Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
"Kau sangat bahagia ya bertemu dengan Rey yang polos, mengira kau adalah orang baik yang sangat mengidolakan nya, sampai-sampai mendapatkan hadiah dari nya, sekali lagi jangan pernah berterima kasih kepada ku, aku tidak melakukan apa-apa untuk mu," ucap Samuel yang kemudian kembali lanjut berjalan menuju mobil.
Naya kembali teridam, karena sudah terbiasa dia pun tidak kuasa memasukkan semua itu ke dalam hatinya, dia hanya tersenyum kecut menyembunyikan rasa pedih di hati nya.
Satu jam pun berlalu.
Kini mereka pun sudah tiba di rumah, jam sudah menujukkan pukul 01.20
"Aku lapar, buat kan makanan," ucap Samuel sebelum dia berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar nya.
"Tapi ini sudah jam satu," jelas Naya terlihat sangat lelah dan mengantuk.
"Apa kau sudah berani melawan ku? Lakukan sekarang! Aku belum makan!" ucap Samuel membentak Naya tanpa rasa iba.
Naya yang mendengar itu sontak mengganguk dan kemudian berjalan cepat menuju dapur, dari pada di bentak lebih baik di suruh bekerja saja, karena Naya tipikal orang yang tidak suka di bentak.
Ia pun akhirnya mulai memasak, meskipun rasa kantuk dan lelah datang menyerang, karena Naya pintar memasak, ia pun tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan makan malam untuk Samuel.
Sementara itu di kamar Samuel.
"Astaga, aku lupa jika aku harus minum obat yang di berikan dokter kemarin, sudah berapa hari aku melewatkan nya," batin Samuel yang kemudian mengambil sebutir obat dan kemudian berjalan keluar dari kamar menuruni tangga menuju dapur rumah untuk mengambil air.
Beberapa langkah hampir tiba di dapur, Samuel sudah tercium aroma masakan khas yang sangat dia suka, aroma masakan ini tidak lah asing ini adalah aroma masakan yang selalu di berikan oleh Aurel kepada nya dulu.
"Lagi-lagi dia mencoba membuat aku mengira dia adalah Aurel, benar-benar perempuan tidak tau malu," batin Samuel yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur.
Terlihat Naya yang sedang menyiapkan makanan ke atas meja makan.
"Tuan, kau sudah datang, maaf aku telat karena berfikir sehabis menyiapkan di atas meja baru membagil mu untuk turun ke bawah," ucap Naya.
Samuel dingin tak menjawab sepatah katapun dari Naya dia hanya diam mengambil air yang ada di dispenser di dapur tersebut, untuk meminum obat.
Bersambung ....
Setelah selesai makan malam, mereka pun masuk ke kamar masing-masing dan kemudian tidur.
"Bagaimana caranya aku bisa membuat dia jatuh cinta kepada ku? Dia saja sangat membenci diriku, menatap ku saja dia tidak mau," batin Naya yang saat ini tidak bisa memejamkan mata nya.
Naya menatap kosong langit-langit kamar nya sambil memikirkan janji nya kepada mama Zena yang meminta Naya agar membuat Samuel jatuh cinta dan melahirkan seorang anak.
"Berat sekali, mengapa aku harus menerima ujian ini seberat ini ya, mengapa aku tidak mati saja?" Ucap Naya seolah-olah ia telah putus asa.
Lagi-lagi Naya bicara sendiri sambil menyesali karena saat ini dirinya masih hidup namun cobaan yang ada tidak main-main.
Sementara itu di kamar Samuel
"Huh, mengapa aku membayangkan senyuman perempuan itu kepada Rey? Apa dia sangat menyukai Rey sampai tersenyum begitu manis? Selama aku mengenalnya dia hanya tersenyum saat aku datang pertama kali ke rumah nya, dan sekarang aku tidak pernah melihat senyum tulus itu lagi, sampai saat dia tersenyum kepada Rey," batin Samuel yang juga tidak bisa memejamkan mata nya.
Entah apa yang terjadi, Samuel malah memikirkan hal yang terjadi tadi di belakang panggung.
Mungkin ada perasaan tersembunyi yang tidak bisa di rasakan oleh Samuel dan Naya.
Keesokan harinya.
Seperti biasa Naya selalu mengerjakan pekerjaan rumah dan juga memasak, tangan nya kini semakin kasar akibat terus mengerjakan pekerjaan tiada henti.
"Selamat pagi nona muda," ucap Azka yang baru saja masuk ke dalam rumah dan mendapati Naya yang seperti pembantu saja membersihkan rumah.
"Ah, iya Azka ada apa?" tanya Naya sambil menyeka keringat nya.
"Tuan muda di mana ya?" tanya Azka lagi.
Dia ada di atas, mungkin masih siap-siap," jelas Naya tersenyum seolah menyembunyikan rasa lelahnya.
