NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

...

...

Pov. Gala

Persetan dia anak siapa. Gua gak perlu lagi repot-repot menjaga batasan moral sialan itu, karena batasan itu sudah jebol berkali-kali sampai hancur lebur tanpa sisa tadi malam

Gua menatap punggung tangan gua yang masih ada bekas guratan kuku kecil milik Airaya, Sensasi kehangatan kulitnya, aroma stroberi yang memabukkan, dan bagaimana dia merintih ampun di bawah kuasa gua semalam bener-bener masih membekas pekat di ingatan. Gua, Galasky Ardayana, pemenang Piala Citra yang selama dua belas tahun dipuja-puja sebagai ikon pria "mati rasa" se-Indonesia, akhirnya resmi takluk dan bertekuk lutut di lantai kamar mandi dapur hanya gara-gara tragedi sabun tumpah

Gua menghela napas panjang, menatap semangkuk bubur ayam di atas nakas yang mulai mendingin. Di atas kasur king size gua, Tuan Putri itu masih meringkuk di balik selimut tebal dengan muka bantalnya. Tapi begitu dia mencoba bergerak sedikit saja, bibir merah meronanya langsung mencebik, disusul rintihan manja

"Om Gala... pegel... sakit banget tau, paha Yaya rasanya mau lepas... hiks... tanggung jawab gak!" rengeknya frontal dari balik selimut. Wajahnya memerah padam, tapi mata sayunya menatap gua penuh kemenangan. Dia tahu dia berhasil meruntuhkan total tembok pertahanan gua

Gua cuma bisa mendengus pelan, tapi entah kenapa ada desiran hangat yang meluap-luap di dalam dada gua melihat kelakuannya. Gengsi pria 35 tahun gua resmi gua buang ke tong sampah pagi ini. Apapun konsekuensinya nanti, bakalan gua hadapi. Toh, Yaya sendiri yang dari awal melempar tubuhnya ke sarang singa, jadi jangan salahin gua kalau gua mencabik-cabiknya sampai dia gak bisa bangun begini.

"Bang Elang... jangan salahin gua ya," batin gua, membayangkan wajah kusut sahabat karib gua itu. "Nyatanya lu sendiri, Bang, yang nganterin anak gadis lu ke sarang singa. Lu bilang gua jomblo karatan yang gak punya nafsu, lah sekarang lu liat sendiri anak lu sampai encok gak bisa geser kaki"

Gua melangkah mendekati kasur, menyingkap selimutnya sedikit. "Ya udah, gak usah banyak protes. Katanya tadi mau mandi? Sini Om bantu."

"Ih, oom? Ntar khilaf lagi gimana? Badan Yaya udah remuk, Om!" rengeknya dengan sisa keberanian nakalnya, walau pipinya makin matang kayak kepiting rebus

"Gak usah banyak bacot, Yaya. Atau mau Om tambah lagi menunya sampai siang?" ancam gua dengan suara bariton rendah yang berat. Ancaman gua terbukti manjur, dia langsung kicep dan melingkarkan tangan mungilnya di leher gua pas gua angkat tubuh lemasnya dalam gendongan bridal style menuju kamar mandi

Hari itu, gua resmi turun jabatan dari aktor papan atas menjadi baby sitter dadakan kelas eksklusif khusus untuk melayani Tuan Putri yang sedang lumpuh sementara

Di dalam kamar mandi, gua bener-bener harus menahan sisa gairah gua setengah mati saat mendudukkan tubuh polosnya di pinggiran bathtub, menyalakan shower air hangat, dan membantunya membersihkan sisa-sisa kebrutalan kami semalam dengan sangat hati-hati. Kulit putih mulusnya yang dipenuhi beberapa tanda merah keunguan hasil mahakarya gua semalam bener-bener bikin iman gua gemeteran lagi. Tapi melihat dia yang meringis linu setiap kali air menyentuh pangkal pahanya, rasa bersalah gue kembali muncul. membuat gua memperlakukannya selembut mungkin kayak lagi megang piala penghargaan kaca yang rapuh

Selesai mandi, gua memakaikannya kaos oversize milik gua yang paling longgar dan tebal biar dia gak kedinginan. Gua bopong lagi dia ke sofa ruang tamu, mendudukkannya di atas bantal empuk, lalu gua beralih ke dapur menyiapkan sarapan, makan siang, bahkan sampai makan malam.

"Om... suapin... tangan Yaya lemes gak bisa megang sendok," perintahnya dengan nada sombong yang dibuat-buat pas gua menyodorkan piring nasi goreng mentega buatan gua

Gala yang biasanya paling anti diatur-atur orang, malam ini patuh di bawah perintah gadis ini. Gua duduk di sampingnya, menyendokkan makanan perlahan, lalu menyuapinya dengan telaten

"Ini namanya kompensasi kenikmatan buat Om Gala tau," celetuknya tanpa dosa sambil mengunyah makanannya dengan lahap. "Om udah dapet 'aset' paling mahal se-Indonesia gratis tanpa pre-order, jadi emang udah kewajiban Om buat melayani Yaya bak ratu."

Gua bener-bener speechless sekaligus gemes setengah mati denger teori ngasal dari mulutnya. Gua mencubit hidung mungilnya agak keras sampai dia memekik kesal.

"Kompensasi pala lu peyang! Makan yang bener, jangan banyak ngoceh," balas gua ketus, tapi tangan gua yang lain refleks mengusap sudut bibirnya yang belepotan bumbu makanan

Gua menatap wajah cantiknya dari jarak dekat. Pikirannya kembali berputar pada masa depan kami. Jaga batasan buat gadis nakal modelan Yaya ini? Gak perlu! Lagian, apa salahnya kalau masa depannya sama gua? Masa depan sama Galasky Ardayana juga dijamin bakal super cemerlang kan? Gua punya segalanya—karir aktor di puncak, saham Ardayana Group yang melimpah, dan yang paling penting, gua punya cinta dan kesabaran ekstra buat menjinakkan rubah sekreatif dia.

Saat malam semakin larut, Yaya sudah ketiduran di bahu gua sambil memeluk bantal erat-erat, kelelahan setelah seharian gua suapi dan gua manjakan bak ratu sejagat. Gua merangkul bahu sempitnya, menyembunyikan wajah gua di ceruk lehernya yang wangi stroberi, menghirup aromanya dalam-dalam

Gua menyeringai tipis menatap pintu apartemen gua yang terkunci rapat Terserah kalau besok-besok Bang Elang atau Kak Araa mendadak pulang dari Chinq. Gua gak akan takut lagi. Kalau gua harus diseret ke sirkuit balap atau dikirim ke neraka juga, gua bakal maju paling depan sambil megang tangan Yaya . Karena malam ke-15 yang diawali sabun dapur ini, resmi mengubah status gua dari perjaka tua jomblo karatan menjadi pelindung sejati bagi Tuan Putri Adytama seumur hidup gua

1
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!