NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34 Membantu Zea

Semenjak liburan di bersama hubungan Zea dan Gatra makin dekat, tapi Zea masih membatasi dirinya karena masalahnya dengan Ryan belum selesai, Ia nggak mau di anggap wanita yang gampang pergi dengan pria lain padahal dia masih berstatus istri dari pria lain.

“Jadi kapan Lo akan mengurus semuanya Ze?” tanya Tari, Ia yang selalu mengingatkan Zea untuk menyelesaikan semua masalah rumah tangganya dengan Ryan.

“Kalau aku mengajukan perceraian, mau nggak mau aku harus pulang sebentar ke sana dong, aku malas ketemu dengan Ryan” ungkap Zea

“Kalau hal itu gampang, nanti aku yang urus deh, yang penting kamu setuju dulu untuk menyelesaikan secepatnya” sahut Tari

“Iya aku memang ingin berpisah secepatnya dengan Ryan, sudah nggak ada kata untuk kembali bersama lagi, terlalu sakit apa yang dilakukannya padaku Tari”

Zea memang ingin sekali bercerai dengan Ryan, tapi dia malas untuk bertemu dengan Ryan.

“Oke Ze kalau Lo sudah setuju, gue akan urus” Tari terlihat sangat senang dan lega akhirnya Zea mau bergerak mengurus perceraiannya dengan Ryan.

“Ryan kenapa belum mau mengurus perceraian kami ya, padahal dia kan butuh status duda agar bisa menikah dan masuk ke dalam keluarga selingkuhannya tersebut” ungkap Zea, Ia agak heran dengan sikap Ryan yang belum bergerak untuk segera menceraikan dirinya.

Padahal awalnya Ryan memang ingin menceraikan Zea dan menikah dengan selingkuhannya itu, bahkan terang terangan menghina Zea dengan seputan wanita yang berpenampilan kampungan.

Dan Ryan juga mengatakan malu mengajak dirinya dan memperkenalkan Zea pada rekan bisnisnya karena dia butuh wanita yang berpenampilan menarik agar tak mempermalukan dirinya.

“Mungkin dia sekarang sudah sadar diri, kalau kamu punya nilai tersendiri dimatanya” ucap Tari.

“Punya nilai apa Tari, bahkan dia malu mempunyai istri sepertiku yang berpenampilan sederhana dan tidak menarik sama sekali” ungkap Zea, Ia masih ingat kata kata yang penuh penghinaan dari Ryan.

“cckk itu hanya alasan saja Ze, agar orang memaklumi dirinya yang selingkuh, lagian mata Ryan sudah buta kali ya, punya istri cantik begini di bilang kampungan, nanti kalau kamu menikah dengan pria yang lebih dari dia baru tau rasa!”

Tari sampai mendoakan agar suatu saat Ryan bisa melihat sendiri Zea menikah dengan pria yang hebat dari pada suaminya yang dulu.

“He he he terima kasih sudah memuji aku, jadi tersanjung “ seloroh Zea

“Kamu memang cantik Ze, hanya kamu nggak mau berdandan saja, Arsen saja suka melihat kamu Ze dan berdekatan dengan kamu Ze, apalagi tuan Gatra” tanpa sadar Tari mengatakan hal yang membuat Zea kaget.

“Isssh jangan bawa bawa nama tuan Gatra, nanti ada yang denger bisa repot urusannya” tegur Zea.

“Tapi memang benar Ze, kamu nggak bisa merasakan kalau tuan Gatra mempunyai perhatian yang lebih padamu” sahut Tari

“Mungkin karena Arsen dekat denganku Tari, makanya tuan Gatra bersikap baik dan perhatian padaku, lebih menghargai sih kalau aku pikir, tuan Gatra akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Arsen”

Zea memberikan penjelasan pada Tari agar jangan salah menilai kedekatan dirinya dengan tuan Gatra.

“Apapun itu Ze, semoga kamu mendapatkan suami yang lebih baik dari pada pria brengsek itu” ungkapan Tari membuat Zea terharu, Ia sangat senang karena Tari sangat baik dan perhatian padanya.

“Terima kasih Tari, aku nggak tahu harus bagaimana menghadapi semua masalah ini, tapi kamu selalu memberikan rasa optimisme dan selalu memberikan semangat padaku” ungkap Zea.

