james segera membunyikan klakson menjawab sambutan petugas keamanan yang berjaga di kediamannya, hanya anggukan yang james dapatkan dari petugas tersebut.

"lihat... sepertinya jojo sudah menunggu kedatangan kita."

ucap james yang membuat pandangan neta terarah menatap jojo yang berdiri di teras rumah bersama juli mama james.

"mama kamu juga tuh sudah menunggu kita, apa kamu kasih kabar ke mereka jika kita akan datang ke sini. maksud aku, aku datang bersama kamu ke sini."

neta mengkerutkan kedua alisnya melihat ke arah james, dengan anggukan james membalas pertanyaan neta. dia segera memutarkan tubuhnya menghadap ke belakang, tangannya terulur meraih satu paper bag yang di berikan nana tadi.

"lebih baik kamu yang memberikan ini ke mama."

tangan james terulur kedepan neta dengan paper bag yang sangat dia tahu isinya apa, neta hanya menatap tanpa menggambil papaer bag tersebut.

"neta..."

panggil james yang membuat neta terperanjat kaget, dengan segera neta menggambil paper bag tersebut dan segera turun dari mobil bersama james.

1
Nay 14
ceritanya bagus dan buat penasaran
Nay 14
/Smile/👍
Nay 14
👍
Nay 14
bagus
As Salam
suka suka
As Salam
like👍
As Salam
menarik
As Salam
suka
As Salam
👍
As Salam
sepertinya seru nih
Nurul Istiqomah
lanjutkan
Nurul Istiqomah
bau bau persaingan nih
Nurul Istiqomah
bau bau syemburu 🤣
Nurul Istiqomah
clara ngeselin
Nurul Istiqomah
keluarga vs sayang mah kalau gini 😄
Nurul Istiqomah
pengen tak cubit tuh ginjalnya si james
Nurul Istiqomah
kesel banget sama si clara
Nurul Istiqomah
sangat bagus
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!