"Baik terima kasih banyak nona muda, kalau begitu apa aku boleh ke atas menemui tuan muda?" tanya Azka sopan.
"Silahkan,"
Naya salut akan kesopanan dan kelembutan Azka kepada nya, Azka terlihat benar-benar menghormati dirinya meskipun dia tau kalau tuan nya tidak menyukai Naya.
Azka pun berjalan menaiki tangga menuju lantai atas untuk menemui Samuel di kamar. Sementara itu Naya, dia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang masih belum selesai.
Naya kembali mengepel lantai depan tangga tersebut meskipun dirinya sudah cukup lelah namun jika melihat dia diam saja Samuel pasti akan marah karena memang dirinya di sana di jadikan seperti pembantu.
Mundur beberapa langkah, membuat kaki Naya tampa sengaja tersandung ke ember air yang ada di belakang nya, hal ini pun membuat dia terpeleset dan akhirnya terjatuh.
Bukh ...
Naya terduduk di lantai keramik yang keras, membuat kaki dan pinggang nya terasa sangat sakit.
"Astaga, sakit sekali, ya tuhan aku tidak bisa berdiri," ucap Naya memegang kaki dan pinggang nya yang terasa sakit luar biasa, diri nya yang belum lama selesai operasi seharusnya tidak melakukan pekerjaan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa mengelak situasi tersebut.
"Astaga! Naya apa yang terjadi!?" ucap seseorang yang berlari dan menghampiri Naya dari belakang.
Naya yang tidak asing dengan suara tersebut pun menoleh dan melihat ke arah belakang nya.
"Reyhan" lirih Naya kaget karena laki-laki yang menghampiri nya adalah Rey sang idola.
Tidak perlu banyak bicara, Rey langsung mengendong Naya dan membawa nya ke sofa lalu meletakan nya di atas sofa.
"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau mengepel lantai?" tanya Rey berjongkok di depan Naya sambil melihat kaki Naya yang merah karena keseleo.
Namun Naya tidak bisa mengatakan apa-apa, dia menatap jauh di tengah-tengah anak tangga ada Azka dan Samuel yang berdiri menatap ke arah mereka, meskipun tatapan Azka terlihat kaget namun berbeda halnya dengan tatapan Samuel yang mengerikan.
"Aku, aku baik-baik saja, terima kasih sudah membantu," jawab Naya berusaha menahan dan menyembunyikan rasa sakit nya dari Rey.
"Tidak, biar kan aku melihat kaki mu," ucap Rey memegang pelan kaki Naya dan melihat nya.
Samuel yang melihat itu sontak semakin geram dan buru-buru menghampiri Rey dan Naya.
"Ada apa ini?" ucap Samuel.
Rey yang mendengar suara Samuel pun berdiri dan membalikan badannya menatap ke arah Samuel.
"Apa yang terjadi? Seharusnya aku yang bertanya kepada mu, mengapa kau memperlakukan istri mu sebagai pembantu? Apa kau sudah tidak punya akal?" tanya Reyhan emosi.
"Rey tidak bukan begitu," ucap Naya khawatir akan terjadi perdebatan antara Samuel dan sepupunya itu.
"Kau menanyakan hal itu kepada ku? Mengapa kau sangat marah padaku?" jelas Samuel kaget atas respon Rey yang terlalu berlebih-lebihan.
"Maaf bukan nya aku menuduh mu memperlakukan Naya dengan tidak baik, tapi sepertinya apa yang aku lihat saat ini sudah cukup jelas, dari kemarin aku melihat tatapan benci mu terhadap nya begitu dalam, aku pikir aku salah, tapi setelah melihat ini ternyata aku benar, ada apa sebenarnya?" ucap Rey penasaran dengan Samuel yang setahunya adalah laki-laki baik namun malah jadi seperti ini setelah menikah dengan Naya.
"Kau lupa ya, dia Naya bukan Aurel," ucap Samuel tidak kuasa bersandiwara lagi di depan Rey.
"Aku tau, aku tau semuanya dari Tante Zena, tapi setidaknya kau jangan berlebihan seperti ini, dia perempuan yang kau pilih sendiri untuk menggantikan kakak nya sebagai istri mu, tapi kenapa kau malah memperlakukan nya sebagai pembantu," marah Rey tidak terima atas perlakuan Samuel kepada Naya.
"Mengapa kau membela dan mempedulikan nya? Dia adalah orang yang sudah merusak kebahagiaan ku, mengapa aku harus baik kepada nya? Kau terlihat sangat peduli dengan nya ya, karena dia penggemar berat mu? Atau karena kau suka padanya?" tanya dengan suara lantang. Pertengkaran keduanya pun tak bisa terelakkan lagi.
Sementara Azka hanya diam dan mendengar kan pertengkaran antara dua orang tersebut.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,