“Kita kan sudah seperti saudara Ze” imbuh Tari.

“Jadi bagaimana caranya kamu membantu aku dalam masalah ini Tari?” tanya Zea, Ia memang tak mau bertemu lagi dengan Ryan, tapi Ryan sampai hari ini masih mempertahankan rumah tangga mereka, entah apa rencana yang sedang Ryan susun kali ini.

“Kalau hal itu gampang Zea, kamu nggak usah khawatir!” Tari tidak mau mengatakan kalau dia akan meminta bantuan temannya yang kebetulan berprofesi sebagai seorang pengacara.

***

“Zea…” panggil Gatra ketika melihat Zea sedang duduk melamun, menemani Arsen menunggu jemputan untuk pulang, kebetulan hari ini Gatra yang menjemput Arsen pulang dari sekolahnya.

Memang semenjak liburan akhir pekan mereka dulu, Gatra cukup sering mengantar jemput Arsen ke sekolahnya, dan itu makin membuat Arsen senang dan bahagia.

“Eh tuan Gatra! anda sudah tiba?” Zea sedikit gelapan ketika mendengar namanya dipanggil oleh Gatra.

“Ya, Ze, aku baru datang, kamu sedang apa?, dari tadi aku lihat sedang melamun!” Gatra langsung menanyakan apa yang sedang Zea pikirkan.

“Ada sedikit masalah yang harus diselesaikan dengan segera tuan Gatra..” ungkap Zea, Gatra mengerti dengan masalah yang sedang dihadapi oleh Zea, tapi Gatra tak bisa terlalu banyak ikut campur karena Zea belum bercerita dan meminta bantuan padanya.

“Apa sekarang kamu sudah selesai mengajarnya Ze?” tanya Gatra lagi

“Sudah tuan Gatra, setelah Arsen anda ajak pulang, saya akan ke dalam mengambil tas dan segera pulang, karena teman Arsen yang lain sudah pada dijemput semuanya” jelas Zea

“Ya sudah kalau gitu, kamu ambil tas ke dalam saya tunggu di sini, kita pulang bareng saja, sekalian ajak Arsen makan siang” Gatra langsung mengajak Zea untuk pulang bersamanya dan Arsen.

“Terima kasih tuan Gatra, tapi saya mau pulang sendiri saja” tolak Zea dengan halus.

“Kita mau makan siang pa? Miss Zea juga ikut!” Arsen ternyata paham dengan apa yang Gatra katakan dan dia sangat senang mendengarnya.

“Iya sayang…” sahut Gatra

“Ayo Miss Zea, jangan lama lama ambil tasnya, Alsen sudah lapal” Arsen tau saja cara untuk memaksa Zea ikut dengannya.

“Tapi Miss Zea ada perlu, mau pergi ke salah satu tempat karena ada yang perlu diurus” Zea bicara panjang pada Arsen, tapi Arsen hanya diam tak menanggapi alasan yang Zea katakan.

“Ayo Miss…” Rajuk Arsen

“Setelah makan kita akan antar kamu ke sana Ze” Gatra ikut mendesak Zea.

Zea diam sesaat setelah itu Ia menganggukkan kepalanya, karena Zea tahu kalau sudah menyangkut Arsen akan sulit untuk menolak permintaannya.

“Oke, tunggu sebentar ya! Miss mau kedalam dulu ambil tas..” akhirnya Zea memutuskan untuk ikutan dengan Gatra dan Arsen.

“Oke Ze, kami tunggu di mobil ya..” sahut Gatra, dan Zea tersenyum menanggapi perkataan Gatra.

Kemudian Zea membalikan badannya dan melangkahkan kakinya menjauh dari Arsen dan yang lainnya, melihat Zea masuk kedalam Gatra mengajak Arsen untuk masuk ke dalam mobil yang kebetulan parkir tidak jauh dari tempat mereka bicara sekarang.

***

Malam hari kediaman Zea…

“saya akan bantu kamu menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi Ze” pesan dari Gatra membuat Zea kaget, karena tadi Zea hanya bicara sekilas mengenai masalah yang sekarang di hadapinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!